01 June 2012

Lomba Fotografi Anak dan Remaja

Minggu, 27 Mei 2012, teman-teman yang pegang bagian sponsorship bikin acara, Lomba Fotografi Anak dan Remaja Se-Kabupaten Dompu yang diadakan oleh Plan Indonesia PU Dompu bekerjasama dengan Dompu Foto Club, dengan tema “Peduli Lingkungan, Cintai Sesama”. Keikutsertaanku dalam even ini, awalnya bisa dibilang karena faktor ketidak sengajaan. Suatu sore, beberapa hari yang lalu, aku dan si Ulil kan masih dikantor tuh, padahal sudah waktunya pulang. Tapi karena ada suatu hal, akhirnya kami gak pulang dulu. Nah, pas itu, ada mas Oji dan mas Roni yang ngajakin keluar, ikutlah kami berdua, walopun gak ngerti jugak maksud dan tujuan ngajak kami berdua keluar tuh apaan.


Setelah sampai di suatu daerah, kecamatan yang berbeda, yang kata mas Roni, ‘luar kota’, akhirnya motor berhenti di depan suatu rumah yang agak besar. Pertamanya bingung, ini mau ngapaiiiin kesini yak? Trus pas disuruh masuk, masuk aja deh kita. Nahh, ternyata, itu merupakan rumah Mas Ari, salah seorang fotografer ternama di Dompu yang ditunjuk sebagai salah satu juri dalam even lomba foto diatas itu. Jadilah, tanpa persiapan apapun, aku dan Ulil ikutan rapat dadakan bareng mas Roni dan mas Oji. Untungnya yang dibahas gak terlalu detail, jadi masih bisa ngikuti lah. Sore itu, kami cuma membahas gambaran umum teknis penilaian. Tentang komponen apa saja yang dinilai dalam foto, keterkaitan dengan tema, dan semacamnya. Besoknya, aku dan Ulil, serta dua orang lainnya, om Joe dan mas Oji, dapat email dari mas Roni, isinya sederhana,
“Dear juri Indonesian Idol,
Any comment or input???”
--email dikirim beserta lampiran “Kriteria Lomba Fotografi Anak dan Remaja”--

Yang kuingat pertama kali saat baca email itu,. “Jadi juri??? :o Whaowwww….”

Akhirnya hari minggu datang juga. Dengan kostum kaos ngejreng warna kuning-merah, celana hitam, dan jilbab yang agak dipaksakan warnanya, aku dan Ulil berangkat dari kosan. Ternyata sampai di kantor, situasi sudah ramai. Sudah ada sebuah mini bus yang parkir, yang digunakan sebagai transportasi ke lokasi pengambilan gambar, beberapa kendaraan roda dua lainnya, serta para remaja dengan kostum serupa. Hampirrr aja aku dikira peserta jugak. Berharap masih jadi anak SMA. Nyiahahahaha…  B-)

Pagi itu, sebelum berangkat ke lokasi pemotretan, ada pengarahan sedikit dari ketua pelaksana, yakni mas Oji, dilanjutkan dengan analisis risiko yang memang menjadi hal rutin yang harus dilakukan setiap akan melaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan anak-anak, yang dipimpin oleh mbak Murni selaku Child Protection Officer di Plan Dompu. Dan, akhirnya tiba saatnya aku berbicaraaaaa… yeahhh!!! Gak banyak sii yang kubicarain, cuma bacain pembagian kelompok yang sudah disusun oleh mas Oji. Tiap kelompok terdiri dari kurang lebih 10 orang peserta dengan dua orang pendamping yakni staff Plan Dompu. Aku kebagian menjadi pendamping tim Merah, bersama dengan Bapak Rudi.Cmiwwww... :D


Berhubung mini bus dan dua buah rent car tidak hanya mampu menampung seluruh peserta lomba fotografi, jadinya ada beberapa ‘panitia’ yang kesemuanya merupakan staff Plan yang terpaksa harus naik sepeda motor. Naik turun bukit, belok kanan belok kiri, ada juga jalan lurus seolah tak berujung, gelap karena rerimbunan pohon dikanan kiri jalan yang sangat rapat, berasa konvoi aja gitu, beberapa buah sepeda motor biru dengan logo ‘Plan’ berjalan beriringan saling salip-menyalip. Asikkk… :D Sekitar dua puluh menit, akhirnya sampai juga kami di lokasi pengambilan foto, yakni di Desa Banggo, kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, NTB.


