29 September 2011

MFE: Punay (atau Punai???) itu burung yang cantik

Masih cerita dari tanah Borneo. Yesss!!! *menghitung mundur hari demi hari, dan sebentar lagi saatnya kembali ke tanah jawa*

Nggak percaya kalo burung punay itu burung yang cantik??? Nih ku kasih gambarnya deh…

Dan burung cantik ini bisa ditemui di banyak ‘spot’ di tanah Borneo, tepatnya di Sungai Loban, salah satu kecamatan yang ada di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kecamatan ini memiliki jangkauan wilayah yang cukup luas, mulai dari pesisir pantai, hingga ke gunung, yang orang disini biasa menyebutnya ‘kandang’ (mohon bedakan antara ‘Kandang’ sebagai nama daerah dan ‘kandang’ sebagai tempat tinggal hewan peliharaan). Kalau ke pantainya, sudah biasa rasanya yahh. Karena aku juga pernah membahasnya sedikit disini dan disini, tentang pantai sungai loban, yang aku suka sangat. Jadi, sekarang aku akan membahas tentang si ‘Kandang’.

Kandang ini bisa dibilang pemukiman baru, listrik saja belum masuk, hingga tiap rumah harus menyiapkan jenset untuk penerangan dimalam hari. Itupun hanya bisa bertahan sampai jam sembilan malam, kecuali untuk rumah-rumah yang terletak didekat mata air, yang persediaan airnya tidak terbatas. Tapi kesemuanya itu tidak mengurangi kenyamanan untuk berada disana *wajarlah aku merasa nyaman, karena aku hanya menghabiskan beberapa jam disana. Entah kalau harus setiap hari, sepertinya akan butuh perjuangan yang sangat besar*. Salah seorang Om ku, adik dari Papa, merupakan salah satu penghuni di pemukiman tersebut. Dan minggu lalu, akhirnya aku berkesempatan untuk bersilaturrahmi ke rumahnya.

*******

Di halaman belakang rumah milik Om, *bisa kupastikan halamannya jauh lebih luas daripada bangunan rumah itu sendiri*, aku melihat ada kandang burung, tiga buah, berjajar, dan rapi. Satu buah kandang yang paling ujung, dibagian pintunya tertulis “SUDAH LAKU”, yang isinya beberapa ekor burung Punay cantik yang berwarna-warni. Disebelahnya lagi (bagian tengah), juga ada beberapa ekor burung Punay, lebih banyak daripada kandang sebelumnya, tapi bedanya gak ada tulisan apa-apa di kandang tersebut. Dan dikandang sebelahnya lagi, kosong.

22 September 2011

Novel Kriminal yang Sangat Emosional

saat ini gak bermaksud bikin resensi (walaupun tags postingan ini tetap 'resensi'). karena sepertinya sudah ada beberapa blog yang kutemui yang sudah mengulas buku ini lebih dulu. tapi tetep, pengen cerita jugak. tentang buku yang menurutku sangat luar biasa.

perkenalanku dengannya *ehh???*, maksudnya perkenalan dengan pengarangnya, Paulo Coelho dimulai saat masih ngekos--dan kuliah--di Malang, trus ada salah satu mbak Kosku yang dipinjemi temen bukunya si Coelho ini yang judulnya The Alchemist. tapi waktu itu gak pinjem, lebih tepatnya gak dibolehin pinjem karena si mbak sendiri belum selesai bacanya. tapi begitu melihat sekilas dan membaca sampul halamannya--dan kuputuskan untuk tertarik--akhirnya aku putuskan untuk membeli sendiri buku itu pada kesempatan yang ini. buku yang sangat menarik menurutku, dan pernah juga kubuat resensinya disini--jadi sekarang gak perlu dibahas lagi ya....

semenjak saat itu, ditemani hawa nafsu yang amat tinggi karena melihat ternyata Paulo Coelho sudah punya banyak sekali koleksi yang tertumpuk dengan rapi disalah satu sudut Gramedia Surabaya, akhirnya aku berniat untuk mengumpulkan dan membaca seluruh koleksinya, dan, kali ini yang berada di tanganku adalah buku kedua yang kumiliki: The Winner Stands Alone.


