30 December 2011

PR Tetaplah PR, Jadi Harus Dikerjakan

Mumpung masih di tahun 2011, jadi masih ada hubungannya dengan angka 11, Aku ingin menyelesaikan tugas yang belum terlaksana. Yapp, dapat PR lagi tentang ini, padahal sebelumnya sudah pernah. Tapi tak apa, karena sepertinya jiwa artis sedang merasuki tubuhku, jadi sukak aja kalo banyak yang tanya-tanya *berasa di wawancara*. :))

Well, PRnya ada 2, pertama, dari mas Adhi Redblack, dan satu lagi dari Bombom *yang kedua ini ceritanya tag-back, aku ditantang untuk jawab pertanyaanku sendiri, yang sudah Aku kasih ke dia. Damn!!!*. B-)

Oke, kalo gitu gak usah pake lama, langsung capcus ke pertanyaannya mas Adhi Redblack... Jreng jreng jrenggg... *backsound geje*

28 December 2011

Gresik Islamic Book Fair 2011

Tanggal 7-13 Desember 2011 yang lalu, di Gresik ada acara Gresik Islamic Book Fair 2011” yang diadakan di Gedung Nasional Indonesia (GNI) Jl. Pahlawan Gresik *deket banget sama rumahku*.

Sebenarnya, sudah cukup lama juga Aku tau tentang acara itu. Tapi entah kenapa, semenjak awal acara itu muncul, Aku kurang begitu tertarik. Mungkin agak trauma juga ya, mengingat beberapa kali sebelumnya pernah menghadiri acara serupa yang diadakan di Malang, dan aku tidak menemukan satupun buku yang menarik perhatianku—apalagi untuk ku beli dan kubaca. Jadinya, walaupun setiap kali lewat di depan GNI, dan si Tante selalu menawarkan untuk masuk, aku selalu menolak. Enggan.

Pas tanggal 13-nya, malam, sekiranya ba’da Isya’, aku disuruh tante pergi ke ATM untuk ngambil uang, setelah itu, sempat singgah sebentar ke counter langganan untuk beli pulsa, lalu pulang. Begitu melewati perempatan GNI, entah kenapa aku tiba-tiba ingin singgah. Mumpung hari terakhir juga. Dan sedikit ada rasa sayang juga jika melewatkan even itu begitu saja. Akhirnya ku belokkan si hitam menuju tempat parkir sepeda motor, yang malam itu sudah hampir penuh.

Minta karcis parkir—sekaligus bayar, langsung menuju pintu masuk, dan whaoww.. it’s so crowded!!! Banyak banget orang di dalam. Termasuk juga stand-stand kotak-kotak yang walaupun sudah tertata rapi, tapi tetap terlihat semrawut karena jarak stand yang satu dan yang lain sangat dekat, hingga lorong untuk berjalan hampir tidak terlihat, ditambah dengan pengunjung yang bisa di bilang tidak sedikit.

23 December 2011

Jelajah Potensi Wisata Bawean (part 5-end)

Jelajah Potensi Wisata Bawean hari terakhir dimulai. Sedih??? Iya,. Karena tinggal sehari ini kesempatan untuk jalan-jalan, besok paginya sudah harus kembali ke Jawa. Tapi tetep semangat laaahhh… karena hari ini, akan ada banyak tempat wisata yang akan kami kunjungi. Saking banyaknya lokasi wisata yang harus di survey, pastinya juga berdampak pada kami yang tidak bisa berlama-lama di satu lokasi wisata. Yahh,. Apa boleh buat. Waktu yang kami miliki sangat sedikit. Hanya bisa berharap semoga seluruh tempat wisata dapat dikunjungi dalam sehari ini.

Cerita hari ketiga ini dimulai dengan sarapan nasi pecel+lauk telur bumbu bali+daging krengsengan. Pecelnya sih rasanya gak beda jauh sama di Jawa, tapi bumbunya agak manis, dan gak ada kerupuk peyeknya. Selain itu, sebelumnya si Tante juga beli martabak. “Martabak ala Bawean”. Yang setelah aku cicipi, ternyata isinya bukan telur dan bawang prei plus daging atau bihun, tapi kentang!!! Ehmm.. ini martabak atau perkedel si sebenarnya??? Iyawes, yang penting kenyang, dan siap untuk berangkat.

