12 October 2012

Naik Pesawat Baling-Baling (Lagi)

picture source
Kata ibu officer, “Saya belum bisa tenang kalau semua peserta belum naik ke pesawat”. Begitulah ‘rumus’nya, jika mengadakan travel dan mengajak beberapa mitra, serta kami sebagai staff bertugas sebagai pendamping. Ternyata ‘rumus’ itu memang benar adanya. Walaupun sudah direncanakan sedemikian rupa, tetap saja ada kejadian-kejadian tidak terduga yang kami alami pagi itu, Rabu, 3 Oktober 2012, hari keberangkatan ke Bali, yang pastinya membuat kami bertiga—saya, Ulil, dan ibu Officer tidak bisa duduk tenang.

Sudah dijadwalkan sebelumnya jika 13 orang rombongan (termasuk tim proyek) akan berangkat dari kantor sekitar jam 9 pagi. Empat orang lainnya akan berangkat sendiri menggunakan mobil dinas instansinya. Keberangkatan pesawat sekitar pukul 11.30, dan perjalanan dari Dompu menuju Bima, bandara terdekat, sekitar satu jam perjalanan darat. Rasanya memang alokasi waktu yang direncanakan sudah cukup tepat. Namun ternyata semua menjadi kacau saat begitu akan masuk ke ibukota kabupaten Bima, ada pengalihan jalan lantaran terjadinya kerusuhan. Errrrrrr…

Jalan yang biasanya hanya butuh 60 menit, pagi itu menjadi 90 menit, namun untungnya waktu yang kami miliki masih cukup panjang. Akhirnya begitu sampai di bandara, ibu officer langsung check in dan membagikan boarding pass satu persatu ke peserta. Masih ada empat orang rombongan yang belum datang, rombongan yang terpisah, yang katanya berangkat sendiri ke bandara. Nah, acara menunggu rombongan ini juga tidak kalah menegangkan bagi kami, para staff. Beberapa kali dihubungi, namun tidak bisa, sekalinya dapat kabar, mereka memberi tahukan lokasi yang ternyata masih cukup jauh. Hmmm.. Akhirnya semua peserta yang sudah mendapatkan boarding pass, kami minta untuk masuk terlebih dahulu ke ruang tunggu, sedang saya, Ulil, serta ibu Officer dan seorang peserta (yang merupakan tanggungjawab saya), menunggu didepan loket check in. Ngemper. Di tengah ruangan di bandara. Kapan lagi coba ya??? Hahaha… :))

Tak lama berselang, akhirnya muncul juga rombongan yang dinanti, dengan tambahan dua orang, yang sebenarnya termasuk undangan dalam workshop di Bali namun tidak termasuk dalam kontingen Dompu. Mau tidak mau mereka berdua akhirnya jadi tanggungjawab kami juga, para staff.

Begitu selesai check in, pembayaran airport tax, akhirnya semua peserta masuk ke ruang tunggu. Alhamdulillah…. Tapi masih harus menunggu lagi, karena pesawat yang akan mengantarkan kami ternyata masih belum datang. Hemmmm… I-)

Sekitar tiga puluh menit berlalu, akhirnya pesawat yang akan mengantarkan kami datang juga. Ternyata yang akan kami naiki adalah pesawat baling-baling kawan, dan saya baru sadar kalo pesawat jenis itu, ada baling-baling besar di samping kanan dan kirinya. Heran, padahal ini bukan pertama kalinya saya menaiki pesawat jenis ini, namun baru kali ini saya menyadari tentang keberadaan baling-baling yang cukup besar dan menyita perhatian itu. Mungkin, karena kali ini saya menaiki maskapai ‘Merpati’, yang saya belum pernah naiki sebelumnya. Ya, memang maskapai ini tidak direkomendasikan oleh instansi tempat saya bekerja, karena standar keamanan yang katanya masih dibawah ketetapan di instansi. Namun karena hari itu hanya ada penerbangan dari maskapai tersebut, maka toleransipun diberikan.

