31 January 2011

Yukk Kenalan Dengan Kamera

fotografi, dunia yang cukup menyita perhatianku--tapi selama ini hanya sampai menyita saja. mungkin sekarang bisa benar-benar ku tekuni, apalagi suasana sedang mendukung untuk saat ini. ditemani seorang fotografer yang, profesional gak yah???entahlah,..tapi setauku Darwis Triadi pernah datang ke pameran foto yang dia selenggarain trus ngasih beberapa saran dan komen buat dia, plus beberapa jepretannya pernah nongol di Jawa Pos pas dia masih jadi fotografer lapangan disana. cukup untuk biografi singkat narasumber kita,. pastinya orang ini cukup mengerti dengan dunia itu, dunia yang sama sekali asing buatku, yang belum pernah kumasuki, dan sekarang aku mulai memberanikan diri untuk membuka pintu menuju dunia itu. baru membuka pintunya. belum ngapa-ngapain.

nahh,.. sekarang aku mau berbagi info, tentang beberapa jenis kamera yang sudah ada. mohon maaf sebelumnya kalau tidak terlalu jelas dan lengkap, karena semua ini aku dapatkan dari wawancara--dengan sedikit pemaksaan--kepada fotografer yang sudah kusebutkan diatas tadi. ok,.. cekidot...

Wisata Religi Arjuno (part 3)

malam yang kami lewati cukup panjang. bagaimana tidak, jam 9 malam kami putuskan untuk tidur dengan alasan, esok pagi-pagi buta harus sudah memulai perjalanan ke puncak. anginnya cukup kencang malam itu, hanya bisa berdoa yang terbaik, walaupun logikaku terus bekerja, dan saat itu aku benar-benar berani bertaruh kalau cuaca sedang amat sangat tidak bersahabat. semoga esoknya membaiklah..

jam 3, alarm berbunyi. karena tidak ada respon dari yang lain, aku kembali memejamkan mata saja.
setengah 4, jam 4, sampai jam setengah 5, akhirnya aku dan Ngikngok memutuskan untuk bangun dan membuat sarapan. menu pagi itu, sebenarnya tidak jauh dengan menu hari sebelumnya, tidak akan jauh dari komposisi nasi, mie, dan telur--karena memang hanya bahan makanan itu yang kami bawa.

setelah sarapan, kami mulai mempersiapkan diri. senter, head lamp (walaupun kondisi sudah cukup terang, sekitar jam 5), rain coat, P3K, kamera, trangia, dua buah ransel berisi logistik secukupnya, dan jaket. that's all. dan, saatnya berangkat, tapi sebelumnya, berdoa dulu yahhh...

29 January 2011

FILMOVIE : the tourist

drama, action, thriller,.. lagi-lagi film dengan genre campuran.
diperankan oleh Johnny Depp (Frank Tupelo) dan Angelina Jolie (Elise Ward), ku kira ekspektasi awal para penggemar film akan cukup tinggi. cukup. tidak perlu terlalu tinggi.

berkisah tentang seorang agen kepolisian, Elise Ward, yang memiliki kekasih seorang buronan, Alexander Pearce. dalam perjalanan menemui Pearce yang telah menghilang beberapa tahun, Elise dengan 'terpaksa' memanfaatkan Frank, lelaki yang ditemuinya di kereta, untuk mengelabuhi petugas kepolisian maupun mafia yang tengah memburu Pearce. bisa dibayangkan bagaimana sialnya seorang guru matematika yang awalnya berniat untuk berlibur di Italia terlibat dalam suatu konspirasi yang cukup mengancam nyawa. mulai diserang selagi baru bangun tidur, berlari-lari diatap gedung, terjun dari lantai dua suatu bangunan hingga dikira orang gila dan dijebloskan ke penjara, serta berjibaku diatas taksi (perahu) dengan seseorang bersenjata tajam.

27 January 2011

operator geje

...mau curhat...

kemarin (25.01.2011) jam berapa yah??pokoknya masih pagi gitu, belum jam 8 deh,. lagi asik ngenet nih ceritanya, pake si pinkLink feat. kartu th*ee. fesbukan, blogging, bla bla bla,. merangkai kata untuk membalas message dari seseorang, dan sudah saatnya meng-klik tulisan "reply". tiba-tiba, tet toooottt...kurang lebih seperti itulah ringtone yang keluar dari leptongkusayang kalau aku meng-klik tulisan "disconnect" pada laman modemku. tapi tapi tapi...yang terjadi saat itu aku tidak meng-klik apapun. aneh. sebelumnya tidak pernah terjadi seperti ini. aku coba kembali untuk meng-on-kan inet, kembali merefresh laman fesbuk, dan hal serupa kembali terjadi. tet tooott..tet toooott..tet tooottt.. sampai muak aku mendengarnya. Hhhhhh....

