19 October 2011

hati-hati produk bajakan

sepulang dari Borneo beberapa minggu yang lalu, aku membawa seperangkat HandyCam milik Papa. kata kakak, handycam tersebut rusak, dan rusaknya juga aneh. gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba gak bisa nyala. padahal waktu coba di charge, lampu indikator di handycam masih menyala. aneh memang. sampai-sampai kakakku bingung saat menjelaskan sebab-musababnya.

sempat sekali dibawa ke Banjarmasin, untuk diserviskan. tapi kata orang servisnya, alatnya masih belum ada, jadi harus menunggu. tidak lama berselang, aku ada kesempatan untuk ke Borneo, jadilah, akhirnya handycam rusak itu aku bawa ke Jawa, dan aku berniat untuk menyerviskan di service center resmi yang ada di Surabaya, yang sesuai dengan brand handycam tersebut.

begitu ada kesempatan, aku langsung membawa handycam tersebut ke Surabaya. tempat pertama yang ku tuju adalah WTC, karena berdasarkan informasi dari seorang teman, disana ada sevice centernya SONY *langsung sebut merk gak papa deh yaa...*. begitu selesaikan memarkirkan si hitam dengan baik, langsung deh nyamperin temenku yang sudah menungguku di pintu masuk. baru beberapa langkah, dia lantas bertanya,

"emang hp nya siapa yang rusak? prasaan hpmu kan bukan sony?"

"ehh.. bentar, emang aku bilangnya mau nyervis hp ya? nggak deh kayaknya. aku mau nyervis handycam nihh..."

seketika itu juga langkah temanku terhenti. dengan wajah melongo dan agak bingung.

"lohh.. jadi bukan hp??? kirain hp. ya gak bisa non,. disini yang kumaksud tu service centernya hp sony ericsson"

*******hening sejenak********

"coba ke Hi-Tech aja yuk,.. disana kan banyak tuh service center barang-barang elektronik. siapa tau ada"
dan temanku menyanggupi. berangkat deh kita...


begitu sampai di Hi-Tech Mall *mall dengan tempat parkir paling semrawut di Surabaya versi temenku*, kami langsung mencari service center SONY. tanda-tandanya sih memang tidak ada. karena di setiap lantai, pasti ada spanduk-spanduk besar bertuliskan brand-brand terkenal dari gadget-gadget yang lagi digandrungi banyak orang saat ini. setelah lelah berputar-putar, akhirnya kami memutuskan untuk bertanya pada satpam. informasinya cukup jelas, dan langsung kami ikuti saran tersebut.

sayangnya, counter yang disebutkan oleh satpam tadi bukan counter resmi SONY, melainkan hanya counter yang menjual berbagai macam handycam, pocket camera, dll, dan tidak melayani jasa servis!!! tapi dari penjaga counter tersebut, kami diberi tahu tentang lokasi service center SONY, yang ternyata lokasinya tidak terlalu jauh dari Hi-Tech Mall, tepatnya di depan pom bensin Stasiun Gubeng *aku tidak tau nama jalannya. maaf ya...*.

*******beberapa jam kemudian setelah ngadem dan numpang duduk-duduk di 
Grand City Mall*******

berhubung pintu masuk dan pintu keluar parkiran sepeda motor di GCM *ini singkatan aku sendiri yang buat. jangan diikuti yaa :p* letaknya dekat dengan service center SONY, akhirnya aku memutuskan untuk mampir ke service center tersebut. counternya kecil sekali. tapi papan nama di depannya sungguh besar dan mencolok. sangat membantu bagiku yang memang belum tau menau tentang tempat itu. begitu sampai didalam, aku sempat duduk sebentar sambil menunggu pelanggan lain yang sedang dilayani. tidak seberapa lama, tibalah giliranku.

"ada yang bisa dibantu mbak?"

"iya pak, ini, mau servis handycam" *sambil mengeluarkan handycam dari tas yang agak ribet karena kotaknya lumayan gede dan gak sesuai dengan tasku yang pas-pasan*

"sebelumnya sewaktu di nyalakan, gak papa Pak, trus tiba-tiba mati sendiri. habis gitu gak bisa nyala lagi. tapi kalo di charge, lampunya tetep nyala"

Bapak-bapak tersebut lalu mengambil handycam yang kuberikan, dan mengamatinya berkali-kali. layarnya dibuka, ditutup kembali, diputar-putar, dan diperiksa dengan cukup detail bagian luar handycam tersebut.

"ini bukan punya Sony mbak...."

"ha....?" bingung harus berkespresi apa.