Lokasi pengambilan gambar untuk lomba fotografi kali ini, tepatnya dilakukan di dua dusun, yakni dusun Mpongge dan dusun Tapajo. Untuk tim merah, kebagian di dusun Mpongge, tempat dimana kantor desa Banggo berada.

Setelah acara pembukaan, foto bersama, akhirnya dimulai juga kegiatan ‘hunting foto’ tersebut. Beberapa anak manusia berpakaian merah-kuning, yang katanya kak Insan kayak ‘tomcat’ ini, mulai menyebar ke rumah-rumah penduduk, beserta pendamping masing-masing.


Satu kesana, satu kemari, akhirnya aku sendiri kebingungan untuk menjaga para adek-adek kelompok merah. Sekalipun sudah ada tanda pengenal dengan warna masing-masing kelompok, tetap saja aku sedikit kesulitan. Akhirnya, konsep ‘pendamping untuk tiap kelompok’ itu kacau juga. Asal menjaga beberapa peserta saja, itu sudah cukup. Dan pembagian jadi sekenanya dan seadanya. Karena ada juga kejadian bahwa banyak peserta yang berkumpul disatu titik, hingga sudah ada pendampingnya juga. Jadi, saat itu aku hanya menjaga sekitar 2-3 peserta saja.


Selain menjaga para peserta, aku juga ikutan hunting foto loo. Walopun tetep aja gak boleh diikutkan dalam even ini. Tapi yah, itung-itung merefresh ilmu tentang fortografi yang sudah lama gak dipakek. Sekalian sebagain ajang untuk mengenal lebih dekat tentang Canon PowerShot G12, yang sedang aku bawa. Tenaang, tenaang. Itu bukan kameraku. Melainkan kamera project yang oleh Ibu Officer yang baik hati, tanggungjawabnya diserahkan kepadaku. Sipp dah kalo gitu. Mana itu kamera juga sudah jadi inceran dari beberapa bulan yang lalu pula. Jadilah, kurang girang apa lagi cobak??? :D


Setelah lelah berputar-putar dibagian bukit, aku dan pak Rudi beserta beberapa peserta pindah lokasi ke area persawahan dimana banyak ternak dilepas sekenanya. Ibu-ibu yang sedang mandi, kambing yang sedang makan rumput, serta beberapa 'ranjau darat' yang menjadi penghias hamparan rerumpitan hijau itu. Cantikkk!!! Beberapa momen pun, tercapture. :)




*Plus satu foto spesial di my-photoblog, bisa dilihat disini ;)*

Seharian itu puasss banget utak-atik si G12. Walopun gambar yang dihasilkan pun gak terlalu banyak. Dan ternyata nih ya, sempat shock juga pas pertama kali tau kalo ternyata banyak peserta lomba fotografi, anak-anak SMAnya, bawa kamera gede-gede. Yahh, walopun ada juga yang bawa pocket biasa, ato malah kamera hape. Karena emang gak ada aturan musti pakek kamera apaan. Yang penting ikut berpartisipasi, mengumpulkan gambar yang sekiranya sesuai dengan tema, itu saja sudah cukup. Cuma masalahnya, yang bawa kamera gede itu, gak cuma satu dua meeen. #:-S Mungkin ada sekitar 30% dari peserta yang mengikuti acara itu merupakan pengguna kamera gede. Setelah usut punya usut, ternyata memang di Dompu ini ada komunitas fotografi tempat adek-adek remaja itu bergabung dan belajar tentang fotografi, yaa Dompu Foto Club itu. Heuu.. Pantes!!!

