04 January 2011

Ijen on Vacation

Awalnya berencana menghabiskan tahun baru di malang. Tapi entah kenapa tiba-tiba mas abib dan mas deni ngajakin ke ijen. Weww..boleh juga tuh rasanya. Setelah itu aku juga ngajak lia (temen seperjuangan hiking-ranger kunink) buat ikutan juga. Dan akhirnya, berangkatlah sekawanan power ranger, yang terdiri dari aku, lia, mas abib, mas deni, dan mas aris.

Berangkat hari jumat, 31 desember 2010 dari sudimoro 1A jam 10 pagi, kami naik angkutan ABG jurusan terminal arjosari. Setelah itu, kami naik bis jurusan probolinggo-jember dengan tariff Rp 12.000 saja (harusnya tarif normal 14 ribu, tapi karena ditawar dan berhasil, ya sudahlah.. )
Ditemani hembusan angin kencang karena kita duduk di deretan belakang dekat pintu yang terbuka lebar dan supir yang ugal-ugalan, setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam, sampailah kami di terminal Probolinggo, dan kami harus turun dan ganti bis.

Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki bis jurusan Bondowoso.

Kali ini perjalanannya cukup panjang, dengan bis yang penuh sesak, pedagang asongan dan pengamen yang silih berganti, jalan yang berputar-putar naik turun bukit, cuaca yang sedikit hujan juga, akhirnya dapat mengantarkan kami dengan selamat sampai di terminal Bondowoso, dengan ongkos 14ribu saja. Benar-benar murah meriah.

Sesampainya di terminal bondowoso, kami menghadapi beberapa kendala. Ternyata angkutan yang mengantar penumpang ke Sempol (pos ke 2 dari akhir sebelum sampai di wisata kawah Ijen) hanya beroperasi jam 6 pagi. Selain itu, sebagian besar orang yang kami temui di sana berbahasa Madura, yang bisa dipastikan tidak ada satupun dari kami yang menguasainya. Pada saat seperti itu, saat kami kebingungan mencari orang yang bisa kami jadikan tempat berkeluh kesah atas kebingungan kami, datanglah sang juru penyelamat. Seorang supir dengan bahasa Indonesia yang logat maduranya amat sangat kental menawarkan untuk mengantarkan kami berlima ke lokasi kawah ijen langsung dengan tarif 450ribu dengan menggunakan bison. Kami tersenyum miris mendengar hal itu. Namun akhirnya setelah diperhitungkan setengah matang (tidak bisa terlalu matang, karena posisi kami berlima benar-benar tidak tau apa-apa, jadi kami berpikir percuma saja terlalu mempertimbangkan semuanya) kami memutuskan untuk mengambil tawaran bapak supir tadi, dengan catatan, kami diajak berkeliling kota Bondowoso terlebih dahulu.


Tempat pertama yang kami singgahi, ATM bank mandiri. Hal itu harus kami lakukan, mengingat 450ribu tadi benar-benar berhasil membuat kita berlima kere hore. Untungnya lia masih punya cadangan uang di atm, jadi bisa lah digunakan sementara. Selanjutnya, alun-alun kota. Mengapa kami memutuskan kesana? Karena sedari pagi kami semua belum makan.

Alun-alun Bondowoso tidak berbeda jauh dengan alun-alun kota yang lain. Berbentuk kurang lebih persegi, yang disekelilingnya dipagari tanaman-tanaman dan pohon berwarna hijau, asri sekali. Disalah satu sisinya, ada bangunan permanen seperti tenda yang berjajar rapi, yang tiap standnya menjual berbagai macam makanan, mulai dari makanan berat seperti nasi goreng, lalapan, soto, mie ayam, rawon, dll, hingga makanan kecil seperti cenil, gorengan, martabak telur, roti bakar, terang bulan, dll. Disana juga banyak orang menjual trompet, dan suasananya sedikit ramai dan bising karena ada panggung musicnya juga dalam rangka perayaan tahun baru. Selanjutnya, aku dan lia memilih menu nasi lalapan lele+tempe. Sedangkan para arjunanya entah makan apa, karena kami memutuskan untuk mencari tempat makan sendiri-sendiri. Sekitar jam 6 sore, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi kawah ijen, namun sebelumnya kami membeli gorengan terlebih dahulu, mengingat perjalanan setelah ini akan memakan waktu cukup lama, sekitar 4 jam perjalanan.