23 January 2011

Andrian Firdaus

kali ini aku ingin bercerita, tentang seorang teman, bukan, seorang sahabat. sayangnya tidak terlalu banyak yang bisa kuceritakan. hanya sedikit catatan tentangnya, tapi ada. ada namanya dalam buku corat-coretku.

aku mengenalnya kurang lebih tiga setengah tahun yang lalu. saat itu, kami dipertemukan dalam suatu kelompok lomba karya tulis ilmiah mahasiswa baru (LKT-MABA). bersama dua orang arjuna dan seorang lagi srikandi. genaplah kami seperti sekawanan power ranger.
dia, yang paling kukenal dengan baik,
seorang lulusan Az-Zaitun, pondok pesantren modern di daerah jawa barat (aku lupa lokasi pastinya),
seorang penggila IT,
tidak terlalu mahir membawa sepeda motor (aku ingat betul dia hampir menabrakkan motorku ke sebuah kijang di depan Matos, dalam perjalanan ke rumah dosen),
seseorang yang pernah mendeklarasikan bahwa "makanan bergizi seimbang mustahil diterapkan oleh mahasiswa" lantaran aku, yang pada saat itu masih belum terlalu menguasai dunia per-gizi-an kalah debat olehnya yang menabrakkan antara kebutuhan makan dan keuangan anak kos,
seseorang dengan ritual-ritual anehnya (mungkin sebenarnya tidak aneh, tapi karena aku tidak tahu bentuk ritualnya seperti apa makanya aku lebih suka menyebut aneh),
sosok calon dokter yang luar biasa,
seseorang dengan mimpi yang,.. subhanallah...
seseorang yang selalu berpegang teguh pada "Everything is on Our (me and Allah's) hand",
apa sajalah,.. pastinya aku sangat bersyukur telah diperkenalkan kepadanya,..

malam ini, aku kembali teringat semua detail tentangnya,
bagaimana dia menceritakan kebanggaannya terhadap almamaternya Az-Zaitun
dengan leptop zyrex kesayangannya yang penuh dengan kenangan masa-masa SMA,
aku ingat siang itu, saat presentasi LKTM, sama sekali tidak kuhiraukan yang sedang berdiri didepan untuk presentasi. perhatianku tersita olehnya yang sedang asyik bercerita tentang mimpinya, mimpi yang insyaAllah tidak untuk diri sendiri, mimpi untuk membuat sebuah bangunan, atau kompleks bangunan, yang akan dijadikan sekolah, dan diberi nama "Bukit Surga", aku bahkan ingat betul dia sudah mulai merancang denah lokasi Bukit Surga itu, ada perpustakaan, ada tempat belajar, ada asrama, ada lapangan, dan kesemuanya itu sudah terpampang jelas di buku corat-coretnya...

aku ingat sore itu, dirumah salah seorang teman. sore yang sangat indah, matahari dengan sinarnya yang cukup kuat namun tidak menyilaukan, jingga yang tidak biasa. aku sempat memperhatikannya. dia seperti sedang memikirkan sesuatu. dan tiba-tiba dia berkata padaku, "sebaiknya malam ini kamu sholat tahajjud, nanti ku bangunkan, insyaAllah,..". aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi, aku hanya mengiyakan. dan ternyata dia benar-benar membangunkanku. sebenarnya aku tidak tau apa yang terjadi saat itu, tapi aku bisa merasakannya, memang benar-benar senja yang berbeda, aku bahkan tidak yakin pernah melewati senja seperti itu lagi setelahnya.

aku juga sempat menanyakan tentang nama depannya yang cukup unik menurutku, Andrian. agak janggal waktu awal-awal mengetahui itu. umumnya yang sering kutau, nama sejenis itu pilihannya kalau bukan 'Adrian' ya 'Andrean'. lalu dia menjelaskan, awalnya memang Adrian. namun untuk menggenapkan menjadi tujuh huruf (tau kan seberapa sakralnya angka tujuh dalam islam???) dan sama dengan nama belakangnya, ditambahkanlah huruf 'n' ditengahnya, dan jadilah Andrian Firdaus.

yeah,.. itulah namanya. Andrian Firdaus, 0710710087. seorang mahasiswa semester 7 angkatan tahun 2007 jurusan pandidikan dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. yang sudah mendahuluiku, mendahuluimu, mendahuluinya, dan mendahului mereka semua untuk bertemu denganNya.

selamat jalan kawan,.. sepertinya Allah terlalu mencintaimu sehingga memanggilmu lebih dulu,.
semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah SWT, semoga niat tulusmu sudah terhitung ibadah olehNya, semoga mimpimu tidak berhenti sampai disini saja,..

aku ingat satu hal yang pernah kamu sampaikan, 'there was an extraordinary love story in every ordinary life story", dan untuk kali itu aku tidak setuju padamu, because my life is always extraordinary... :)

22 January 2011

FILMOVIE : eat pray love


satu komentar pembukaan, aku gak suka banget kalau kata-kata "eat, pray, love" ditranslatekan ke bahasan Indonesia. makan, doa, cinta. anehhhh...!!! -_-'

eat, pray, love (EPL), menurutku, sudah jadi kebutuhan pokok manusia untuk saat ini, atau mungkin lebih tepatnya beberapa golongan manusia, belum semua. kalau eat saja, mungkin masuk akal. kalau pray, belum tentu. karena pada kenyataannya menurut yang aku tau, masih ada orang atheis di dunia ini. selain itu, love. mungkin yang satu ini juga merupakan kebutuhan pokok manusia, namun, tidak semua orang bisa dengan nyaman dan leluasa menyatakan bahwa masing-masing dari dirinya membutuhkan cinta.

