30 July 2011

Kepingan Perjalanan: Pendakian Gunung Agung (part 2)

sebelum membaca bagian yang ini, ada baiknya teman-teman membaca part 1-nya dulu yahh.. silahkan klik DISINI

Senin, 29 Desember 2008
Setelah selesai sarapan, kami segera berkemas. Agar bisa segera sampai di pos batu tulis, dan juga puncak pastinya. Walaupun saat itu kami tetap tidak tau, masih seberapa jauh lagi kami harus berjalan.
Perjalanan kala itu, formasinya tidak terlalu banyak berubah, Pandu dan Bang Ogep didepan, disusul Gusti, aku, Mas Abib, Mas Tob, dan yang terakhir Koko. Perjalanan pagi itu, pastinya jauh lebih mudah dan cepat, karena kami tidak perlu bergantian untuk menggunakan senter. Ditambah sebelumnya sudah mengisi ‘bahan bakar’, jadilah kami semakin bersemangat.

Jalurnya masih tetap sama, batu-batu kecil, tanah, lereng-lereng mulai yang agak landai hingga terjal dan curam. Oia, aku jadi ingat, penduduk sekitar gunung Agung ini, sangat membanggakan keberadaan gunung yang satu ini lohh *ya iyalaahh, masak gunung sendiri dijelek-jelekin???*. katanya, gunung agung ini jalurnya menyerupai beberapa gunung yang ada di Pulau Jawa. Dan ternyata memang benar, setauku, sepanjang perjalanan hari sebelumnya hingga pagi itu, kami sudah melalui berbagai macam medan, yang mirip dengan beberapa gunung di Jawa. Sebut saja bukit berpasir Mahameru, tebing terjal gunung Penanggungan, serta sederet tanah basah super licin seperti di perjalanan menuju ke pos lembah kidang di gunung Arjuno. Kata bang Ogep juga, trek di gunung Agung tersebut mirip dengan gunung Ciremai yang ada di Jawa Barat. Aku sih gak ngerti gunung Ciremai itu seperti apa, belum pernah kesana soalnya. Tapi katanya kurang lebih sama, dengan hutan yang masih sangat alami, serta jalur yang selalu menanjak. Yapp,. Sepanjang perjalanan aku gak menemukan adanya jalur yang landai, apalagi menurun. Sama sekali gak ada.

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu setengah jam, akhirnya kami sampai di suatu tempat yang cukup luas, dengan pohon-pohon yang sudah sedikit. Diujung jalur tersebut, ada tebing yang sangat tinggi dan besar. Kalau dari tempat kami berdiri saat itu (yang tadi aku bilang cukup luas) sepertinya jalur selanjutnya harus memutari tebing, karena memang dari jauh tidak terlihat jalur yang harus kami lalui.

Akhirnya kami memutuskan untuk beristirahat, dan entah kenapa, dengan berbagai alasan dan argument, akhirnya kami menyepakati bahwa tempat itulah yang disebut dengan pos Batu Tulis. Tau alasannya?

27 July 2011

hidangan pembuka, bisa jadi strategi bisnis

Hidangan pembuka, atau istilah yang lebih keren adalah appetizer, berdasarkan kamus bahasa inggris yang aku punya, artinya adalah sesuatu yang dimakan atau diminum yang bertujuan untuk merangsang atau meningkatkan selera makan. Kalau berdasarkan ilmu yang aku dapat dari dunia perkuliahan, seingatku *ini seingatku, maklum, mahasiswa semester tua :P*, hidangan pembuka itu, selain untuk meningkatkan nafsu makan, juga ada tujuan lain, yakni memberikan ‘WARNING’ kepada saluran pencernaan kita, agar bersiap untuk bekerja *bekerja mencerna makanan maksudnya*. Dari meja perkuliahan juga, aku tau bahwa hidangan pembuka biasanya memiliki rasa yang asin atau gurih, dengan porsi yang tidak terlalu banyak. Kenapa gurih? Nahh,. Ini yang aku benar-benar lupa. Seharusnya ada alasan yang lebih ilmiah daripada sekedar “karena makanan yang memiliki rasa asin atau gurih itu dapat merangsang atau meningkatkan nafsu makan”. Kalau tidak salah, ada hubungannya dengan hormon serotonin didalam tubuh. Ehhh.. istilah apa itu??? Hmmm.. aku tidak mau membahas. Kalau ingin tau, kuliah saja di jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Oke??? Sip. Yang penting, poinnya adalah makanan yang gurih atau asin itu dapat merangsang dan meningkatkan nafsu makan. Tidak percaya? Coba saja sendiri.

