16 July 2012

Filosofi Kopi

picture source
Kopi, minuman hangat berwarna hitam pekat yang sudah sejak kecil saya kenal (dan saya sukai) ini, belakangan jadi sering saya bicarakan, entah bersama teman di kantor, atau teman-teman di dunia maya. Hal ini bisa jadi disebabkan oleh kegemaran saya mengkonsumsi kopi pada saat jam kerja. Apalagi yang saya minum adalah kopi hitam, kopi yang lazimnya di konsumsi oleh bapak-bapak.

Dulu, saat masih kuliah di Malang, intensitas nongkrong di warung kopi atau café memang cukup tinggi. Pada kesempatan itu, saya sering memperhatikan teman-teman saya yang lain, yang juga mengkonsumsi kopi. Kesimpulan yang bisa saya tarik, sebagian besar dari mereka bisa mempertahankan satu cangkir kecil kopi dalam waktu berjam-jam. Hal yang hingga saat ini tidak bisa saya lakukan, kecuali saya lupa kalau di cangkir kopi saya masih ada isinya, atau sedang (sok) sibuk mengerjakan hal lainnya. Ya, saya bisa meneguk habis secangkir kopi hitam hanya dalam hitungan menit, bahkan sebelum cangkir kopi tersebut mendingin. Dan kebiasaan itu, dianggap 'aneh' oleh beberapa orang.
Hingga teman saya ada yang mengatakan,

"Minum kopi itu dinikmati, sedikit-sedikit, dirasakan aromanya, dihayati tiap teguknya..."

Haadeuhh,. keburu kehausan saya. Lagipula, dengan meminum kopi tersebut selagi hangat, juga merupakan salah satu cara untuk menikmati kopi. Menikmati kopi ala 'Armae'
B-)

"Minum kopi itu ada filosofinya lho...."

Ini celetukan dari mas Abib, salah seorang teman (saya lebih suka menganggapnya sebagai kakak laki-laki) yang saya kenal saat masih kuliah di Malang. Saya penasaran dengan filosofi kopi yang ia sampaikan itu, karena memang sebelumnya tidak pernah saya dengar sama sekali. Hingga pada suatu kesempatan, ia menjelaskan pada saya tentang filosofi kopi, lewat message di facebook. Begini ceritanya...

Cerita filosofi kopi diawali dari Ben (sebagai tokoh utama). Sebagai seorang peramu kopi yang handal, Ben selalu berusaha mencari cita rasa kopi yang sempurna. Bersama Jody, temannya, ia berusaha meramu kopi yang mana kopi tidak hanya merupakan minuman namun juga memiliki arti yang mendalam. Dia berkeliling dunia demi mendapatkan kopi-kopi terbaik dari seluruh negeri serta berkonsultasi dengan para ahli peracik kopi. Hingga akhirnya, dia membuka kedai kopi yang diberi nama Kedai Koffie. Tidak sampai disini keinginan Ben, dia terus menciptakan menu-menu kopi yang menarik dengan merenungkan setiap makna dari kopi itu sendiri. Ben menarik arti, membuat analogi, hingga memberikan deskripsi singkat mengenai filosofi kopi dari setiap ramuan kopi yang disuguhkannya di kedai tersebut. Baginya, setiap kopi punya karakter masing-masing. Mulai dari café latte, cappucino, hingga kopi tubruk. Hingga dalam perkembangannya, dia mengganti nama kedainya menjadi Kedai Filosofi Kopi yang memiliki slogan "Temukan Diri Anda Disini".
Suatu hari ada seorang pengusaha kaya mencari kopi yang mempunyai arti kesuksesan. Pengusaha tersebut menginginkan sebuah ramuan kopi yang apabila diminum akan membuat kita menahan napas saking takjubnya, dan cuma bisa berkata: "Hidup Ini Sempurna". Berhubung kopi tersebut tidak ada, maka lelaki itu menantang Ben untuk membuatnya. Pengusaha tersebut menawarkan bayaran senilai 50 juta apabila Ben berhasil menemukan racikan sesuai dengan arti tersebut. Berminggu-minggu Ben habiskan waktu untuk melakukan uji coba. Kedainya berubah menjadi laboratorium seketika, hingga akhirnya Ben berhasil menemukan racikannya. Kopi tersebut berhasil memenangkan taruhannya. Sang pengusaha terkagum-kagum sembari memberikan cek senilai 50 juta. Kopi tersebut dinamakan Ben's Perfecto: Sukses adalah Wujud Kesempurnaan Hidup. Sejak Ben's Perfecto hadir, kedai kopi milik Ben menjadi sangat ramai dan keuntungan berlipat ganda.
Hingga suatu saat datanglah seseorang yang mencicipi Ben's Perfecto dan mengatakan bahwa rasa kopi tersebut hanya 'lumayan enak' jika dibandingkan kopi yang pernah ia cicipi di suatu lokasi di Jawa Timur. Ben dan Jody yang penasaran langsung menuju lokasi yang dimaksud. Di sana mereka menemukan sebuah warung kopi sederhana dengan nama 'Kopi Tiwus'. Ben dan Jody meminum kopi buatan pemilik warung reot tersebut tanpa berbicara sedikitpun, dan hanya meneguk serta menerima tuangan kopi yang disuguhkan. Ketika Ben menikmati kopi tersebut, Ben menyadari bahwa memang kopi Tiwus memiliki cita rasa yang lebih nikmat dari kopi buatanya selama ini. Akhirnya, Ben menyerahkan cek 50 juta yang dia dapat kepada penjual kopi di warung itu. Berhubung penjual kopi tiwus itu hanya orang desa, ketika diberi cek ia hanya menyimpanya di bawah bantal saja karena diangapnya bukan uang melainkan hanya sebuah kertas.
Ben yang merasa gagal kembali ke Jakarta dan putus asa. Untuk mencari tahu cara menghibur temannya, Jody kembali menemui pemilik warung di Jawa Timur tersebut dan sepulangnya dari sana, dia menghidangkan Ben segelas kopi Tiwus. Bersamaan dengan kopi tersebut, dia mnmberikan sebuah kartu bertuliskan "Kopi yang anda minum hari ini adalah kopi Tiwus. Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya".
Pada akhirnya Ben sadar bahwa selama ini ia mengambil jalan hidup yang salah. Apa yang selama ini ia lakukan ternyata bukanlah hal yang membanggakan, dimana semakin ia mengejar kesempurnaan justru ketidaksempurnaanlah yang akhirnya ia dapatkan. Pada akhirnya, Ben menyadari kesalahannya, namun ia terus melanjutkan perjuangan serta hobinya mengembangkan "Kedai Filosofi Kopi".