19 January 2011

...faith, honesty, rightness...

belief, faith, trust...
confidence, credence, reliance, trusty...

banyak sekali istilah bahasa inggris yang dapat dipakai untuk kata 'percaya' maupun 'kepercayaan'
tapi aku tidak akan membahas itu saat ini, besok, dan seterusnya. karena aku calon ahli gizi, bukan calon guru maupun sastrawan bahasa inggris.

percaya, dan kepercayaan
merupakan suatu hal yang sifatnya abstrak
tapi bukan berarti tidak bisa diterima oleh logika manusia
kepercayaan, erat kaitannya dengan kejujuran dan kebenaran
dan sebenarnya ketiga kata itupun saling terkait satu sama lain

seberapa penting sih kepercayaan itu dalam kehidupan?
saat ini lagi-lagi aku tetap berpandangan sebagai seorang calon ahli gizi, bukan filosofis, atau apapun itu

untuk saat ini, aku hanya ingin percaya. itu saja.

sepertinya aku benar-benar bermasalah dalam hal kepercayaan
sulit sekali rasanya, benar-benar sulit
saat aku ingin, tapi aku tidak bisa
dan saat keinginan itu semakin kuat, semakin pula logikaku bekerja
yang justru semakin menggiringku kepada titik dimana aku harus berkata,
"aku belum bisa mempercayaimu"

oh... God,.. mereka bersebrangan saat ini
benar-benar saling membelakangi
benar-benar berradius seratus delapan puluh derajat
dengan arah yang berlawanan
mungkin saat ini navigator akan sangat membantuku
membantu menentukan kemana aku harus melangkah
hufffttthhh... seandainyaaa aku sedang benar-benar balapan mobil
sayangnya tidak

pertemuan semalam hanya sedikit membantu
sedikit saja
bahkan kalau boleh sedikit jahat
aku ingin mengatakan sama sekali gak fungsi
hanya ada penjelasan
yang membuatku semakin bingung saja
yeah... hal yang aku tau memang semakin banyak
tapi seiring dengan itu, semuanya kian tidak jelas
walaupun sedikit banyak hal tersebut cukup bisa membawamu ke posisi yang aman
hanya saja hal-hal yang membuatku ragupun semakin banyak
dan semakin jelas terlihat

aku semakin tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah
dan saat ini aku hanya mengikuti saran dari seorang teman
tentang insting seorang wanita yang konon katanya cukup kuat
(dan semoga memang mengarah pada kebenaran)
bahwa aku ingin mempercaiamu
itu saja

18 January 2011

saat-saat terakhirlah penentunya

semakin kesini semakin gak bisa tenag
berbagai macam bentuk pikiran mulai berkecamuk
aku mengkhawatirkan diriku sendiri
aku tidak yakin dengan kemampuanku mengontrol emosi
saat aku benar-benar dihadapkan pada
sesuatu dimasa lalu

yang telah sukses membuatku bingung kemarin
dan akan membuatku jauh lebih bingung beberapa saat lagi

syndroma jam 4 kembali menyerangku,..
mual, peningkatan heart rate, mungkin juga akan terjadi sedikit kesulitan bernafas jika situasi bertambah parah
aku sudah tidak bisa duduk tenang
dan aku tidak suka situasi seperti ini
aku benci saat aku tidak bisa menguasai diri
aku benci saat ternyata aku tau kalau aku tidak sekuat yang aku kira
aku benci saat harus menyadari sepernuhnya bahwa ketenangan itu hanya sementara
dan justru tidak akan datang disaat yang benar-benar kubutuhkan

aku hanya bisa berdoa
mudahkanlah jalannya...
aku mohon dengan sangat
mudahkanlah jalannya...
mudahkanlah jalannya...

17 January 2011

FILMOVIE : the next three days

*genre filmnya crime ato komedi ato drama keluarga ato action???*

efek dari mati lampu di istana mungilku. jadinya mendadak mutusin buat ke Dieng: nonton film. dan sebenarnya sudah punya referensi tentang film yang bakal aku tonton. yep, "the next three days".

yang main Russell Crowe (as John), one of my favorite actor, gara-gara beautiful mind yang so beautiful, jadi suka' deee... ^^
film yang, menurutku genrenya (harusnya) crime, karena bercerita tentang usaha seorang guru--di Universitas (lagi,.. emang tampang-tampang dosen tuh orang)--yang mencoba menculik istrinya dari penjara yang notabene seorang tersangka utama (atau terdakwa???) kasus pembunuhan. mengapa aku pakai kata menculik??? soalnya aku suka kata itu, hahhaha. nggak!! karena sebenarnya si istri yang diperankan dengan sukses oleh Elizabeth Banks (as Lara) sama sekali tidak tau rencana John untuk melarikan dirinya dari penjara.

15 January 2011

benda tipis halus nan putih itu...

...aku capek, pengen naik gunung...

itulah update status terbaruku di fesbuk. mungkin bisa terlihat dari facebook badge yang nongol di blogku. yeahh.. aku capek. aku muak. aku mual (mungkin). aku ngantuk. aku ingin memejamkan mata sejenak. mengistirahatkan tangan ini. meng-hybernate otakku (WinSeven mode:ON).

kertas...


sudah berhari-hari aku melihat begitu banyak tumpukan kertas di istana mungilku (baca:kamar kos tebugi'24 gila-MalangRaya). dan mungkin memang benda tipis halus nan putih itulah yang menyebabkan aku merasakan yang seperti ini. mulai dari kertas kosong, kertas kusut, kertas bekas, kertas 'virgin', kertas dengan coretan pensil, kertas dengan tulisan pulpen mulai dari yang hitam hingga berwarna warni, kertas dengan cetakan gambar doraemon maupun yang bertuliskan "so,..do something different, something crazy, take the risk, YOU WILL BECOME DIFFERENT AS YOU WISH!!!-akhilesbanget-", kertas dengan hasil ketikanku, editan-editan gambar photo food model, kertas dengan kolom-kolom mulai dari form 24-hour recall; form anthropometry; form breakfast; form screening; DAN KAWAN-KAWAN (semakin mual kalau harus menyebut satu-persatu semua itu), termasuk juga kertas nota fotokopi, pesanan konsumsi, kertas dengan tulisan SINAR DUNIA, kertas yang sangat halus dan sedikit wangi (a.k.a tissue), dan lain sebagainya.