Hari ini, jadwal kami mengunjungi lokasi wisata yang ada di kecamatan Tambak (kalo gak ngerti kecamatan Tambak itu yang mana, buka part 1 sekarang juga!!!). Jadinya, kami harus melewati jalan Lingkar Bawean sebelah barat. Yahh,. Walaupun dipeta terlihat dekat, dan jarak sebenarnya juga tidak terlalu jauh (sekitar 20-an kilometer), tapi kondisi jalan yang berbelok-belok dan rusak membuat kami harus menghabiskan waktu sekitar satu jam untuk mencapai kecamatan Tambak. Pemandangan yang kami lihat selama perjalanan? Kebanyakan hijau hijau hijau, hutan gitu deh, sesekali terlihat laut dari kejauhan, dan pastinya sangat sejuk. Yahh,. Bisa untuk mengistirahatkan mata dari kepenatan pemandangan kota lah.

22 December 2011

Punya Dua Ibu: Ambil Hikmahnya Saja

http://www.emoticonizer.com

Hwiiiii… Akhirnya Popcorn ku jamah lagi. Setelah beberapa hari meratap berharap ada yang mau ngasih pulsa gratisan untuk modem, akhirnya sore ini Aku menyerah dan memutuskan untuk beli pulsa sendiri. Dan, jeng jeeenggg,.. Aku online lagii. Hehe.. Maaf yaaa,. Buat temen-temen yang gak pernah di kunjungi rumahnyaa, tapi Aku siap berjalan-jalan lagi. Ntar malem dehh,. InsyaAllah..


http://www.emoticonizer.com

Ehh,. Ada apa selama beberapa hari ini ya??? *clingak-clinguk gak jelas*.

Well,. Hari ini, tepat tanggal 22 Desember 2011. Seluruh rakyat Indonesia sedang merayakan yang namanya “HARI IBU”. Gak di facebook, gak di twitter, gak postingan sohibloger, semuaaaa ngomongin tentang Hari Ibu. Aku??? Sempat ngetwit sekali doank sih, singkat, padat, jelas: HAPPY MOTHER’S DAY… dan berkirim sms ke Mama sama Tante: Selamat Hari Ibu…!!! *tanda serunya tiga, entah maksudnya apa*

Sebenernya Aku gak pengen bahas tentang Hari Ibu. Entah kenapa dari dulu memang tidak terlalu,.. apa ya??? Bukan tidak tertarik, mungkin lebih tepatnya bingung, mau nulis apa di Hari Ibu. Cuman, berhubung hari ini hari Ibu dan hasrat untuk posting sudah menggebu-gebu, jadilah, mau gak mau nulis tentang ini. Di bilang ikut-ikutan? Aku jawab dengan tegas: YA!!! Karena sebenernya di draft sudah ada postingan tentang Jelajah Potensi Wisata Bawean part terakhir *akhirnyaaaa…* Cuma rasanya gak pas aja momennya. Yahh,. Jadinya untuk postingan itu di pending dulu. Mungkin besok, mungkin lusa, atau, mungkin tepat setelah postingan ini??? Bisa jadi…

14 December 2011

Komentar Bertingkat untuk Blogspot

aku bikin postingan tutorial!!! ihhh whaoowww.. tapi karena gak yakin akan ada tutorial selanjutnya, jadi postingan ini akan kumasukkan ke dalam kategori 'INTERMEZZO', karena ini bener-bener intermoezzo. aku janji!!!

oke, sebenernya dari dulu udah pengeeeeeeeeeeen banget bikin kotak yang bertingkat macam di blog wordpress gitu. sebenernya ada pilihan gampangnya, pakai disqus. tapi tapi tapi, blog dengan kolom komentar disqus itu bikin beraaat *tapi jangan lupa, ada faktor modem yang emang rada' lemot kayak siput lomba manjat tebing macam modemku*, contohnya blognya mas Tri Setya Wijanarko. jujur yahh, seriing banget main kesana trus baca-baca postingannya yang semua semua tentang catatan perjalanan. cuma pasti bikin emosi sendiri kalo ternyata kolom komentarnya gak muncul. jadilah, cuma bisa meninggalkan jejak di chatbox. bikin sebel bangeeett,.soalnya udah jadi kebiasaan aja tiap baca postingan pasti komen. apalagi kalo postingannya menarik ato ada hal yang mau ditanyakan. sayang banget kan??? dan hal ini juga pernah di bahas di salah satu postingannya mbak Fanny, dan ternyata setelah kuperhatikan, sebagian besar komentar dalam postingan tersebut juga setuju kalo disqus bikin berat. trus gimana donk???