Ingin mengetahui dengan lebih jelas tentang pesawat baling-baling? Kawans bisa membaca dengan cukup jelas di blog milik mas Tyo, seorang pesawat-holic. Bisa klik disini untuk penjelasan mengenai pesawat tersebut. Baru kali ini saya iseng mengeluarkan si G12 lalu jepret-jepret di landasan pesawat. Awalnya mikir juga, mas Tyo, si pesawat-holic itu kok bisa ya dapat gambar pesawat macam-macam, bahkan ada gambar kendaraan yang bertuliskan ‘follow me’ juga. Entah saya menganggapnya terlalu iseng atau terlalu niat atau terlalu pede. Tapi ternyata setelah saya melakukannya, asik juga, apalagi kalo berangkatnya rame-rame seperti kemarin. Jadi sok sibuk sendiri, jepret sana sini, ada yang bersedia jadi model pula, sambil bawa kardus printer, persis kayak orang mau mudik lebaran. Wakakakkk =))



'kontingen' dari Dompu

Begitu masuk ke pesawat, lagi-lagi agak kaget. Dulu, kalo kawans ingat, saya pernah menuliskan di postingan ini, saat perjalanan dari Denpasar ke Dompu, saya naik pesawat kecil (yang belakangan saya sadari juga termasuk pesawat baling-baling) yang nomornya 20 kursi saja. 20 x 4 (a, b, c, d) jadi total ada sekitar 80 kursi penumpang. Saya kira pesawat yang kemarin sama saja, ternyata ukurannya lebih kecil kawans, nomor kursi hanya sampai 12, dikali 4 kursi satu deret, jadi satu pesawat hanya berisi sekitar 48 orang. Tidak lebih besar daripada sebuah bis antar kota dalam propinsi. Errrrrrrrr…. #:-S

Dapat kursi nomor 6D, harusnya bisa duduk di samping jendela sambil melihat pemandangan luar. Tapi penumpang lain sudah duduk terlebih dahulu di tepi jendela. Yaasudahlah, daripada ribet lagi, duduk di lorong pun tak apa. Alhamdulillah, akhirnya sudah naik ke pesawat semua. Berarti saya—dan dua orang staff lainnya sudah bisa lebih tenang saat ini.

Begitu pesawat mulai bergerak, isengnya kumat lagi deh. Ngambil gambar pramugari yang sedang memperagakan penggunaan pelampung saat pendaratan darurat di air. Lagi-lagi ini pertama kalinya saya lakukan. Sebelumnya, mmmh, entah kenapa rasanya masih belum berani saja, atau mungkin belum terlalu percaya diri :D.

Tidak lama kemudian, pesawat akhirnya berhasil memposisikan diri di landasan, tempat pesawat akan boarding. Mesin pesawat mulai meraung, yang menurut saya agak lebih kasar dibandingkan biasanya. Oke, lagi-lagi mungkin karena memang saya baru ini naik maskapai merpati, jadi belum paham betul mengenai ‘ciri khas’nya. Tapi berdasarkan yang saya baca, pesawat jenis baling-baling memang memiliki salah satu kelemahan di suaranya yang lebih bising dibandingkan pesawat jenis lain (jangan tanya saya pesawat jenis apa, tanya mas Tyo saja. Hahaha :p). Namun menurut saya, tetap saja pesawat ini jauh lebih bising, dibandingkan dengan pesawat baling-baling dari maskapai lain (baca: Wings Air) yang sudah sering saya tumpangi. Tapi yaasudahlah, bising atau tidak, yang penting penerbangan aman dan dapat selamat sampai tujuan tanpa kurang suatu apapun.

Begitu pesawat sudah mencapai ketinggian tertentu dan tanda sabuk pengaman boleh dilepas, mbak-mbak pramugari yang cantik mulai berjalan di lorong pesawat, kemudian membagikan snack untuk para penumpang. