December 28, 2011

Gresik Islamic Book Fair 2011

Tanggal 7-13 Desember 2011 yang lalu, di Gresik ada acara Gresik Islamic Book Fair 2011” yang diadakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Pahlawan Gresik *deket banget sama rumahku*.

Sebenarnya, sudah cukup lama juga Aku tau tentang acara itu. Tapi entah kenapa, semenjak awal acara itu muncul, Aku kurang begitu tertarik. Mungkin agak trauma juga ya, mengingat beberapa kali sebelumnya pernah menghadiri acara serupa yang diadakan di Malang, dan aku tidak menemukan satupun buku yang menarik perhatianku—apalagi untuk ku beli dan kubaca. Jadinya, walaupun setiap kali lewat di depan GNI, dan si Tante selalu menawarkan untuk masuk, aku selalu menolak. Enggan.

Pas tanggal 13-nya, malam, sekiranya ba’da Isya’, aku disuruh tante pergi ke ATM untuk ngambil uang, setelah itu, sempat singgah sebentar ke counter langganan untuk beli pulsa, lalu pulang. Begitu melewati perempatan GNI, entah kenapa aku tiba-tiba ingin singgah. Mumpung hari terakhir juga. Dan sedikit ada rasa sayang juga jika melewatkan even itu begitu saja. Akhirnya ku belokkan si hitam menuju tempat parkir sepeda motor, yang malam itu sudah hampir penuh.

Minta karcis parkir—sekaligus bayar, langsung menuju pintu masuk, dan whaoww.. it’s so crowded!!! Banyak banget orang di dalam. Termasuk juga stand-stand kotak-kotak yang walaupun sudah tertata rapi, tapi tetap terlihat semrawut karena jarak stand yang satu dan yang lain sangat dekat, hingga lorong untuk berjalan hampir tidak terlihat, ditambah dengan pengunjung yang bisa di bilang tidak sedikit.

Satu, dua, tiga stand ku lewati, yang sebagian besar menyediakan buku-buku Islam. Bukannya tidak tertarik *ngaku aja kenapa sih?!?!?!*, oke, Aku mengaku aku tidak tertarik *hahahha*, tapi aku juga punya alasan lain disamping itu, yakni, dirumah sudah banyak tersedia buku-buku semacam itu. Sebut saja Mutiara Riyadhushshalihin, Bulughul Maram, dan Sirah Nabawiyah. Aku tidak pernah menyentuhnya, kecuali saat aku menyampuli mereka semua dengan plastik. Ohh,. Bukan, Aku ingat pernah mencoba membaca Sirah Nabawiyah, tapi setelah beberapa lembar berlalu, rasa kantukku tidak tertahankan hingga kuputuskan untuk berhenti membaca. Jadi yaa.. daripada Aku mencoba membohongi diri sendiri, yasudah, kulewati saja stand-stand macam itu. :D
salah satu 'sudut' yang cukup ramai
Hampir melalui ¼ rute, aku menemukan sebuah stand yang menyediakan buku-buku populer yang di tiap raknya ada keterangan jenis-jenis bukunya. Rak yang paling dekat denganku, berlabel “Traveling”, dan disitu terdapat beberapa buku yang hampir semua judulnya mengandung kata “Travel”, “Traveling”, atau “Traveler”. Aku teringat salah satu buku yang sepertinya sering di bahas oleh beberapa sohibloger, tapi aku lupa judul pastinya. Karena malas mengingat-ingat, jadilah aku tinggalkan rak tersebut.

Beralih ke rak selanjutnya, ada label “Best Seller” di atasnya. Nah, cocok nih untukku, yang sedang tidak tau ingin mencari buku macam apa. Karena, buku-buku yang masuk dalam kategori “Best Seller” biasanya memang recommended *kecuali buku-buku tips sukses berbisnis yang kulirik saja tidak*. Dalam rak tersebut, Aku menemukan dua buku yang menarik perhatianku, yang keduanya merupakan buku bergenre biografi. Satu buku, membahas tentang Presiden Indonesia ke tiga, Bacharuddin Jusuf Habibie (BJH), dan satu lagi membahas tentang seorang Business Man sukses nan nyentrik dengan ciri khas ‘sepatu kets’nya, Dahlan Iskan. Keduanya unik, dan Aku sempat bingung untuk memilihnya. Satu buku, bersampul warna hijau tosca bergambar wajah BJH, dan satu lagi berwarna putih dengan karikatur Dahlan Iskan yang sangat unik. Setelah lama berpikir, akhirnya Aku putuskan untuk mengembalikan kedua buku tersebut pada tempatnya. Coba lihat yang lain dulu saja…