muak. muntab. bosan. lelah. mentog notog jedhug, seperti itulah kira-kira.
benda yang cukup indah sebenarnya. yang kata salah seorang penulis merupakan buah karya dunia tulis menulis yang sangat luar biasa, merupakan salah satu karya terindah manusia, dan sangat berharga. yang sebenarnya tidak hanya dapat digunakan dalam hal tulis menulis saja. hari giniii.. siapa sih yang gak butuh kertas???

tapi ya sudahlahh
aku akui kehebatanmu wahai kertas
aku akui betapa pentingnya kamu untukku, untuknya, untuk mereka
aku akui betapa bergunanya kamu saat aku butuhkan (semuanya aja, baru berguna kalau sudah dibutuhkan)
aku akui semuanyaaaa...!!! tapi hari ini aku benar-benar muak denganmu. menyingkirlah dari hadapanku. enyahlah dari pikiranku. pergilah ke negeri yang jauh (tapi jangan lupa kembali saat ku membutuhkanmu... hihihi)

huhhhhh... ku kira aku sudah jatuh cinta padamu, tapi maaf sayang, aku tidak bisa bersamamu untuk saat ini. kembalilah saat aku sudah siap, dan mungkin ceritanya akan sedikit berbeda... :)

13 January 2011

aku gak mau disebut bodoh

banyak pendapat mengenai definisi bodoh.
bahkan tidak hanya itu, ada juga yang menyampaikan bahwa sebenarnya tidak ada orang yang bodoh di dunia ini, yang ada hanya orang yang tidak atau belum menemukan guru yang tepat.

tapi aku tidak setuju dengan pendapat itu. aku tetap merasa bahwa istilah bodoh itu perlu, yaitu digunakan untuk orang-orang yang melakukan KESALAHAN yang SAMA DUA KALI bahkan LEBIH (yang di caps-lock itulah poinnya).


kalau sekali melakukan kesalahan, wajar. mungkin orang tersebut belum tahu kalau yang dilakukan adalah suatu kesalahan. setelah proses tersebut, sewajarnyalah ada yang mengingatkan dan memberi tahu yang sebenarnya. nah, disinilah letak seseorang itu layak dikatakan bodoh atau tidak. setelah dia tahu, namun dia tetap melakukan hal yang sama seperti yang pertama kali dilakukan, layaklah slogan "BODOH" disematkan didahi orang ini, ini menurutku. entah yang lain mungkin punya pendapat yang beranekaragam. silahkan berkomentar... (promosi euiyyy..hihi...)

right, kembali ke aku.
kalau aku, pastinya tidak ingin dikatai bodoh, apalagi sampai disematkan sesuatu ditubuhku yang menunjukkan kalau aku bodoh. uhhh,... memalukan.
tidak hanya itu, aku juga akan merasa sangat merugi. rugi banget pokoknya. mengingat tiap detik dalam kehidupan tidak bisa terulang, dan saat melakukan hal yang mengakibatkan aku dikatakan bodoh itulah titik puncak kerugianku.

saat ini, aku dihadapkan pada masalah yang sama, tidak benar-benar sama sih, tapi setipe lah, dengan yang aku alami beberapa tahun silam, tepatnya saat aku masih memakai si abu-abu putih lengkap dengan dasi dan ikat pinggang.

aku gak akan membahas masalah apa itu, karena kalau dibongkar, maka akan mengguncang kedamaian dunia yang saat ini sudah terjalin dengan indahnya (lebayy.. -_-'). bukan, maksudnya aku tidak mau ada tali silaturrahmi yang putus atau mendadak kusut antara aku dan dia, dia dan dia, dia dan mereka, aku dan mereka, dan lain sebagainya. sudahlah, tidak perlu dilanjutkan.

jadi, saat itu, saat masalah itu datang, aku lebih memilih untuk diam. mengapa???jawaban seorang anak SMA yang masih lugu, "karena aku tidak ditanya". terkesan pendiam sekali ya aku pada saat itu... mungkin diawal, dengan kediamanku 'terlihat' lebih memudahkan semuanya. tapi ternyata, menyisakan pertanyaan yang cukup besar di hati dan pikiranku, hingga beberapa bulan, bahkan beberapa tahun kemudian.
apakah seperti ini?
apakah seperti itu?
benarkah perkiraanku sekarang?
bagaimana ya seharusnya?
lalu, aku musti gimana?
daaaaan laiiiiiiiiiiinnnn sebagainyaaaaaaaaaa... yang belakangan kuketahui tidak hanya terjadi pada diriku, tapi juga dia, mereka...

hingga tiba saatnya kesempatan untuk mengklarifikasi itu datang. dan memang hal itu juga berawal dari keberanian untuk bertanya, dan keberanian untuk menjawab. sudah bukan saatnya lagi untuk diam, sudah bukan saatnya lagi untuk memendam sendiri, sudah bukan saatnya lagi untuk merahasiakan, karena memang hal ini tidak hanya menyangkut diriku, tapi juga dirinya, dan mereka.

taukah apa hasilnya???semua perkiraanku SALAH TOTAL!!!
akibat aku tidak ditanyai dan aku tidak memberi tahu karena tidak ada yang bertanya padaku, dia, mereka, menganggap yang terjadi adalah justru yang sebaliknya dari apa yang seharusnya.
dan bisa kau bayangkan apa yang aku rasakan saat itu, penyesalan. ya, penyesalan yang amat dalam. aku ingat betul saat itu aku sedang duduk mendengarkan kuliah, dan pengklarifikasian itu terjadi lewat sms, setelah aku tau semuanya, mata ini sempat berair. bukan, bukan hanya berair, beberapa tetes juga sempat menyentuh bumi, menyentuh jilbabku, membasahi rok yang ku kenakan, dan aku hanya bisa terdiam sambil menggenggam erat tangan sahabatku yang duduk disebelah kiriku. aku benar-benar menyesal.

