10 October 2011

Junior Masterchef Australia

sudah dua malam ini aku habiskan di depan TV. kalau melihat sejarah pertemananku dengan TV, bisa dibilang ini adalah hal yang tidak biasa. entah sejak kapan, tapi pastinya sudah lama, sudah bertahun-tahun rasanya, aku tidak terlalu akrab dengan yang namanya TV. mungkin karena semakin hari yang disajikan hanya itu-itu saja, mulai dari sinetron gak jelas yang mesti menampilan wajah pemainnya full satu layar *gak bisa bayangin kalo TV di rumah 29", segitu gede isinya mukak semua!!!*, berita-berita kriminal atau pembunuhan yang secara tidak langsung mendidik penontonnya untuk bersikap sadis *percaya gak??? kalo gak, sekarang aku tanya, dengar kata 'pembunuhan' ngeri tidak??? aku yakin sebagian akan menjawab sudah biasa, karena sudah sering ditayangkan di TV. dan kata itu sudah akrab ditelinga kita!!! entah apa maksudnya berita-berita menayangkan yang seperti itu. ingin memberi pelajaran bagi masyarakat??? ku kira malah lebih mengispirasi, bagi mereka yang ingin juga melakukan aksi serupa*, acara musik yang bahkan presenternya gak ngerti musik dan tangga lagu dibuat bergiliran gak beradasar, trus apa lagi ya??? jadi lupa. tapi terlepas dari semua itu, aku masih percaya kalau tetap ada tayangan-tayangan yang mendidik, dan biasanya hanya beberapa stasiun TV yang menayangkan hal seperti itu *tidak perlu kusebutkan stasiun TVnya*. tapi entah kenapa, mengingat jam tayangnya saja sudah malas rasanya, jadi ya acara-acara yang menurutku bagus, lebih sering terlewat dari pada terlihat. bahkan mungkin bisa dibilang aku lebih sering menonton tayangan ulangnya pada siang hari *terutama belakangan ini, tau kan kalo aku pengangguran??? =,="*

sudah dua malam aku nongkrong di depan TV, malam ini, dan malam sebelumnya (malam minggu.red). dan aku menemukan satu stasiun TV baru. yessss.... *maaf kalau ternyata ini sebenarnya stasiun TV lama, tapi aku baru tahu kemarin malam. kemarin!!!*. kalo gak salah, namanya "B-channel", tapi aku kurang tau ini TV lokal atau TV nasional. tapi kalau melihat acara-acaranya *seperti biasa, stasiun TV baru lebih sering mengisi jeda iklan dengan acara TV lain daripada iklan produk*, banyak program-program luar negeri yang masuk, bahkan ada beberapa program yang dikategorikan sebagai 'Best Talent Show' *semoga gak salah*, yang isinya diantaranya The X Factor America, Live to Dance America, dan Junior Masterchef Australia. dan sama dengan judul postingan ini, sepertinya sudah jelas arah pembicaraanku akan kemana.

gambar pinjam dari sini

Junior Masterchef Australia (selanjutnya kusingkat JMA aja yaa biar gak kepanjangan), ditayangkan setiap hari sabtu dan minggu, kalo gak salah jam delapan malam waktu Indonesia Gresik *kok jadi kayak promosi???*. malam ini baru kali kedua aku menonton acara tersebut, dan aku sebenarnya tidak tau acara itu sudah ada sejak kapan. tapi yang pasti, kemarin, aku melihat acaranya sudah sampai pada seleksi 20 besar menjadi 12 besar, dan malam ini, tadi, adalah penampilan perdana finalis di 12 besar.

pernah dengar Masterchef Indonesia??? kalau pernah, ya kurang lebih konsepnya seperti itu. ada finalis, beberapa orang juri *kalau di JMA ini ada empat, satu wanita dan sisanya laki-laki*, dapur *kalo di Masterchef Indonesia namanya Galeri Masterchef* yang kayak gudang raksasa, jam bulat besar untuk penghitung waktu mundur, dan lain sebagainya. yahh,. pokoknya hampir sama deh, karena sebelum tahu tentang JMA ini, aku sudah menduga kalau Masterchef Indonesia adalah acara 'jiplakan' dari luar, karena ada kata-kata 'Indonesia'-nya.