pemilihan buku ini gak berdasar. beberapa minggu yang lalu sewaktu ke Gramedia Duta Mall Banjarmasin, sebenarnya aku mencari buku lain, yang sudah kuincar. namun ternyata stoknya habis. lalu aku teringat pada keinginanku untuk memiliki seluruh koleksi Paulo Coelho, dan akhirnya, sampailah aku di rak buku yang seluruh isinya merupakan buku-buku miliknya. sempat bingung untuk memilih, karena memang tidak ada referensi sama sekali. pertimbanganku waktu itu, sederhana saja. pada kesempatan itu aku ke Gramedia bersama Papa, jadi bisa dipastikan aku gak perlu mengeluarkan uangku sendiri untuk membeli buku ini. jadi, aku putuskan untuk memberli buku yang paling tebal--dan paling mahal pastinya--diantara kesemua buku tulisan Coelho.

oke,. sudah cukup kisah romantis tentang pertemuanku dengan buku ini, sekarang saatnya kita masuk ke 'bahan utama' yang ingin kubicarakan.

ini bukan kali pertama aku membaca 'buku yang asing'. sama sekali tidak ada yang merekomendasikan. tahu bahwa beberapa sahabat blogger sudah ada yang membahasnya pun saat aku sudah mulai membaca buku ini. tapi hal itu menyenangkan. minimal, aku akan terhindar dari rasa kecewa jika buku ini tidak sesuai dengan ekspektasi orang luar yang disampaikan kepadaku. disamping itu, tanpa rekomendasi dari orang lain bisa membuatku lebih menikmati sebuah buku, setiap baris kalimat yang tertata rapi nan indah, kebebasan untuk mencerna maksud dari penulis, serta imajinas-imajinasi yang benar-benar baru yang sungguh tidak akan bisa muncul jika aku membaca buku recommended.

BOOK REVIEW: Rahasia Kaum Falasha

Judul: Rahasia Kaum Falasha
Pengarang: Mahardhika Zifana
Tebal: 424 halaman
Tahun Terbit: 2009
Penerbit: Edelweiss bekerja sama dengan Mizan

buku petualangan muslim pertama di Indonesia ini, menceritakan perjalanan seorang dosen Pendidikan Bahasa dan Sastra Inggris di Universitas Pendidikan Indonesia bernama Maheswara Wiradika yang biasa dipanggil Esa untuk menemukan harta karun peninggalan Raja Solomon (Sulaiman as). cerita diawali dari meninggalnya Heri, sahabat Esa, saat melakukan riset untuk bahan desertasi program Doktoralnya di Monash University, Australia, yakni tentang filologi (ilmu yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa berdasarkan bahan-bahan/peninggalan tertulis) bangsa Afrika.


Heri dan temannya Indra, seorang pengoleksi barang-barang antik, menemukan manuskrip kuno tentang orang-orang Beta-Israel--anak cucu Menelik, putra Raja Sulaiman dan Ratu Saba. kaum Beta-Israel ini juga dikenal sebagai Kaum Falasha, dan salah satu harta karun yang disebut-sebut dalam manuskrip tersebut adalah Tabut Perjanjian (The Ark of Covenant), yakni sebuah benda yang sangat disucikan oleh umat Yahudi. bertahun-tahun setelah wafatnya Raja Sulaiman as, Tabut Perjanjian tersebut dikabarkan hilang. namun, beberapa literatur masih menyebut tentang keberadaan tabut perjanjian tersebut hingga saat ini, diantaranya Alkitab (2 Tawarih 8:11), Kebra Nagast, serta Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 248. didorong rasa khawatir harta karun Sulaiman bisa jatuh ke tangan Knight of Zion yang terobsesi mendirikan The Kingdom of Heaven di tanah Israel, Indra nekad membakar kelima manuskrip tersebut. kini, isi lembar kelima itu hanya ada dalam kepala Indra. dan karena itu pula Indra menjadi buronan para Ksatria Knight of Zion yang berbahaya.


berdasarkan instruksi dari Heri pada saat-saat terakhirnya, Indra mau tidak mau memutuskan untuk melibatkan Esa dalam pencarian harta karun tersebut. dan tidak hanya Esa, Nisa, Bayu--saudara kembar Indra, Syaikh Rashed dan istrinya, Ummi Alifa, seorang ulama di Australia yang juga merupakan guru mengaji Heri, serta Younnes dan Hashem, murid-murid Syeikh Rashed juga ikut terlibat. dibayang-bayangi oleh Ksatria Zion yang memiliki akses kemana saja dengan mudah serta teknologi yang menunjang, mereka akhirnya bisa menemukan tempat persembunyian Indra dan kawan-kawan. pertumpahan darah pun tidak bisa dihindari. satu demi satu nyawa melayang, hingga akhirnya yang tersisa hanya Esa, Nisa, dan Indra.

