26 October 2011

maen di Kerajaan Kopi

ternyata kebiasaan nongkrong gak bisa hilang gitu aja setelah meninggalkan MalangRaya. dan mau gak mau ya bakal kebawa sampe kemanapun. sekalipun udah balik di Gresik, yang notabene warung kopi cuma buat anak laki-laki atau bapak-bapak yang butuh waktu berjam-jam hanya untuk menghabiskan secangkir kecil kopi. memang hal itu gak pernah aku lakukan kalau di Gresik, karena warung kopi disini, kalau boleh aku sebutkan 'agak tabu' untuk kaum hawa. yappp,. tidak seperti di Malang, walaupun cuma di emperan pinggir jalan--biasanya disebut dengan Angkringan--tapi masih cukup mudah untuk menemukan cewek-cewek, mulai dari yang pake celana super pendek, kaos ketat, dan sepuntung rokok di tangan, atau tampang-tampang mahasiswa dengan tas ransel super gede berisi leptop kesayangan, sampai cewek-cewek berjilbab tampang preman tapi baik hati dan tidak sombong macam aku *tseehhhh...*.

kalau di Gresik, aku bilangnya butuh kerja keras untuk menemukan tempat yang asik buat nongkrong, sekedar duduk-duduk sambil ngobrol atau ngemil sesuatu. tapi sepertinya belakangan tempat semacam itu sudah mulai banyak. mulai dari de lodji yang lokasinya di belakang toko buku Toga Mas, trus McDonalds yang belakangan lebih sering jadi tempat nongkrong plus ngenet gratis ketimbang jadi resto fastfood *aku bisa habiskan berjam-jam disitu hanya untuk download video StandUpComedy dengan satu gelas coke float plus friench fries large*, sampai Kerajaan Kopi yang tempatnya baru nemu semalem.

setelah melalui perundingan yang cukup panjang dan lama, akhirnya aku, Era, dan Venty, memutuskan untuk maen bareng di Kerajaan Kopi. kesan pertama setelah mendengar nama itu, kukira disana akan ada open kitchen tentang cara pembuatan berbagai macam kopi, atau apalah itu jenisnya. tapi ternyata aku salah. itu hanya sebuah cafe kawan, tempat buat duduk-duduk sambil minum plus makan *kalo lagi laper*, dan numpang ngenet *lagi!!!*. letaknya gak jauh dari rumahku, mungkin sekitar dua atau tiga kilometer, tepatnya di Jl. Usman Sadar, dekat dengan Soto Pak Manjung yang sudah terkenal itu *terkenal di Gresik. oke??!!!*.

kesan pertama, tempatnya eksklusif. walaupun gak terlalu besar. meja dan kursi dijadikan dua deret, satu deret hanya untuk dua orang masing-masing meja, satu deret lagi untuk yang lebih banyak, dengan sofa panjang berwarna merah, empuk. aku dan temen-temen duduk di meja nomer 6 *tiap meja ada nomernya masing-masing*. dan gak lama setelah itu, waitress nya dateng deh.

baca-baca, bolak balik, sana sini... sambil guyon sama si Era,

"Ra, pilihnya yang lama aja, biar deh mbak nya nunggu.hahahah..."

"haha.. iya iya. ni namanya lucu-lucu soalnya. sek ya, ku baca dulu satu-satu.."

oke, ini tidak patut di tiru ya teman-teman. dan agak lama berselang, akhirnya kami sudah memutuskan mau pesan apa.
satu cappucino
satu hot chocolate *pastinya buat aku*
satu french fries crispy keju *plus tambahan mayonaise, buat aku lagi*
satu chocomilk iced
satu jamur crispy balado
satu nasi goreng beldeg
setelah kurang lebih sepuluh menit berselang, pesanan kami dataaaaaang....

25 October 2011

Me and My Sister

ini tanggal 25 oktober. semoga aku tidak salah. dan hariku diawali dengan satu sms singkat untuk seseorang nun jauh disana,

"Happy Birthday!!!"