Mungkin hidangan pembuka tidak terlalu populer di Indonesia karena memang sebagian besar pola makan masyarakat Indonesia, lebih sering mencampurkan segala jenis bahan makanan kedalam satu piring, serta menyantapnya sekaligus secara bersama-sama. Menurutku, tidak ada yang salah dengan pola makan yang seperti ini. Selain lebih simpel, gak ribet, juga pastinya lebih murah dari segi ekonomi. *Yakkk.. jiwa anak kos ku muncul juga ^^*

Lalu, apa hubungannya hidangan pembuka dan strategi bisnis???

26 July 2011

my second blog award

http://www.emoticonizer.com
beberapa hari yang lalu, ada chat di shoutmix yang bilang kalo aku dapet award. yeeeeyyy... seneng bangetts. setelah sekian lama, akhirnya bisa dapet award lagiiiii... walopun enggak tau kenapa kok aku yang terpilih >,<

ahh,. sebodo amat dehh. yang penting dapet. trimakasih buat Ujichan yang udah bagi-bagikan awardnya ke akuuu.. http://www.emoticonizer.com

daaann,. ini dia awardnyaaaaa... ^^


kalo berdasarkan Ujichan sih, gak ada aturan buat bagiin blog ini ke siapa. jadi bingung gimana mau baginya. hemmmm,.. *mikir sambil mojok* http://www.emoticonizer.com


25 July 2011

aku berterimakasih dalam diam

“salah satu keindahan di dunia ini yang akan selalu dikenang adalah ketika kita bisa melihat atau merasakan sebuah impian menjadi kenyataan”
Donny Dhirgantoro-5 cm

Mimpi itu menyenangkan
Mimpi itu mengharukan
Terutama saat hal tersebut tak layak lagi disebut mimpi
Ya,.. karena mimpi itu sudah terwujud,
Dan berubah gelar menjadi kenyataan

Saat-saat paling indah didunia, menurutku,
Adalah dimana kita sedang berusaha meraih mimpi
dan mewujudkan segala apa yang diingini

Aku ingat perkataan seorang teman, sore itu
Saat masih belum terpikir akan membahas tentang apa di tugas akhir nanti
Dan dia, hanya menjawabnya dengan singkat.

“pilih bahasan dari mata kuliah yang paling kamu suka”

Sederhana bukan? Dan belakangan aku baru menyadari, sebagian, sebagian besar dari perkataan teman tersebut, merupakan cikal bakal terwujudnya mimpi ini.

Satu titik sederhana dari seseorang, untuk mengikrarkan sebuah mimpi, kukira berasal dari rasa suka. Rasa suka yang sedikit-demi sedikit semakin besar, hingga muncul hasrat dan keinginan tentang suatu hal. Terus menerus seperti itu, hingga pada akhirnya setelah cukup keberanian digenggam, terikrarlah mimpi itu dengan lisan,.