21 September 2011

Ayam Mutiara

pagi ini, baruuuuu ajah. lagi asik-asiknya maen leptong, bewe ke beberapa blog temen trus baca-baca juga di grup Bloof, tiba-tiba Mama teriak-teriak manggil aku. sontak aku langsung terbangun dari singgahsanaku yang sangat nyaman ini (baca: kasur). awalnya bingung, heboh banget yakkk??? pas nyampek di kamar Mama, baru tau ternyata. dari jendela kamar Mama (sebelah utara rumah), muncul tiga hewan bulet bulet gendut warna abu-abu gelap dengan totol-totol putih yang menyebar hampir diseluruh bulunya. ehh??? sejak kapan ada hewan itu disitu??? disamping rumah mameeen, dihalaman. padahal setauku rumahku udah dikelilingi dengan pagar kayu setinggi pinggang manusia, kayaknya aneh aja kalau hewan segitu gede bisa masuk (kalau kucing mungkin masih masuk akal kali ya...).

iyaudah, dari pada berlama-lama, aku langsung ambil pocket camerea kesayanganku (yaa iyalah kesayangan, cuma satu-satunya ini -_-''), trus mulai deh jepret-jepret. dan ini hasilnya:


18 September 2011

aku dalam belantara per-dokterGIGI-an

sejak duduk di sekolah dasar, aku sudah sering bermasalah dengan yang namanya gigi dan gusi. tapi bukan sakit gigi atau gigi berlubang. enggak. beda banget. dulu waktu SD, sering banget rasanya gusi ini bengkak. terutama yang di bagian gigi seri sebelah bawah. seriiiiing banget. sampai akhirnya proses pembengkakan tersebut sangat mengganggu karena sudah berhasil menutupi seluruh permukaan gigiku (jangan bayangin nutupin semua gigi ya, bengkaknya cuman nutupin satu gigi aja kok--tapi ya tetep aja ngeganggu banget). bahkan inget dulu waktu pemeriksaan gigi rutin setiap hari jumat di sekolah, aku gak berani mangap gara-gara gusiku lagi bengkak. kasian banget deh aku http://www.emoticonizer.com

akhirnya, bisa dipastikan bahwa sejak kecil aku sudah akrab dengan dokter gigi dan segala peralatannya. tapi memang gak semudah itu menemukan dokter gigi yang cocok. hampir sama kayak cari jodoh sepertinya *tseeehhh...* http://www.emoticonizer.com

gambar pinjem dari sini
persinggahan pertamaku dalam belantara per-doktergigi-an jatuh pada salah satu dokter gigi di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. dokternya cewek cuiyy,. cantiikk, masih muda pula. tapi aku lupa namanya. jauh dari kesan seram seorang dokter gigi (yang kayak di tipi-tipi). aku ingat pertemuan pertama kami *apaaaa'an cobakk???*, beliau mewawancaraiku mengenai keluhan-keluhan yang aku rasakan. intinya: gak ada keluhan. sakit enggak, linu juga enggak, cekot-cekot apa lagi. pokoknya tiba-tiba bengkak aja gitu dehh. dan setelah memeriksa kondisi gusiku yang bengkak, beliau menyatakan , kemungkinan hal itu karena kelebihan hormon, dan beliau juga bilang kalau gusiku harus dipotong. Aaaaaphaaaaaaaaaa????? *shock*http://www.emoticonizer.com. bayangin gusi dipotong??? sakit cuiiiyyy pastinyaaaa. *jadi mikir-mikir lagi*

16 September 2011

First Love ~ Just Enjoy this 'Moment Shit Waiting'

Entah karena bawaan panik waktu Cia nyatain perasaannya ke aku atau kesambet setan yang hobi curhat, akhirnya aku putuskan untuk menceritakan semua ke mama. Biasalaahh,. Sudah jadi hukum alam rasanya kalo seorang anak cowok lebih dekat dengan mamanya dan anak cewek lebih dekat dengan papanya. Dan gak tau juga dapet kekuatan dari mana, aku menceritakan hal tersebut dengan cara yang sedikit berbeda dari biasanya.