Walau tak ada yang sempurna, hidup ini indah begini adanya...*)

*) Mas Abib tidak menyebutkan sumber dari tulisan ini,
dan saya hanya menulis ulang
apa yang ia sampaikan
lewat message facebook tersebut.
:)

74 comments:

  1. Mau jadi orang pertama yang komen disini.. hahahhaha :)

    Sayangnya.. tidak bisa seintens orang lain pada saat meminum kopi :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoho... Saya tau, pasti masalah perut... :D

      Delete
    2. *Tebak ini siapa?*

      ada hadiahnya gak?? whakakakak

      Delete
    3. Hadiah jitakk.. Mau??? :p

      Delete
    4. Hahhaha,,,, wani piro?? Jadi terharu...

      Delete
    5. Kalo jitak mahh sebanyak banyaknyaaa.. Hahaha..

      :o Terharu??? Are you ok??

      Delete
  2. Kalo aq sama dengan mbak, lbh suka dengan kopi yg masih hangat., hehehe..
    Sruputane lbh mantapsss...!!!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeahhh... Saya ada temennyaaaa... :five5

      Delete
  3. Waaah nice post =D.. hihihi
    Keren deh filosofi kopi nya \^0^/

    ReplyDelete
  4. Toss dulu... sama-sama pecinta kopi, cuman kopi bagiku bukan diminum langsung habis, tapi dinikmati teguk demi teguk, bukan untuk melepas dahaga tapi menikmati sensasi rasanya....

    filosofi yang dipaparkan bagus euih...

    ReplyDelete
    Replies
    1. :five5
      Tapi tossnya kita setengah aja kak. Soalnya beda selera. :))

      Delete
    2. TOS!

      Meski saya bisa PeDe menyebut gak addict pada minuman kopi, tapi Bagi saya minum kopi itu nikmatnya sedikit demi sedikit. Minum kopi akan lebih nikmat saat sedang melakukan aktifitas membaca buku, menulis, online...atau saat ngantuk dalam sebuah acara tentunya...hahahaha.

      Btw, sdhkah memiliki buku Filosofi Kopi karya Dewi Lestari...you'll see the amazing thing about coffee.

      Delete
    3. Hihi.. Sepertinya saya harus mulai belajar minum kopi sedikit demi sedikit nihh...

      Beluuum, dan, tidak terlalu berminat untuk membacanya. Saya sejak mengenal buku, kurang begitu tertarik dengan tulisan-tulisan Dee.. Tapi makasih yaa rekomendasinyaa,.. :)

      Delete
    4. Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan, semoga kita bisa meraih iman dan taqwa yg lebih baik..mohon maaf lahir dan bathin:)

      Delete
    5. Aaamiiin... Selamat menunaikan ibadah puasa juga mbak Rie,. Mohon maaf lahir batin :D

      Delete
  5. dengar filosofi kopi, saya jadi ingat bukunya Dewi Lestari....

