10 December 2011

Jelajah Potensi Wisata Bawean (part 4)

*akhirnya berniat juga bikin lanjutan postingan mengenai Jelajah Potensi Wisata Bawean. hihihi... ternyata pengen cerita yg detail itu susah susah gampang. terutama kalo ceritanya panjang. kadang mood, kadang nggak. jadilah, gak jelas gini kapan selesainya.*

ahh.. udah deh curcolnya. langsung ke ceritanya aja yahh.

begitu sampai di bibir pantai, ternyata kondisinya gak jauh berbeda dengan beberapa jam sebelumnya saat aku kesana. air masih surut. masih banyak perahu nelayan yang kandas. dan sepertinya memang kami harus 'nyemplung' ke laut untuk bisa mencapai kapal yang akan mengantarkan kami menyeberang.
pas perjalanan menuju kapal itu, banyak hal unik yang bikin ngakak gak berhenti-berhenti. diantaranya, ternyata kami harus menempuh perjalanan berjalan kaki sekitar satu jam!!! whaowww.. padahal kalau dilihat-lihat, jaraknya tidak terlalu jauh juga, mungkin hanya sekitar satu kilometer. tapi karena jalannya di atas air, kayak orang kebanjiran, pastinya sangat mempengaruhi kecepatan kami. gitu juga dengan beberapa temennya tante yang berusaha dengan gigih untuk menyelamatkan celananya agar tidak basah terkena air. hingga celana yang sudah pendek itu dilipat keatas makin tinggi sampai terkesan 'seksi'. yahh.. untungnya yang melakukan itu adalah temannya tante yang berjenis kelamin laki-laki. jika sebaliknya, tak taulah bagaimana cerita selanjutnya.
yang paling depan terlihat seksi tidak??? hahaha
saking jauhnya harus berjalan, sempat terpikir untuk berjalan terus saja, tak perlu naik perahu sampai ke seberang. hahaha.. ini ide cukup menggelikan. karena semakin jauh berjalan, bukannya semakin dekat, tapi pulau Gili di seberang itu malah terlihat semakin jauh dan kecil. ahh.. permainan mata!!!

akhirnya bapak nelayan yang akan mengantarkan kami berhenti berjalan, dan naik ke salah satu perahu nelayan yang ukurannya lumayan besar. yeahh.. itu perahu kami. tapi sayangnya jarak antara aku beserta rombongan yang lain dengan bapak nelayan itu sangat jauh. yapp, kami kalah speed. ini benar-benar tidak adil. hahaha. tapi berhentinya bapak nelayan itu cukup memicu semangat kami untuk terus berjalan, hingga seluruh rombongan bisa sampai di perahu dengan selamat. dan, pelayaran di mulaii :)
kapal yang akan mengantarkan kami menyeberang
awalnya aku duduk di belakang, ngobrol sama pak Sholeh, salah satu temen tante yang asli orang bawean juga. aku menanyakan tentang pulau yang akan kami datangi nanti, yang dari jauh terlihat terdiri dari dua bagian. dan, berdasarkan informasi dari pak Sholeh, ternyata memang pulau yang akan kami datangi ada dua, pulau Gili yang berpenduduk, serta pulau Noko yang dari jauh hanya terlihat seperti hamparan pasir putih. nah, berdasarkan @OmIrwaan, di twitternya, *ketemu ni orang gara-gara pas hari H aku sering nge-twit tentang #wisataBawean. belakangan baru tau kalo ternyata dia kakak kelasku sendiri. bodohnya aku >,<,. * Noko itu sebenarnya bukan pulau, hanya sebatas gundukan pasir. dan Noko di sekitar Bawean ini ada dua, Noko-nya Gili dan Noko-nya Selayar.