Hujan, jalanan aspal, jalanan berbatu, tanjakan, turunan, menemani kami sepanjang perjalanan. Setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di lokasi, Paltuding. Ternyata benar-benar jauh seperti yang ku bayangkan sebelumnya. Lokasi tersebut malam itu sangat ramai. Di bagian depan, ada lapangan tempat menyalakan api unggun, lalu ada semacam panggung music juga, walaupun bukan band beneran yang nyanyi, Cuma lagu-lagu yang diputar dari kaset. Setelah itu, agak kedalam, ada tempat parkir baik sepeda motor maupun mobil yang disekelilingnya terdapat kamar-kamar penginapan, mushola, warung makan, toilet, juga pos keamanan. Dan tempat yang kami singgahi pertama kali adalah warung makan.


Tahun baru di Ijen tidak terlalu istimewa, hanya tepat jam 12 malam semua lampu dimatikan, lalu ada beberapa kali kembang api yang ukurannya tidak terlalu besar, dan hanya berlangsung sekitar 10-15 menit. Setelah itu, suasana normal kembali. Kemudian kami memutuskan untuk tidur di teras warung makan yang kami tempati sedari tadi, dengan beralas dan berselimut sleeping bag yang kami bawa. Alhamdulillah…

Sekitar jam 4 pagi kami bangun. Setelah berkemas-kemas dan makan pisang goreng sedikit, kami langsung memulai perjalanan menuju ke kawah Ijen.
Jalur yang kami lalui berupa tanah dengan batu-batuan kecil yang cukup rata dan lebar, dan bisa kupastikan mobil-mobil sejenis jeep dan kawan-kawan dengan four wheel drive pasti akan nyaman jika melalui jalur itu. Nantilah, suatu saat, aku akan kesana lagi dengan mengendarai mobilku sendiri.hehe.. 

Menurut informasi, dari Paltuding ke kawah Ijen berjarak 3 km, dan menghabiskan waktu 1 jam pulang pergi, dan di setiap 100 meter, ada informasi mengenai jarak yang sudah di tempuh. ½ km pertama jalan yang kami lalui cukup datar, kalaupun ada yang menanjak, tidak terlalu curam. Awalnya ku kira jalannya akan seperti ini saja, tapi ternyata aku salah. Setelah melewati dua pos peristirahatan dan jalan yang sedikit memutar ke kanan dan menurun, kami langsung dihadapkan pada tanjakan. Masih tetap di jalur yang sama, makin lama jalanan makin menanjak dan berbelok-belok. Setelah menghabiskan waktu hampir 1 jam, akhirnya sampailah kami di pos tempat peristirahatan penambang belerang. Setelah beristirahat sebentar dan mengambil beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Setelah jalanan menyerupai tangga, tanjakan yang cukup curam dan berbelok-belok, kemudian berubah menjadai datar dan cenderung menurun, akhirnya sampai juga kami di kawah ijen. Sayang, cuaca saat itu tidak telalu bersahabat, akibatnya kami tidak dapat melihat langsung kawah dari gunung ijen tersebut, hanya tercium bau belerang yang sesekali sangat menyengat dan membuat hidung dan tenggorokan sedikit sakit.

Berharap kabut akan sedikit hilang apabila sudah agak siang, kami memutuskan untuk menunggu sambil berfoto ria. Namun sayangnya kabut tidak juga menipis, malah makin betah menghalangi pandangan kami. Akhirnya setelah puas berfoto-foto, kami memutuskan untuk turun. Tidak lupa, kami membeli beberapa belerang yang sudah dicetak dengan bentuk bermacam-macam. Ada yang dibentuk seperti stalakmit dan stalaktit di dalam gua, tokoh-tokoh kartun, serta hewan-hewan seperti kura-kura, kepiting, dan lain sebagainya.