Berputar-putar, dan kejadian yang sama terulang: beberapa stand hanya kulewati saja. Hingga berbelok ke bagian buku-buku yang harganya sangat murah, hanya 5000 rupiah saja!!! Whew…!!! Ada satu buku, yang cukup menarik perhatianku. Terlihat betul kalau itu buku lama, dan sangat tipis. Aku hanya membaca sekilas, karena disisi lain Aku juga berpikir, jika saat itu Aku berada di toko buku—bukan pameran, maka Aku akan bersedia berdiri agak lama untuk membaca buku tersebut. Tapi sayangnya tidak, dan Aku berpikir bahwa membaca buku hingga habis di tempat itu, merupakan suatu tindakan yang kurang bijak rasanya. Jadilah, Aku meninggalkan stand buku-buku murah, lalu melanjutkan perjalan. Yak, tinggal setengah rute lagi.

Sampai di ujung rute, Aku menemukan beberapa novel bagus, yang menurutku pada saat yang bersamaan juga di pajang di beberapa toko buku ternama dibawah label “BEST SELLER”. Kutaksir sih harga normalnya diatas 50-60ribu. Tapi pada pameran tersebut, semua buku dipukul rata: 35ribu rupiah saja!!! Lumayan banget nih kayaknya. Sempat memilih-milih sebentar, lalu Aku memutuskan untuk mengambil sebuah buku, kalau tidak salah, judulnya “Orang Miskin Dilarang Sekolah”. Aku kurang tau karyanya siapa. Sempat Aku baca dan Aku lihat-lihat buku itu sejak lama, sambil mencari-cari Mbak ato Mas yang jaga stand tersebut. Tapi gak ketemu :(. Mungkin karena sudah kelamaan nunggu ya, jadi minatku untuk membeli buku tersebut luntur sudah. Dengan perlahan, Aku kembalikan buku tersebut ke tempat Aku mengambilnya sebelumnya. Hmmm… belum dapat buku apa-apa, akhirnya Aku memutuskan untuk kembali ke stand awal tadi, tempatku ‘melirik’ beberapa buku biografi.

Begitu sampai di stand yang kumaksud, mataku langsung tertuju pada satu buku berwarna hijau, cukup tebal, bergambar wajah seorang bocah sedang membaca buku dan seorang samurai yang berwarna merah, yang cukup menarik perhatianku. Tiba-tiba saja Aku terpikir, yeahh.. Aku ingin membaca buku yang agak tebal. Setelah Aku tanya harganya, ternyata buku tersebut hanya di bandrol seharga 20ribu rupiah saja!!! Sesaat setelah Aku juga mengambil salah satu buku biografi yang ada, langsung menuju ke Mas-mas penjaga stand, dan memberikan sejumlah uang. Yak, cukup dengan limapuluhsekianriburupiah, dua buah buku sudah di tangan. Tapi Aku tidak langsung pulang, karena ternyata malam itu ada pengundian doorprize *beginikah tulisannya???* berhadiah satu buah netbook. Lumayan lah ini kalau dapat. Lagipula syaratnya mudah. Kita hanya perlu menukarkan struk belanja senilai minimal 50ribu rupiah untuk ditukarkan dengan satu kupon undian. Lumayan seneng juga waktu ngisi biodata di kupon undian itu, tapi mendadak jadi rada’ lemes, karena tau bahwa ada rombongan keluarga yang langsung memborong hingga lebih dari tujuh kupon. Hwewww… peluangku untuk dapat undian itu sepertinya 1:10000000000000000 yaaa… *hitung sendiri ‘0’ nya, aku ngasal aja tuh ngetiknya =))*

