10 April 2012

Aku, Bertanya Kepadaku, Tentangku

picture source
Hello world,..

Ehem,.. Sejak si popcorn ini lahir, rasanya belum pernah deh yaa aku menyebut diriku sendiri dengan sebutan 'Saya'. Aneh rasanya. Alasan utama sih pastinya karena gak terbiasa, karena sehari-hari lebih sering menyebut diri sendiri dengan kata 'aku'. Disamping itu, rasanya penggunaan kata 'Saya' itu terlalu resmi untuk sebuah blog pribadi yang isinya gak pernah jauh-jauh dari cerita kehidupan sehari-hari macam popcorn ini.

Tapi kali ini, ijinkan aku untuk menyebut diriku sendiri dengan kata 'Saya'. :">

Saya Arie Ramadhaani, biasa dipanggil Armae, seorang fresh graduate dari Program Studi Ilmu Gizi Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Saya merupakan anak kedua dari empat bersaudara, yang semenjak kecil hingga SMA tinggal di Gresik. Saya gemar membaca, baik novel, biografi, maupun surat kabar, dan selama kurang lebih satu tahun terakhir mulai merambah ke dunia tulis-menulis yang saya realisasikan dalam bentuk blog pribadi. Pada saat SMA, saya bergabung dengan Organisasi Pecinta Alam. Dari organisasi tersebut, saya banyak belajar tentang kehidupan di alam bebas, hingga pada akhirnya kegiatan jalan-jalan (termasuk hiking dan camping) menjadi salah satu kegemaran saya. Saya juga gemar berolahraga, diantaranya bermain voli, berenang, juga bersepeda. Saya adalah seseorang yang berwatak keras. Seseorang tidak akan dengan mudah merubah pendirian saya terutama jika saya merasa bahwa diri saya benar. Aktif berorganisasi semenjak di bangku SMP tidak membuat saya mudah akrab dengan orang lain. Tapi dari sebagian kecil orang yang mengenal saya, biasanya mereka  mengenal saya cukup dekat. Saya seorang yang perfeksionis, detail, dan menyukai keteraturan. Tidak terlalu bermasalah dengan sesuatu yang bersifat mendadak namun lebih menghargai persiapan yang matang, disiplin, namun lebih menyukai sedikit keterlambatan dengan hasil yang sempurna daripada tepat waktu namun kurang sempurna pada akhirnya.

Kenyamanan menjadi hal terpenting dalam hidup saya. Patokan untuk menyukai atau tidak menyukai sesuatu, lebih sering saya nilai dari kenyamanan diri saya sendiri terhadap hal tersebut. Saya bukan tipe orang yang suka melakukan hal yang tidak membuat saya nyaman dan tidak saya nikmati. Hal ini, juga berkaitan dengan minat dan kemampuan saya dalam suatu bidang tertentu. Jika saya tidak berminat pada suatu hal, maka biasanya saya tidak akan nyaman berada di lingkungan hal tersebut. Sebagai seorang wanita, pastinya keterlibatan perasaan dalam menentukan minat atau tidak, nyaman atau tidak, menjadi satu hal yang biasa. Namun, sebisa mungkin perasaan tersebut tidak mendominasi, karena disamping hal tersebut, masih ada pertimbangan-pertimbangan lain yang tetap harus diperhatikan.
picture source
Sukses, menurut saya tidak hanya bisa dinilai dari hasil apa yang sudah kita dapatkan setelah suatu proses yang kita lakukan. Sukses itu bermakna luas, termasuk jika kita memulai suatu hal yang positif, itu juga merupakan suatu kesuksesan. Saya orangnya perfeksionis, sangat memperhatikan hasil, tapi bukan berarti proses menjadi tidak penting di mata saya. Karena hasil tanpa proses, tidak jauh berbeda dengan seseorang yang menjiplak karya orang lain. Sungguh sesuatu yang tidak bisa saya toleransi.