Aku bilang keberanian. Karena memang bermimpi tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Butuh jiwa yang besar, yang tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi kegagalan
Butuh imajinasi yang sangat liar, agar mampu menaklukkan puncak penghalang itu
Dan juga Butuh pengorbanan yang tak hanya sebatas fisik dan materi

Aku senang, sangat senang
Saat-saat dimana gelisah menguasai diri, karena dosen tak kunjung datang, serta telpon dan sms pun tak terbalas
Aku senang, saat melihat senyumnya, sambil mengambil pensil kayu dan membuat beberapa lembar kertasku kacau balau
Aku senang, saat nama beliau muncul dihandphoneku, dan hanya sekedar berucap,
“saya sudah di lab. Biokimia, lantai 1”

Tida rugi rasanya, sama sekali tidak merugi
Tiga kali liburan semester berturut-turut kulewatkan begitu saja untuk semua ini
Tiga rim kertas *dan akan bertambah lagi* yang kuhabiskan hanya untuk menyelesaikan satu tugas ini
Satu botol penuh tinta hitam, juga menjadi saksi
Tuts keyboard yang Alhamdulillah tidak pernah bosan ku grayangi

Ada kalanya lelah, muak. Dan hanya bisa mencaci diri sendiri
Saat-saat dimana mimpi hanya terkesan sebuah khayalan
Pasti, pasti ada, dan akan terus ada masa-masa seperti itu
Namun, sepertinya memang hal itulah yang menjadikan semua ini indah
Ya, dan sekali lagi, saat-saat terindah itu memang saat ini…
Ahh,. Bukan, jauh sebelum saat ini
Bahkan saat apa yang ada didepan mata hanya kabut
Tak tampak sedikitpun jalan setapan barang sejengkal
Semua gelap
Semua semu
Hanya angan-angan yang tak berdasar
Saat itulah keindahan ini dimulai

Hanya sembah sujud yang mampu kuhaturkan
Ditengah suasana yang kian lengang
Awalnya sama sekali tidak terasa
Hanya ada ramai beberapa teman memberikan selamat dan dukungan
Tapi perlahan mereka pergi
Disini, tinggal aku sendiri
Tidak ada senyuman, tidak ada candaan, tidak ada riuh kegembiraan
Aku berterimakasih dalam diam
Perlahan, semakin membanjiri kain putih ini,
Hanya bisa tertunduk dan bersyukur atas apa yang sudah diberi
Seketika, semua semakin terlihat indah
Jauh lebih indah dari sunrise pagi itu
Jauh lebih indah dari samudra langit kala itu
Jauh lebih indah dari siluet sore itu
Sangat-sangat jauh lebih indah
Kau tau kenapa?
Karena keindahan ini tak mampu tertangkap oleh pandangmu yang hanya sebatas itu

~Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatika~

“I’m not a doctor, I’m not a nurse.
I’m a dietitian, but we are working together”
Ini, kata seorang dietitian wanna be… ^^

This is My Day

akhirnya hari ini datang juga
setelah sekian lama hanya bisa berharap
tidak lama lagi salah satu yang aku ingin menjadi nyata
menjadi salah satu bagian dari hidupku,
tidak hanya bertengger di daftar keinginanku

ahh,. yang baik itu selalu datang tepat pada waktunya
tidak kurang atau tidak lebih sedetikpun
semoga ini juga memang yang terbaik untukku,

*sambil memandangi foto wisuda yang bertengger disebelah leptong*

sidang komprehensif armae:
senin, 25 Juli 2011 jam 10 di Lab. PK Fakultas Kedokteran UB 

mohon doanya yah teman-teman ^^

24 July 2011

Ini baru namanya optimis...!!! ^^

PERINGATAN!!! ini postingan bener-bener gak penting!!!http://www.emoticonizer.com

well,. hari senin yang lalu, (tanggal 18 juli *kalo gak salah*) aku, Lintang, Aryni, Oby, sama Ncil, poto-poto di Studio. what for??? yudisium laaahhhh *padahal aku belum sidang komprehensif, uda pede aja mau foto-foto*. tapi sebodo amat. ini namanya optimis. optimis kalo bakal lulus. optimis kalo bakal sidang secepatnya. pokoknya segala macam optimis lah. hehe... http://www.emoticonizer.com