Waktu masih menunjukkan jam delapan malam lebih, sedangkan pengundian akan dilaksanakan jam 20.45 malam itu. Daripada pulang trus nanti balik lagi, akhirnya Aku memilih untuk mengikuti talkshow, yang diadakan di area parkir GNI.
Talkshownya
Talkshow ini juga merupakan salah satu ciri khas acara Islamic Book Fair, baik di Gresik maupun di Malang. Namun sayang, sepanjang Aku perhatikan, yang menghadiri talkshow ini terkadang sangat minim. Begitu juga dengan minat pendatang acara Islamic Book Fair, untuk sekedar berhenti sejenak dan mendengarkan Talkshow ini sepertinya hampir tidak ada. Hampir sama seperti malam itu juga, namun kondisinya sudah jauh lebih ramai. Mungkin karena mereka semua juga menunggu undian??? entahlah. Tapi yang pasti, saat Aku memutuskan untuk menikuti talkshow, beberapa kepala sempat menengok kearahku sesaat setelah Aku mengambil kursi di deretan agak belakang. Tapi Aku santai saja, dan pura-pura sok cuek *padahal ngerasa juga kalo lagi diliatin :P*.
Gambarnya burem, ngambilnya pakek kamera Hp :(
Talkshow malam itu bertema “Gresik Kota Santri”. Untuk pembicaranya, ada dua orang, yang pertama adalah Cak Kris *atau Cak Tris??? Mohon di koreksi kalau salah*, satu lagi, Aku kurang tau namanya :(, plus seorang moderator sebagai moderator *anehhh ini bahasanya*. Dari kedua nara sumber yang ada, ternyata arti kata “Santri” dari “Gresik Kota Santri” memiliki makna yang beranekaragam. Dari Cak Kris, Aku menyimpulkan bahwa nama “Santri” sendiri itu diambil dari budaya masyarakat Gresik, yang memang sebagian besar adalah santri *murid pondok pesantren*. Disamping itu, keberadaan dua makam Walisongo, yakni Makam Maulana Malik Ibrahim dan Makam Sunan Giri, semakin menunjukkan bahwa Gresik adalah Kota/Kabupaten yang kental dengan nuansa Islam. Beda hal nya dengan pendapat dari narasumber yang lain, beliau menjelaskan bahwa kata “Santri” itu sendiri merupakan akronim dari,.. mmmhhh… dariii…. Apa yaaaa….???? Kok jadi lupa gini??? Mmmhh,. Oke, sepertinyaa.. “Santri” itu akronim dari Santun, Tertib, Rapi, dan Indah. Oke, semoga tidak salah *lagi, kalau ada yang salah mohon dikoreksi yaaa..*. Talkshow itu, sebenernya bahasannya menarik, dikemas dalam bentuk yang tidak formal, membuat pendengar lebih mudah mencerna apa yang sedang di bahas. Tapi sayang, ketidak formalan itu Aku anggap ‘agak keterlaluan’, sehingga, narasumbernya pun bisa bebas merokok di sela-sela perbincangan yang cukup hangat itu. Sayang banget deh. Walaupun mungkin memang lokasi talkshownya di tempat terbuka, tapi Aku sendiri secara pribadi menganggap kalau hal itu bukan merupakan satu tindakan yang tergolong sopan.

Sudah hampir jam sembilan, dan acara pengundian satu buah netbook itu diselenggarakan juga. Yang bertugas mengambil undian adalah Cak Kris, ditemani oleh moderator dan panitia. Begitu undian diambil dan dibacakan, ternyata yang keluar bukan namaku. Huuu..huuu… :(( *bertambahlah daftar ketidak beruntungankudalam hal undi-mengundi*.

Selesai pengundian, disaat yang bersamaan pula Gresik Islamic Book Fair 2011 ditutup, dan aku segera pulang ke rumah. Udah, ceritanya gitu doank.

