11 March 2011

Junkies yang Terfasilitasi dengan Sejahtera

siang ini (10.3.11) sekitar jam setengah satu, seperti biasa, aku masih stay di ruang gizi puskesmas Gondanglegi (GL) bersama si BG (rara.red) sambil nunggu jam pulang. lalu tiba-tiba ada lelaki muda memakai celana pendek, kaos oblong, dan topi datang.

"Pak Saiful nya kemana ya mbak?", tanya lelaki tersebut kepada kami berdua

"waduh, gak tau ya mas. tadi kayaknya ke belakang", kataku.

"oh, ya udah mbak, makasih..", kata mas tersebut sambil berlalu.

tidak lama setelah itu, Pak Saiful (ahli gizi puskesmas GL) datang bersama laki-laki yang tadi mencarinya. kemudian beliau langsung membuka lemari putih besar yang terletak di samping meja kerjanya, mengambil sebuah map berisi banyak kertas, mencari sebendel kertas dengan nama tertentu. tidak lama setelah itu beliau berhasil menemukan dokumen yang dimaksud. membaca sesaat, lalu mengambil pulpen kemudian langsung menulis.

"sepuluh aja cukup ya?"

"iya pak...", kata lelaki yang sebelumnya mencari Pak Sai.

sembari menunggu lelaki itu membubuhkan tanda tangan di dokumen tersebut, Pak Sai mengambil sebuah kotak yang cukup besar dari atas lemari putihnya dan membukanya dan mengambil 10 buah benda yang ada didalamnya. setelah Pak Sai menyerahkan benda tersebut ke orang laki-laki tadi, orang tersebut lantas pergi.

yepp.. itulah intronya. mau tau benda yang diberikan Pak Sai itu apa?? --> Jarum Suntik. ya,.. Jarum Suntik.


kalian tau bagaimana reaksiku sesaat setelah melihat isi dari kotak itu adalah jarum suntik??? pikiranku langsung kemana-mana. memikirkan segala kemungkinan yang ada. dan reflek aku langsung memperhatikan lelaki yang menjadi 'tamu' Pak Sai tadi. dari ujung kaki hingga kepala. dan berakhir pada mata kita yang saling menatap. upz.. ketahuan. seketika aku langsung mengalihkan pandangan dan pura-pura memperhatikan hal-hal yang lain. walaupun pikiranku masih melayang kemana-mana.

setelah lelaki itu pergi, aku dan BG sama sekali tidak sanggup menahan ekspresi heran dan bingung, dan sepertinya hal itu tertangkap jelas oleh Pak Sai. sesaat kemudian aku langsung angkat bicara.

"Pak, itu tadi maksudnya apa ya??"

sambil tersenyum, Pak Sai kemudian menjelaskan. ternyata yang tadi datang adalah seorang junkies (pengguna narkoba.red) yang di 'fasilitasi' jarum suntik steril dengan tujuan agar menghindari pemakaian jarum suntik yang bergantian yang diharapkan nantinya dapat menekan tersebarnya virus penyakit HIV-AIDS.

aneh. janggal. absurd. gak jelas. konyol. pengen ngakak. miris jugak. trus gak habis pikir. ironis bangettt.

pokoknya campur aduk lah begitu aku mendengar penjelasan dari Pak Sai tersebut. dan reaksi yang kurang lebih sama juga kutemukan di wajah BG. dan lagi-lagi, sepertinya Pak Sai dapat membaca apa yang ada di pikiranku.

"ya saya sebenarnya gak setuju dengan program penyediaan jarum suntik tersebut, tapi ya mau gimana lagi. toh itu juga hanya program titipan dari luar". begitulah kira-kira.