right, cukup kilas baliknya.

dan sekarang, aku dihadapkan kembali pada masalah yang hampir sama. masalah yang cukup rumit, namun sebenarnya hanya perlu sedikit keberanian untuk bertanya, sedikit saja keberanian untuk menjawab, sedikit keberanian untuk berbicara, dan sedikit keinginan untuk mendengarkan.

aku tidak mau kesalahan yang aku perbuat tempo hari terulang, aku tidak mau hanya karena tidak ingin, hanya karena jaim, hanya karena mengkhawatirkan hal-hal yang belum terjadi, hanya karena takut apa yang disampaikan berbeda dengan apa yang ingin didengar, kebenaran yang seharusnya tampak itu sama sekali tidak terlihat. aku tidak mau hal itu terjadi lagi, aku tidak mau disebut bodoh, apalagi oelh diriku sendiri.

bicaralah, aku akan mendengarkan. nanti juga akan kusampaikan apa yang seharusnya kusampaikan.

Sekilas Tentang Bahasa Manusia

bahasa...
apa sih bahasa itu???
menurut seorang Bapak, pengurus pensiunan pegawai PJB UP Gresik--aku lupa namanya--bahasa adalah suatu kesepakatan. kalau aku dan kamu telah sepakat menyebut suatu benda berbentuk tabung tanpa tutup dengan sebuah pegangan disisinya dan biasa digunakan orang untuk memasukkan air minum kedalam mulut sebagai sebutan "gelas", maka itulah bahasa.

pentingkah suatu bahasa???langsung kujawab saja, dengan penuh subjektivitas, PENTING!!!
karena dengan bahasa, kita bisa berkomunikasi. dengan bahasa, kita bisa tau apa yang orang lain maksud, juga sebaliknya. mungkin terkait juga dengan manusia yang merupakan makhluk sosial, yang tidak mampu hidup sendiri, yang harus bersama-sama dengan orang lain, sehingga penggunaan bahasa itu sangat penting.


lalu mengapa ada berbagai macam bahasa di dunia ini???mengapa tidak dibuat sama saja semuanya???agar tidak ada kaum mayoritas karena bahasanya digunakan sebagai bahasa internasional, juga kaum minoritas yang bahkan tinggal beberapa kepala saja yang benar-benar menguasai bahasa tersebut. mengapa???
kalau untuk itu, ya jawabannya kembali lagi kepada definisi dari bahasa:kesepakatan. sekarang bayangkan saja, jaman dahulu, belum ada tv, belum ada hp, belum ada bb, belum ada teleconferrence, belum ada 3G, belum ada satelit, bahkan listrik pun masih mati nyala, bagaimana caranya seluruh umat manusia didunia berkumpul untuk menyepakati bahasa yang dipakai???sangat tidak mungkin. kalau orang jaman dulu (di Indonesia), mungkin menyebutnya takhayul, atau apalah istilah yang lebih keras lagi untuk sesuatu yang amat tidak mungkin.

berawal dari situ, maka muncullah berbagai macam bahasa, yang biasanya memang memiliki kecenderungan 'berdasarkan daerah masing-masing', karena, ya memang saya akui, lebih mudah untuk bersepakat dengan satu daerah saja, daripada satu dunia. tapi masalahnya, sebutan untuk daerah itu sendiri juga beranekaragam, ada yang luaaaaaaaaaaaass, ada yang sempiiiiiitt, ada yang banyak orangnya, ada yang hanya beberapa, bermacam-macamlah. ditambah lagi dengan negara yang memiliki banyak pulau dengan lokasi yang terpisah-pisah seperti Indonesia, bayangkan sendiri sajalah...

seiring dengan perkembangan jaman, semakin banyak ragam bahasa yang tercipta. hingga saat ini, jenis bahasa itu sendiri dikelompokkan menjadi dua, yaitu bahasa verbal dan non verbal. bahasa verbal merupakan bahasa yang kita pakai sehari-hari, melalui omongan, pembicaraan, intinya adalah yang kita utarakan secara langsung. sedangkan bahasa non verbal, secara singkat dapat diartikan dengan bahasa tubuh.

ada yang menarik dari bahasa tubuh ini. ternyata eh ternyata, proses komunikasi yang kita lakukan selama ini, perbandingan penggunaan dan efektifitas dari bahasa verbal dan non verbal adalah 20:80. dari hal tersebut pula, saya menyimpulkan sendiri, bahwa ternyata bahasa non verbal itu jauh lebih penting dan lebih 'jujur' daripada bahasa verbal. seperti pepatah, lidah itu tak bertulang. maka segala yang terucap bisa jadi dibolak-balikkan. namun bahasa non verbal???sayangnya tubuh itu memiliki tulang. jadi agak sulit kalau dibolak-balik (yang terakhir rada' maksa--jayus!!!)

tapi memang betul juga, dilihat dari pengalaman pribadi, bahasa tubuh itu dapat dibaca, dapat diartikan, dan juga dapat menunjukkan apakah yang sedang dibicarakan seseorang itu hal yang benar atau tidak, dan sebaliknya. namun menurutku, tidak semua orang memiliki kemampuan untuk dapat membaca bahasa tubuh. perlu latihan, perlu pengalaman, perlu pergaulan yang luas, perlu pengamatan yang cukup mendalam--kalau istilah di fotografi sih semacam "human interest" begitu.

berikut ada beberapa contoh bahasa non verbal yang sering digunakan, semoga bermanfaat...