Ehh,. Pengen tau buku yang aku beli??? Oke deh, ni aku kasih gambarnya yaaa… :)

Yang bukunya BJH, sudah selesai kubaca. Sudah berniat untuk membuat book review atau resensinya, tapi masih sebatas niatan saja. Doakan saja lahhhh… :)

Oia, dari Talkshow itu, aku mendapat informasi kalau sebenarnya Cak Kris itu adalah seorang blogger. Dan, aku juga sempat mencurigai, bahwa salah satu dari audiens yang aktif bertanya malam itu, adalah Cak Peyek, salah seorang aggregator di nggersik.com dan juga pemilik My Little Homeland. Tapi Aku hanya curiga saja, gak berani langsung nyapa, takut salah juga. Yahh,. Semoga suatu saat bisa bertemu dengan para ‘sesepuh’ blogger di Gresik. Amiiinn… :)

41 comments:

  1. orang miskin dilarang sekolah..

    bagus tuh mbak bukunya, buku itu dijadikan materi waktu pengkaderan tingkat jurusan ketika saya memasuki gerbang kuliah..sangat menarik..

    ReplyDelete
  2. di Semarang juga sering ada book fair gini, tapi umum sih sifatnya :D
    kadang suka pengen datang tapi sesaknya dan musti sabar nyarinya itu loh yang bikin keder hhehhe

    buku habibie-nya keknya bagus tuh Mbak, ayo di review :D

    ReplyDelete
  3. di makassar juga sering ada pameran buku kayak gini. tapi sayang biasanya saya kurang beruntung karena di adakan pas lagi kurang pemasukan heheeh..

    btw, salam
    baru liat header barunya..
    tambah keren dan fresh...

    ReplyDelete
  4. Wah sudah lewat ya nduk.

    Artikel ini berbahasa Indonesia. Mengapa kata penyambungnya menggunakan kata asing ya, sebaiknya diganti denngan kalimat ” Baca Selengkapnya” atau “Lanjutkan ”
    Bagaimana cara menggantinya, pakde ?
    Simak tulisan Cak Cholik di BlogDetik —> http://cakcholik.blogdetik.com/2011/12/29/7-langkah-mengganti-kata-more-di-blogdetik/

    salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  5. @Endyoia? whewww.. moga besoks-besok bisa baca buku itu dehh. makasi yaa infonya :)

    ReplyDelete
  6. @Fiction's Worldiya,.. gak semua buku di display dengan penataan yg baik, jadi kadang menyulitkan untuk melihat2 semua buku yang ada.

    sudah di rencanakan. sabar yaaa :)

    ReplyDelete
  7. @arman rahimhahhayy.. iya,. aku juga sudah lama yaa gak main di blognya mas Arman :)

    ReplyDelete
  8. @CakCholik di BlogDetikjyahh.. blog ini platformnya blogspot Pakde, bukan blogdetik,.
    dan penggunaan Bahasa Inggris, memang sengaja. kan semua menu tab, link, dll pilihannya pakek Bahasa Inggris :)

    ReplyDelete
  9. The Last Samurai kaya'a ada film'a ya ?
    Aku kagak suka beli buku langsung ke Toko Buku,soalnya mending liat2 review di online store gramed biar kagak ngabisin waktu & tenaga,hehehe
    Paling aku suka,buku yang bergenre biography kaya punya Hillary Clinton dll,

    ReplyDelete
  10. Anda masih belum beruntung Kak hehehe, baru tau artinya SANTRI itu Santun, Tertib, Rapi, dan Indah, kapan² di review ya Kak bukunya

    ReplyDelete
  11. @Andyaku juga seringnya gitu, tapi yang kemarin bener2 gak ada gambaran lagi cari apa.

    heheh.. banyak juga yang mengira kalau buku itu sama dengan film The Last Samurai yg diperankan Tom Cruise *kalo gak salah*, tapi buku ini bener2 beda, beda banget sama film itu... :)

    ReplyDelete
  12. @Sofyanaku juga baru tau setelah ikut mengukuti Talkshow itu.. hehe..

    iyaa,. insyaAllah nanti bikin reviewnya bukunya Kang :)

    ReplyDelete
  13. komentar bertingkat tak bisa digunakan di versi hp, tapi blogmu (dan blog sumbermu) masih dapat dikomen secara normal

    (kalau aku lain lagi, di hp ga bisa dikomen secara normal/musti klik reply)

    ReplyDelete
  14. @Ario Antokohwii.. lain lagi kalo gitu.