yahh,. sempat cari-cari tutorial juga, dan tanya-tanya dikit ke mas Kurnia Septa , salah satu master blogger panutanku yang sukaaaak banget ngasi tutorial-tutorial poisitif, baik dari editing desain blog, konten, dan lain sebagainya. waktu itu, beliau ngasih solusi, dengan memunculkan tombol 'reply' untuk komentar di blogspot, sebagai pengganti kolom komentar yang bertingkat. dulu sudah pernah aku pakai juga buat si popcorn, tapi pas ganti layout, editing html-nya ilang semua, jadilah balik ke awal pengaturannya *kalau pengen tau contoh blog dengan tombol 'reply', bisa lihat di blognya tante Honeylizious*. terus, ini juga bisa dimodifikasi, dengan cara, memberi latar warna berbeda untuk komentar dari admin. jadi biar bisa membedakan gitu mana yang komentar admin mana yang pengunjung. beberapa waktu yang lalu juga sudah pernah aku terapkan di si popcorn ini, cuma ya udah ilang aja. kalo pengen tau contohnya, emmm,. kalo gak salah blognya Itik Bali pakai kotak komentar macam ini.

12 December 2011

PR dari Sam

aduhh.. ini PR jaman kapan yaa??? tapi PR tetap saja PR. jadi harus dikerjakan. trimakasih untuk Sam atas PRnya, tentang Masa-masa SD. ehmm.. minimal jadi sedikit mempekerjakan otakku yang beberapa hari ini tak berguna *curcol*

oke, langsung ke pengerjaan PRnya yah. dan berhubung tidak ada aturan yang pasti mengenai apa saja yang harus di ceritakan tentang masa-masa SD, jadi siap-siap buat teman-teman pembaca untuk bingung mengikuti alurnya. ini cerita benar-benar random. hahaha... *berusaha untuk fokus*

diawali dari, aku bersekolah di SD Negeri Sidokumpul 3 Gresik yang terletak di Jl. Jaksa Agung Suprapto Gresik, pada tahun 1995-2001 *sepuluh tahun yang lalu!!! whaowww!!!*. jadi ya, di Gresik itu, ada namanya SDN Sidokumpul itu dari nomer satu sampe nomer sembilan. tapi itu bukan merupakan urut-urutan dari yang terbaik sampai yang agak tidak terbaik. bukan. dan aku gak tau juga dasar penomorannya itu apa. pokoknya tiba-tiba muncul aja gitu *ehh*. iyasudah, tak perlu diperdebatkan tentang asal-usul ini.

nah, sekolahku dulu itu, sekolah kompleks. maksudnya,dalam satu lingkungan itu ada tiga sekolah, yakni SDN 3, SDN 4, dan SDN 6. rame??? nggak jugak. karena jaman dulu belum ada tuh sekolah kelas satu dari A sampe Z, kelas dua juga A sampe Z, gak ada. belum ada. jadi tiap-tiap sekolah ya kelasnya cuma 6 aja, sesuai dengan tingkatan kelas masing-masing. dan, seperti layaknya SD kompleks lainnya, jaraaaaaaaaaaaaang banget keliatan murid dari sekolah yang satu akur sama murid sekolah yang lain. bahkan dulu itu sempat musuh-musuhan gitu. yahh.. anak kecil. biasalaaahh *padahal sampe sekarang gak ngerti jugak kenapa dulu sampe musuh-musuhan -_-"*.

aduh, ni bener-bener random, jadi bingung musti mulai dari mana ceritanya >,<

10 December 2011

Jelajah Potensi Wisata Bawean (part 4)

*akhirnya berniat juga bikin lanjutan postingan mengenai Jelajah Potensi Wisata Bawean. hihihi... ternyata pengen cerita yg detail itu susah susah gampang. terutama kalo ceritanya panjang. kadang mood, kadang nggak. jadilah, gak jelas gini kapan selesainya.*

ahh.. udah deh curcolnya. langsung ke ceritanya aja yahh.