Bingung maksudnya kamera gede??? Itu tuuuh, kamera DSLR, yang lensanya beranekaragam panjangnyaaa, merknya macem-macem, biasanya warna item, dipakek oleh fotografer profesional. Begitu lah pokoknya. Tapi tetep, tidak tertarik. Karena, seperti yang sduah pernah ku sampein dulu, lebih sukak dengan kamera semi-DSLR, seperti G12 ini. Itu saja sudah sangat sangat sangat cukupp. Semoga tidak berpindah kelain hati. B-).

Sekitar jam 1, semua peserta sudah kembali ke tempat semula: Kantor Desa Banggo. Begitu semua peserta dan panitia lengkap, serombongan peserta Lomba Fotografi Anak dan Remaja Plan Indonesia PU Dompu kembali melakukan perjalanan ke Dompu, untuk selanjutnya mengumpulkan foto di kantor Plan, sekaligus makan siang. Tapi aku dan beberapa orang teman yang bawa sepeda motor gak langsung pulang. Kami singgah dulu di Kempo, yakni kecamatan disebelah kecamatan Manggelewa, yang lokasinya dekat dengan laut. Ada apa disana??? Off the record yee.. atau, next post??? Entahlah.. lihat saja nanti. ;)

rombongan yang bersepeda
Eniwey,. dari even ini, ada satu pelajaran penting yang bisa aku ambil: belum genap tiga bulan disini. Tapi sudah ngerasa bangettt kalo tambah item!!! :((

*Untuk foto para juara, di postingan yang berbeda yaa.. Sore ini tadi (1 Juni 2012) baru saja diumumkan, dan aku belum dapat file nya. Jadi yaaa belum bisa di posting sekarang. Tunggu saja.. ;)*

18 comments:

  1. wuaaaahhhh futu2nya mantap,..desanya adem banget ya mbak...
    oh iya, ibu clana hitam baju kotak2 lagi goreng aapaan tuh, kagak keliatan...
    favoritku futu 2 anak yang berlarian,..wuih rasanya pengen ngekor lari di belakang mreka juga..^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. :">
      Makasiii makasiii..
      Itu ibu-ibunya lagi goreng kopi. Kalo foto anak lari itu, iya, aku juga sukak. hehe

      Delete
  2. Mau dong di foto hhaa, kalau masalah foto lembu di sigli juga banyak lembbuu mbak :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sini sini mas Aul kalo mau di foto ;)

      Delete
  3. Kunci keberhasilan adalah menanamkan kebiasaan sepanjang hidup Anda untuk melakukan hal - hal yang Anda takuti.
    tetap semangat tinggi untuk jalani hari ini ya gan ! ditunggu kunjungannya :D

    ReplyDelete
  4. thats a nice shoot..
    ayo2 sharing2 fotografi dong..
    klo ada lomba kabarin atuh sapa tau boleh ikutan..:)


    mampir lagi ya..
    klik EPICENTRUM

    makasih..^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. Lomba fotografi ini kemungkinan akan diadakan tiap tahunnya. Tapi di Dompu. Emangnya bisa ikutan??? :p

      Delete
  5. kayanya makin betah aja nih di dompu :)

    ReplyDelete
  6. seru ya kegiatannya

    foto fotonya keren

    ReplyDelete
  7. Subhanallah, ternyata hasil jepretannya menarik ya. Seperti fotografer beneran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. :))Saya percaya. Fotografer beneran kan ya? Bukan profesional yaa..? :D

      Delete
  8. OOT: Twitter adminnya bukan aku lho cantik......ya sapa tau ada sesuatu yg ga enak....Cmiiw

    ReplyDelete
    Replies
    1. =))
      Malu sayaaaaa... Iyowes gak jadi rasan-rasan di twitter. Hahaha

      Delete
  9. yg di foto satunya itu berani ga upload ke fb :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. :)) Enggakk,. di blog saja. Kuatir nanti akan menimbulkan efek samping :p

      Delete

Speak Up...!!! :D