tapi biar bagaimanapun, tetap ada yang berbeda. dan hingga malam tadi waktu aku menontonnya, ada dua hal yang paling mencolok yang terlihat. pertama dari sistem penilaian. dari setiap ronde, akan dipilih tiga peserta terbaik pada ronde tersebut, peringkat pertama akan mendapatkan 6 poin, peringkat kedua mendapatkan 4 poin, dan peringkat ketiga 2 poin. sisanya? akan mendapatkan masing-masing 1 poin. dan poin-poin itu akan diakumulasi. aku kurang tau proses eliminasinya nanti akan seperti apa. karena ini masih babak awal. jadi, mari kita tunggu saja.

perbedaan kedua yang mencolok adalah, pemberian komentar dari para juri. entah orang 'mereka' yang lebih sopan dan beradab *maaf kalau penggunaan kata ini agak kasar*, atau dipengaruhi oleh kontestan yang usianya tidak ada yang melebihi 12 tahun, komentar-komentar yang mereka berikan sungguh menyenangkan untuk didengar. tetap ada kritikan, jika hasil kinerja kontestan dinilai kurang memuaskan, tapi kritikan itu tidak lantas menjatuhkan. aku melihatnya, keempat juri tersebut selalu bisa melihat minimal satu poin lebih dari masakan yang disajikan dan hal itu disampaikan dengan apa adanya. sungguh, aku sangat suka mendengar komentar juri malam ini terhadap salah satu kontestan, kalau tidak salah kalimatnya "kue buatanmu cukup baik, walaupun boleh aku katakan pada bagian atas agak terlalu hambar", dan hal itu disampaikan dengan senyuman!!! wowww.. kukira itu bukan satu hal yang mudah. mengingat sebagian besar dari kita lebih mudah untuk melihat celah kejelekan orang lain daripada kebaikannya.

setauku, ada dua cara untuk memasukkan 'doktrin' atau 'motivasi' atau semacamnya kedalam pikiran manusia *semoga aku tidak salah*. satu, dengan mengondisikan orang tersebut berada pada titik ternyaman dirinya, atau titik terileks dari dirinya. setelah hal itu tercapai, barulah motivasi-motivasi itu bisa diberikan. mungkin salah satu contohnya adalah dengan menghipnotis, tapi tidak melulu seperti ini. dengan membesarkan hati seseorang, mencoba untuk menenangkannya, berusaha untuk merenung, juga bisa mencapai titik ini, menurutku.

cara satunya lagi, yakni dengan menghabiskan tenaganya, hingga tidak mampu untuk berpikir bahkan lebih parah lagi adalah 'blank' hingga sulit untuk membedakan mana yang benar dan salah. terkadang bila orang sampai pada titik ini, seseorang bisa saja mendadak bodoh dan disuruh apapun akan dilakukan. metode ini biasanya digunakan pada acara-acara diklat *ini yang aku tau* ekstra kulikuler sekolah, terutama untuk ekskul yang membutuhkan fisik yang prima, sebut saja pecinta alam atau pasukan khusus.

lalu apa hubungannya dengan JMA???

kalau menurutku, karena ada dua metode diatas, maka akan terbentuk pula dua kelompok manusia, yang memiliki jalan masing-masing untuk bisa menerima dan mendengarkan motivasi dari orang lain. satu dengan cara lemah lembut, satu lagi dengan cara keras. efektif kah??? ya tergantung dari masing-masing orang. ada yang berjenis pertama (lemah lembut), ada yang harus dikerasi terlebih dahulu, jatuh dulu, sakit dulu, baru dia akan bangkit dan menerima motivasi dari orang lain. dan menurutku, bentuk motivasi yang diberikan oleh juri-juri di JMA lebih mengacu pada pemberian motivasi yang pertama. pemberian pujian, komentar yang baik, nilai lebih dari suatu hasil disampaikan terlebih dahulu, dan hal ini pastinya akan menimbulkan rasa nyaman tersendiri bagi kontestan, lalu diikuti dengan hal-hal yang perlu diperbaiki, yang disampaikan secara tidak kalah manis dengan pujian diawal. it's amazing...

biar bagaimanapun, aku yakin tiap manusia ada sisi lemah lembutnya. dan aku percaya itu. sekarang tinggal bagaimana kita mencari dan terus mencari sisi itu, dan sisi itulah yang kita tonjolkan. sekarang didunia ini, siapa sih yang suka dikasari??? ku kira gak ada. semua suka kedamaian, aman, tentram, gak ada ribut-ribut, dan kalau bisa melakukan segala sesuatu dengan cara damai, kenapa harus melalui sesuatu yang kejam dan sifatnya menyiksa???