begitu kapal mulai bergerak, aku pindah kedepan, duduk di tempat paling depan. karena menurutku itu spot yang paling bagus untuk menikmati pemandangan sekitar. hijau dan biru, itu yang aku tangkap. dan saaaaaaaaaaangat tenang. ingin rasanya berlama-lama dalam perjalanan itu. dan, begitu air berubah warna menjadi kehijauan gelap cenderung biru—yang menandakan kedalaman laut yang makin bertambah, sekilas aku bisa melihat terumbu karang yang baguuuuus banget. Subhanallah...
penampakan pulau Noko
penampakan pulau Gili
itu bukan pertama kalinya aku melihat terumbu karang, dulu sudah pernah, tapi itu dulu sekali. dan begitu melihatnya lagi, rasanya benar-benar takjub. airnya memang kebiruan, tapi jernih. jadi dari atas kapal, kita bisa melihat karang-karang yang saaaaaaaaaaangat cantik. gak bisa bayangin deh kalo memang boleh nyebur. pengeeeenn bangeeettttt >,< *yang ini gak ada fotonya. kalo pengen menikmati pemandangan yang luar biasa itu, dateng aja sendiri yahh*. dan ternyata, laut antara pulau Gili dan pulau Bawean ini memang salah satu spot terbaik untuk diving dan snorkeling. disamping beberapa laut lainnya yang juga terletak di sekitar pulau Bawean.

Pulau Noko sudah dekat, dan saatnya untuk bersiap turun. Dan sepertinya kami akan basah-basahan lagi. Yah, ini juga salah satu karakteristik laut dan pantai di sekitar pulau Bawean. Pantainya rata-rata landai, tidak terlalu dalam dan tidak langsung menjorok dalam seperti pantai-pantai yang ada di sebelah selatan pulau Jawa. Sebenarnya dermaga sangat dibutuhkan di tiap-tiap pulau untuk kapal merapat, tapi hal itu baru dimiliki oleh beberapa lokasi pantai/pelabuhan saja.

Sebelum turun, jangan lupa pakai sandal dulu, karena berdasarkan informasi, banyak karang di sekitar pantainya, jadi harus waspada. Dan salah satu rombongan kami, mas Pras, sudah menjadi korbannya, kakinya sobek terkena karang, hingga berdarah-darah dan sedikit kesulitan saat berjalan. Sayang sekali…
Pulau Noko, bingung harus berkomentar apa. Begitu sampai di daratannya, berasa masuk ke pulau pribadi. Benar-benar pulau yang masih alami, belum terjamah pembangunan sama sekali. Sepanjang penglihatan, hanya ada pasir putih bersih terhampar dengan kombinasi rerumputan waran hijau yang masih sangat alami. Aku hanya berpikir, sepertinya aku akan betah menghabiskan beberapa malam disana dan menginap di dalam tenda. Apa ya? Speechles deh, saking bagusnya. Saking whaoww nya. Saking alaminya. Dan benar-benar belum pernah melihat hal yang seperti itu. It’s really amazing. Subhanallah…
Begitu juga dengan kerang-kerang yang kami temukan, bentuknya unik-unik, dan lagi-lagi sangat-sangat cantik.

Oia, sebelumnya mas Arifin sudah bikin semacam thread di kaskus mengenai eksotisme pulau Noko. Jika teman-teman berkenan, silahkan lihat postingannya disini.

Belum puas rasanya menikmati butiran pasir di pulau Noko, dan hangatnya langit sore kala itu, kami sudah harus kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan ke pulau Gili. Perlahan namun pasti, kapal mulai berputar, menjauh dari pulau Noko, sedikit ke tengah untuk menghindari laut yang dangkal, kemudian berputar menuju ke pulau Gili. Dan sepanjang perjalanan itu, lagi-lagi mata kami di manjakan dengan pemandangan bawah laut yang sungguh mempesona.
dari pulau Noko ke pulau Gili
Dari jauh, pulau Gili nampak tidak terlalu istimewa. Yah, mungkin ini karena pengaruh pulau Noko yang baru saja kami kunjungi. Tapi disini terlihat lebih ramai, dan memang kenyatannya di pulau Gili ini sudah terdapat pemukiman, terdiri dari kurang lebih duaratus keluarga atau sekitar limaratus penduduk. Lumayan banyak ya…
Sebenarnya di pulau ini, tidak ada tempat wisata yang khusus. Hanya saja, jika datang ke pulau ini, kita bisa belajar tentang kehidupan sosialnya. Di pulau Gili ini, kita akan menemukan warganya yang sangat ramah, selalu saling sapa satu sama lain, dan pada sore hari *seperti saat kami tiba* sering berkumpul bersama untuk sekedar ngobrol sambil makan bakso. Yapp, disini mudah sekali menemukan bakso, tapi baksonya dari bakso ikan. Teksturnya agak kenyal dari bakso biasa, dan aromanya agak amis. Tapi aku suka, karena mungkin memang sudah terbiasa makan bakso sejenis di Kalimantan. sedangkan untuk yang lain, katanya rasanya aneh. haha..
salah satu warung yang jual bakso ikan
pohon jambu air
Selain bakso, di pulau ini kita juga bisa dengan mudah menemukan pohon nangka dan pohon jambu air. Waktu itu sempat melihat salah satu rumah warga yang pohon jambu air nya sudah berbuah lebat dan berwarna merah.  Sangat menggoda iman pastinya. Awalnya cuma ingin mencicipi, tapi ternyata pemilik pohon jambu tersebut malah mengambilkan kresek dari dalam rumahnya, kemudian bapak yang punya rumah memanjat pohon untuk memetikkan buah jambu. Jadilah, sewaktu pulang, kami membawa sekeresek buah jambu air merah yang sangat manis dan segar. Trimakasih Bapak.. :)