"Hmmmmmmmmm :-|"
"Ngono thhok?????"

"Iyohhh :p"

"Weeeeeeeeee"

udah. dan yapp,. today is my sister's birthday!!! ^^


aku harus membongkar-bongkar semua barangku untuk menemukan foto ini--dan tidak ketemu. ternyata, foto ini terselip di kantong sebelah dalam tas abu-abu yang selalu aku bawa kemana-mana. bodohnya aku >,<. oia, bisa menebak tidak mana yang aku, mana yang kakakku???

21 October 2011

kucing dan ikan mas

ada seorang anak,
ia di kebun belakang, sedang menggali lubang

dan nyonya tetangganya mengintip dari pagar, dan mengatakan,

"sedang apa, Johnny kecil?"

dan anak itu kelihatan sedih sekali
dan katanya, "ikan masku mati. jadi aku menguburnya."

dan nyonya itu mengatakan,

"besar sekali lubang untuk ikan mas itu."

dan Johnny kecil mengatakan,

"itu karena,
ia ada di dalam perut kucing brengsekmu."

well,. ini cerita yang sangat kejam.



taken from 'a lot like love', a film by Nigel Cole

sukak banget sama bagian ini. saat si pemeran utama cewek (Emily) sedang menangis di telepon karena tidak bisa mengunjungi makam ibunya pada hari ulang tahunnya. akhirnya dia menyuruh temannya, Olliver, untuk menjenguk makan ibunya sambil membawa seikat bunga. Emiliy sedih, dia menangis di telepon, dan dia meminta Olliver untuk menceritakan sesuatu kepadanya, dan cerita diatas lah yang disampaikan Olliver. kalau melihat ceritanya, mungkin sekilas kita beranggapan bahwa cerita itu sangat kejam. tapi percaya atau tidak, Emily sangat terhibur dibuatnya. dan ia tertawa, manis sekali.

19 October 2011

hati-hati produk bajakan

sepulang dari Borneo beberapa minggu yang lalu, aku membawa seperangkat HandyCam milik Papa. kata kakak, handycam tersebut rusak, dan rusaknya juga aneh. gak ada angin gak ada hujan, tiba-tiba gak bisa nyala. padahal waktu coba di charge, lampu indikator di handycam masih menyala. aneh memang. sampai-sampai kakakku bingung saat menjelaskan sebab-musababnya.

sempat sekali dibawa ke Banjarmasin, untuk diserviskan. tapi kata orang servisnya, alatnya masih belum ada, jadi harus menunggu. tidak lama berselang, aku ada kesempatan untuk ke Borneo, jadilah, akhirnya handycam rusak itu aku bawa ke Jawa, dan aku berniat untuk menyerviskan di service center resmi yang ada di Surabaya, yang sesuai dengan brand handycam tersebut.

begitu ada kesempatan, aku langsung membawa handycam tersebut ke Surabaya. tempat pertama yang ku tuju adalah WTC, karena berdasarkan informasi dari seorang teman, disana ada sevice centernya SONY *langsung sebut merk gak papa deh yaa...*. begitu selesaikan memarkirkan si hitam dengan baik, langsung deh nyamperin temenku yang sudah menungguku di pintu masuk. baru beberapa langkah, dia lantas bertanya,

"emang hp nya siapa yang rusak? prasaan hpmu kan bukan sony?"

"ehh.. bentar, emang aku bilangnya mau nyervis hp ya? nggak deh kayaknya. aku mau nyervis handycam nihh..."

seketika itu juga langkah temanku terhenti. dengan wajah melongo dan agak bingung.

"lohh.. jadi bukan hp??? kirain hp. ya gak bisa non,. disini yang kumaksud tu service centernya hp sony ericsson"

*******hening sejenak********

"coba ke Hi-Tech aja yuk,.. disana kan banyak tuh service center barang-barang elektronik. siapa tau ada"
dan temanku menyanggupi. berangkat deh kita...