“Mam,. Ada yang pengen aku ceritain…”
“ada apa? Cerita aja…”
“tentang pacaran…”

Dan hening

“well,. Ada yang datang…”
“lalu??? Ada masalah?”
“ada. Masalahnya adalah aku juga sukak…”, dengan suara yang semakin pelan dan redup.
“hmmmm,… coba kasih tau mama apa yang kamu suka dari dia?”

Untuk sejenak aku diam dan berpikir

“nggak tau. Nggak ada mungkin…”
“nahh,. Disuruh menyebutkan apa yang disukai saja masih bingung… jadi?”
“jadi???”
“mama gak pernah ngelarang kamu pacaran, Keven,.. Sama sekali gak pernah. Tapi yang mama tau, pacaran adalah salah satu usaha kita untuk bisa mengenal orang lain, orang yang nantinya akan bersama kita, dan menjalani hidup dengan kita. Inget pesan mama yah Kev, jangan sampai kamu menikah dengan orang yang tidak kamu kenal. Tapi, untuk saat ini, mama tanya, apakah kamu sudah siap untuk menikah?”

Buseett,. Baru SMP dan bau kencur uda ditanyain macem begituan. Jadi mikir lagi kenapa tadi curhatnya ke mama >,<

“belum lah mam,. Masih sekolah ini…”
“yasudah,. Kalau memang kamu mau pacaran sekarang, ya gak papa. Tapi sekarang coba di pikir dulu, kamu masih SMP, belum SMA, trus kuliah, habis gitu kerja,. Lama sekali ya pacarannya???”

Dan diskusi malam itu berakhir. Dan beruntungnya aku jadi tidak menyesali apapun keputusanku untuk cerita ke mama. Sedikit banyak hal tersebut bisa membantu.

17 November 2001

hari yang sudah kunantikan sejak hampir setahun lamanya akhirnya datang juga. Cia udah di Jakarta sejak seminggu yang lalu. Dan hari ini, dia berencana untuk ke Bandung, dan aku sudah bikin janji dengannya untuk ketemuan disuatu tempat. Dengan berbekal foto yang sudah aku cetak, plus info umum layaknya orang mau ber-kopi darat, setelan baju warna ini dengan bawahan gini dan aksesoris seperti ini aku menyambut datangnya sore itu.

Yang aku rasakan??? Panik, bingung, seneng, gak sabar, takut, semua campur aduk jadi satu. Dari kemarin-kemarin udah senewen ajah. Makan gak enak, tidurpun tak nyenyak. Mama yang merhatiin aku malah lebih bingung lagi. Tapi beliau tau, aku bingung karena terlalu senang, bukan bingung seperti kejadian beberapa tahun yang lalu. Jadi yaa,. Dibiarin aja aku bingung sendirian. Huhhh… !!!

Oia,. Aku mau sedikit cerita. Sebelum Cia datang ke Indonesia, aku sudah sampaikan ke dia, bahwa aku gak akan jawab pertanyaannya di telpon tempo hari sebelum aku bisa ketemu langsung dengan dia. Dan mungkin hal itu pula yang membuat aku sangat panik. Bahkan sampai saat ini, hingga waktu pertemuanku dengannya tinggal menghitung jam, aku belum bisa memutuskan apa-apa. Hanya bisa berharap supaya dikasih petunjuk sama yang diatas tentang apa yang akan terjadi nanti. Berasa mimpi buruk??? Iya. Sangat. Berasa dream come true??? Lebih iya lagi kalo yang ini.hehe..

10 September 2011

"aku bertanya apa artinya sikap normal?"

Javits menoleh pada salah satu "temannya".
"apa artinya sikap normal?"
"apa suara hatimu membuatmu gelisah? apa kau melakukan sesuatu yang seharusnya tidak kau lakukan?"