sebenarnya rada' aneh juga sih dengan acara poto-potoan ini, soalnya pas aku tanya ke temen yang kuliah di UM (Universitas Negeri Malang.red), gak pake tuh acara foto pake baju Nasional. tapi di tempatku (Universitas Brawijaya.red), setiap mahasiswa yang mau lulus, musti nyerahkan foto dengan ketentuan:
cowok : foto pake jas hitam dan dasi *lupa warnanya apa*
cewek: foto dengan busana Nasional. gak harus kebaya sih. dan awalnya niat pake baju bodo *baju adat sulawesi* tapi gak jadi deee... hehe.

dan akhirnya, kami berlima (sudah kusebutin diatas siapa aja berlima itu), memutuskan untuk foto di studio V3 *bacanya fitri yah sayyy...*. yaaaa, hari senin itu. dan ceritanyaaaa, disini mau pamerin hasil fotonyaaaa. tapi bukan foto dari studinya. melainkan hasil jepretan dari si sony. sebenernya rada' malu juga pajang sih foto. tapi gak papa laaahhh,. sapa tau ntar ada 'pencari bakat' yang liat postingan ini, terus jadiin salah satu *ato semua* dari kami model. hahahah.. #plakkkk http://www.emoticonizer.com

yawes, gak usah banyak cing cong. ini dia foto-fotonyaaaa...

22 July 2011

kripik tempe Bu Noer

kali ini mau ngomongin makanan lagi. tapi ini bukan dari Gresik, melainkan dari Malang. buat yang sudah pernah ke Malang, pasti tau kripik tempe donk??? yapppzzz.. ini adalah salah satu oleh-oleh khas dari kota Malang. walaupun di tempat lain sekarang sudah banyak banget yang produksi kripik tempe, tapi tetep aja, pusatnya dari Malang. oke??? oke dehh,. gak boleh protes yah yang dari daerah lain. hehe...

seminggu yang lalu (tanggal 11 sampai 15 juli 2011) aku mengikuti training yang diadain sama dosen dikampus. yahh,. itung-itung ngisi waktu luang, sambil nunggu ujian skripsi *gayanyaaaaa ni orang -_-". training tersebut judulnya TRAINING FOOD SAFETY FOR NUTRITIONIST, yang terlah berhasil dilaksanakan atas kerjasama antara Jurusan Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan ICD SEAMEO RECFON Universitas Indonesia. kayaknya keren yah.. tapi gak akan kubahas disini kok. tenaaaang, selain pastinya akan sangat membosankan, bahasannya juga terlalu 'nutritionist', enggak enak deh pokoknya. lagian aku juga bingung kalo cerita tentang training itu bakal seperti apa.

well,.. lalu hubungan antara training dengan kripik tempe apa donk???

ada banget laaaahh,. jadi di salah satu sesi training tersebut, peserta diajak berkunjung ke tempat produksi makanan. dan kelompokku saat itu, kebagian berkunjung ke Kripik Tempe Bu Noer. yeyyyyy... :D. dan,. oke,. ini liputannya dari TeKaPe. cekidottt...

18 July 2011

Kepingan Perjalanan: Pendakian Gunung Agung (part 1)

selamat hari senin semuanyaaaa^^

akhir minggu kemarin kemana aja? ahh,. aku hanya pulang ke Gresik saja. ada acara soalnya. kakak, saudara jauh mengadakan prosesi lamaran. hmmm,. semakin kesepian saja diriku. kakak kakak yang biasanya menemaniku bermain, mengobrol, sekedar jalan-jalan di alun-alun atau membuat sate bersama pada saat hari raya Idul Adha, sekarang mulai sibuk sendiri-sendiri. sibuk mengurus suami baru, rumah baru, keluarga baru, dan sebagainya. jadi ingin cepat punya suami jugak.. *lhoh??? oke, lupakan!!!