18 October 2011

Wajah Baru Popcorn

alhamdulillah,. akhirnya punya kesempatan untuk re-design si popcorn. sebenernya keinginan ini sudah lama sekali muncul, mungkin sekitar dua atau tiga bulan yang lalu. tapi baru kesampaian beberapa hari belakangan ini. 

bagaiman dengan tampilan yang baru??? dengan ada sedikit tambahan warna, dan background yang totally different??? sudah tidak silau lagi dengan background yang gelap dan tulisan yang cerah, atau justru karena dominasi putih ini jadi makin menyilaukan??? hmmm.. maaf atas semua gangguan itu yah,. tapi insyaallah lama-kelamaan akan mulai terbiasa dengan image popcorn yang baru.

Header Blog

Ini merupakan header ke dua yang aku sematkan di bagian 'kepala' popcorn. yang sebelumnya, merupakan editing dari fotoku di puncak gunung Penanggungan, Pandaan-Jawa Timur pada pagi-hari. sebenarnya kalau gambarnya gak di edit jadi BW begitu, mungkin akan terlihat sinar mataharinya, tapi karena memang konsep blognya ku buat BW, jadi headernya harus menyesuaikan juga donk. gak ada kesulitan yang berarti dalam membuat header tersebut, karena cuma di edit ada pake photoshop CS3, trus ukurannya disesuaikan dengan ukuran header. jadilah...

ini gambar aslinya
setelah melalui proses editing
untuk header yang kedua ini, aku memadukan antara penggunaan CorelDRAW 12 *masih musim ya corelDRAW 12...???* dan Photoshop CS3. sebenarnya aku agak kesulitan pakai photoshop, dan corel??? hanya hal-hal yang sangat sederhana. intinya aku emang gak bisa desain grafis. ribettt,. susahh,. dan lain sebagainya. tapi alhamdulillah, setelah berjuang dengan sekuat tenaga, dibantu beberapa temen yang bimbing secara gak langsung via YM, mulai dari teknik yang 'canggih' hingga yang bener-bener manual, akhirnya ni header jadi jugak. tadaaaaaaa...

17 October 2011

ada apa dengan ibadah HAJI???

*ini postingan ke seratus. whewwww... *

musim haji telah tibaaaa... mungkin ada beberapa dari teman-teman yang keluarganya atau diri teman-teman sendiri yang sedang menunaikan ibadah haji atau baru akan berangkat ibadah haji tahun ini. aku ucapkan selamaaattt, semoga menjadi haji yang mabrur dan pulang bawa banyak oleh-oleh *plakkkk*

dan ini berarti juga, bahwa umat muslim yang ditinggal di rumah masing-masing dan tidak ikut ke tanah suci, akan merayakan lebaran haji, atau biasanya disebut dengan hari raya Idul Adha *entah kenapa aku lebih suka istilah 'lebaran' daripada 'hari raya'*. dan, itu berarti adalah MAKAN SATE!!! yappp,.. seperti salah satu iklan di televisi,
"Apa arti qurban bagimu?"
"makan sateeeeeeeeeeeeeee...." kata salah seorang anak kecil yang ditanyai. hahaha.. aku suka jawaban itu :p

well,. aku tidak akan membahas tentang SATE saat ini, karena, nanti kukira akan ada masanya hal itu dibahas lebih lanjut. jadi, tunggu beneran lebaran haji aja yahh baru ngomongin tentang sate. lagian aku sekarang masih kenyang karena barusan sarapan, jadi gak minat deh bahas tentang makanan.

teman-teman pernah nganter orang mau berangkat haji??? apa yang teman-teman rasakan???
heboh???
berlebihan???
rempong sendiri??? *ohh.. sejak kapan aku pakai kata-kata ini???*
biasa ajah???
atau justru gak terlalu tertarik???

aku termasuk salah satu yang menganut paham kelima (gak terlalu tertarik.red). walaupun aku gak tau juga kenapa aku gak tertarik, kenapa aku gak pengen ikutan heboh, rempong, dan lain sebagainya. tapi orang rumah???? gak sama sekali.