"iya mbak, ini bukan produknya sony mbak. ini bajakannya kayaknya. merknya ini cuma tempelan. trus kalo sony, dibagian bawahnya sini *sambil menunjuk bagian hitam* ada kode produknya, nomor serinya, trus keterangan-keterangannya. kalo ini kan gak ada tulisannya mbak..."

aku masih bingung. ada apa ini???? aarrrrrgggghhhhh...

"serius pak???" akhirnya temenku yang sepertinya lebih menguasai situasi angkat bicara

"iya mas. lagian kalo produknya sony, pegangannya juga gak kayak gini. ini belinya dimana? di Arab ya?"

"ha? gak tau pak. itu ku bawa dari kalimantan. Papa yang beli, dan gak tau belinya dimana. mmmhh,. yaudah deh kalo gitu Pak, makasih..." aku buru-buru pergi. pikiran buruk langsung menguasaiku.

*******

itu untuk pertama--dan aku berharap juga terakhir kalinya--aku mengalami hal yang seperti itu. gak enak banget. selain marah, malu, juga pastinya ada rasa bersalah karena sudah memakai barang bajakan. gak banget. gak sukakkk!!! dan dari dulu memang aku agak anti sama yang namanya barang bajakan, barang aspal (asli tapi palsu), atau apapun itu sebutannya.

itu bener-bener pelanggaran hak cipta, apalagi kalau dilakukan ke perusahaan yang bener-bener punya nama, bener-bener sudah terpercaya, lalu dengan mudahnya pihak luar membuat barang tiruan dengan menggunakan brand serupa, tapi kualitas dibawah rata-rata. bisa saja kan, kalo kejadian seperti ini terjadi, lantas orang berpikir,

"Ooo.. berarti barangnya SONY ini gak awet ya, masak di pakai sebentar sudah rusak..."

padahal itu barang bukan punya SONY, sony-sonyan iya. efeknya? barang SONY yang asli jadi gak laku di pasaran. kasian banget kamu son, padahal aku sudah suka dengan barang-barangmu. buktinya, si pocket camera SONY punyaku *yang sudah kupastikan keasliannya* sudah bertahan tiga tahun lebih dan tidak ada masalah yang berarti--kecuali memory card rusak.

aku bukannya gila merk, gila brand, atau apalah itu sebutannya. cuma yang aku tau, barang-barang yang bermerk itu biasanya juga kualitasnya terjamin. aku dulu juga pernah mengalami hal yang serupa tapi tak sama. saat si leptongkusanyang ini layarnya kedip-kedip, dan gak jarang jadinya hitam trus gak keliatan apa-apa, lantas ku serviskan ke tempat servis 'abal-abal'. memang murah, biaya servisnya gak sampai limapuluh ribu rupiah, dan garansi satu minggu. tapi kau tau??? tepat sehari setelah garansinya habis, layarnya kembali bermasalah. akhirnya, aku bawa deh nih leptong ke Surabaya, ke service centernya TOSHIBA, di Hi-Tech Mall (lagi). biaya yang dikenakan cukup mahal, kalau tidak salah dulu habisnya tigaratusenampuluhriburupiah, dengan garansi tiga bulan. dan apa yang terjadi? alhamdulillah sampai sekarang si leptong gak pernah kumat lagi sakitnya.

semenjak saat itu aku belajar, walaupun di service center resmi itu harganya lebih mahal, tapi kualitas terjamin. dan garansinya pun gak main-main. tiga bulan loh,. waktu yang cukup lama menurutku. dan aku gak mau lagi nyervis di tempat-tempat gak jelas. sebisa mungkin ke counter resminya. karena itu akan sangat membantu. dan begitu juga sewaktu aku tau tentang handycam punya Papa, aku langsung berniat menyerviskan ke tempatnya yang resmi. tak dinyana, ternyata yang kudapatkan justru sebaliknya. barang yang aku bawa yang justru bajakan. menyebalkan sekali rasanya.

well,. buat temen-temen, hati-hati terhadap barang bajakan, terutama gadget-gadget yang sedang marak diincar berbagai macam kalangan, entah untuk benar-benar dipergunakan dengan semestinya atau hanya untuk gaya-gaya'an. kalau ingin aman dan terjamin, lebih baik membeli barang di counter resmi. sekalian juga cari tau service centernya dimana, biar kalau ada masalah bisa langsung di tangani. cek semua barang yang mau di beli, termasuk buku petunjuk penggunaan, karena ini bisa jadi salah satu tanda apakah barang tersebut asli ato palsu.

handycam bajakan
*setelah konfirmasi ke Papa, ternyata bener kalo handycam itu belinya di Arab, tahun lalu waktu Papa naik haji. apakah negara tersebut sudah 'terkenal' dengan barang-barang 'asli tapi palsu'nya??? mengingat bapak-bapak yang bekerja di service center SONY langsung mengarah pada negara itu??? entahlah...*

26 comments:

  1. mungkin emang sony arab beda non, bukan sony yg itu tu.. Sony-ny pake sod dan ya. Huk..

    ReplyDelete
  2. Hebaaaaaat kok pegawai service-nya langsung tahu yaaa kalo beli di Arab? :D :D

    Hehe.. saya baru tahu lho kalo handycam ada barang palsunya... :) *eh maap bukan berarti saya tertawa di atas kesedihan kamu ya.. :( *

    Kalo saya nanti mau beli handycam, saya mau yang JVC! :D

    ReplyDelete
  3. Wuahaha :D
    Mesti nabung berapa tahun yee buat bbisa beli handycam sendiri nih -_-

    ReplyDelete
  4. wkwkwk
    kunjungan perdana tapi ane terpana dengan notice komen #eh kok

    jadi gitu yak barang arab kebanyakan aspal #ups
    tq for information nya kak

    semoga bisa bali kunjung lagi kemari dengan nge follow blognya

    salama kenal
    arogato #asal bilang kalau jepang ini ^-^V

    ReplyDelete
  5. eh tapi justru yang bajakan harganya jauh lebih murah loh.. palagi kalo vcd/dvd bajakan. justru lebih enakan yang bajakannya.. lebih enak nontonnya. tanpa cut-an sama sekali. :p

    ReplyDelete
  6. Bajakan bukan hanya dari arab saja.
    Emang sekarang ini banyak sekali barang bajakan yg hampir tidak ada bedanya dengan barang yg orisinil yooo...
    apalagi yg dari Cinta eh salah Cin^ aku juga dah pernah ketipu.

    ReplyDelete
  7. waahhhaa... harus hati-hati lagi klo beli produk.

    apa lagi kalau barangnya mahal. hehe

    ReplyDelete
  8. bajakan oh bajakan...
    biar gak ketipu belinya juga mesti di counter resmi deh kayaknya :)

    ReplyDelete
  9. wah itu, bajakan ya teh. aku juga pake produk sony teh ^^
    awas hati hati teh dengan bajakan, bahkan muka pun bisa di bajak hehe

    baru singgah lagi nih teh, kayaknya ganti baju ya teh blognya :)

    ReplyDelete
  10. Sepertinya merk itu sony arab deh... jadi salah alamat kalo barang arab terus mau diservis di Indonesia... kayany lebih bagus kalo barang itu diservis di arab sana... kemungkinan dijamin ga bakalan dibilangin barang bajakan hahahahha....

    ReplyDelete
  11. Itu bener memang sony casing'a handycam'a tapi mesin di ganti mba,itu trick yang dah jamah dilakukan kok tergantung ketelitian pembeli biar tahu mana asli atau palsu

    ReplyDelete
  12. tante Hani: pake 'nun' juga tee.. hehe

    Asop: sayangnya aku juga baru tau. sepertinya memang sudah 'terkenal' seperti itu ya..
    aku maunya tetep sony sii, tapi yang asli ya.. ;)

    Uchank: entahlah.tapi suatu saat semoga bisa punya sendiri :)

    nasrul: halo nasrul, salam kenal, trimakasih sudah berkunjung. slamat menikmati popcorn yahh, dan semoga betah :)

    Nuel: emang iya.waktu aku tanya harga barang itu saja, cuma setengah dari pocket cameraku. tapi ya begitu itu, kualitasnya juga sangat tidak memuaskan.seperti vcd bajakan, di tonton berapa kali langsung rusak :'(

    Baha Andes: oia?? waduh, semakin membahayakan saja. berarti saatnya konsumen nih yang lebih aware. trimakasih infonya yahh :)

    ReplyDelete
  13. Hmmm...kecolongan dunk Kak,,memang kahir² ini sering terjadi kayak gitu Kak,,pakai nama merk yang sdah familiar ehh ternyata Aspal....

    Salam....

