22 September 2011

Novel Kriminal yang Sangat Emosional

saat ini gak bermaksud bikin resensi (walaupun tags postingan ini tetap 'resensi'). karena sepertinya sudah ada beberapa blog yang kutemui yang sudah mengulas buku ini lebih dulu. tapi tetep, pengen cerita jugak. tentang buku yang menurutku sangat luar biasa.

perkenalanku dengannya *ehh???*, maksudnya perkenalan dengan pengarangnya, Paulo Coelho dimulai saat masih ngekos--dan kuliah--di Malang, trus ada salah satu mbak Kosku yang dipinjemi temen bukunya si Coelho ini yang judulnya The Alchemist. tapi waktu itu gak pinjem, lebih tepatnya gak dibolehin pinjem karena si mbak sendiri belum selesai bacanya. tapi begitu melihat sekilas dan membaca sampul halamannya--dan kuputuskan untuk tertarik--akhirnya aku putuskan untuk membeli sendiri buku itu pada kesempatan yang ini. buku yang sangat menarik menurutku, dan pernah juga kubuat resensinya disini--jadi sekarang gak perlu dibahas lagi ya....

semenjak saat itu, ditemani hawa nafsu yang amat tinggi karena melihat ternyata Paulo Coelho sudah punya banyak sekali koleksi yang tertumpuk dengan rapi disalah satu sudut Gramedia Surabaya, akhirnya aku berniat untuk mengumpulkan dan membaca seluruh koleksinya, dan, kali ini yang berada di tanganku adalah buku kedua yang kumiliki: The Winner Stands Alone.


pemilihan buku ini gak berdasar. beberapa minggu yang lalu sewaktu ke Gramedia Duta Mall Banjarmasin, sebenarnya aku mencari buku lain, yang sudah kuincar. namun ternyata stoknya habis. lalu aku teringat pada keinginanku untuk memiliki seluruh koleksi Paulo Coelho, dan akhirnya, sampailah aku di rak buku yang seluruh isinya merupakan buku-buku miliknya. sempat bingung untuk memilih, karena memang tidak ada referensi sama sekali. pertimbanganku waktu itu, sederhana saja. pada kesempatan itu aku ke Gramedia bersama Papa, jadi bisa dipastikan aku gak perlu mengeluarkan uangku sendiri untuk membeli buku ini. jadi, aku putuskan untuk memberli buku yang paling tebal--dan paling mahal pastinya--diantara kesemua buku tulisan Coelho.

oke,. sudah cukup kisah romantis tentang pertemuanku dengan buku ini, sekarang saatnya kita masuk ke 'bahan utama' yang ingin kubicarakan.

ini bukan kali pertama aku membaca 'buku yang asing'. sama sekali tidak ada yang merekomendasikan. tahu bahwa beberapa sahabat blogger sudah ada yang membahasnya pun saat aku sudah mulai membaca buku ini. tapi hal itu menyenangkan. minimal, aku akan terhindar dari rasa kecewa jika buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi orang luar yang disampaikan kepadaku. disamping itu, tanpa rekomendasi dari orang lain bisa membuatku lebih menikmati sebuah buku, setiap baris kalimat yang tertata rapi nan indah, kebebasan untuk mencerna maksud dari penulis, serta imajinas-imajinasi yang benar-benar baru yang sungguh tidak akan bisa muncul jika aku membaca buku recommended.


ceritanya sederhana, hanya menceritakan perjalanan seorang pria selama dua puluh empat jam yang agak depresi karena ditinggal oleh istrinya. sudah. hanya sebatas itu, namun, karena si depresi ini bukan orang biasa, yang dalam novel digambarkan suatu sosok yang cerdas, berusia sekita empat puluhan dengan pakaian rapi serta beberapa helai rambut yang mulai memutih, menguasai beberapa ilmu beladiri, cukup paham dengan sistem anatomi tubuh manusia, memiliki akses yang luar biasa ke berbagai tempat--termasuk ke distributor senjata-senjata ilegal--serta memiliki perusahaan komunikasi yang cukup besar, sehingga menjadikan cerita dalam novel ini menjadi suatu karya yang sangat cantik--lagi-lagi aku memakai kata ini, kata yang sangat cantik *ups*.