seperti beberapa hari ini, ada tiga orang keluarga yang akan berangkat haji, dan mereka akan berangkat hari ini. pagi ini. dan total, sudah tiga kali *TIGA KALI!!!* aku nganterin tante ke rumah keluarga itu, entah untuk nganterin ini, nganterin itu, ngasih catetan doa ini, doa itu, dan lain sebagainya. puncaknya??? kemarin (minggu sore), dua orang tanteku yang serumah sama aku, pamit pergi ke rumah keluarga yang mau berangkat haji itu. perginya sih sudah jam setengah lima sore, dan aku mikirnya mungkin maghrib ntar sudah balik. tapi ternyata tidak!!! ditungguin, jam enam belum juga dateng, jam tujuh, gak dateng-dateng jugak. sampe si Om (suaminya salah satu tanteku) udah bolak-balik ke masjid buat sholat maghrib dan isya', masihh aja belum dateng. mana di rumah gak ada makanan pula. laper banget dehh. dan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juag: tepat jam delapan malam!!!
dengan wajah innocent mereka cuman nanya,
"sudah makan Ar?"
"belum..." T.T
udah. gitu doank!!! errrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr... akhirnya gak lama setelah mereka datang aku memutuskan untuk tidur. actually, aku lebih merasa lapar daripada ngantuk. tapi ya mau gimana lagi, di rumah gak ada makanan. mau keluar juga males, motor uda dimasukin. ada sih mie instan, tapi aku lebih sering makan mie instan karena pengen daripada karena lapar. hyaaasudah. terpaksa nyalakan leptop, baca-baca bentar trus nonton video stand up comedy Indonesia yang baru hari sebelumnya aku copy dari temen.

10 October 2011

Junior Masterchef Australia

sudah dua malam ini aku habiskan di depan TV. kalau melihat sejarah pertemananku dengan TV, bisa dibilang ini adalah hal yang tidak biasa. entah sejak kapan, tapi pastinya sudah lama, sudah bertahun-tahun rasanya, aku tidak terlalu akrab dengan yang namanya TV. mungkin karena semakin hari yang disajikan hanya itu-itu saja, mulai dari sinetron gak jelas yang mesti menampilan wajah pemainnya full satu layar *gak bisa bayangin kalo TV di rumah 29", segitu gede isinya mukak semua!!!*, berita-berita kriminal atau pembunuhan yang secara tidak langsung mendidik penontonnya untuk bersikap sadis *percaya gak??? kalo gak, sekarang aku tanya, dengar kata 'pembunuhan' ngeri tidak??? aku yakin sebagian akan menjawab sudah biasa, karena sudah sering ditayangkan di TV. dan kata itu sudah akrab ditelinga kita!!! entah apa maksudnya berita-berita menayangkan yang seperti itu. ingin memberi pelajaran bagi masyarakat??? ku kira malah lebih mengispirasi, bagi mereka yang ingin juga melakukan aksi serupa*, acara musik yang bahkan presenternya gak ngerti musik dan tangga lagu dibuat bergiliran gak beradasar, trus apa lagi ya??? jadi lupa. tapi terlepas dari semua itu, aku masih percaya kalau tetap ada tayangan-tayangan yang mendidik, dan biasanya hanya beberapa stasiun TV yang menayangkan hal seperti itu *tidak perlu kusebutkan stasiun TVnya*. tapi entah kenapa, mengingat jam tayangnya saja sudah malas rasanya, jadi ya acara-acara yang menurutku bagus, lebih sering terlewat dari pada terlihat. bahkan mungkin bisa dibilang aku lebih sering menonton tayangan ulangnya pada siang hari *terutama belakangan ini, tau kan kalo aku pengangguran??? =,="*

sudah dua malam aku nongkrong di depan TV, malam ini, dan malam sebelumnya (malam minggu.red). dan aku menemukan satu stasiun TV baru. yessss.... *maaf kalau ternyata ini sebenarnya stasiun TV lama, tapi aku baru tahu kemarin malam. kemarin!!!*. kalo gak salah, namanya "B-channel", tapi aku kurang tau ini TV lokal atau TV nasional. tapi kalau melihat acara-acaranya *seperti biasa, stasiun TV baru lebih sering mengisi jeda iklan dengan acara TV lain daripada iklan produk*, banyak program-program luar negeri yang masuk, bahkan ada beberapa program yang dikategorikan sebagai 'Best Talent Show' *semoga gak salah*, yang isinya diantaranya The X Factor America, Live to Dance America, dan Junior Masterchef Australia. dan sama dengan judul postingan ini, sepertinya sudah jelas arah pembicaraanku akan kemana.