Sekitar jam 9 pagi, kami sampai di bawah, di Paltuding lagi. Setelah mengisi perut, kami memutuskan untuk pulang karena kami harus mengejar jadwal kereta jam 2 siang. Sedangkan dari Paltuding ke stasiun Karang Asem di Banyuwangi menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Ditemani mobil jeep four wheel drive tahun 1978 carteran dengan ongkos 200ribu (lagi-lagi berlagak jadi orang berduit), setelah melewati penangkaran tawon, kebun kopi, dan kebun cengkeh, akhirnya kami sampai juga di stasiun Karang Asem.


Sempat kebingungan juga untuk memutuskan bagaimana cara kami agar bisa sampai di Malang dengan selamat dengan keterbatasan dana dan jadwal kereta ke Malang yang hanya ada jam 6 pagi, akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta jurusan Probolinggo dengan ongkos 18 ribu/kepala, kemudian dilanjutkan dengan naik bis jurusan Probolinggo-Malang dengan tariff 14r ribu/kepala (untuk kali ini negosiasi gagal, tidak ada diskon.hahha…). dan, tepat jam 10 malam tanggal 1 Januari 2011 kami sampai di Sudimoro 1A dengan selamat tanpa kurang suatu apapun kecuali kantong kosong mlompong tanpa ada selembar atau bahkan sekeping uangpun serta bukti transaksi utang piutang.hahahahaha...


Luar biasa. Tapi tunggu saja, suatu saat nanti, aku, dan kami semua, akan mengulang perjalanan itu lagi, dengan manajemen yang lebih baik, sambil menunggu salah seorang dari kami memiliki salah satu four wheel drive yang dapat mengantar kami sampai ke puncak!!!

12 comments:

  1. tunggu aku punya "HAMMER" :D...
    semuanya tk jamin FREE :D

    ReplyDelete
  2. aku bakal nunggu sampe ada yang mau nunggu sampean sampe punya hammer. hahahahahha... :D

    ReplyDelete
  3. aku nunggu sampe ada yang mau njual hammer k sampean

    kuning ^^v

    ReplyDelete
  4. enten-entenan. gak mari-mari caaakkkkk...
    suwiiii....suwiiiiii.. hagz hagz hagz..

    ReplyDelete
  5. ga ngomong lek nak ijen yo. . . ngerti ngunu aku melu lak enak. . .

    ReplyDelete
  6. yawes, sekarang ku kasih tau. aku ke ijen on, ama jopuro, mas abib, mas deni, n mas aris. hehehe.. :D

    ReplyDelete
  7. gag perlu 4 wheel drive kok ma..
    mobil gede kayak rush, crv, ataupun kijang, bisa mengantarkan mu kesana kok..
    cuma rodok horor gitu ae..hehehe
    nice blog ma.. :D

    ReplyDelete
  8. sekelas avanza juga bisa kq key, tapi musti lewat bondowoso. q kan pengennya lewat banyuwangi, lebih deket. n kata bapak supir yang mengantarkan kami, kalo gak penggerak roda 4 gak ngangkat. kemaren aja ada sejenis taft gt terpaksa brenti d tengah jln gara-gara gak kuat. jalurnya gak rodo' horor lagi, ekstrem iya, bahkan lebih parah dari ke ranupane sepertinya..

    --tengkyuuw--

    ReplyDelete
  9. kayaknya besok kalo ke ijen enak naik motor aja dari surabaya.. mudah-mudahan kuda besiku kuat mengantarkanku kesana.. :D

    ReplyDelete
  10. saya yakin kuda besi anda kuat. tapi sepertinya kalo perjalanan non stop, saya gak yakin dengan diri saya sendiri. hehee..

    ReplyDelete
  11. kalo untuk jalan nonstop sih aku kuat kok naik kuda besi, paling nggak berhenti setiap 500-600 km untuk isi BBM.. :D

    ReplyDelete
  12. woww,.. luar biasa. boleh deh dicoba kalau begitu. tapi saranku, kesananya pas musim kemarau aja,. selain gak terhalang hujan, biar gak seperti aku kemarin, gak leihatan pemandangan apa-apa. hehe

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D