oia,. sekedar memberitahukan saja. pendakian ke Gunung Agung ini merupakan cerita lama, lamaaaaa sekali, jauh sebelum aku punya si PopCorn ini. jadinya kenangan tentang kegiatan tersebut *juga kegiatan-kegiatan yang lain* hanya terekam di otakku. namun setelah punya PopCorn, serta mencatat semua perjalanan-perjalanan yang kulakukan selama ini, jadi pengen juga mencatat perjalanan-perjalanan sebelumnya disini. minimal, untuk membantu mengingat-ingat, kalau memang tiba-tiba aku terserang demensia dini *na'udzubillah...*. hmmm,. sebenarnya tujuan utamanya bukan itu sih, tapi ya memang ingin berbagi saja, berbagi pengalaman, berbagi cerita, syukur-syukur kalau postingan ini bisa memberikan manfaat untuk pembaca. ya kan??? amiiiiiin,. insyaAllah...

sebelumnya aku mau minta maaf juga, mungkin catatan perjalanan kali ini tidak selengkap dan sedetail catatan perjalanan sebelumnya. maklum, kejadiannya sudah hampir tiga tahun yang lalu, dan aku sama sekali tidak punya catatan tentang itu. hanya dibantu oleh foto-foto yang ada di Leptong, sambil mengingat-ingat momennya dan tanggalnya,. dan, ini dia....

perjalanan waktu itu, dimulai pada hari Sabtu, 27 Desember 2008
perjalanan dimulai dari Malang, dan merupakan perjalanan pertamaku menjadi 'Ranger Pink' sendiri *Pink disini melambangkan cewek, jadi maksudnya cewek sendiri gitu*. sekitar jam tiga sore, kami ber enam (aku, Mas Tob, Koko, Pandu, Mas Abib, dan Gusti) berangkat dari kosnya Pandu, menuju ke stasiun kota baru Malang. dari stasiun tersebut, kami naik kereta Ekonomi jurusan Banyuwangi. tau kan kereta Ekonominya Indonesia seperti apa,.. tidak ada pembagian tempat duduk yang jelas. siapa cepat dia dapat. yang kuat berkuasa, yang lemah terlupa. tapi alhamdulillah, saat itu kami dapat tempat yang sangat nyaman. duduk dikursi yang sederet isi tiga orang, jadi tepatlah kita berhadap-hadapan sejumlah enam orang. aku masih ingat bagaimana pandangan orang-orang saat melihatku 'berbeda' sendiri dengan yang lain. mau dibilang cewek nakal, tapi berjilbab. dibilang cewek bener-bener, tapi temennya cowok semua. mana tampangnya kayak preman pasar pula. ahh,. sebodo amaaat,.. nikmati saja perjalanan yang masih berjam-jam itu.

12 July 2011

aku benci klakson...!!!

Si Item, (Supra Fit warna hitam dengan stripping merah 100 cc keluaran tahun 2005) yang sudah menemaniku selama lebih dari lima tahun (dan semoga akan terus berlanjut), rasanya sudah tidak layak lagi untuk disandingkan dan ditandingkan dengan motor-motor jaman sekarang yang sudah penuh dengan variasi dan perbaikan. Kampas remnya, sudah tidak terhitung berapa kali diganti. Bahkan pernah sampai terbakar karena terlalu panas saat kubawa mendaki ke gunung Bromo, hingga poros velg belakangnya gosong dan warnanya tidak bisa kembali seperti semula. Rantainya, sudah pernah diganti sekali. Busi, antara 3-4 kali, aku lupa. Ban luar sih belum pernah diganti, tapi sudah mulai halus, terutama ban belakang. Beberapa waktu yang lalu, sempat mengganti cakram dan bearing ban depannya. Lalu ban dalam bagian belakang menyusul pula minta diganti. Pas mbengkel terakhir, orang bengkel bilang kalau air akinya hampir habis, tapi untung sudah diisi lagi. Spion sudah ganti tiga kali, sekali hilang, sekali patah karena jatuh, dan sekali karena yang lama kualitasnya tidak terlalu bagus hingga bayangan yang dihasilkan pun jelek. Kilometernya sudah tiga puluh delapan ribu lebih, dan beberapa waktu yang lalu kabel speedometernya pernah putus, tapi tidak lama kemudian langsung aku ganti dengan yang baru. Tapi kalau masalah klakson, aku berani adu nyaring dengan motor baru sekalipun. Kenapa? Karena memang jarang sekali ku pakai.