Entah sejak kapan saya menyadari hal ini, tapi sejauh saya ketahui tentang diri saya, saya tidak terlalu berambisi dengan materi. Bukan berarti saya tidak butuh, karena mustahil pula menjalani hidup tanpa materi sedikitpun. Ketertarikan terhadap materi, lebih sering dikarenakan tuntutan kebutuhan. Saya ingin bekerja, tapi bukan untuk mencari dan mengumpulkan materi. Saya lebih ingin bekerja untuk aktualisasi diri, karena beberapa bulan belakangan tanpa ada hal khusus yang harus dikerjakan membuat saya merasa bahwa diri saya tidak ada, diri saya tidak berguna, dan semacamnya. Itulah alasan utama mengapa saya mencari pekerjaan. Sedangkan materi, mungkin lebih tepat diletakkan dalam posisi sebagai ‘timbal balik’ atau bahkan ‘bonus’ dari apa yang sudah saya kerjakan.
picture source
Menghargai dan dihargai orang lain, merupakan satu hal yang penting menurut saya, terutama berkaitan dengan manusia sebagai makhluk sosial. Aturannya mudah saja, siapa yang ingin dihargai orang lain, maka dia harus menghargai orang lain terlebih dahulu. Hal ini sedikit banyak saya pelajari dari aktifitas blogging yang saya lakukan selama satu tahun terakhir. Dalam aktifitas tersebut, saya banyak belajar tentang bagaimana cara menghargai karya orang lain—hingga pada akhirnya karya kita juga di hargai oleh orang lain, memberikan komentar yang beretika—karena dalam dunia perblogan apa yang kamu tulis menjadi bagian dari siapa kamu. Didalam dunia perblogan—juga dunia yang sebenarnya, setiap ketentuan dari baik atau buruknya suatu hal, sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya sekitar, cara berpikir, bahan bacaan, lingkungan, dan lain sebagainya. Mengingat keberagaman yang ada di Indonesia, sepertinya sangat mungkin bahwa penilaian ‘baik’ menurut satu daerah berbeda dengan daerah yang lain. Lantas, apakah ini menjadi kendala seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain yang berbeda budaya, suku, ras, agama, dan sebagainya? Saya rasa tidak. Jikalau terjadi perbedaan, tidak akan sampai pada taraf makna kebaikan yang sebenarnya. Karena menurut saya, kebaikan itu berasal dari hati nurani setiap manusia. Tanpa membaca buku beratus-ratus lembar halamanpun, saya yakin seseorang bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Bukan berarti saya menganggap bahwa pelajaran tentang moral dan etika tidak perlu, hanya saja, jika sudah terjun kedalam masyarakat, moral dan etika menjadi satu hal yang pasti, berbaur dengan budaya masyarakat. Berbeda dengan moral dan etika saat masih berada dalam diri masing-masing manusia, yang sifatnya abstrak, namun bisa digambarkan dalam bentuk perbuatan.

Orang-orang disekitar saya, paling sering menilai saya sebagai orang yang keras kepala, teguh pendirian, dan sangat cuek. Keras kepala disini mungkin bisa diartikan seperti ini, ‘jika saya belum merasakan sendiri kerugian dari suatu hal, sebesar apapun peringatan yang diberikan orang tidak akan saya indahkan’. Sepertinya perumpamaan ini cukup menyeramkan ya,. tapi tidak seburuk itu lah, karena terkadang seseorang harus jatuh dulu baru bisa mengetahui bagaimana caranya bangkit. Sedangkan untuk cuek disini bukan berarti saya acuh tak acuh dengan lingkungan sekitar, tidak, tapi saya kurang berminat dengan hal-hal yang berhubungan dengan urusan orang lain, juga dengan penilaian orang lain (yang terakhir terutama dalam hal penampilan). Dan untuk sifat yang teguh pendirian, saya rasa semua orang juga memiliki sifat yang sama, jika dia dalam posisi yang benar, ditunjang dengan referensi yang akurat, dan dukungan beberapa pihak. Ada juga beberapa yang mengatakan bahwa saya memiliki pandangan yang luas. Ehm.. Saya tidak tau ini maksudnya apa. Tapi seingat saya, saya lebih suka menilai sesuatu secara objektif, melihat satu hal dari berbagai sisi, dan mencoba menyebutkan beberapa kemungkinan mengenai penyebab terjadinya hal tersebut. Satu yang selalu saya pegang, bahwa pasti, selalu ada penjelasan yang masuk akal untuk semua hal yang terjadi. Cara berpikir seperti itu menurut saya patut untuk saya pertahankan, karena dengan demikian, saya lebih bisa berhati-hati dan mempertimbangkan segala hal sebelum memutuskan sesuatu.