once more, salut buat juri Junior Masterchef Australia, aku harus belajar banyak dari kalian!!! *barusan googling tentang JMA, dan sedihnya adalah aku sudah tau pemenangnya siapa. hwaaaaaaa.. bakalan gak seru deh minggu-minggu selanjutnya >,<*

26 comments:

  1. Bchanel? Kmana aja non?


    Eh ma, aq kan passus di SMA, tp alhmdllh tuh doktrin "eksklusivisme golongan" tntg "kumpulan orang2 berkelas"(jelas ber"kelas" lah, orang qt masih sma,kan pke kelas2an ;p) yg dbrikan ga smpe masuk..mental smua..mgkin krna it jg aq ga sejalan sm mreka..kabur deh ke PK-OSIS n REMAS.. Wkwkwkwk

    ReplyDelete
  2. saya juga udah ga rajin nonton tv lagi sekarang, acaranya gitu2 aja, kalo mau cari berita enakan di internet.

    ReplyDelete
  3. Baru tau ada acara JMA apalagi JMA versi Indonesia,,sudah jarang nonton TV Kak..

    Salam...

    ReplyDelete
  4. itu TV swasta kayak RCTI juga tapi sayangnya saya gak pernah berhasil dapat channelnya di TV rumahku. :(

    ReplyDelete
  5. ciyaaahahah ngapain di-googling? jadi ketebak siapa yang menang JMAnya :P

    ReplyDelete
  6. #berkunjung pertama kali nih kayany#

    btw baru tau kl ada JMC di bchannel.wah wajib ditonton nih:)

    btw memang bener,kita terlalu terbiasa melihat yg jelek2 ketimbang yg bagus2;(
    dan soal acara pembunuhan itu.aku setujuh seratus persen.itu tayangan yg ga mendidik sama sekali.makanya udah jaraaaannnggg bgt nyalain tv lokal.males;(

    ReplyDelete
  7. edja: aku sudah mengajukan permintaan maafku di paragraf kedua yaa kalo emang itu bukan berita baru :P
    setuju banget. aku juga mengalami hal yang sama. you know what i mean :)

    akmal: kalo aku sudah sejak beberapa tahun yang lalu. dan pengalihanku bukan internet, melainkan media cetak :)

    kang sofyan: kalo di Indonesia baru ada yang masterchef aja kang, tapi bukan yang junior, melainkan orang dewasa :)

    nuel: weww.. trimakasih infonya, sayang sekali ya, padahal bisa jadi salah satu pilihan yang tidak terlalu mengecewakan :)

    reza: kalo gak googling trus itu gambarnya dapet dari mana donk??? T.T

    ita: weww,, trimakasih atas kunjungannya :)
    silahkan tunggu sampai minggu depan yah.dan trimakasih atas dukungannyaa. hehe

    ReplyDelete
  8. wah aku ketinggalan nih kok nggak tahu ya?

    ReplyDelete
  9. tante Hani: sekarang sudah tau kan?? makanya lirik2 tv juga ntee. jangan leptongnya mlulu. hehe :P

    ReplyDelete
  10. teh aku juga ketangkep tuh B-channel mah. tapi kalo di sukabumi mah nama chanelnya bukan B-channel tapi CT Chanel. tapi isinya sama. entah kenapa di bedain soal nama.

    kalo aku di B channel suka lihat acaranya Dr.oz

    ReplyDelete
  11. saya suka tuh dengan kritik terhadap stasiun TV di awal paragraf :)

    ReplyDelete
  12. kayaknya sih mungkin karena pesertanya masih kecil2, soalnya ICIL di RCTI juga kritikannya berupa saran dan ngasih semangat untuk lebih baik lagi. pengen liat tapi gg ada tipi :(

    ReplyDelete
  13. kaz: oia? hmm.. gak tau juga ya kenapa kok pake acara beda gitu. dr. oz aku juga suka, tapi gak terlalu ingat jam tayangnya :)

    bang Adhi: trimakasiiii :D

    fiction: iya,. memang bisa jadi itu salah satu penyebabnya. tapi bersikap lembut seperti itu, menurutku gak cuma untuk anak kecil saja kan harusnya.. :)