Entah kenapa, sejak dulu aku tidak suka membunyikan klakson. Sangat tidak suka, kecuali pada saat-saat yang sangat mendesak dan sangat diperlukan, terutama bila berhadapan dengan kendaraan-kendaraan besar yang benar-benar tidak mau kalah dengan ‘rakyat jelata’. Jadi bisa dipastikan, aku sangat jarang—seminggu sekali pun belum tentu—membunyikan klakson, apabila sedang didalam kota *karena biasanya bertemu dengan kendaraan besar hanya pada saat perjalanan dari Malang ke Gresik atau sebaliknya.

Well,. Kalau aku tidak suka menggunakan klakson motorku, bisa kamu tebak kan bagaimana reaksiku kalau mendengar ada bunyi klakson?

11 July 2011

bukan saatnya berjiwa sosial

Jumat 8 juli 2011, jam setengah empat sore,..

Di terminal Arjosari, sedang memilih-milih bis untuk kunaiki. Pilihannya ada tiga, bis jurusan Osowilangun, yang sangat memudahkan perjalananku karena berhenti di terminal yang sudah cukup dekat dengan Gresik dan ongkosnya tidak terlalu mahal—tapi sayangnya pada saat itu tidak ada; bis jurusan terminal Purabaya kelas ekonomi; serta bis jurusan yang sama dengan kelas bisnis. Ongkosnya? Selisih dua kali lipat!!! Setelah berpikir sesaat, akhirnya aku memilih untuk menaiki bis kelas ekonomi. Selain karena uangku yang sangat terbatas, aku melihat bis ekonomi yang sedang menunggu penumpang saat itu ada ACnya. Ya sudah, naik sajalah.

Memilih duduk dibangku deretan belakang, bersama seorang ibu yang sedang memangku anak laki-lakinya. Hmm,. Bayanganku tentang menikmati perjalanan sambil mendengarkan greyss bernyanyi serta menikmati kue terangbulan yang sudah kubeli dijalan tadi, terasa menyenangkan. Tapi sesaat sebelum bis berangkat, banyak penumpang yang masuk dan berdesak-desakan didekat pintu. Ada beberapa penumpang yang memilih untuk turun dari bis setelah tau tidak ada kursi yang kosong, tapi tidak sedikit juga yang tetap bertahan didalam bis dan memilih untuk berdiri. Dan bis pun mulai melaju. Pelan.

Ternyata tidak berhenti sampai disitu. Di pintu keluar terminal, masih banyak penumpang yang dipersilahkan masuk oleh bapak kondektur, sekalipun situasi didalam sudah sangat penuh sesak. Begitu pula dipertigaan, di depan pasar Singosari, hingga di depan pasar Lawang. Barulah setelah keluar dari Kabupaten Malang, bapak kondektur tersebut menutup pintu dan mulai meminta ongkos dan memberikan karcis pada penumpang.

Sempat terpikir untuk berdiri dan memberikan kursiku pada seorang ibu yang berdiri disebelahku. Kuperhatikan, beberapa kali ibu itu memandangiku, mungkin berharap aku akan memberikan kursiku padanya. Kemudian aku perhatikan disekitarku, dikursi depanku, ada juga laki-laki yang kurang lebih sebaya atau sedikit lebih tua dariku bersama seorang wanita, mungkin kekasihnya, yang sedang asik mendengarkan lagu dari hp. Yah,. Jiwa egoisku pun muncul, kenapa aku harus memberikan kursiku? Sedang mereka tidak. Salahkah aku berpikir seperti itu? Aku jadi ingat beberapa waktu lalu, berkali-kali malah. Saat perjalanan dari Gresik ke Malang di awal minggu, pasti bis juga penuh sesak. Aku sudah lupa berapa kali aku harus berdiri karena tidak kebagian tempat duduk, sambil membawa tas ransel yang lumayan berat dan besar. Dan saat itupun tidak ada seorangpun yang menawariku tempat duduk. Lalu kenapa saat ini aku harus memberikan kursiku pada orang lain?