gambar pinjam dari sini

08 October 2011

Book Review: Eleven Minutes

Judul: Eleven Minutes
Pengarang: Paulo Coelho
Tebal: 357 halaman
Tahun Terbit: 2007 (Cetakan keempat: 2011)
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama

Novel Eleven Minutes ini dibuka dengan sedikit pengakuan dari seorang Paulo Coelho, yang merasa sedikit khawatir bahwa bukunya kali ini (Eleven Minutes.red) akan sedikit mengecewakan pembaca karena topiknya yang sedikit berbeda, lebih berani, dan lebih mengejutkan dibandingkan novel-novelnya sebelumnya. Namun seorang penulis yang bijak hanya akan berbicara mengenai hal-hal yang menyangkut dirinya, bukan hanya hal-hal yang ingin didengar oleh pembaca karyanya. Karena ada buku-buku yang membuat kita bermimpi, ada pula yang menghadapkan kita pada realitas, tapi yang paling penting adalah kejujurannya ketika dia menulis buku.

Eleven Minutes menceritakan tentang kehidupan seorang gadis lugu, bernama Maria. Gadis yang berasal dari pedalaman Brasil (“Brasil”, bukan “Brazil”), yang bahkan mengira bahwa menstruasi adalah akhir dari hidupnya sehingga dia memutuskan untuk menulis surat tentang pengakuan cintanya kepada seorang lelaki. Maria gadis lugu, yang saat ciuman pertamanya sempat melihat burung bangau beterbangan serta nada-nada musik dari kejauhan namun hal itu tidak bertahan lama karena kesalahan kecil: dia tidak membuka mulutnya. Maria gadis lugu, yang pada usia tepat tujuh belas tahun ingin sekali mengerti tentang arti cinta dan pada saat yang sama berkeyakinan bahwa dia tak akan pernah menemukan cinta sejati dalam hidupnya. Maria gadis lugu, yang awalnya mengira “Switzerland” adalah nama sebuah restoran. Maria gadis lugu yang pada usianya ke sembilan belas tahun memutuskan untuk berlibur sendiri selama satu minggu di Rio de Janeiro, yang pada akhirnya perjalanan tersebut mengubah seluruh garis hidupnya.

07 October 2011

Curhatan Sore di tengah Jingga yang Menyapa

heii.. aku sedang bahagia. entah kenapa. bahagia saja. tidak ada alasan.

hmmm.. sudah lama tidak membuat postingan bermutu *ehh.. emang ada postinganku yang bermutu???* hemm.. sepertinya tidak. ya, sudahlah. tapi minimal jujur aku katakan ada beberapa postingan yang aku buat sangat hati-hati, bahkan hingga melalui beberapa proses wawancara dengan beberapa orang, atau membaca beberapa bacaan. yah,. begitulah pokoknya.

oia.. aku sampaikan permintaan maafku buat teman-teman, karena sudah lama aku tidak berkunjung ke 'rumah' kalian. padahal sebenarnya aku rindu sangat. dan sekarang aku sedang dirundung kegalauan. bingung habis ini mau ngapain. yesss *lhoh*

tanggal 29 Oktober 2011 ini aku sudah positif akan melaksanakan wisuda. sebenernya seneng-seneng aja sih karena akhirnya wisuda jugak, tapi gak enaknya, akhirnya muncul pertanyaan : HABIS WISUDA MAU NGAPAIN????