ini novel kriminal!!!. dan bodohnya aku baru menyadarinya setelah selesai membacanya. novel kriminal yang sangat,...cantik!!! novel kriminal yang sangat romantis. novel kriminal yang bahkan tidak ada sedikitpun bunyi letusan pistol--karena sudah dilengkapi dengan peredam. apa ya??? aku sampai bingung harus berkomentar seperti apa. dan mungkin ini juga yang menyebabkan aku tidak ingin membuat resensi dari novel ini. karena aku tidak tau apa yang harus ku tuliskan. hanya satu yang pasti: NOVEL INI SANGAT LUAR BIASA. memberi pelajaran yang sangat berharga tentang kehidupan. tentang hubungan antara atasan dengan bawahan, tentang hubungan antara penguasa dan yang ditindas, hubungan antara sepasang kekasih, hubungan antara investor dan pengusaha, sutradara dengan distributor film, polisi dengan kasus pembunuhan berantai, ayah dan ibu dengan seorang anak, semuanya. semua aspek ada, tersaji dengan lengkap dan indah.

total aku menemukan kurang lebih enam belas kalimat yang luar biasa yang terucap dari seorang Coelho, melalui beberapa tokoh dalam novelnya--disamping ada satu bagian yang sangat menarik yang sebelumnya sudah aku bahas disini. kalimat-kalimat yang lagi-lagi memberi pelajaran tentang kehidupan, yang pastinya tidak sesederhana yang terlihat: lahir, tumbuh, besar, tua, dan mati:

Mana ada orang yang menarik bagi pria yang memiliki segala hal yang bisa dibeli dengan uang? -Javits-

Empat kekuatan yang selalu menuntun langkah seseorang: cinta, kematian, kekuasaan, dan waktu. Kita harus mencintai karena Tuhan telah mencintai kita. Kita harus sadar akan kematian jika ingin memahami kehidupan dengan baik. Kita harus berusaha keras agar bisa bertumbuh, namun tanpa jatuh dalam perangkap kekuasaan yang kita dapatkan lewat usaha tersebut karena kita tahu kekuasaan semacam itu sia-sia. Akhirnya, kita harus menerima bahwa jiwa kita yang abadi, sekarang ini sedang terjerat dalam jejaring waktu dengan semua kesempatan serta keterbatasannya -Maureen-

Cobalah cara yang mustahil. Jangan mulai terlalu bawah, karena disitulah kau sekarang.bergegaslah memnjat sebelum mereka mengambil tangganya. Kalau kau takut, berdoalah, tapi teruskan langkahmu -Maureen-

Seorang penulis atau musisi tidak hanya harus menghasilkan sesuatu yang berkualitas, mereka juga harus memastikan supaya karya mereka tidak dipenuhi debu di rak atau dalam laci -Maureen-

Cara terbaik melihat manusia adalah dari langit tinggi. Hanya saat itulah kita bisa memahami betapa kecilnya diri kita -Ewa-

Kehebatan sejati adalah mengetahui tempat hal-hal terbaik berada, sekalipun orang lain belum pernah mendengarnya, serta menghasilkan yang terbaik, terlepas dari apa yang dikatakan orang lain -Hamid-

Katakan “tidak” pada orang-orang yang berkuasa, sekalipun sikap itu berarti mengambil risiko besar. Cara itu hampir selalu berhasil. Pada beberapa kasus saat cara itu tidak berhasil, konsekuensinya tidak akan seseram yang kau bayangkan -Hamid-

Berlian adalah manifestasi paling tinggi kesombongan manusia -Maureen-

Ketika masyarakat tidak melakukan sesuatu untuk menghentikan kejahatan, maka manusia berhak melakukan tindakan apapun yang ia anggap benar -Igor-

Pertaruhkan semuanya atas nama kesempatan dan jauhi segala sesuatu yang membuatmu terjebak di zona nyaman -Gabriela-

Manusia memiliki sedikit kemampuan untuk bertahan sendiri pada umur sembilan tahun, sementara jerapah hanya butuh lima jam, dan seekor lebah hanya butuh lima menit untuk bisa mandiri -Gabriela-

Peraturan hidup: jangan mengeluh dan jangan berharap terlalu banyak -Maureen-

Menyuruh seseorang untuk tenang hanya akan membuat mereka tambah gugup -Jasmine-

Martabat seorang pria tidak dinilai berdasarkan berapa orang yang ada di sekelilingnya saat ia berada di puncak kesuksesan, melainkan berdasarkan kemampuannya untuk tidak melupakan orang-orang yang menolongnya saat ia susah. Tidak masalah apakah tangan-tangan penolong itu berlumur darah atau keringat: kalau kau sedang tergantung diujung tebing curam, kau takkan peduli siapa yang menyelamatkanmu -Igor-

Segala sesuatu yang kalian ketahui berasal dari pengalaman yang terhimpun setelah bekerja bertahun-tahun. Namun semua solusi lama ini hanya berguna jika diterapkan pada masalah-masalah lama. Kalau ingin kreatif, coba lupakan fakta bahwa kau punya semua pengalaman itu -Morris-