    ReplyDelete
  14. acara baru lagi ya?
    wah, dulunya sih saya dan tv adalah sahabat sejati
    tapi sekarang udah "lo..gue..putus"
    alias jarang banget nonton tivi

    ;-)

    ReplyDelete
  15. saya seneng tu liat acara jr mstr chef, buset masih kecil2 tapi masaknya ngelebihin orang dewasa :)

    ReplyDelete
  16. Wakakaka sial !
    saya iri sama anak2 kecil yang jago masak.
    rasanya pengen belajar masak.tapi gak sempat dan ibu'nya gak pernah pengen dibantu sama ank cowok kalau masak !
    hahaha

    ReplyDelete
  17. pelancongnekad: hmm.. sepertinya begitu. whahahaa.. sama dengan aku donk. tapi gak end end banget, minimla jadi pilihan kesekian untuk hiburan dirumah :)

    ananda: iyahh.. bener. dan tingkahnya itu lucu-lucuu.. hehe

    uchank: wah,. sayang sekali yaa. padahal koki-koki di restoran mahal kebanyakan cowok lo,. kenapa gak pengen dibantuin sama anak cowok???

    ReplyDelete
  18. Weww... sudah jarang nonton TV ni .-___-

    Tapi salut dah... jika ada juri yang begitu. mengkritik tapi juga memberi motivasi #ummmm

    Tapi Ane Lebih sering nonton TV pas kalau ada pertandingan bola...hehehe

    ReplyDelete
  19. Yah karena itu.katanya anak cowok gak cocok di dapur.
    padahal kalau mereka gak di rumah ujung2nya disuruh masa indomie juga !!
    akwakwkawkakwa
    aneh2 aja nih emak sy :D

    ReplyDelete
  20. Sial, tipi saya dua hari ini gambarnya jelek terus. :(

    ReplyDelete
  21. B Channel? stasiun TV mana itu ya? yupz kita harus bisa memilah mana acara yang baik dan mana acara yang hanya sekedar mengejar nilai komersil di TV

    ReplyDelete
  22. Wah saya baru tau ada acara masterchef yg khusus junior gitu..

    ReplyDelete
  23. ikbal: wah,. kita sama. aku juga sukak nonton bola, tapi kadang cuma kalo ada event2 tertentu, dan liat siapa yg main jugak :)

    uchank: hmmmm... susah juga ya. kalo gitu belajar sendiri dehh, skali-sekali pas sendirian masak yang lain dong selain mie instan :)

    Asop: sayang sekali... baru dua hari ini??? ada apa gerangan ya..

    uncle Lozz: kata temen sih stasiun nasional, coba aja di cari. hmm.. stuju stuju *manggut manggut*

    shudai ajlani: wahh,. saya juga baru tau sesaat sebelum bikin postingan ini :)

    ReplyDelete
  24. Nyiahahaha... TOS dulu dong! Bahagia banget gak sih rasanya ada B Channel? Daripada stasiun tipi berlambang burung rajawali itu yang sampe jam 12 malem masih neyetl sinetron aja?

    Anyway... Sama, aku juga udah tau pemenangnya siapa, gara-gara adekku dengan menyebalkannya jadi spoiler. Dia udah nonton di StarWorld katanya. Tapi tetep aja, seneng banget liat para adek-adek kecil ituuu... *favoritku Lucy, yang cute banget, Sam, yang so adorable with his elfish look*

    Eh..eh... ngikutin X Factor? Dukung siapa dukung siapa dukung siapa?

    Salam kenal yaaa :)

    ReplyDelete
  25. B channel itu, bisa dibilang seperti tv nasional,tetapi karena UU Penyiaran tidak membolehkan lg TV nasional, maka B channel TV Berjaringan nasional, artinya B channel sebagai induk jaringan menyediakan program program siaran untuk ANAK jaringannya didaerah yang namanya berbeda.Adapun anak jaringan dari B channel ada 25 jaringan, misalnya : cntv medan , mntv surabaya, ct channel bandung, kemilau tv papua, timor tv kupang, tvn atau b channel jakarta,dan byk lagi. bisa dilihat di www.b channel.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whaaaaaowww... terimakasih atas informasinyaaaa. Jadi benar benar paham dengan Bchannel sekarang :-bd

      Delete

Speak Up...!!! :D