1. Personal Space/Jarak Berdiri Antara 2 orang
menandakan Jarak yang menunjukkan jauh dekatnya suatu hubungan antara 2 orang

2. senyum
menandakan Perasaan orang sedang senang hati, nyaman, setuju

3. ekspresi muka
menandakan kondisi pikiran seseorang

4. open posture (postur tubuh yang terbuka, tidak menyilangkan tangan atau kaki)
menandakan Seseorang merasa terbuka, percaya diri

5. Tubuh condong ke depan ke arah lawan bicara
menandakan Lawan bicara ter tar ik pada pembicaraan kita

6. sentuhan
menandakan orang merasa mulai akrab

7. eye contact (lembut dan hangat)
menandakan Keterbukaan, apa adanya, terus terang

8. Anggukan kepala
menandakan Persetujuan, afirmasi, akrab, suka (terkecuali orang India, maknanya sebaliknya)

9. Meletakkan tangan seper ti ber topang dagu/menelpon dengan kepala dan badan tegak
menandakan Kondisi seseorang sedang menganalisa/menimbang pembicaraan orang lain

10. Mengangkat satu kaki dan kedua tangan di belakang kepala
menandakan Seseorang tengah merasa dominan, menantang, berkuasa

11. Menggaruk belakang kepala/leher
menandakan kesan bohong/ragu (Kesan lebih kuat jika muka dialihkan dari lawan bicara)

12. Menjulurkan tangan kepada lawan bicara dengan telapak tangan di atas
menandakan kejujuran, terus terang

13. Memukul tubuh sendiri (kepala, dahi atau paha)
menandakan sedang kelupaan atau menyalahkan diri sendiri

14. Tangan membentuk Piramid
menandakan Sikap percaya dir i, punya pendapat yang diyakini

15. Menguasai Gerakan Tangan (menggambarkan sesuai dengan perkataan)
menandakan Pembicara adalah orang yang berpikir secara visual

alright, mungkin itu saja sementara bahasa tubuh yang sering digunakan, terutama saat berbicara dengan orang lain. pelajari yang baik, kurangi atau bahkan hilangkan yang kurang baik, karena bahasa tubuh dapat menentukan mau jadi apa anda kelak,..(sedikit info, berdasarkan teman-teman yang sudah bekerja, saat wawacara kerja di perusahaan, bagian HRD-nya, biasanya amat sangat menguasai bahasa tubuh, dan bisa jadi merupakan penilaian yang sangat penting untuk menunjang keputusan mereka, dalam menerima anda atau tidak untuk bergabung dalam perusahaan)

...gud luck...

10 January 2011

...absurd...

72 jam yang luar biasa
saat ini, benar-benar aku dapat merasakan kalau bumi itu bergerak
bukan berarti waktu terasa berlalu begitu cepat,.. bukan,
hanya saja,..
sangat dinamis
pergerakan penempatan diri amat terasa dalam perubahannya
sampai-sampai tak tau pula sudah dimana aku berada saat ini
sudah jadi apa aku sekarang
sudah apa saja yang dapat kusentuh oleh tanganku yang hanya sekecil ini
tapi diri ini, tubuh ini, amat merasakan perubahan itu
kedinamisan yang terjadi
perputaran roda kehidupan yang seolah-olah mengahantamku kesana kemari
dan pertanyaan itu kembali muncul
apa yang aku mau???
bantu aku menemukan apa yang aku mau???

disetiap hati ada kehidupan
fitrah setiap nyawa yang akan selalu membawanya kedalam kebenaran
sekalipun banyak yang tak mampu ditangkap dengan rasionalitas manusia yang hanya sebatas tempurung kelapa
lalu kapan aku harus menggunakan intuisiku???
saat inikah???
sedikit mengkhawatirkan antara yang murni intuisi dengan permainan nafsu, atau perpaduan antara keduanya
sulit,.. sulit untuk membedakannya. aku benar-benar merasa kesulitan untuk itu

aku sudah merasa diperingatkan. bukan,.. mungkin lebih tepatnya ditampar keras-keras
aku tidak ingin memaksaNya untuk melakukan itu lagi
tapi aku juga tidak ingin membuatNya tidak melakukan itu lagi
lalu mauku apa?aku hanya punya dua pilihan itu

ingin sekiranya seperti yang disampaikan para pembawa acara dalam sebuah pertemuan
'untuk mempersingkat waktu...'
bisakah???

09 January 2011

24 Hours in Jogja

Pukul 23.57 WIJ (waktu Indonesia bagian Jogja) kereta api Malabar express telah suksess memarkirkan seluruh rangkaian gerbongnya di stasiun tugu Jogja. Saatnya aku turun…
Setelah menunggu beberapa detik lamanya sambil memperhatikan kereta-kereta berhilir mudik dengan asyiknya (kayak banyak-banyak’o keretae), akhirnya jemputanku datang juga. Senangnyaaa,.. ada temannya lagi. Setelah kurang lebih 8 jam sendirian di kereta. Alhamdulillah… 

Berkeliling sebentar di Malioboro, cukup ramai untuk ukuran jam 12 malam lebih sedikit, thunder hitam itu akhirnya memilih untuk memarkirkan dirinya di alun-alun selatan kota jogja.

05 January 2011

parkir ato pajak????

pertanyaan seperti judul diatas belakangan semakin sering aku ajukan pada diri sendiri.
nih sekarang yang lagi musim parkir kendaraan ato pajak kendaraan ilegal???
heran deh, dan sempet sebel juga.
berasanya sekarang ini punya kendaraan sendiri (baik roda 2 maupun 4) bukannya ngirit malah bikin kantong seret. gimana nggak???
belanja di minimarket, bayar parkir.
beli makan di kaki lima, bayar parkir.
ngewarnet, bayar parkir.
yang lebih parah lagi, ambil ATM doank ntu musti bayar parkir!!!