melihat warga sekitar pulau Gili, terasanya sangat nyaman. orang-orangnya baik, ramah, murah senyum, welcome banget deh pokoknya. dan yang aku salut lagi, sepertinya mereka sangat menikmati hidup dalam kesederhanaan. tanpa sinyal hp *apalagi sambungan internet*, tanpa diributkan masalah demo, sembako naik, dan lain sebagainya. kalo kita yang terbiasa dengan kehidupan disini (kota.red), lalu bermigrasi kesana, kira-kira betah tidak ya???

Dan sunset sore itu menemani perjalanan pulang kami. Sunset yang sangat indah. Dan ini memang saat yang pas untuk mengunjungi pulau Gili, di sore hari. Sambil menikmati matahari tenggelam.
pantai yang menjorok seperti tanjung
pelabuhan di Gili
Jiingga sore itu juga kembali menyinari permukaan laut. Mengijinkan kami, untuk sekali lagi menikmati keindahan pesona bawah laut yang sungguh luar biasa. Hanya bisa berucap syukur karena memiliki kesempatan untuk menikmati keindahan tanah ini, saat ini, lagi.

Matahari sudah tak terlihat saat kapal kami mulai persandar di pantai desa Pamunah. Dan lagi-lagi, kami harus berjalan kaki sedikit karena air masih belum cukup pasang untuk mengantarkan perahu hingga ke tepian. Tepat pukul 6.30 petang, kami tiba di desa Pamunah dengan selamat. sempat singgah makan malam sejenak, lalu membersihkan diri, kami akhirnya memutuskan untuk segera kembali ke hotel karena kelelahan yang amat sangat.

Bye Gili, bye Noko, see you next time…
*perjalanan hari ini sungguh luar biasa. Alhamdulillah…*

***to be continued***

37 comments:

  1. Wow. Noko nya dari jauh udah keliatan cantiknya, apa lagi dari dekat. Bener dhek, liat potonya aja kehabisan kata kata. cuma bisa bilang Subhanallah, keren...
    wes gpp, nurutin mood gpp yang penting ada lanjutannya dhek, hehehe :)

    ReplyDelete
  2. @Si Roni:hahayy.. semoga sisa ceritanya yang tinggal sehari bisa aku rampungkan secepatnya mas, gak betah juga punya banyak hutang :D

    ReplyDelete
  3. wiiiii...cantik banget yah mbak pulaunya...pantainya bener2 bikin mupeng buat ke sana,,,hiks
    jadi ngebayangin nih...kapan bisa ke sana dg gratis..wakakakkk...
    keep writing mbak...

    ReplyDelete
  4. pulau noko-nya mantap euyy..... bener-bener petualang....butuh berapa lama nyampe sana dari kota terdekat??

    #maaf belum baca part 1, 2 dan 3 nya... :D

    ReplyDelete
  5. segera di bayar ya hutangnya :)) @armae:

    ReplyDelete
  6. ternyata masih banyak tempat di indonesia yang eksotis. kirain hanya bali dan lombok aja. heheehe

    ReplyDelete
  7. Hiiiiii kaki berdarah dan masih berjalan-jalan di air laut? Hati2 mengundang ikan hiu... :D

    ReplyDelete
  8. wihh asik bgt tuh tempat wisata,, adem kyk nya,, ehehhe

    ReplyDelete
  9. wah Maeeee, dhe mupeeeeeeeeeeenng banget, sumpah.. lautnya biruuuuuuuuuuuuuuuuuu, indah.. dan pantainya, haduuuhh speechless dah pokoknya.. kereeeennn!! dhe terpukau oleh semua foto-foto kamu..