begitu sampai di bibir pantai, ternyata kondisinya gak jauh berbeda dengan beberapa jam sebelumnya saat aku kesana. air masih surut. masih banyak perahu nelayan yang kandas. dan sepertinya memang kami harus 'nyemplung' ke laut untuk bisa mencapai kapal yang akan mengantarkan kami menyeberang.
pas perjalanan menuju kapal itu, banyak hal unik yang bikin ngakak gak berhenti-berhenti. diantaranya, ternyata kami harus menempuh perjalanan berjalan kaki sekitar satu jam!!! whaowww.. padahal kalau dilihat-lihat, jaraknya tidak terlalu jauh juga, mungkin hanya sekitar satu kilometer. tapi karena jalannya di atas air, kayak orang kebanjiran, pastinya sangat mempengaruhi kecepatan kami. gitu juga dengan beberapa temennya tante yang berusaha dengan gigih untuk menyelamatkan celananya agar tidak basah terkena air. hingga celana yang sudah pendek itu dilipat keatas makin tinggi sampai terkesan 'seksi'. yahh.. untungnya yang melakukan itu adalah temannya tante yang berjenis kelamin laki-laki. jika sebaliknya, tak taulah bagaimana cerita selanjutnya.

08 December 2011

Dhila13 Photo Challenge: Inspirasi

ini Indonesia
Foto ini ku ambil hari Minggu, 20 November 2011 pukul 4.21 pm, menggunakan pocket camera Sony DSC W55. lokasinya di selat, antara pulau Gili dan pulau Bawean, Gresik-Jawa Timur.

"Ini Indonesia", judul fotonya. dalam satu waktu terlihat laut, pulau dan perbukitan yang tampak dari jauh, juga kapal milik nelayan yang merupakan sarana utama sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk sekitar pesisir. dan dibawah permukaan air yang tenang itu, jika kau tak segan menceburkan diri kedalamnya, akan kau lihat pesona bawah laut nan indah. ya,. ini salah satu spot terbaik di laut Jawa untuk diving dan snorkeling. dan ya, ini Indonesia.

karena ini Indonesia, yang selalu memberiku banyak cerita ^^

Tulisan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H di Blog Dhila13

06 December 2011

dua kesempatan (bukan emas) yang terlewat

Beberapa waktu lalu akhirnya memutuskan untuk mulai mencari kerja. Jabatan baru, seorang ‘job seeker’, begitulah istilah keren yang aku katakan ke seorang teman, saat dia tanya, “sedang sibuk apa???”, dan teman itu langsung tersenyum mendengar jawabanku. Entah maksudnya apa, gak berani menduga juga.

Dua buah email akhirnya aku kirimkan, melalui beberapa situs pencari kerja *beginikah istilahnya???* di internet. Kata teman yang lain, ini boleh diandalkan. Usaha minimal, dengan hasil yang gak jelas—sepertinya tidak cocok dengan kata-kata diandalkan ya. Hehe

Satu buah map coklat tanpa stempel pos juga sudah aku titipkan ke seorang teman, karena katanya ada lowongan kerja sebagai nutrisionis di salah satu rumah sakit di Surabaya. Dan yang terakhir, menyusul dua lagi, dengan amplop coklat berisi serupa. Kali ini PT Pos Indonesia yang ambil bagian. Satu ku tujukan untuk sebuah perusahaan distributor produk susu ternama di Surabaya, satu lagi untuk perusahaan produk susu dan makanan bayi-balita regional Jogja. Ya,. Jogja. Ada keinginan untuk menghabiskan beberapa waktu disana. Kota yang cantik.

Tak ada kabar dari media internet. Setiap hari mencoba mengecek e-mail, tetap saja tak ada pemberitahuan lain. yang ada hanya copy-an surat lamaran yang dikirim oleh situs pencari kerja—salah satu bukti otentik aku telah mengajukan lamaran. Selebihnya??? E-mail spam dari beberapa teman kuliah yang belakangan makin marak.

Siang itu, hari Jumat lalu. Ada telpon di rumah. Sengaja gak kuangkat karena tante biasanya yang angkat. Dan ternyata itu panggilan untuk wawancara, di perusahaan di Surabaya. Whaoww.. sepertinya PT Pos Indonesia yang akan berjaya dalam proses pencarian kerjaku.