    mas Ario blognya ap sih? tiap kali aku buka linknya, kok malah nyambungnya ke G+, bukannya ke profil blogger.. :(

    ReplyDelete
  15. Ga beli buat hadiah GA gitu mbak? Kali aja mau ngadain GA... :P

    ReplyDelete
  16. @armae

    di profil G+ klik aja Catatan R10 (Contributor to) itu blog utamaku

    *aku sudah tahu masalahnya, ternyata aku pilih setting Custom (mobile template) dan itulah yg membuat blogku ga bisa dikomen normal di versi hp

    **sekarang aku sudah rubah settingannya (pakai default template mobile milik blogspot) -- sekarang sudah bisa dikomen normal seperti blogmu :)

    ReplyDelete
  17. @Ario Antokoalhamdulillah kalau sekarang sudah normal kembali... :)

    oohh.. ternyata di situ ya,. aku gak tau. soalnya gak pernah maen G+. hehe *gaptek nihh*

    ReplyDelete
  18. @Untje van Wiebshahahha.. mbak Una mau jadi donatur??? boleh bolehhhh :p

    ReplyDelete
  19. hemm untuk buku habibie yang itu saya belum punya. Yang saya punya yang "Habibie & Ainun".

    sedang yang berbau samurai pengen banget beli buku "the swordless samurai"

    *setuju mbak... menurutku juga kurang sopan, masak narasumber merokok di ruangan.

    ReplyDelete
  20. kapan yah acara gituan ada di kota gue..

    mohon untuk berkomentar juga disini :
    http://ariefungu.blogspot.com/2011/12/merevisi-uud-1945-mengenai-kewenangan.html

    ReplyDelete
  21. Hihihihi, itu buku "Habibie kecil tapi otak semua" ada dua seri lho, kamu punya semua, Mae? Lucu lho, saya udah baca.
    Saya jadi semakin kagum dengan Pak Habibie. :)
    Supaya kamu makin kagum, kamu harus baca buku "Ainun & Habibie". ;)

    ReplyDelete
  22. @fifindi buku ini juga beberapa kali di sebut tentang buku itu mas Fifin, jadi penasaran jugak pengen baca... :)

    ReplyDelete
  23. @Arief Soottaaabiasanya tiap kota ada bukan sih???

    oke, segera meluncur

    ReplyDelete
  24. @Asophoia?? aku baru punya satu ini doank.. hwaa..jadi pengen lagii, sama yang Habibi & Ainun jugaak. huuhuuu...

    dan memang ya, baca buku ini makin bikin kagum dengan BJH :)

    ReplyDelete
  25. wah saya justru lebih seneng baca sirah Nabawi, Sirah sahabat dan sejenisnya karena dari situ banyak hal yang tak terduga bisa kita serap maknanya.
    The last samuarainya lebih seru yang film ato novel ya?

    ReplyDelete
  26. hm kapan coba di sukabumi ada bookfair :( hiks

    ReplyDelete
  27. @Djangan Pakiessemoga suatu saat bisa baca itu pak Ies :)

    lhoh lhoh.. beda loo.. gak ada hubungannya antara film dan buku itu.. haduuhhh :(

    ReplyDelete
  28. owalah mbak armaee ki priyayi gresik tah...
    :)

    ReplyDelete
  29. @zonepriyayi??? itu artinya apa ya??? gak bisa bahasa jawa... :((

    ReplyDelete
  30. @Baha Andesmau pinjem buku yang mana Kak?? :)

    ReplyDelete
  31. MAEEEE.. dhe punya lho bukunya Habibie dan Ainun.. Hahahahahaha.. seneng banget pamer ke Mae gini.. :p

    ReplyDelete
  32. @armaeSaya mau nunggu review tentang buku yang otak semua itu lho
    pasti seru isinya

    ReplyDelete
  33. @Citrosblogsiapp mas Citro, akan segera di buat. secepatnya :D

    ReplyDelete
  34. @dhenok habibiehwaaaa... di pamerin terus iniii :((
    aku pinjem punyamu aja Dhe.. bolehh??? ato mau di kasihkan sekalian?? ;)

    ReplyDelete
  35. mas yang mc itu namanya adi wisnugraha @adiwisnugraha atau didit he....he..he..

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D