01 March 2011

Perpanjangan SIM C

beberapa waktu yang lalu (februari.red) aku melakukan perpanjangan SIM C punyaku di samsat Kab. Gresik. sebenarnya SIM yang aku punya belum habis masa berlakunya, masih 2 bulan kedepan. tapi berhubung sampai bulan mei aku akan melakoni pre-DI yang bisa dipastikan tidak ada hari libur, jadi aku memutuskan untuk memperpanjang SIM pertengahan februari lalu.

sempat panik juga, kuatir kalo harus menjalani ujian praktek. karena jujur saja untuk pembuatan SIM yang lalu, aku melalui jalur ilegal, dan dibantu oleh salah seorang polisi, temannya tante. kalo gak salah namanya Bpk. Mahfud. tapi aku tidak tau dimana keberadaan beliau sekarang. dan kabar yang aku dengar baik dari om, dari Jeff, juga temennya tante, untuk sistem pembuatan SIM terutama di Gresik saat ini sudah mengalami pembenahan dan tidak mungkin rasanya untuk melalui jalur illegal. oh God,. aku gak yakin bisa lulus kalo harus ujian prakek. hzzzzzz...

berbekal nekat, karena mau tidak mau, cepat atau lambat aku pasti melalui hal itu, maka aku berangkat ke samsat Gresik hari sabtu, sekitar jam 9 ditemani oleh Jeff.

sampai disana, baruuuu aja di tempat parkir. sudah dapet peringatan sama Bapak tukang parkirnya kalo Jeff gak boleh masuk lantaran pake celana pendek. hadeeeehhh,.. semakin ciut saja nyaliku. selain takut nanti gak lulus tes, sempat ada kekhawatiran juga kalau-kalau Bapak polisinya tau kalo ternyata SIMku yang lama adalah hasil 'nembak'.

okelah kalo begitu, ini ku kasih tau setp by step melakukan perpanjangan SIM di Gresik melalui jalur yang baik dan benar. semoga bermanfaat :D

tujuan pertama, tempat fotokopi
jadi, sebelum berangkat ke samsat, pastikan bahwa kamu-kamu semua membawa KTP (yang masih berlaku pastinya) dan lebih bagus lagi kalau bawa fotokopiannya (2 lembar), biar gak perlu pake acara antree buat fotokopi lagi.

oia, baru inget juga. jangan sekali sekali masuk ke samsat pake celana pendek. GAK BAKAL DIBERI PELAYANAN APAPUN. jangankan itu, masuk saja gak boleh. dan yang akan terjadi padamu kalo tetep nekat pake celana pendek adalah seperti si Jeff, cuma bisa duduk ngeliatin orang-orang yang lagi ujian praktek di depan tempat fotokopian. kasiaaan..!!!

setelah itu, langsung masuk ke gedung samsatnya (yang bagian dalam, setelah lapangan tempat praktek nyetir) cari loket no. 2, tempat mengambil formulir.
di loket ini kamu akan ditanyai, mau memperpanjang atau bikin SIM baru, karena mapnya beda, dan kode-kodenya juga beda (sepertinya). di loket ini juga, sekaligus kamu serahin juga 2 lembar fotokopian yang sama pertugas loketnya akan di staples di depan map.

sudah dapat formulirnya? silahkan diisi selengkap-lengkapnya.
tips: bawa pulpen sendiri aja mendingan , karena seingatku, dari sekian banyak pulpen yang disediakan, cuma 2 buah yang bisa di pake. daripada ngantri pulpen lama, mending bawa sendiri kan?? :)

next, kalo sudah penuh, jangan langsung nyerahin formulirnya. kamu harus tes kesehatan dulu. tapii,.. jangan berpikir macam-maca (kayak aku --> parno dengan jarum suntikk).
tes kesehatan ini, gak seribet yang kalian bayangkan. gak se mbulet kalo tes kesehatan yang mau masuk ke universitas, bener-bener gak sesuai dengan perkiraan. jadi, dalam tes kesehatan ini, kamu cuma akan diukur tekanan darah dan tes buta warna. yang ngeliat angka-angka berwarna warni dengan background yang berwarna warni pula itu loo.. dan sebenarnya, aku tidak yakin kalau hasilnya ada yang 'gak normal' bakal ditolak pengajuan pembuatan maupun perpanjangan SIMnya. dan satu lagi, seumur-umur, baru kali itu tensi darahku 120 mmHg. padahal biasanya mentok-mentok juga 100. hemm.. tak taulahh.
oia,. untuk lokasi tes kesehatan ini, tidak menjadi 1 dengan kantor samsat. jadi, kamu harus keluar dari kantor samsat lalu berjalan kurang lebih 50 meter keaarah timur. nanti disebelah kanan jalan kamu akan menemukan suatu bangunan yang gak terlalu besar, dan sepertinya ada tulisan poliklinik atau apaa gitu, disitulah tempatnyaa.