04 January 2011

Ijen on Vacation

Awalnya berencana menghabiskan tahun baru di malang. Tapi entah kenapa tiba-tiba mas abib dan mas deni ngajakin ke ijen. Weww..boleh juga tuh rasanya. Setelah itu aku juga ngajak lia (temen seperjuangan hiking-ranger kunink) buat ikutan juga. Dan akhirnya, berangkatlah sekawanan power ranger, yang terdiri dari aku, lia, mas abib, mas deni, dan mas aris.

Berangkat hari jumat, 31 desember 2010 dari sudimoro 1A jam 10 pagi, kami naik angkutan ABG jurusan terminal arjosari. Setelah itu, kami naik bis jurusan probolinggo-jember dengan tariff Rp 12.000 saja (harusnya tarif normal 14 ribu, tapi karena ditawar dan berhasil, ya sudahlah.. )
Ditemani hembusan angin kencang karena kita duduk di deretan belakang dekat pintu yang terbuka lebar dan supir yang ugal-ugalan, setelah menghabiskan waktu sekitar 2 jam, sampailah kami di terminal Probolinggo, dan kami harus turun dan ganti bis.

Kemudian perjalanan kami lanjutkan dengan menaiki bis jurusan Bondowoso.

Kali ini perjalanannya cukup panjang, dengan bis yang penuh sesak, pedagang asongan dan pengamen yang silih berganti, jalan yang berputar-putar naik turun bukit, cuaca yang sedikit hujan juga, akhirnya dapat mengantarkan kami dengan selamat sampai di terminal Bondowoso, dengan ongkos 14ribu saja. Benar-benar murah meriah.

Sesampainya di terminal bondowoso, kami menghadapi beberapa kendala. Ternyata angkutan yang mengantar penumpang ke Sempol (pos ke 2 dari akhir sebelum sampai di wisata kawah Ijen) hanya beroperasi jam 6 pagi. Selain itu, sebagian besar orang yang kami temui di sana berbahasa Madura, yang bisa dipastikan tidak ada satupun dari kami yang menguasainya. Pada saat seperti itu, saat kami kebingungan mencari orang yang bisa kami jadikan tempat berkeluh kesah atas kebingungan kami, datanglah sang juru penyelamat. Seorang supir dengan bahasa Indonesia yang logat maduranya amat sangat kental menawarkan untuk mengantarkan kami berlima ke lokasi kawah ijen langsung dengan tarif 450ribu dengan menggunakan bison. Kami tersenyum miris mendengar hal itu. Namun akhirnya setelah diperhitungkan setengah matang (tidak bisa terlalu matang, karena posisi kami berlima benar-benar tidak tau apa-apa, jadi kami berpikir percuma saja terlalu mempertimbangkan semuanya) kami memutuskan untuk mengambil tawaran bapak supir tadi, dengan catatan, kami diajak berkeliling kota Bondowoso terlebih dahulu.


Tempat pertama yang kami singgahi, ATM bank mandiri. Hal itu harus kami lakukan, mengingat 450ribu tadi benar-benar berhasil membuat kita berlima kere hore. Untungnya lia masih punya cadangan uang di atm, jadi bisa lah digunakan sementara. Selanjutnya, alun-alun kota. Mengapa kami memutuskan kesana? Karena sedari pagi kami semua belum makan.

Alun-alun Bondowoso tidak berbeda jauh dengan alun-alun kota yang lain. Berbentuk kurang lebih persegi, yang disekelilingnya dipagari tanaman-tanaman dan pohon berwarna hijau, asri sekali. Disalah satu sisinya, ada bangunan permanen seperti tenda yang berjajar rapi, yang tiap standnya menjual berbagai macam makanan, mulai dari makanan berat seperti nasi goreng, lalapan, soto, mie ayam, rawon, dll, hingga makanan kecil seperti cenil, gorengan, martabak telur, roti bakar, terang bulan, dll. Disana juga banyak orang menjual trompet, dan suasananya sedikit ramai dan bising karena ada panggung musicnya juga dalam rangka perayaan tahun baru. Selanjutnya, aku dan lia memilih menu nasi lalapan lele+tempe. Sedangkan para arjunanya entah makan apa, karena kami memutuskan untuk mencari tempat makan sendiri-sendiri. Sekitar jam 6 sore, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan ke lokasi kawah ijen, namun sebelumnya kami membeli gorengan terlebih dahulu, mengingat perjalanan setelah ini akan memakan waktu cukup lama, sekitar 4 jam perjalanan.


Hujan, jalanan aspal, jalanan berbatu, tanjakan, turunan, menemani kami sepanjang perjalanan. Setelah melewati beberapa pos, sampailah kami di lokasi, Paltuding. Ternyata benar-benar jauh seperti yang ku bayangkan sebelumnya. Lokasi tersebut malam itu sangat ramai. Di bagian depan, ada lapangan tempat menyalakan api unggun, lalu ada semacam panggung music juga, walaupun bukan band beneran yang nyanyi, Cuma lagu-lagu yang diputar dari kaset. Setelah itu, agak kedalam, ada tempat parkir baik sepeda motor maupun mobil yang disekelilingnya terdapat kamar-kamar penginapan, mushola, warung makan, toilet, juga pos keamanan. Dan tempat yang kami singgahi pertama kali adalah warung makan.