07 July 2011

prucil

hari yang sama, kebiasaan yang sama, seperti jumat jumat sebelumnya, meninggalkan kota Malang yang mulai beranjak menjadi kota pesisir menuju Gresik yang sudah sejak lama menjadi kota pesisir. berharap akhir minggu ini bisa sedikit beristirahat di rumah, berteman kasur dan kipas angin, serta alunan merdu sang winamp di leptong. ahh,.. dijalan tidak sabar juga rasanya. macet dimana-mana, klakson brisik, bis yang penuh sesak. dan terminal yang sudah menanti. dengan sedikit usaha lagi, sampailah dirumah tercinta...

---tapi semua kacau---

gak ada yang bilang kalo mereka datang. gak ada yang bilang kalo mereka lagi liburan. gak ada yang bilang kalo mereka bakal menginap dan mengambil jatah tempat tidurku. aaarggggghhhh,...
jangan marah dulu, mereka gak seburuk apa yang kamu kira. mereka perempuan semua, tiga ekor, dengan masing-masing rambut sebahu. dan semua lurus. satu berbentuk bulat dengan pipi tembem, satu agak gelap dengan lesung pipi dan tubuh yang cukup ideal untuk anak seusianya, satu lagi seperti keturunan cina, yang tidak punya rasa takut sama sekali. anak dari saudara jauh, yang biasa kupanggil 'mbak'. terkadang memang datang, dan itu membuat rumah jadi riang, tapi sepertinya tidak untuk saat ini, setelah semua bayang-bayang di bis tadi.

sibukkan diri dengan membaca, tapi si prucil itu (ini sebutanku untuk mereka) malah sibuk menonton FTV. saat menjelang maghrib, ku ajak mereka mengaji bersama. sempat sedikit kewalahan, tapi akhirnya berjalan dengan baik. next??? makan malam, jalan-jalan sebentar di alun-alun kota, lalu pulang dan kembali sholat, setelah itu waktunya tidur.

semua tidur satu kamar, satu orang dibawah dengan kasur yang sudah terhampar, tiga orang (termasuk aku) di ranjang. jangan berharap akan tidur nyenyak. ya,.. tenang saja. harapanku sudah terbang entah kemana sejak pertama melihat mereka sedang dirumah.

"belum mau tidur,..." kata si hitam manis
"hehh,. ayo tidur. sudah malem ini. besok gak bisa bangun pagi kamu..."
"bentar tah mbakkk...." katanya lagi.

"mbak,. nyalain TV nya donk..." *beruntungnya di kamar ada TV*
"mau nonton apa? jam segini lo gak ada acara bagus..."
"itu lohh,.. sinetron **********" *kukasih bintang karena aku gak tau judulnya*
"hehhh.. masih kecil nonton sinetron.. tidur ajahh..."
"ayo tah mbaaakk..." sambil mengambil remote TV.

dan,. klik. terang.

kubiarkan sejenak,. dan wawwww.. dia sangat menikmatinya. luar biasa.

"he.. sudah ya,.. ayo tidur"
"loh loh,.. bentar mbakkk,.. sedikit lagi itu loooo...."
"hheeeee... sudaaaahhhh.... " kali ini kesabaranku habis. lebih karena muak melihat adegan-adegan di sinetron itu. kuambil remote, kumatikan TV, dan aku paksa tidur.

butuh setengah jam, bahkan lebih mungkin, untuk akhirnya melihat mereka semua tidur. ahhhh,.. selamat malam!!!