setelah menyerahkan map berisi formulir, lalu tensi, tes buta warna, dan membayar Rp. 15.000,00, kamu akan menerima bukti hasil tes kesehatan (atau kuitansi pembayaran???) yang juga distapleskan di bagian dalam map.

kalau sudah, silahkan kembali ke samsat.

langsung menuju loket 1 yaa,.yaitu tempat pembayaran. kalau untuk perpanjangan SIM C, biayanya sebesar Rp. 75.000,00 dapat bonus kuitansi. hahha..

setelah itu langsung menuju ke loket penyerahan formulir (aku agak lupa, mungkin loket 4).
satu hal yang aku ingat, diantara semua petugas yang ada di samsat, Bapak-bapak petugas loket inilah yang paling ramah kepada customer. beliau lalu membaca formulir yang aku serahkan, mengecek bukti tes kesehatan dan kuitansi juga fotokopi KTP, lalu menyuruhku untuk memnekan satu tombol di meja loket yang bertuliskan 'FOTO'. setelah kutekan, keluarlah selembar kertas bertuliskan angka 57. dan itu artinya, aku dapat antrean nomer 57 untuk foto. tidak terlalu lama sih, mungkin hanya mengantri sekitar 5 nomor didepanku.

setelah menunggu sekian lama sambil nonton tv (ada gak ya???) akhirnya nomer antreanku tersebut juga dan aku masuk ke ruang foto yang ada di pojok ruang tunggu.

dalam ruang foto ini, ada kaca. jadi bisa ngaca dikit. yeyyy..!! ada sisir juga lhoh (tapi aku gak pake, kan jilbabers :)). trus selain foto, disini juga ada kegiatan sensor sidik jari dan tanda tangan.
pesenku : tanda tanganlah sebesar lahan yang ada. karena apa yang muncul di layar adalah pembesaran 100kali lipat yang nanti muncul di SIM (agak lebay sihhh -_-')
wes intinya tanda tanganlah sebesar mungkin. biar gak akan ada korban kedua setelah aku, yang tanda tangannya jadinya cuma seupil, persis kayak sarang semut kurang gizi (opo ikii??? )

setelah itu, oia. jangan lupa nyerahkan SIM lamamu ke Bapak petugas di ruang foto. aku sih bawa kemaren, dan aku kurang tau bagaimana akibatnya kalau tidak membawa. apakah SIM yang baru tidak jadi cair??entahlah. kalau ingin tau ya silahkan mencoba :)

setelah itu, yang terakhir. langsung menuju loket 5 sambil menyerahkan kertas nomor urut antrean foto (jangan sampe hilang yaa) dan kertas itu akan ditukar dengan SIM baruuuuuuu. akhirnyaaaa,..
tapi sebelum meninggalkan loket, jangan lupa untuk mem-vote indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan petugas. aku maunya nekan yang tulisannya 'cukup', tapi entah kenapa ibu-ibu petugas itu sendiri yang menekan tombol 'baik', rada' aneh di bagian ini. tapi ya sudahlahh..
ini SIM barukuuu,.. bisa liat 'urek-urek' di bagian bawah itu?? efek tidak memanfaatkan seluruh lahan yang ada -_-'
jujur, ada kepuasan tersendiri setelah melalui berbagai proses yang mbulet bin njelimet itu. ternyata mematuhi peraturan itu enak. bikin tenang juga, dan menurutku, aku gak merasa rugi apa-apa setelah mengikuti peraturan yang ada.
so... aku sudah. terus kamu kapan???

5 comments:

  1. nice info..
    mau bkin sim nih (gresikers juga, hehe)
    tapi takut ujian praktiknya..

    ReplyDelete
  2. halo mbak Ratna, senang jika postingan ini bisa membantu :)

    bikin aja mbak, belakangan aku dapat info, kalo untuk tes, paling gak musti nyobak sampe 3 kali, setelah itu, *katanya* pasti di loloskan.
    mungkin ini salah satu bentuk kompensasi karena sekarang tidak ada pembuatan sim 'jalur belakang'.. sukses untuk pembuatan sim-nya yaa :)

    ReplyDelete
  3. Salam kenal dhek. Beberapa hari lalu juga memperpanjang sim di samsat gresik. Artikel sampean bermanfaat banget :) *jadi guidebook selama di samsat.Hehe*
    .
    Ohya sekedar info saja, segede apapun sampean tanda tangan (yg penting ga keluar garis) jadinya akan tetep seukuean upil.
    .
    Nambahin : slain potokopi KTP, syarat bikin sim juga pake 1 lembar potokopian SIM lama.

    ReplyDelete
  4. roni: masa' si?? sim ku yang lama tanda tangannya rada' gede. yah,. minimal kelihatan lah itu tanda tangannya bagus *hahhayy*

    oh, pake fotokopian sim lama ya? aku gak pake dulu. tapi ya, mungkin sistemnya sedikit mengalami perubahan. trimakasih infonyaa :)

    ReplyDelete
  5. alhamdulillah
    tambah mudah mengurus SIM online sendiri
    terima kasih banyak infonya

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D