awalnya masih sempat 'ngeles', alesan gak pengen cari kerja dulu, mau istirahat dulu, sambil nunggu wisuda. eh,. tak dinyana, tanggal wisuda datang dengan begitu cepatnya (padahal perkiraan awal wisudanya kalo gak bulan desember ya awal tahun depan. huft...). jadilan, sekarang semakin bingung. selain wisuda yang ternyata persiapannya gak sesederhana yang terlihat, mulai dari bayar ini itu, persiapan pelepasan (karena kita wisudawan, kita yang dilepas, dan kita yang jadi panitai!!!), fitting toga, cari bookingan salon buat hari-H, sampe bingung mau pakai baju apa (karena aku gak punya kebaya. satu pun!!!) sipp dehh...

suasana di Malang lagi gak enak juga, biasalahh, efek tunawisma. gak ada rumah. gak ada kos. luntang lantung kesana kemari cari tumpangan plus tempat mandi. bingung bawa baju ini baju itu karena di Malang gak ada stok. dan berujung pada gak bisa berlama-lama karena gak enak sama orang yang punya kos karena numpang terus plus uang jajan yang tipis banget karena sudah gak ngekos. hmm.. indahnya dunia.

oia,. kemarin pas di Malang sempat ke gramedia sama si Mpus, dan, lagi-lagi uangku habis buat beli buku. T.T *maaf kan aku Mpus, karena telah melanggar janji untuk gak curhat kehabisan uang gara-gara beli buku*. dan beli bukunya gak bisa satu. jadinya dua deh. satu "Pride and Prejudice" (akhirnya nemu jugak versi aslinya) karya Jane Austen, plus satu lagi bukunya Paulo Coelho (lagi), yang judulnya "Eleven Minutes". ada satu hal dari bukunya si Coelho yang membuat aku memutuskan untuk membelinya. satu kalimat yang aku baca di lembar ke-empat buku tersebut, yang sangat luar biasa,. kemudian aku tersihir, lalu membawa buku itu secara tidak sadar ke kasir *ehhh*.

  
dan sekarang sudah sampai halaman ke dua ratus sekian membaca buku itu. tunggu saja resensinya, pasti akan kubuat. karena bukunya sangat menyenangkan.

oia, ada lagi yang membuat aku bahagia. setelah sekian lama minta softcopy contoh Curriculum Vitae, akhirnya hari ini aku mengutak-atiknya dan menuliskan CVku secara jelas. walaupun di kolom 'seminar' dan 'kegiatan yang pernah diikuti' isinya hanya sedikit. yahh.. mau bagaimana lagi, karena hanya sekian itulah kegiatan dan seminar yang aku ikuti. sayang sekali ya, di CV tidak ada poin 'gunung apa saja yang pernah kamu daki' atau 'tempat liburan yang pernah kamu datangi', atau 'cerpen apa yang pernah kamu tulis', atau lagi, 'berapa follower di blogmu'.. ahh.. semakin kacau saja. sudah lupakan!!!

hmmmm.. jingganya tidak terlalu indah. tapi bagaimanapun, aku tetap suka jingga. ^^

03 October 2011

Buat Mama dan Papa

Ini bukan yang pertama, pun bukan yang kedua atau ketiga kalinya. Ini sudah kesekian puluh kalinya, bahkan mungkin sudah kesekian ratus kalinya. Tapi tetap bukan merupakan sesuatu yang bisa disebut dengan ‘biasa’.

Sesekali namun pasti, aku perhatikan, sepanjang dua ratus empat puluh enam kilometer jauhnya, aku perhatikan lekat-lekat sosok mereka, dari belakang. Dua orang manusia yang sangat luar biasa, dengan segala kelebihan dan kekuarangannya. Dua manusia yang menjadi alasan dan sabab musabab kenapa aku bisa berdiri disini, saat ini.

Sempat muncul keinginan untuk menanyakan hal ini,
“bagaimana rasanya??? Bagaimana rasanya melepas anak-anakmu pergi, untuk waktu yang bisa dibilang tidak sebentar???”
Pastinya aku tidak akan tau, karena aku belum pernah menjadi mereka. mungkin suatu saat aku akan tau, jika aku sudah menjadi mereka. Tapi sebagai seorang anak, aku tau rasanya.