05 July 2011

MARTABAK MERCON,.. Mau...???

http://www.emoticonizer.comBeberapa waktu yang lalu, siank-siank, sambil beres-beres kamar kos, ada temen yang ngajak chatting. Temen lama bo’,. Kenalnya aja udah dari SMP kelas satu, berarti kurang lebih sudah 10 tahun kita temenan. Whewww..
Awalnya ngobrol ngalor ngidul gak jelas (maaf kalo bahasanya rada’ roaming), tapi akhirnya berujung pada doi ngajakin aku ke rumahnya. Lahh,. Tumbenn yak,. Ada apa gerangan??? Ternyata eh ternyata,, temen ‘masa kecil’ku yang satu ini (kalo pengen tau orangnya klik DISINI ajahhh) belum lama memulai usaha baru, yaitu buka kedai atau warung atau tempat nongkrong atau apa aja deh sebutannya, yang jual Martabak Mercon.

Patut dicontoh ini saudara saudara yahh,. Masih muda sudah bisa buka usaha sendiri,. Selain memajukan perekonomian Negara, usaha semacam ini juga bisa menambah pemasukan bulanan, dan juga membuka lapangan kerja buat pemuda-pemudi yang lain *kok jadi ceramah ya aku???*

Oke, kembali ke martabak mercon. Well,. Kalo ada yang belum ngerti apa itu martabak, ini deh aku jelasin..

Martabak, adalah makanan yang asal muasalnya dari Negara timur tengah (Arab Saudi dan kawan-kawan) *katanya si wiki-wiki nihh*. Trus kalo di Indonesia, martabak itu ada dua jenisnya. Martabak manis, dan martabak asin. Bedanya??? Ya rasanya lahhhhh,. Kalo martabak manis itu manis, kalo martabak asin itu asin… #plakkkk http://www.emoticonizer.com

Oke, ini yang lebih ilmiah. Martabak manis itu, biasanya adonannya gak beda jauh sama kue, campuran tepung dan gula dan telur dan berbagai resep rahasia lainnya. Trus bikinnya di taruh di wajan bulet datar, yang diatasnya ditaburi berbagai macam pilihan rasa. Ada coklat meises, keju, susu kental manis, kacang, pisang, selai beranekarasa, dan lain sebagainya.
Kalo martabak asin, cara masaknya dengan di goreng di minyak panas. Jadi adonan ‘pembungkus’nya (gak tau bahannya apa, tapi seperti ada tepung dan telurnya juga, tapi gak manis) dipipihkan, habis itu didalemnya diisi kocokan telur, potongan bawang prei, sama daging. Rasanya??? Gurih-gurih enyaaaakkk… hehe

Sudah paham dengan martabak???
Kalo sudah, mari kita masuk ke bab berikutnya, yaitu Martabak Mercon http://www.emoticonizer.com

Di Gresik, selain kedua martabak yang sudah aku sebutkan diatas, ada juga namanya Martabak Mie. Lah,. Apa lagi ini cobakkkk???
Tenang,.. tenang,..yahh,.. jadi martabak mie ini, sebenarnya adonannya sama dengan martabak asin, cara buatnya juga. Cumaaan, isinya gak pake daging, tapi diganti sama bihun yang sudah dimasak. Aku kurang tau, kalo didaerah lain ada ato gak, tapi seingatku, di Malang sih gak nemu makanan kayak beginian. Jadi ibaratnya kalo pulang kampung ke Gresik nih ya, martabak mie adalah salah satu jajanan wajib *disamping salad buah dan bakso. Hwehehehe..*

Woiiiii,.. Martabak Merconnya mana wooiiyy,.

Map sodara-sodara, itu tadi perkenalan. Kan tak kenal maka tak sayang, jadiii,. Sekarang aku akan bahas tentang MARTABAK MERCON. Yeeeeyyyyyyy #tepoktangan :D