picture source
Itulah sekilas tentangku. Bukan tanpa tujuan aku membuat tulisan ini, karena ini semacam aplikasi yang aku ajukan dalam salah satu proses untuk bergabung dengan NGO. Proses kedua rasanya, yang akhirnya mengantarkanku menuju proses selanjutnya yakni interview. Namun sepertinya, Bapk-bapak dan mas-mas yang menginterview diriku lupa, atau mungkin tidak terlalu memperhatikan kalau aku menyukai kegiatan blogging. Bukan masalah yang terlalu besar sih, hanya saja, sebagai seorang blogger aku merasa bahwa aku lebih cakap untuk menulis dibandingkan dengan berbicara. Aku bisa punya ruang untuk menata apa yang ingin aku tuangkan, menjadi serangkaian kalimat yang, minimal tidak membingungkan pembaca.

Yahh,. Sepertinya mereka agak sedikit kecewa. Terasa sekali sih. Ditambah pada saat interview itu, kalau boleh aku membela diri, aku sedang tidak dalam kondisi terbaik. Jadi yaaaa, gitu deh hasilnya, tidak bisa diharapkan. Tapi gak masalah juga, karena toh akhirnya saat ini aku juga sudah bergabung dengan NGO, walaupun bukan NGO yang aplikasinya sedang aku pajang ini.

Ternyata, merupakan satu hal yang sangat sulit saat kita harus menuliskan tentang diri kita, dengan bahasa kita sendiri, tanpa ada maksud sedikitpun untuk merendahkan diri. Pertanyaan-pertanyaan sederhana tentang arti hidup, ambisi, arti kesuksesan, serta moral dan etika, juga pendapat orang lain tentang diri kita sendiri. Yahh.. sangat sulit. Walaupun bukan berarti tidak mungkin. Tapi tetap saja diriku, pada pendirianku, bahwa "orang yang paling sok tau di dunia ini adalah orang yang merasa sudah mengenal dirinya sendiri sepenuhnya" :D

Menuliskan ini, serasa memberi ruang pada diri sendiri untuk berkomunikasi.. :">

Ada yang bersedia menuliskan hal serupa? Jika ada yang bersedia, silahkan tuliskan di kotak komentar yaa link nya. InsyaAllah akan aku baca tulisan para sohiblogger. Tak ada hadiah, tak ada bingkisan, tak ada souvenir. Aku hanya ingin mengajak sohiblogger semua untuk selangkah lebih dekat, menuju pencarian jati diri, yang sejatinya tak akan berhenti sampai kita mati. :)

Happy blogging all ;)

48 comments:

  1. Baru tau kalo namanya Arie :))

    ReplyDelete
  2. Perkenalkan nama saya Sofyan, saya tinggal di Jember #jiahhh

    Namanya nulis ya terserah deh Kak, mau pakai aku atau saya, tapi kalau konteknya resmi lebih enak didengar kalau mengunakan kata SAYA...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halooo kang Sofyan. Salam kenal yaaa.. Hihihi

      Iya, yang penting jadi diri sendiri yah Kak. :D

      Delete
  3. klo mslah cuek,, kita hmpir sama lah mak e..mgkn dlm urusan pnmpilan. tpi, klo mslah di lingkungan sya gag bisa cuek, bhkan sya diblang org yg prhatian..#sok hehe
    kpn2 sya cba nulis kyk ini jga deh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yayyy... :five5

      Ihhiikk.. Yura perhatiaaannn.. Mau doonk diperhatiin jugak. Hihihi :">

      Delete
  4. aku juga lebih sering enggunakan kata aku, kalau saya hanya pada orang2 tertentu saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Sama. Kalo sehari-hari yaa aku-akuan aja deh. hihihi

      Delete
  5. what if you have to be someone else to make people around you comfortable...
    and that makes you comfortable with your situation
    Sometimes you need people judge to make yourself comfortable
    and it makes you understand who you really are
    that's what I call respect for others :)
    Friash