    ReplyDelete
  10. @Nick Salsabiila:hwahaha.. aku juga mau kalo gratiss :D

    ReplyDelete
  11. @Sam:sepertinya memang harus membaca bagian sebelumnya, terutama part 1 dan 3, dan insyaallah akan bisa menjawab pertanyaanmu, :D

    ReplyDelete
  12. @Baha Andes: iyaaaaa,. trimakasih sudah diingatkan *jadi malu* :D

    ReplyDelete
  13. @nuel:hahhayy.. tak perlu lah jauh-jauh kesana, di Jawa masih banyak lokasi-lokasi luar biasa yang belum terjamah :)

    ReplyDelete
  14. @Asop:haha.. tenaaang, disitu perairan dangkal, mentok yang ada cuma ikan tongkol :D

    ReplyDelete
  15. @Rama88:kalo adem sih gak yaa kayaknya, kan pantai. tapi pastinya menenangkan :)

    ReplyDelete
  16. @dhenok habibie:iyaa.. keren bangeeettt, indonesiaku memang indah mbak :D

    ReplyDelete
  17. nah kalau pantai di pulau noko ini baru bagussss ar.. pasirnya putih, airnya bening bangeett.. jadi pengen nyemlung renang.. :D

    ReplyDelete
  18. ih, jlan2 mulu nih. bikin iri stadium 4. T,T

    ReplyDelete
  19. subhanallah, indah-nya pemandangan biru laut dan pesisir pantai-NYA, jadi pingin berkunjung juga menjejakkan kaki dipasir pantai ini...suatu hari nanti :-)

    ReplyDelete
  20. @Tri Setyo Wijanarko:aku juga pengen nyebuurrr.. sayang waktu itu gak ada banyak waktu. lain kali aja, moga bisa :)

    ReplyDelete
  21. wowo udah siap ni ya kotak reply nya... :) @armae

    ReplyDelete
  22. @Baha Andes iyaaa.. hehe.. makasi banyak yaa Kak :)

    ReplyDelete
  23. Dua pulau yg mengagungkan.keren, noko dan gili

    Follow my twitter @elloaris

    ReplyDelete
  24. sunsetnyaaaaaaaaaaa,aduh ga tahan sama pantainya deh..

    ReplyDelete
  25. @Nonni Shetya hihihi.. maaf kalau postingan ini membuat anda mupenk :D

    ReplyDelete
  26. ngakak ngeliat bapaknya yg seksi. Btw ketika lihat pantai pertama yg surut itu jadi inget pemandangan yg sama di pantai Kenjeran.

    Untuk pantai Noko aq kasih 4 jempol deh. Keren banget. Kapan ya aq bisa kesana..

    ReplyDelete
  27. @Fifin Nugroho oia? aku gak ngerti kenjeran itu seperti apa. dulu kesana waktu keciiil banget, dan lupa.hehe..

    trimakasih untuk 4 jempolnyaaa :D

    ReplyDelete
  28. @armae

    sayangnya hanya ada dalam angan2 saya aja mau ke sana. kalo kamu mau bayarin sih, no prob. wakaka

    ReplyDelete
  29. @1mmanuel'Z-Note5 errrrrrrrrrr... aku juga mau aja kemanamana kalo ada yg bayarin -__-"
    om Nuel bikin giveaway donk, hadianya jalanjalan kemanaaaaa gitu. hihihi

    ReplyDelete
  30. slam knal, q ank bawean....
    q pux fto pulau noko yg klitan hijau, bka aj ni...
    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2037459451325&set=a.2037441850885.2098655.1089409265&type=3&theater

    ReplyDelete
  31. ijinkan aku bagi info. tentang P.Bawean...
    ini salah satu foto di P.Noko...
    http://www.facebook.com/photo.php?fbid=2037459451325&set=a.2037441850885.2098655.1089409265&type=3&theater

    ReplyDelete
  32. @Maryam boyanhwiii... trimakasih sudah berbagi foto Maryam,.
    Salam kenal yaaa :)

    ReplyDelete
  33. BAGUS, bikin aku makin mupeng menjelajah....

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D