Sempat kacau. Bingung harus seperti apa. Kurang dari duapuluhempat jam waktu yang kupunya, dan aku tak tau harus menyiapkan diri bagaimana. Tanya-tanya kanan kiri depan belakang, tentang harus berpakaian apa, menyiapkan apa, dan lain sebagainya. Sempat sedikit frustasi juga karena ternyata semua yang harus ku siapkan tak ada satupun yang kupunya—baju, celana kain, dan sepatu kerja. Ya, gak ada sepatu yang cocok buat kerja. Semua sepatuku yang bertema ‘cewek’ masih terlalu ‘cewek’, warna hijau tanpa hak, coklat-putih kotak-kotak dari kain, dan yang terbaru sebenarnya masih layak pakai, sayang pernah tertukar dengan milik orang lain di mushola kampus, hingga akhirnya aku memutuskan sepatu tesebut amat sangat tidak nyaman untuk digunakan.

Papa, Papa, sms Papa. Dan Alhamdulillah semua lancar, beberapa menit kemudian, beberapa lembar ratusan ribu sudah ditangan.

Ada yang berbeda saat aku memacu sepeda motor di perempatan jalan sore itu. Semacam, gairah yang sangat luar biasa. Passion, atau apalah itu istilahnya. Dan ya, tak ada yang bisa menghalangi imajinasiku, tentang apa yang akan terjadi besok. Karena jujur aku katakan, aku lebih tertarik dalam bidang industry daripada rumah sakit. Maka dari itu juga, surat lamaran yang aku ajukan, lebih banyak ‘bergenre’ industry. Dan panggilan pertama dari perusahaan. Yeah… I’m happy—for a while.

Berbekal google-map, dan sedikit ingatan tentang jalan kota menuju Bandara Juanda, aku memacu si hitam dengan kecepatan sedang. Sempat nyasar juga di daerah waru, karena seharusnya aku belok kiri ke arah timur, tapi sayangnya tidak aku lakukan. Jadilah, putar balik, lalu putar balik lagi, dan aku kembali ke jalur yang semestinya.

Begitu sampai di lokasi, sempat menunggu sebentar sebelum dilakukan tes psikologi dalam bentuk tulisan. Ngantuk. Semalaman tak bisa tidur nyenyak karena grogi. Ditambah soal tes yang sangat membosankan. Jadilah… dapat giliran kedua, dan saat-saat paling aku khawatirkan datang juga: wawancara.

Blank, mungkin itu yang terjadi. Bahkan saat disuruh presentasi tentang diri sendiri pun aku sangat gugup. Lupa semua. Lupa kalau aku anak kedua dari empat bersaudara. Lupa kalau aku sangat gemar membaca. Lupa kalau belakangan memiliki aktiftas lain—blogging. Lupa kalau pernah ikut pelatihan ini itu, seminar ini itu, organisasi ini itu, dan lain sebagainya. Bahkan lupa akan kepribadian diri sendiri. Hingga tak tau harus berucap apalagi.

Lebih parah saat ditanya tentang “mau gaji berapa???”, yang begitu semua usai dan aku diskusikan dengan Papa, jawabanku amat sangat tidak bijak ternyata *jangan tanya ya jawabanku seperti apa. Hahaha*. Sempat ditawari untuk posisi lain juga, tapi tidak sesuai dengan yang aku ajukan di lamaran. Dan sepertinya *ini feelingku aja*, seandainya aku mau menerima tawaran itu, mungkin saat ini aku sudah tidak berlaber ‘pengangguran’. Tapi yasudah, toh yang ditawarkan itu juga bukan bidang yang aku minati, sekalipun masih ada sedikit kaitan dengan bidang yang aku pelajar—hanya sedikit. Dan karena penolakan itu juga, akhirnya hingga saat ini aku tidak berharap banyak.