    ReplyDelete
  6. Hahahaa... suka kalimat ini >> "Minum kopi itu dinikmati, sedikit-sedikit, dirasakan aromanya, dihayati tiap teguknya..."

    Pantas Mbah Surip dulu suka kopi semasa hidupnya.
    Plus cacing-cacing di MIB, penyuka kopi, hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. :o
      Cacing-cacing di MIB??? Ga pernah nyimakk. Hihihi

      Delete
    2. Hahahaa.... tunggu paketannya.

      Delete
    3. Kapokkk gak nemuuu.. :P

      Delete
  7. Ko sama kaya saya kopi,, hehe.. blognya sudah saya follow#237 jika berkenan saya minta follbeknya.. trims..

    ReplyDelete
  8. mau dinikmati cara apapun aku gak suka kopi :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aihhh... beda aliran berarti kita mbak Lid. Hihihi :D

      Delete
  9. "SELAMATKAN ANAK BANGSA DARI KEKURANGaAN KOPI"


    Come on now
    Wake up, wake up, wake up, wake up
    Shut up, shut up, shut up, shut up
    It's time, smell the coffee, the coffee
    (The CRANBERRIES)

    intinya tu sama buat para pecinta kopi, yg beda cm dari sudut pandang mana cara kita tuk menikmati kopi itu..
    brbanggalah bagi orang2 yg SOUL_nya dah menyatu dgn kopi, karena didalamny bnyak makna yg trsirat :DD...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whowwww... Mau donlot lagu ituuuu!!! Hihihi :D

      Sipp. Semoga bisa. Walopun saya belum sampai pada taraf itu B-)

      Delete
  10. wah saya sangat suka minum kopi mbak. Tapi ngakak membaca bahwa mbak mae ini minum kopi kok cepet-cepet kayak minum susu. Ya kalau saya bisa menikmati kopi berjam-jam. Ya bener banget kata temannya mbak Mae tadi bahwa minum kopi itu harus dinikmati. Kalau kehausan ya minum air putih ha ha ha.

    Hemm aku baru tahu ada filosofi kopi seperti yang diceritakan diatas. Padahal saya ini bisa dibilang kopi mania, tapi malah ndak ngerti filosofinya. Bagi saya langsung saja sruuuppp... nikmatttt.. he he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo udah dingin berasanya manis bangett, makanya jadinya ga terlalu sukak juga.
      Ehh, tapi ini saya minum kopi, dari tadi pagi belum habis. Disambi ngerjakan laporan soalnya. Hihihi...

      sayaaa juga baru tau kok mbak.. :five5

      Delete
    2. loh kok dipanggil mbak sih :(.
      saya fifin 'coffee break' mbak! he he. Pena kecil itu blog baru saya.

      Delete
    3. Wakakakk.. Maaf maaf,. mas Fin. Ku kira orang lain, dan baru tau kalo itu blog baru setelah balas komen iniii.. Hihii.. :D *khilaffff*

      Delete
    4. hahaha..mae manggil mbak sama mas fifin..mae mae..

      klo saya mnum kopi dinikmati juga mae..gak asyik lngsung habis..hehe

      Delete
    5. Khilaff Yuraa.. :(

      Hihi.. Kita beda aliran kalo gitu. Tapi yang penting, sama-sama pecinta kopii :D

      Delete
  11. wah, para pecinta kopi berkupul di postingan ini :D
    aku dl jg pecinta kopi.. tp sekarang udah jarang menikmatinya
    cappucino itu termasuk kopi kan ya? skrg aku lebih suka cappucino ^^

    *udah lama gak berkunjung kesini*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yeaahh,. Asikkk, tempatnya ngumpul nih. Hehehe..
      Loh, kenapa sekarang ga suka mbak? Cappucino juga masih kopi kok.. :D

      Delete
  12. itu filosofi kopinya diambil dari bukunya Dewi Lestari yang judulnya Filosofi kopi :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hoia?? Baru tau saya. Terimakasih infonya yaa.. :)

      Delete
  13. iya aku tahu kopi itu nikmat, apalagi yg capucino.. tapi aku jarang minum kopi.. krn bikin aku cepat.... balik lagi ke "situ" loh :malu:

    mengganggu aktivitasku jadinya :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. :o
      Balik ke situ apaan mas Ario??? :'/

      Delete
  14. kopi.?
    hmm musuh besar saya sebagai orang yang punya mag.. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setiap orang pasti punya maag,. cuma, apakah maag nya terkena gastritis atau tidak :D

      Delete
    2. nah apa lagi itu.. :D

      yang jelas kalo minum kopi, perut saya jadi terasa kembung..seperti masuk angin, pertanda kadar asam meningkat.. :D