And it’s still hard...

Dan kemarin, kejadian itu kembali terulang. Dalam waktu tidak kurang dari tiga jam, mereka, melepas kepergian tiga orang anaknya.

Satu orang untuk kuliah di salah satu universitas di Banjarmasin. Seperti layaknya seorang anak laki-laki yang sudah beranjak dewasa dan mulai mencoba segala hal-hal yang baru, selalu berusaha mencari kesibukan diluar jam kuliah, si anak tersebut jarang sekali pulang. Mungkin, dalam kesempatan satu semester kuliah, hanya tiga kali dia menyempatkan pulang ke rumah.

Satu orang lagi, juga seorang laki-laki, lebih kecil daripada laki-laki yang pertama, karena peraturan di pesantren, menyebabkan si anak tersebut hanya boleh ijin satu bulan sekali di akhir pekan, itupun hanya untuk waktu tidak kurang dari dua puluh empat jam. Sempat pulang ke rumah??? Tidak akan mungkin. Karena jarak rumah hingga pesantren memakan waktu lima jam perjalanan darat. Alhasil, si anak tersebut hanya bisa menunggu libur semester, serta libur lebaran yang tak pernah lebih dari dua minggu.

Satu orang lagi, kali ini perempuan, lebih besar dari anak laki-laki yang pertama, yang katanya sudah terbiasa dengan perpisahan, yang katanya sejak kecil sudah jauh dari orang tuanya, yang sudah satu setengah tahun tidak pulang, dan pada lebaran kali ini ada kesempatan itu, yang akhirnya menghabiskan tepat lima minggu di tanah itu, telah diantarkan oleh mereka sampai ke bandara Syamsuddin Noor dengan selamat. Hingga saat ini, si anak tersebut sudah sampai di rumah keduanya.

Malam pertama di rumah kedua si anak perempuan, terasa sangat berbeda. Walaupun rumah itu sudah ditinggali sejak lama, sejak si anak belum mengenal huruf. Tapi malam itu berbeda. Sangat terasa berbeda, terlebih saat bangun pagi ini. Tidak ada lagi suara ayahnya yang membangunkan untuk sholat subuh. Tak ada lagi suara kicauan burung dari sarang burung wallet di sebelah rumah. Tak ada lagi suara-suara berisik karena si kakak perempuannya bersin-bersin sehabis mandi pagi buta untuk bersiap kerja. Tak ada. Sepi.

Kukira ini sudah jauh lebih ‘mendingan’ daripada beberapa tahun lalu. Saat si kakak perempuan belum selesai dari perantauannya, juga. Saat rumah mungil itu dihuni oleh hanya dua orang manusia yang sangat luar biasa. Mungkin bisa dibilang berasa pengantin baru. Saat keempat anaknya pergi, menunaikan kewajiban sebagai seorang penuntut ilmu, menunaikan amanah untuk sekedar meraih hidup yang lebih baik.

Yang aku tau hal itu bukan pekerjaan yang mudah. Baik untuk si anak maupun si orang tua. Karena biar bagaimanapun, perpisahan itu suatu hal yang menyebalkan. Walaupun aku tau pasti kalau akhir dari hidup ini juga hanya sebatas kata sederhana itu: perpisahan.

“itulah namanya hidup, satu persatu anakku kulepas dengan lapang dada semata-mata lewat ridho Allah untuk yang namanya cita-cita. Mengertilah anakku, untuk selalu jaga diri demi nama baik orang tua yang siang malam doakan kalian agar jadi anak yang sukses. Amin…”

From: Mama^kUu
Date: 10.02.2011
Time: 3.20 PM
Type: Text Message

Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air jadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir jadi jernih, jika tidak akan keruh menggenang

Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika matahari orbitnya tidak bergerak dan terus diam,
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika didalam hutan

-Imam Syafi’i-
(taken from “Negeri 5 Menara” by Ahmad Fuadi)