Yahh,. Minimal ada dua hal yang bisa aku ambil untuk pelajaran, (1) ternyata wawancara kerja itu sulit. Bahkan jauh lebih sulit dibandingkan berorasi didepan mahasiswa se-fakultas hanya untuk mencari dukungan suara dalam pemilihan dewan perwakilan mahasiswa. Atau lebih sulit daripada presentas tugas akhir didepan tiga orang penguji yang sudah sangat expert dibidannya. Sangat-jauh-berbeda!!! Dan yang ke (2) setidaknya jika ada panggilan untuk wawancara lagi, tak perlulah aku bingung menyiapkan celana, sepatu, dan baju. Semua sudah ada. Alhmadulillah…

Oke, satu kesempatan terlewat. Dan kemarin siang, lagi di rumah sakit, nungguin antrian temen yang mau berobat. Hp bunyi. Nomor yang gak dikenal. Ternyata dari perusahaan yang di Jogja. Panggilan. Ke Jogja. Untuk, saat itu juga!!!

Dan saat itu juga aku tau kalau ternyata itu hanya sebatas event, dua bulan, duabelas desember hingga duabelas februari. Dan aku tidak bisa melewatkan sepuluh januari jauh dari rumah. Gak bisa. Hanya itu yang terpikirkan sementara. Aku bingung. Sedangkan suara mbak Eki—di telepon, sudah menunggu. Maaf, aku gak bisa menerima ini…

Sepanjang perjalanan pulang, temenku nyindir sedikit-sedikit, “lihat deh, ni ada orang sedang melakukan usaha untuk mencari pembenaran atas keputusan diri sendiri.” Hahaha.. itu kata-katanya bikin tambah ngeness. Kepikiran Jogja, tapi kepikiran sepuluh januari. Dan kepikiran lamaran di tempat lain yang bukan sekedar event. Kepikiran semuanya.

“Dear calon Nutritionist Milna Integra, seleksi diundur jadi besok, 6 Desember 2011 jam 8.30 di Kalbe. Alamat gd. Enseval jl.ringroad barat Kaliabu, Banyuraden, Gamping, Sleman. Tlpn. 0274627xxx.Thx.Eq netmed”

Dan sms mujarab—penyebab galau ini mendarat dengan selamat di hp ku tepat pukul 4.34 pm. hassssss… mikir lagi deh jadinya.

Papa, Papa, Papa, telpon papa, secepatnya. Cerita, seperlunya. Dan pencerahanpun diberikanNya. Makasiih.. makasih juga buat papa. Semua sudah jelas. Dan sudah, tak ada lagi ragu. Bismillah…. *sms terabaikan*.

Jam tujuh malem kurang dikit, Mbak Eki ternyata telepon lagi. Dan menjelaskan kalau misalnya aku join, gak perlu lewat seleksi. Langsung training. Langsung di terima. Langsung kerja untuk dua bulan kedepan. Ya Allah.. cobaan lagi. Akhirnya aku minta waktu satu jam buat mikir. Papa sudah, sekarang, ganti, Ai…

Sambil agak nangis, karena bingung—salah satu kebiasaanku, kalo panik biasanya langsung nangis. Ini katanya S1???? Gak bangettt *emang hubungannya apa ya S1 sama nangis???*. obrolan lumayan panjang, pendapat-sanggahan-pendapat lagi-disanggah lagi, diskusi tak berujung, hingga akhirnya keputusan sudah bulat.

Sambil menunggu satu jam berlalu, mencoba mengalihkan perhatian ke yang lain. dan jam delapan lebih sedikit, aku menghubungi mbak Eki.

Cuma inget satu pesan Papa, jika menolak yang seperti itu, sampaikan sehalus mungkin. Jangan lupa minta maaf juga. Dan ya, hanya itu yang bisa aku sampaikan. Alhamdulillah mbak Eki-nya ngerti. Baik banget mbak itu, berasa sudah kenal lama. ahh…
gambarnya bikin sendiri. tapi tulisannya nyomot dari salah satu bukunya mas Edi Mulyono *one of my favorite author from Indonesia*. pengen tau blognya??? klik disini!!!

Dan malam ini masih terpikir.,, Ya Allah.. semoga keputusan yang kuambil, itulah yang terbaik untukku.