Tahun baru di Ijen tidak terlalu istimewa, hanya tepat jam 12 malam semua lampu dimatikan, lalu ada beberapa kali kembang api yang ukurannya tidak terlalu besar, dan hanya berlangsung sekitar 10-15 menit. Setelah itu, suasana normal kembali. Kemudian kami memutuskan untuk tidur di teras warung makan yang kami tempati sedari tadi, dengan beralas dan berselimut sleeping bag yang kami bawa. Alhamdulillah…

Sekitar jam 4 pagi kami bangun. Setelah berkemas-kemas dan makan pisang goreng sedikit, kami langsung memulai perjalanan menuju ke kawah Ijen.
Jalur yang kami lalui berupa tanah dengan batu-batuan kecil yang cukup rata dan lebar, dan bisa kupastikan mobil-mobil sejenis jeep dan kawan-kawan dengan four wheel drive pasti akan nyaman jika melalui jalur itu. Nantilah, suatu saat, aku akan kesana lagi dengan mengendarai mobilku sendiri.hehe.. 

Menurut informasi, dari Paltuding ke kawah Ijen berjarak 3 km, dan menghabiskan waktu 1 jam pulang pergi, dan di setiap 100 meter, ada informasi mengenai jarak yang sudah di tempuh. ½ km pertama jalan yang kami lalui cukup datar, kalaupun ada yang menanjak, tidak terlalu curam. Awalnya ku kira jalannya akan seperti ini saja, tapi ternyata aku salah. Setelah melewati dua pos peristirahatan dan jalan yang sedikit memutar ke kanan dan menurun, kami langsung dihadapkan pada tanjakan. Masih tetap di jalur yang sama, makin lama jalanan makin menanjak dan berbelok-belok. Setelah menghabiskan waktu hampir 1 jam, akhirnya sampailah kami di pos tempat peristirahatan penambang belerang. Setelah beristirahat sebentar dan mengambil beberapa gambar, kami melanjutkan perjalanan kembali.

Setelah jalanan menyerupai tangga, tanjakan yang cukup curam dan berbelok-belok, kemudian berubah menjadai datar dan cenderung menurun, akhirnya sampai juga kami di kawah ijen. Sayang, cuaca saat itu tidak telalu bersahabat, akibatnya kami tidak dapat melihat langsung kawah dari gunung ijen tersebut, hanya tercium bau belerang yang sesekali sangat menyengat dan membuat hidung dan tenggorokan sedikit sakit.

Berharap kabut akan sedikit hilang apabila sudah agak siang, kami memutuskan untuk menunggu sambil berfoto ria. Namun sayangnya kabut tidak juga menipis, malah makin betah menghalangi pandangan kami. Akhirnya setelah puas berfoto-foto, kami memutuskan untuk turun. Tidak lupa, kami membeli beberapa belerang yang sudah dicetak dengan bentuk bermacam-macam. Ada yang dibentuk seperti stalakmit dan stalaktit di dalam gua, tokoh-tokoh kartun, serta hewan-hewan seperti kura-kura, kepiting, dan lain sebagainya.










Sekitar jam 9 pagi, kami sampai di bawah, di Paltuding lagi. Setelah mengisi perut, kami memutuskan untuk pulang karena kami harus mengejar jadwal kereta jam 2 siang. Sedangkan dari Paltuding ke stasiun Karang Asem di Banyuwangi menghabiskan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Ditemani mobil jeep four wheel drive tahun 1978 carteran dengan ongkos 200ribu (lagi-lagi berlagak jadi orang berduit), setelah melewati penangkaran tawon, kebun kopi, dan kebun cengkeh, akhirnya kami sampai juga di stasiun Karang Asem.


Sempat kebingungan juga untuk memutuskan bagaimana cara kami agar bisa sampai di Malang dengan selamat dengan keterbatasan dana dan jadwal kereta ke Malang yang hanya ada jam 6 pagi, akhirnya kami memutuskan untuk naik kereta jurusan Probolinggo dengan ongkos 18 ribu/kepala, kemudian dilanjutkan dengan naik bis jurusan Probolinggo-Malang dengan tariff 14r ribu/kepala (untuk kali ini negosiasi gagal, tidak ada diskon.hahha…). dan, tepat jam 10 malam tanggal 1 Januari 2011 kami sampai di Sudimoro 1A dengan selamat tanpa kurang suatu apapun kecuali kantong kosong mlompong tanpa ada selembar atau bahkan sekeping uangpun serta bukti transaksi utang piutang.hahahahaha...


Luar biasa. Tapi tunggu saja, suatu saat nanti, aku, dan kami semua, akan mengulang perjalanan itu lagi, dengan manajemen yang lebih baik, sambil menunggu salah seorang dari kami memiliki salah satu four wheel drive yang dapat mengantar kami sampai ke puncak!!!

Wisata Religi Arjuno (part 2)

WISATA RELIGI ARJUNO (part 2)

“sudah dekat kok mas, setelah ketemu pohon-pohon besar itu pos Eyang Semar”, kata ibu-ibu yang kami temui. Setelah itu, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Benar saja, tidak lama kemudian, kami mulai memasuki hutan yang agak lebat, dengan pohon-pohonnya yang agak besar. Lalu tidak lama berselang, mulai terdengar suara-suara orang sedang mengobrol, suara-suara berisik, diikuti dengan mulai terlihatnya beberapa pondokan. Yeahh,.. sampai juga di pos 4, Eyang Semar. Seperti yang disampaikan oleh Bapak-bapak di pos 2, di pos ini sama sekali tidak diijinkan mengambil gambar. Baiklah kalau begitu, aku akan coba mendeskripsikan.