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooo... Selama hal itu bisa membuat kita menjadi lebih baik, rasanya tidak masalah. Termasuk salah satu pengembangan diri juga kan.. ;)

      Delete
  6. Kalau menurut aku makna dari sukses itu bukan hasil yang banyak tapi seberapa manfaat hidup kita bukan hanya untuk orang2 disekitar kita tapi untuk orang2 yg membutuhkan bantuan kita entah itu didekat atau pun jauh

    ReplyDelete
    Replies
    1. :-bd
      Setuju bangeett sama mas Andy. :D

      Delete
    2. Bagus banget mbak.. hehehe :)

      Delete
  7. banyak proses menjadi jiwa yang sempurna Ka, dalam proses itu pasti biasa terjadi hal-hal yang sama sekali tidak kita inginkan. Emosi, kecewa, dan sedih pasti ada, namun lebih daripada itu, ada proses pembelajaran didalamnya.

    Yang saya sering pikir semenjak beberapa tahun belakangan ini ialah.

    Kapan saya bisa menghidupi orang tua dan adik-adik saya :)

    Semoga semuanya bisa tercapai dengan cara yg baik..amin..

    #baru tahu namanya Arie..

    ReplyDelete
    Replies
    1. :-bd

      Proses pembelajaran itu yang penting. Hehehe...
      Aamiinn.. semoga bisa, suatu saat nanti. Sedang dalam proses menuju kesana kan yaaaa...??? Good luck!!! ;)

      Delete
  8. uhh kayaknya sifat kita hampir sama semua kak. terutama menyukai kesempurnaan di dalam bidang apapun, tidak suka berada di lingkungan yang tidak sependapat. uhm.. tapi saya sekarang mencoba lebih terbuka lagi hhe
    berevolusi dari anak yang pemalu, remaja yang penuh emosi dan amarah, dan sekarang pengin jadi seorang balita yang dewasa xD hhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yayyyyy.... :five5

      Harus tuh, lebih terbuka, lebih fleksibel, tahan disegala situasi dan kondisi. Aseeekkk :D

      :o
      Balita dewasa???

      Delete
  9. weeeew.... tu kata kata yang di bold biru itu lho...menusuk suk suk suk... hahaha...
    well, kalo toh ada orang yang kayak gitu ato kita pernah ato mungkin sekarang ngerasa gitu juga ga papa juga seh... proses pembelajaran orang kan jalannya beda2 #GaNyambungBlas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wusssss.. yaaa maap. Gak maksud untuk menusuk lo yaaa. hihihi

      Gak papa gak nyambung. Yang penting komen. Nyiahaha #bancikomen. Arigatou gozaimasu :D

      Delete
  10. tak kenal maka tak sayang
    dg adanya tulisan di atas, jadi bisa lebih tahu siapa pemilik blog ini sbenarnya :)

    ReplyDelete
  11. Setiap orang punya persepsi berbeda-beda dalam memandang hidup.,
    Dalam hidup yang terpenting adalah perjalanannya bukan sekedar tujuan.
    karena di setiap perjalanan pasti akan ada cerita,n cerita tdk akn musnah apabila di tuliskan.:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setujuuuuuu... :-bd
      Perjalanan dalam hidup, live is about experience, hihihi :D

      Delete
  12. wuahhh mbak mae ini sangat baik mengeksplore tentang diri sendiri. Jadi ingat sebuah kalimat bahwa "Salah satu cara mengenal Allah adalah dengan mengenal diri sendiri". Kalau aku disuruh menuliskan hal-hal apa saja tentang diri ini ya susah juga. Padahal di banyak kasus interview, yang ditanyakan seringkali : "ceritakan tentang diri kamu".