Javits jelas sudah menanyakan pertanyaan yang salah pada orang yang salah. temannya pasti menduga ia sedang menyesali kehidupannya dan ingin mulai dari awal lagi, tapi masalahnya sama sekali bukan itu. sekalipun Javits memiliki penyesalan, sudah terlambat untuk mulai dari awal; ia tahu aturan mainnya.

"aku bertanya apa artinya sikap normal?"

salah satu "temannya" tampak terperangah. yang satunya lagi terus mengamati suasana tenda, melihat orang-orang yang datang dan pergi.

Javits mengeluarkan daftar di sakunya dan meletakkannya di meja.

"aku selalu membawa daftar ini bersamaku dan menambahkannya setiap waktu."

si "teman" mengaku tidak bisa membaca daftar itu sekarang karena harus terus waspada pada apa yang terjadi di sekeliling mereka. namun pria yang satunya lagi, yang lebih rileks dan percaya diri, membaca daftar tersebut keras-keras:

  1. normal berarti hal apapun yang membuat kita lupa siapa kita dan apa yang kita inginkan; dengan begitu kita bisa bekerja untuk menghasilkan uang dan lebih banyak uang
  2. menetapkan aturan-aturan untuk berperan (konvensi Jenewa)
  3. menghabiskan bertahun-tahun untuk kuliah hanya untuk jadi pengangguran pada akhirnya
  4. bekerja dari jam sembilan sampai jam lima setiap hari, melakukan pekerjaan yang sama sekali tidak mendatangkan kepuasan, hanya supaya kau bisa pensiun setelah tiga puluh tahun
  5. pensiun dan sadar kau tidak punya energi lagi untuk menikmati hidup, lalu beberapa tahun kemudian meninggal karena bosan
  6. menggunakan botox
  7. percaya bahwa kekuasaan lebih penting daripada uang dan uang lebih penting daripada kebahagiaan

06 September 2011

Jajanan Wajib Saat Bertandang ke Borneo

http://www.emoticonizer.com

lagi-lagi bercerita tentang Borneo,. mumpung masih di Borneo nih. mumpung belum lupa jugak. hehe..

hmmm,. kali ini lagi-lagi mau bercerita tentang kuliner. yeyyyy....!!! sudah lama rasanya gak bahas tentang makanan. habisnya memang bingung apa yang mau dibahas, tapi Alhamdulillah, sekarang ada kesempatan lagi buat posting tentang makanan, terutama yang khas dair Borneo.http://www.emoticonizer.com

oia,. sebelumnya mau ngasih tau aja. entah kenapa aku lebih suka menyebut tempat tinggalku di Kalimantan dengan kata Borneo. jadi, dalam postingan ini, kata Borneo aku maksudkan untuk menyebut daerah tempat tinggalku, yakni Kabupaten Tanah Bumbu, propinsi Kalimantan Selatan. :D

salah satu hal yang sangat kurindukan dari Borneo ini adalah makanannya. terutama beberapa makanan wajib yang mungkin agak sulit, atau bahkan gak ada di Jawa. kalaupun ada, mungkin hanya di beberapa tempat makan yang cukup mahal, yang pastinya gak cocok dengan kantongku sebagai mahasiswa. jadi, setiap kali main kesini (baca: Borneo), aku selalu menyempatkan untuk membuat daftar makanan yang harus ku makan (miniman nyicip ajah), sebelum aku balik ke Jawa. "kalo belum makan ini, belum sah ke Kalimantan namanyaa...", begitulah kira-kira yang sering aku ucapkan. ngeles??? yaaaa.. kurang lebih begitu laaah... hehe.

olrait then,. langsung ke daftar makanan (dan minuman) yang sudah aku jumpai dan aku coba setelah kurang lebih dua minggu berada disini. masih belum semua sih. ada beberapa makanan yang entah kenapa sampai sekarang belum sempat makan. tapi nanti semoga ada waktunya. dan,. ini diaaaa.....