05 December 2011

25-hari tanpa STNK

pagi ini kena tilang, di perlimaan petro, waktu nganter tante kerja. yakk, akhirnya aku kena giliran juga, setelah beberapa kali lolos entah karena apa. mau tau ketilangnya kenapa??? ngelanggar marka jalan waktu lampu merah. udah.

ini kedua kalinya aku kena tilang. dulu, pas pertama kali, masih SMA, belum lama bawa motor, waktu berangkat sekolah, bonceng temen tapi gak pake helm, jadinya kena tilang deh. tapi dulu bersyukur banget waktu kena tilang itu, soalnya aku jadi sekalian bikin SIM. nah sekarang??? untungnya apa yak??? yahh,. selain bisa lebih hati-hati, jadinya bisa bikin postingan tentang ini.hahaha... *plakkkk*

belakangan emang acara tilang-menilang di Gresik lagi ramai *atau musim???*. hampir tiap hari, kalo gak di perlimaan petro, ya di depan kantor samsat Gresik yang di Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo *jalan yang lain gak ngerti, yang aku lewati jalan-jalan itu aja soalnya*, operasi, tilangan, dan lain sebagainya selalu dilakukan. dan ternyata nih ya, ada yang bikin aku kaget jugak. kata si tante, waktu tadi surat tilangku sedang di proses itu, tante bilang, kalo itu tuh sebenernya polisi lagi acara 'ngejar target'. whattt???????? 

ngejar target emangnya marketing??? gak habis pikir deh ya. ngejar target kok ngejar target tilangan. jadi berasanya sekarang itu polisi udah kayak dokter yah. berdoa supaya dapet rejeki banyak, tapi secara gak langsung juga berdoa supaya banyak yang sakit. sama donk ama polisi, berdoa supaya dapet rejeki banyak, yang artinya banyak yang ketilang dan makin banyak yang ngelanggar peraturan. sipp dehh,..

dan setelah dapet surat tilangnya itu tadi, aku shock untuk kedua kalinya. sidangnya tanggal 30!!! itu berarti masih dua puluh lima hari lagi!!! hwiikkkkkk.. lama bangettt..!!! padahal aku bayanginnya itu disidangnya besok, ato paling gak minggu depan lah. nah ini, hampir sebulan. gila aja. gak bisa kemana-mana donk kalo kayak gini ceritanya. apalagi ke Surabaya. mau kesini nunjukin STNK. masuk kesitu, nunjukin STNK pula. errrrrrrrrrrrrrrrrrrrr...

04 December 2011

Jelajah Potensi Wisata Bawean (part 3)

Jelajah potensi wisata bawean hari kedua dimulaaaiiii….

Sebelumnya aku mau cerita tentang kejadian semalam. Semalam, sebelum tidur, sempet panik dikit. Lantaran mas Tino bilang, kalo listrik di pulau tersebut (Bawean.red) cuma sampe jam sebelas malem, dan baru nyala lagi waktu subuh.

What????? Aku bingung. Seperti yang pernah aku sampaikan di postingan yang ini, aku gak bisa hidup tanpa kipas angin *oke, ini emang agak lebay*. Tapi itu sedikit banyak bisa dibenarkan—ato mungkin lebih tepatnya gak betah dengan kondisi gerah dan panas. Terutama waktu tidur. Kalo posisinya adem banget kayak di Batu ato di puncak gunung sih gak masalah, tapi kalo di rumah biasa, terutama di pesisir seperti yang terjadi saat di Bawean, mungkin aku gak akan bisa tidur semalaman. Gara-gara diomongin kayak gitu, akhirnya kepikiran terus dan gak bisa tidur. Baru bisa bener-bener tidur waktu jam udah kelewat jam 11 tapi ternyata listrik masih tetep nyala dan AC di kamar masih berhembus dengan kencang. Alhamdulillah…

Beberapa jam kemudian…

*tuuuuttt* <<< kurang lebih begitulah suara AC yg tiba-tiba mati. Jam dua pagi!!! Lampunya mati, AC juga mati, dan reflek aku langsung kebangun. Semuanya gelap. Hassssssss… mimpi buruk jadi kenyataan. Bingung. Mulai gelisah. Grusak grusuk gak jelas sampe si tante juga ikutan bangun. Oke, sepertinya tidurku malam ini cukup sekian. Padahal masih ngantuk bangeettt!!! Tapi gak berselang lama, mungkin sekitar sepuluh atau limabelas menit, akhirnya lampu nyala lagi. Alhamdulillah… buru-buru nyalain AC lagi, dan mencoba untuk tidur kembali.