'dari luar' maksudnya adalah program LSM atau lembaga-lembaga swasta luar negeri. tau sendiri kan, orang-orang luar memang sangat aware dengan yang namanya AIDS. namun sayang, awarenya hanya terpaku pada AIDSnya saja. hanya AIDS. tanpa melihat permasalahan dari sudut pandang yang lebih jauh >>> ini menurutku

ingin menanggapi, tapi keburu ketawa. entah bagian mana yang lucu. tapi aku merasa hal tersebut benar-benar konyol. entah apa juga maksud dibalik semua itu. tapi jujur semakin miris saja aku melihat permasalahan-permasalahan dan solusi yang ada di masyarakat kita. masyarakat indonesia kita tercinta.
ni yang bikin program gak mikir apa dampak kedepannya gimana???

kalo kayak gini ceritanya para pemakai-pemakai itu bakalan makin meraja lela, bahkan gak menutup kemungkinan yang dulunya nggak sekarang jadi pemakai gara-gara adanya 'fasilitas' jarum suntik gratis tersebut!!!

gila!!! gak pernah belajar tentang problem solving tuh yang ngajuin program???

konyol banget taukk!!! bego'!!! tolol!!! apa lagi yahhh??? sampe gak bisa berkata-kata lagi. cukup berhasil membuat shock. dan cuma bisa senyum senyum miris.

tapi setelah ku pikir-pikir lagi, ternyata hal tersebut juga gak jauh beda dengan pembagian kondom pas hari AIDS sedunia (World AIDS Day i mean ^^). sama saja kan?? hanya bentuknya yang berbeda. kalo kondom, secara tidak langsung mereka-mereka yang membagikan meng'halal'kan free sex asalkan penyakit AIDS tidak menyebar. begitu juga dengan yang kutemui siang tadi. mereka (siapapun yang termasuk didalam mereka, aku tidak berani menyebutkan satu persatu) 'memfasilitasi' pemakai narkoba untuk tetap makek asalkan tidak menyebarkan penyakit AIDS. sama aja kan??? sama aja gak??? menurutmuu???

SOLVE THE PROBLEM BASED ON ETIOLOGY

begitulah kira-kira yang diucapkan oleh dosenku berkali-kali kalau kita mau mencari solusi dari suatu masalah.
jangan selesaikan masalahnya. tapi cari penyebabnya. dan itu yang harus di atasi. ingat!!!. PENYEBABNYA. bukan MASALAHNYA.!!!

dan kalau sudah seperti ini, lantas aku mikir lagi. 
trus kapan permasalahn HIV-AIDS bisa BENAR-BENAR teratasi???
trus kapan warga INDONESIAKU TERCINTA khususnya GENERASI MUDA bisa bebas dari NARKOBA dan FREE SEX????

dan aku cuma bisa jawab,.. "dunno..." >,<

6 comments:

  1. baru sekelumit "amazing" yang anda lihat di puskesmas. nantikan yang lebih "amazinng" lagy di rumah sakit atao puskesmas laen.

    ReplyDelete
  2. iyahhh..emang baru dikit banget yang aku tau dari 'dunia luar'
    semoga kedepannya lebih bisa belajar lagi, dan lebih gak shock dg hal-hal yang selama ini memang belum pernah aku tau

    makasih komennya :)
    tp sayang anonim.. -___-"

    ReplyDelete
  3. kunjungan balik :)

    wahh ternyata begitu :O
    aneh memang.. kenapa yang di khawatirkan itu adalah HANYA AIDSnya saja.. tanpa melihat ke penyebabnya.. ya memang penyebabnya itu sex bebas tanpa pengaman dan gonta ganti jarum suntik, tapi coba lihat lebih lagi ke akarnya.. kan karena sex bebas dan pemakaian narkoba dengan jarum suntik itu..

    kenapa bukan itu yang fokus untuk di berantas ??
    huff...
    malah di fasilitasi seperti ini ternyata ya..

    ReplyDelete
  4. itulah yang aku dan teman-teman herankan.. tapi untuk saat ini blum bisa berasumsi lebih jauh lagi karena informasi yg aku dapat juga sangat terbatas

    trimakasih sudah berkunjung dan komen ya vee :)

    ReplyDelete
  5. ternyata pihak rumah sakit juga begitu ya mba?
    dulu aku pernah gabung di LSM yang salah satu programnya "memfasilitasi" junkies... kirain aku cuma LSM aja yang begitu..ck..ck..ck...

    ReplyDelete
  6. lhoh lhohh.. rumah sakit gak pengen sebenarnya kayak gituuu. kan diatas sudah ku jelaskan juga kalo itu sebenarnya program titipan dari luar, ya dari LSM itu yang ku maksud. ^^

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D