Kelapa Muda
sudah pernah makan kelapa muda langsung dari kelapanya??? well,. dulu, waktu SMA, pas sama temen-temen main ke pantai terus ngeliat orang makan kelapa muda langsung dari kelapanya, temen-temenku semua pada mupenk. tapi aku mah biasa aja. tau kenapa??? karena ini merupakan salah satu makanan wajib kalau main ke Borneo. di bilang biasa??? nggak jugak. karena aku juga jarang ke Borneo. dibilang spesial??? nggak spesial jugak. soalnya kalo sudah disini mah sampe muntah-muntah di jabanin deehh makan tuh kelapaa. asala gak capek ngupasnya aja.hehe...http://www.emoticonizer.com
adekku lagi ngupasin kelapa. kurang lebih begitulah tampang kelapa kuning
kelapa yang biasa langsung dimakan disini, bukan kelapa yang berukuran besar yang biasanya di temui di pinggir jalan dan judulnya adalah 'ES DEGAN'. ini beda temaaan,. disini, aku hanya mau makan kelapa kuning. apakah itu???? jadi, kelapanya ukurannya jauh lebih kecil, dengan kulit berwarna kuning, dan rasanya lebih manis. makanya, lebih sering makan kelapa ini langsung dari kelapanya, dan tanpa di beri pemanis (baca: gula). jadi ya udah tinggal makan aja gitu. dan mungkin karena orang sini sudah bosen juga kali yaa, jadi air kelapa itu ya di buang-buang gitu aja. ada sebagian yang diminum jugak. tapi kalau daging kelapanya sudah habis, dan air kelapanya masih banyak, yaaaaa,... bisa ditebaklaah bagaimana nasib air kelapa itu selanjutnyaa.

05 September 2011

Booking Tanah Berukuran Satu Kali Dua Meter

sykur alhamdulillah,. setelah kurang lebih satu setengah tahun berlalu, akhirnya punya kesempatan lagi untuk menginjakkan kaki di tanah Borneo, tepatnya di Kabupaten Tanah Bumbu, propinsi Kalimantan Selatan. tentang kalimantan ini, sebenarnya pernah aku bahas di postingan yang ini. dan yappp,. aku memang gak pernah tinggal disini. namun mama dan papa, serta kakak tinggal disini. kalau di Malang itu tempat kuliah, sedangkan kalau di Gresik itu tempat tinggalku yang sebenarnya. dan disana, aku tinggal bersama dua orang tanteku. gituuuu cerita singkatnyaa..

H+1 lebaran, aku bersama mama, papa, kakak, dan dua orang adikku ziarah ke makan nenek dan kakek dari papa. ini bukan yang pertama aku melakukan ziarah bersama keluarga. dan setiap ada kesempatan untuk kesini (kalimantan), papa selalu menyempatkan mengajakku untuk berziarah ke makam beliau berdua.

nenek dan kakek dimakamkan di tempat yang berbeda. kakek dimakamkan di desa Betung, kabupaten Tanah Bumbu, sedangkan nenekku dimakamkan di desa Wirittasi', Pagatan, kabupaten yang sama. keduanya memiliki karakteristik daerah yang berbeda. Betung, merupakan daerah yang agak tinggi, dan jauh dari pantai. orang-orang disini, sering menyebut 'ke atas' jika ingin ke daerah Betung dan sekitarnya. yaa,. mungkin itu tadi, karena daerah tersebut memang agak tinggi dibandingkan dengan yang lain. sedangkan desa Wirittasi' sendiri, sebenarnya adalah bahasa bugis (aku keturunan bugis, dan sebagian besar orang-orang di Pagatan, termasuk rumahku, juga sebenarnya berdarah bugis namun sudah bertransmigrasi ke kalimantan sejak lama). berdasarkan katanya, 'Wiring' (bahasa bugis Pagatan) atau 'Hiring' dalam bahasa bugis asli (bukan bugis Pagatan) artinya adalah tepi, dan 'Tasi' artinya adalah laut. ini memang bahasa bugis kawan, tapi sedikit berbeda dengan bahasa bugis makassar, walaupun ada beberapa persamaan juga. nanti lah aku bahas di postingan yang lain tentang perbedaan ini. okee?? nah,. sekarang kembali ke kata Wirittasi' itu sendiri, yang jika di gabung, maka artinya adalah 'Tepi Laut', atau kita sering menyebutnya dengan pantai.

pemberian nama ini pastinya disesuaikan dengan daerahnya. dan benar saja. desa Wirittasi' ini, letaknya memang tepat di tepi laut. bahkan dari pemakaman nenek yang letaknya di desa tersebut, aku bisa dengan jelas melihat laut, merasakan hembusan anginnya, serta mendengar suara debur ombak.
gerbang masuk ke desa Wirittasi'