Yakk,. Sebenarnya memang listrik di pulau Bawean ini hanya disediakan pada jam-jam kerja. Tapi sepertinya untuk penginapan, hotel, dan sebagainya yang membutuhkan listrik duapuluhempat jam, mereka menyediakan jenset atau sejenisnya sendiri, agar listrik tetap tersedia *katanya*. Jadi inget rumahnya om yang di Kalimantan. Ternyata masalah listrik gak cuma disana, di sini juga masih ada. Hemmmm…

Pagi itu sarapan nasi+lalapan+ayam goreng+tumis tahu tempe. Makannya beli di yang punya hotel, tapi disajikannya dibungkus di sterofoam. Disini (Bawean.red) kalo orang mau bungkus makanan, jarang pake kertas minyak/kertas bungkus nasi *yang warnanya coklat*. Ada sih, cuma paling dipakek di orang jual nasi goreng atau mie goreng keliling. Selebihnya, penjual nasi di warung-warung lebih memilih menggunakan sterofoam untuk menyajikan makanannya. Oia, untuk harga makanan disini, terutama makanan laut itu cenderung murah *yaaiyalahh.. namanya juga pulau, deket laut*. Tapi kalo untuk makanan biasa, menurutku juga gak terlalu mahal. Sepiring nasi dengan lauk berbagai macam dibandrol dengan harga sepuluh ribu. Kalau menrutuku sih itu cukup murah. Jadi, gak perlu kahwatirkan masalah makan. Yang penting uangnya cukup  :).

Udah deh cerita tentang makanan dan lain sebagainya. Mau langsung jalan-jalan kan?? Oke kalo gitu. Yuk, mari deh berangkat.

02 December 2011

Jelajah Potensi Wisata Bawean (part 2)


Tempat wisata yang pertama kali kami kunjungi dalam rangka Jelajah Potensi Wisata Bawean adalah sumber air panas. Lokasi wisata ini masih terletak di Kecamatan Sangkapura, gak jauh dari alun-alun Bawean.

Begitu keluar dari jalan lingkar Bawean, kami langsung memasuki jalan yang sangat sempit. Mungkin lebarnya hanya selebar mobil carry yang kami naiki. Aku bener-bener gak bisa bayangin kalo misalnya mobil selebar Innova atau sejenisnya musti lewat jalan itu, bisa dipastikan gak muat. Dan kau tau? Kalau kita berpapasan dengan pengendara lain, baik itu mobil maupun motor, salah satu dari pengendara harus mengalah. Kalau motor, mungkin masih masuk akal ya, karena mereka bisa menepi bentar terus membiarkan mobil kami lewat terlebih dahulu. Tapi kalau berpapasan dengan mobil juga seperti yang terjadi pada siang itu, maka salah satu harus mengalah dan berjalan mundur, hingga menemukan persimpangan atau lokasi yang cukup luas untuk salah satu mobil menepi.

Satu pelajaran yang aku dapat (lagi), bahwa toleransi di sini amat sangat dijaga. Dalam proses saling mengalah tersebut, gak ada yang ngerasa kesal, gak ada yang ngerasa dirugikan, dan semua tetap saling bertegur sapa jika yang satu melewati yang lain. luar biasa.

Dan pelajaran yang lain, mungkin bagi teman-teman yang berniat untuk jalan-jalan ke Bawean dan menggunakan mobil, ada baiknya sewa mobil sekaligus dengan supirnya (plus bensin, hanya limaratusribu rupiah sehari!!!). ini akan jauh lebih aman. Kamu supir kota? Oke, tapi Bawean bukan kota. Gak ada traffic light. Gak ada marka jalan. Gak ada pom bensin *apapun mobilnya, ngecer semua bensinnyaa*. Dan kalau kamu gak terbiasa dengan kondisi jalan disana, lebih baik cari amannya saja. Oke?

Setelah melewati jalan sempit yang berliku serta pemandangan sawah yang hijau dan bukit-bukit yang masih sangat alami, akhirnya kami sampai juga di desa tempat sumber air panas itu berada. Kami harus berjalan kaki sedikit—mungkin sekitar sepuluh menit—melewati beberapa rumah warga dan beberapa kandang sapi serta sebuah pohon kelapa unik, tanah berlumpur serta galian batu-batu onyx, akhirnya kami sampai di sumber air panas.