Ketika laut membawa pergi sebutir pasir, benua Eropa pun makin kecil. Tentu saja kita tidak sadar. Lagi pula, itu hanya sebutir pasir, tapi saat itu satu benua mulai lenyap -Igor-

weell,. sudah. aku rasa cukup segini saja ulasanku tentang novel ini. pastinya aku gak nyesel belinya. dan mau lagi baca karya-karya Coelho yang lain. *ada yang mau jadi donatur???*

23 comments:

  1. aku pnah baca ulasan'a diblog temen..
    sayangnya gak tertarik,heheh..
    agak ngeri baca yang begituan...

    ReplyDelete
  2. buku ini...emm sepertinya kurang cocok dengan saya qaqaa :(

    ReplyDelete
  3. wah... another paulo ceolho. sya pelahapnya, mae. tp yg satu ini belum baca. heheheh.. kpan2 k gramed cri yg ini dah. :D

    ReplyDelete
  4. Mungkin saya akan lebih suka kalo cerita novel itu diadaptasi ke layar lebar. :D

    ReplyDelete
  5. ennyLaw: nggak akan sengeri yang kamu bayangin :)

    ervina: ehh.. kenapa?? sayang bangett >,<

    accilong: sippp sipppp. buruan baca. gak bakal rugi dehhh *promosi* :D

    ReplyDelete
  6. akmal: idenya bagus, sayangnya sebagian besar novel yang diadaptasi kelayar lebah jadinya gak terlalu bagus -_-"

    ReplyDelete
  7. cerita nya menarik teh,
    tapi aku ngerekondasikan butterfly efect,aku baru lihat filmnya, semoga ada novelnya deh.:(

    ReplyDelete
  8. wow banyak kata2 yang fantastis ya,..
    resensi yg menarik, setidaknya aku ga perlu repot2 membaca dan cukup mencari infonya disini ...

    ReplyDelete
  9. wah, aku suka novel kriminal dan detektif, kayaknya diajak bener bener mikir

    ReplyDelete
  10. kaz: butterfly effect?? oke. catett. *aku belum pernah dengar*

    mbak kenia: hehe.. trimakasiii. ehh,. fotonya ganti. bebinya lucuuuuuu :D

    ReplyDelete
  11. mas Jarwadi: he'em. tapi tetep gak kehilangan unsur romantis dan manusiawinya. jadi lebur gitu dehh,. asik pastinya :)

    ReplyDelete
  12. Menarik, gua jadi pengen baca...hehehe

    ReplyDelete
  13. makasih sharringnya.... jadi pengen baca jugaaaa.. ehehehhe

    ReplyDelete
  14. Keven & Nuel : trimakasih kembali,.. slamat membaca yahh :)

    ReplyDelete
  15. peraturan hidup :jangan mengeluh dan jangan berharap terlalu banyak.

    saya sedkit aneh membacanya.
    berharap dan berangan-angan itu beda gak ?

    harapan.
    saya selalu suka kata2 itu.
    tapi bukan berharap pada pundak orang lain yak.

    ReplyDelete
  16. Entah kenapa ya, saya gak tahan baca bukunya Coelho. Entah kenapa, males. :(

    ReplyDelete
  17. hmmmm...jadi pingin baca bukunya nih,

    ReplyDelete
  18. Wah kayaknya seru ya,,,, tapi sayngnya aq jarang baca novel hikz

    ReplyDelete
  19. saya juga mau baca, tapi kalo ada yg mau meminjami.. :)
    salam kenal...

    ReplyDelete
  20. ulasan yang menarik :) nice share post my friend

    ReplyDelete
  21. uchank: mungkin konteksnya seperti itu, yang dimaksud berharap terlalu banyak adalah berharap pada manusia, atau makhluk yang lain :)

    Asop: tiap orang punya selera yang berbeda-beda sob.. :)

    kang Sofyan: mari membacaa :)

    Mbak Tarry: hayuk hayuk ikut baca jugak :)

    mas Dan Edi: mau kupinjami??? hehe

    Mas Hariyanto: trimakasih banyaaakkk :)

    ReplyDelete
  22. nama penulis coelho sering denger tapi baca novelnya kayanya belum, ketinggalan bgt nih :D hahanama penulis coelho sering denger tapi baca novelnya kayanya belum, ketinggalan bgt nih :D haha

    ReplyDelete
  23. patut di coba *eh,. di baca maksudnya mas Yayack. hehe :)

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D