02 September 2011

Menyambung Silaturrahmi yang Hampir--atau Bahkan Sudah Putus itu Sulit...!!!

aku ingin bercerita...
*akhirnya mulai dengan satu cerita ini, dan semoga bisa menyambung ke cerita-cerita selanjutnya dan gak hanya bercokol disini!!!*

ada satu hal, yang sungguh sampai sekarang aku sedikit banyak masih belum terlalu percaya kalau aku sudah melakukannya. entah apakah ini termasuk salah satu bentuk kebanggan terhadap diri sendiri (baca: sombong), atau bentuk lain yang lebih menyebalkan berupa usaha untuk merendahkan diri sendiri (gak yakin kalo bisa, dan ikhlas!!!). tak tau lah,. terserah mau menilai seperti apa. aku hanya ingin bercerita.

beberapa waktu yang lalu, masih di bulan yang suci, terdorong oleh situasi dan kondisi yang akan sesegera mungkin (harapanku) meninggalkan Malang karena entah kenapa sudah mulai muak dengan kota itu, terutama di bagian akhir, yang, tetap tidak akan menghapus secuilpun keindahan yang kudapatkan disana, aku memutuskan untuk mengunjungi seseorang--dan beberapa--teman yang sudah lama tak ku sua--serta berharap dapat menyelesaikan entah apa yang tertunda.

yang aku rasakan: SANGAT SANGAT SANGAAAAAAAAAATTT BERAT.

well,. jujur aku katakan, aku bukan tipe orang yang suka memulai pembicaraan *pernah aku singgung di postingan yang ini*, pun begitu juga dengan memulai mengirim pesan singkat lewat Hp, telpon, atau main ke rumah teman, tanpa maksud dan tujuan yang jelas. bahasa singkatnya adalah aku bukan tipe orang yang bisa basa-basi. dan jujur aku katakan aku benci basa-basi. dan menurutku, untuk memulai kunjungan ini, aku memang harus belajar--setidaknya saat ini--untuk memulai basa-basi. yahhh,. memang tidak tertulis di undang-undang dasar 1945 tentang peraturan basa-basi, namun entah kenapa nuraniku sebagai manusia memaksaku untuk melakukan itu. konyol rasanya jika aku yang memulai kunjungan, sendirian, tanpat tau harus berbuat apa, namun aku hanya duduk terdiam sambil menikmati permainan tetris di Hpku.

semenjak kupacu si hitam di jalanan kota Malang yang cukup lengang karena waktu sudah menunjukkan jam delapan malam lebih, perasaan tidak tenang sudah melingkupi hati dan pikiranku.

"apa yang harus aku katakan nanti???"

"bagaimana caraku memulai pembicaraan???"

"akankah dia dan dia dan mereka menghiraukanku???"

pertanyaan-pertanyaan yang tidak membutuhkan jawaban sebenarnya. karena secara tidak langsung semua itu akan terjawab jika aku sudah bertemu dengan mereka *well,. kuputuskan menyebut mereka, karena sepertinya memang tidak hanya berurusan dengan satu orang saja*. sepanjang jalan itu pula tak berhenti kuedarkan pandangan ke tepi jalan, sambil mencari-cari jikalau ada penjual singkong keju yang pernah aku beli *setauku mereka menyukai singkong keju, kepalaku mengatakan mungkin ini akan sedikit membantu mencairkan suasana*. namun, hingga aku sampai ditempat tujuan, tak juga kutemukan singkong keju tersebut. awalnya aku ingin membelikan martabak telor saja, yang sedari tadi penjualnya berderet di sepanjang jalan. namun sialnya uang di dompetku hanya tersisa selembar sepuluh ribu. cukup untuk membeli sebuah martabak berukuran mini, yang pastinya tidak akan cukup untuk mereka semua. akhirnya aku lewati tempat tujuanku, dan sekira tiga ratus meter kedepan aku melihat penjual roti bakar. aku berhenti. melihat daftar harga, dan ternyata pilihan yang sesuai dengan kantongku hanya roti bakar coklat strawberry. aku pesan satu.

"mas,. aku di depan..."