    ReplyDelete
  14. ikbal: setuju banget. harus benar-benar berhati-hati dimanapun kita berada.hehe

    bang Adhi: itu bisa jadi salah satu alternatif untuk mengurangi kemungkinan tertipu. nice advice bang :)

    kaz: ha?? bagaimana caranya muka dibajak???
    hehe.. iya nih. biar lebih fresh :)

    Sam: entahlah kalo urusan itu.tapi menurutku, kalo brand yang sudah punya nama, sepertinya di dunia ya perusahaannya cuma satu.tapi anak perusahaannya yang banyak. tapi tak taulah.. mungkin bisa dicoba lain waktu kalo ada kesempatan kesana :)

    mas Andy: sepertinya juga begitu.yahh,. memang faktor kurang teliti dari konsumen juga bisa jadi penyebabnya. semoga lain waktu bisa lebih hati-hati lagi :)

    ReplyDelete
  15. emang kudu ati2 sih kalo beli barang elektronik

    ReplyDelete
  16. Arab khan emang terkenal dengan barang Importnya??? Jd diragukan keasliannya. Tp ga semua sich, EMak saya bawa kamera dari Arab ditawar mahal ama tukang Foto. Tp skrng udah rusak ga bisa dipakai lagi karena usianya hehe

    ReplyDelete
  17. mampir sambil ijin baca2 , lanjuuut

    ReplyDelete
  18. Sekarang2 ini marak banget produk2 bajakan, parahnya, mana yang asli mana yang palsu juga sulit banget dibedain. Belum lagi barang2 yang rekondisi. :(

    ReplyDelete
  19. panjang..ini artikel...hhhh...yaa...gak pernah punya barang ber merk, apalagi beli di Arab..blm pergi Haji juga....Sony yg kupunya dahulu merk celana gtu....CMIIW

    ReplyDelete
  20. waaaaahh sayang banget yaa Me, padahal keren tuh handycam-nya.. berarti pepatah lama itu selalu benar, telitilah sebelum membeli.. semoga gk terulang lagi Me.. :)

    ReplyDelete
  21. yang paling bikin gondok kalo udah abal-abal tapi harga asli. uuuggghhhh sebeeeeeellllll

    ReplyDelete
  22. kang sofyan: iya nih kang, smoga gak keulang lagi, n gak terjadi juga sama yang lain.cukup sekali aja. makasi ya kang :)

    fanny: sipp,. kudu teliti

    mbak Tarry: oia?? baru tau aku mbak. trimakasih sudah diingatkan :)

    asuransioke: silahkan, trimakasih sudah berkunjung :)

    akmal: ya itulah,. gak cuma pihak barang2 asli yang dirugikan, konsumen jugak

    Adit: kalo git ubesok2 kalo mau beli barang bermerk, hati2, siapa tau itu merknya doank yang dijual

    dhenok: iyaa,. makasih yaaa.. smoga bisa lebih teliti lagi kedepannya :)

    ita': setuju bangetttt.tapi untungnya handycam diatas harganya juga gak semahal produk sony yang asli :)

    ReplyDelete
  23. Jadi pelajaran untuk kita semua, biar lebih hati-hati lagi,,jangan sampai ketipu dengan barang bajakan yang ASPAL..Sabar yaaa. ^__^

    ReplyDelete
  24. Lia: he.em stuju banget sama kamu. jangan sampai hal ini terulang lagi, oleh siapapun :)

    ReplyDelete
  25. ubek2 postingan lamamu, trtarik baca yg ini :)

    aku ama suami trmasuk yg beda prinsip mba..Kalo dia yg ptg murah, kalo aku kualitas nomor 1. Makanya kdg kita suka ribut kalo dia beli barang, tp bbrp bulan kmudian rusak..sebel bgt deh...trs dia punya kebiasaan beli brg itu suka di ITC ato glodok kalo di JKT..

    aku mah emoh kuadrat beli ditempat bgituan.. udh kebukti kok barang elektronik yg beli di ITC ato glodok bgitu pasti cepet rusak..hrg sih murah, merk sama kliatannya... tp prnh kok spare pasrt dlmnya itu diganti..

    makanya aku slalu bli elektronik itu di counter resmi ato mall yg bgs... gpp deh mahal, yg ptg awet :)..Aku toh bukan tipe org yg suka gonta ganti gadget. HP ku aja udh ketinggalan jaman sbnrnya...tp at least kuat bgt udh lbh dari 4 thn..kebanting2 msh nyala ampe skr ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kayaknya mbak Fanny sama aku setipe deh. Mending beli barang dengan kualitas bagus, biar mahal gapapa yang penting dirawat dengan baik, insyaAllah bakalan awet. Aku juga lebih suka beli di counter resmi. Begitu juga dengan servis barang elektronik, sebisa mungkin di service center yang resmi. Udah pernah juga perbaiki laptop di toko sembarangan, hasilnya seminggu doank sudah rusak lagi. Huuhuuhuu...

      Wah, sama juga donk. Hp ku juga untuk ukuran android udah jadul banget deh, tapi performa masih kece donk. :D

      Delete

Speak Up...!!! :D