    Sebagai pembaca sih, (tipe aku sih), lebih menyukai tulisan mbak mae yang seperti ini. Mengalir enak dibaca. Sedikit menyentuh ke agak formal sih, tapi aku lebih suka membaca gaya tulisan seperti itu :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. :"> Jadi malu aku dipuji begitu ama mas Fifin. Heheh..
      Yahh, semoga dengan begini aku bisa jadi lebih mengenal Allah juga :)

      Hmmm.. kalo masalah gaya tulisan, rasanya masih belum bisa sekonsisten mas Fifin. Dan bergantung juga bahasannya apa mas. Kalo pas bahas kuliner dan semi formal gini, bisa bisa bukannya bikin ngiler yang baca tapi malah bikin ngantuk. :))

      Delete
    2. yupp betul, bergantung tema juga yak...
      temanya nyantai ya harus menyesuaikan :)

      Delete
  13. gue baru ikut seminarnya president director IBM indonesia dan dia bilang di salah satu speech nya adalah life is unfair dan buat apa malu menjadi lain dari orang lain, intinya pd aja dalam menjalani hidup dan mengejar cita-cita, apalagi di postingan sebelumnya mae mau ke luar jawa kan? hajar bleh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Life is unfair,.. asseeekkk :D

      Hihihi.. Urkhan telat nih. Aku udah hampir tiga minggu diluar jawa. And, as you said, hajar blehh... :))

      Eniwey, IBM apaan yakkk??? :-/

      Delete
  14. Setuju, Mae, menilai diri sendiri itu adalah suatu hal sangat rumit menurutku. Maksudku, lebih rumit daripada menilai orang lain dan MEMANG HARUS BELAJAR. Karena memang, semua yang ada di diri kita, sikap kita, dan mungkin pola pikir kita, orang lain itu lebih tahu. Karena mereka yang manilai langsung, kita hanya menjalaninya saja yang kadang dalam menjalani, kita tidak perlu berpkir secara menyeluruh dan bagaimana tanggapan orang tentang kita. Caramu ini cukup efektif dan menginspirasi, Mae.

    Terima kasih, pelajarannya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yapp, betul katamu Wury, sulit, tapi bukan berarti tak bisa dipelajari.

      Justru itu, di tulisan ini kan ada juga bagian mengenai pendapat orang lain tentangku. Terutama orang-orang terdekat, yang pastinya lebih tau siapa kita. Itu juga jadi satu poin penting, jadi penilaiannya bukan hanya dari satu pihak saja. ;)

      Terimakasih kembali Wury :D

      Delete
  15. bener, mae. Kata 'saya' kayaknya gak cocok digunain di blog2 yang bener2 online diary.... Aneh bacanya... Huehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Samaaa.. Toss dulu Nuel :five5
      Jadi baiknya disesuaikan dengan konteksnya yaaa... Hihihi

      Delete
  16. renungkan :
    ...jika aku bukanlah aku, dengan segala aku...

    (AL_AS)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seandainya 'aku' adalah aku,.. mungkin akan indah dunia ya... :D

      Delete
  17. Postingan tentang jati dirimu sangat lengkap sekali. Orang yang mengenal jati dirinya, dia mengetahui kemampuan dan kelebihannya. Dengan kelebihan yang dia miliki akan mengantarkan pada kesuksesan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... Semoga aku termasuk didalam yang sukses ituuu.. hihihi :D *ngareppp*

      Delete
  18. wah...isinya lngkap rie, jadi tau seperti apa dirimu...great..

    ReplyDelete
  19. selamat ulang tahun Rieeee... aku jadi lebih tau kamu luar dalam #eh
    btw, gimana di dompu??? aman kan? sejak kepergianmu , rumah jadi sepi rik.. *loh???
    oya, mantab ya blogmu ada emot nya. gimana masang nya tu??? *pura-pura lugu padahal emang gak tau :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jyahh.. emang udah tau luarnya aku kayak gimana?? ketemu aja belum pernahh :))

      Alhamdulillah, Dompu aman terkendali nih. Hehe..

      Hoo.. kalo emotikon gini ada scriptnya.. mau tak? Ketemu di ym nyok, ntar ku kasih :D

      Delete
  20. Wuihhh... Habis ngaca di mana, sehingga bisa dapat jawaban seperti ini tentang dirinyaa?? :D

    Perfect, full of idealism... Semoga perubahan tidak melapukkan idealisme-mu ini... hehehe

    Enjoy It... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ngaca selama hampir dua puluh tiga tahun :D

      Full of idealism.. :-?

      Delete
  21. keras kepala dan penuh ingin rasa ingin tahu

    #akubangettuh

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D