      Delete
    3. Hmmm.. Pernah nyoba, ngopinya setelah makan, lalu di buat lebih encer daripada biasanya? Siapa tau jadi beda cerita :)

      Delete
  15. saya suka kopi.. tapi diwaktu-waktu tertentu aja.. nggak semaniak "harus minum tiap hari".. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heu,.. Saya juga ga harus tiap hari. Tapi kalo tiap hari dikasih juga ga nolak.. :D

      Delete
  16. kopi memang terasa pahit dimulut ketika minum kopi di awal dan rasa nikmat akan semakin terasa setelah lama minum kopi, thanks mengingatkan saya kembali ketika memetik kopi waktu sekolah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. :-bd
      Whaowww.. Pernah memetik kopi? Pasti satu kenangan yang sangat luar biasa yaa...

      Delete
  17. jadi minum kopi juga ada filosofinya. Baru tahu ane kak. Cara menikmati kopi kamu sama kayak aku, kalau dingin nggak enak. Makanya ane minum kopi selagi hangat, dalam hitungan menit. Nggak sampai berjam jam.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assseeeekk.. Ada temennya lagiii. Hihihi :D

      Delete
  18. Hidup ini memang indah sob
    meski tanpa secangkir kopi pun disamping kita.
    :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tanpa secangkir, tapi segelas aja... :D

      Delete
  19. wah saya suka kopi, tapi lagi berusaha ga minum kopi..
    lagian kalau minum kopi sy itu kyk minum air putih..langsung gleg :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa sekarang berusaha tidak minum kopi? :-/
      Hahaha.. Gleg gleg. Sama dahhh!!! :D

      Delete
  20. Saya juga sudah khatam ini rie :)

    Baca supernova juga ?

    Ayok baca yang itu, gila :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sama sekali bukan penggemar Dee.. Makanya itu saya ga tau kalo ini adalah cerita dari Dee.. :)

      Delete
  21. semakin ia mengejar kesempurnaan justru ketidaksempurnaanlah yang akhirnya ia dapatkan.

    Kapan kita menikmati kopi bareng?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Puasa ini kak, ngopi bareng. Di kerajaan kopi, si Gandi katanya pengen kesana. Jadwalkan ya...? ;)
      Aamiin... :D

      Delete
  22. wah bagus sekali nih sob..
    ijin bookmark ya buat dibaca berkali kali..



    #Salam Silaturahmi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasii.. :)
      Salam Silaturahmi juga

      Delete
  23. filosofi yang keren..
    so, jangan hanya mengejar kesempurnaan..
    jangan lupa mensyukuri semua yang udah Allah kasih untuk kita ^^
    inilah hidup :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setuju!!! :-bd
      Yang penting kita berusaha semaksimal mungkin yang kita bisa :)

      Delete
  24. ceritanya bagus

    ijin share yah...

    ^^

    ReplyDelete
  25. Replies
    1. Kalo saya kopi hitam, atau kopi susu tanpa gula B-)

      Delete
  26. mari minum kopi...
    asal ngga lebih dari 5 cangkir/hari... hehe

    ReplyDelete
  27. terus nasibe cek 50 juta itu piye mbak Armae? Jawa Timur mana sih lokasi warung kopi itu. Kalau Jember tak cari deh, eman jeh 50 jute buat lebaran nanti hahahaha

    met Ramadhan mbak...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. Ga tau Uncle. Belum ku tanyakan lagi. Lokasinya enggak tau jugak. :D

      Met Ramadhan juga Uncle Lozz :D

      Delete
  28. Terlepas dari filosofi dibaliknya, saya selalu menghindari kopi karena lambung saya tidak bersahabat dengannya, bahkan terkadang langsugn terasa mual bila rekan kerja menyeduh kopi merk dan aroma tertentu.

    Selamat menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Mari saling memaafkan, semoga dengan demikian kita bisa menjalani bulan nan suci ini dengan ibadah yang lebih berkualitas. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hmm.. ya ya. Memang kopi untuk beberapa orang tidak dianjurkan, apalagi yg punya masalah gastritis. Tapi masih ada minuman lain pengganti kopi kan? ;)

      Selamat berpuasaa,. Mohon maaf lahir batin, Semoga Ramadhan tahun ini bisa lebih baik daripada yg telah lalu :)

      Delete
  29. I'm here, dhek :)
    Q juga punya filosof kopi dhek. misalnya, kopi itu kan item, tapi puluhan juta menjadi penggemarnya. Jadi filosofinya buat saya, meski saya item, gak perlu minder, selama aroma dan selalu bikin rasa enak kepada orang lain. hehe *ngawor*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selamat datang kembaliii mas Ronceeeeee.. Hihihi..

      Whoww.. Filosofi kopinya mantabb. Hehehe :-bd

      Delete

Speak Up...!!! :D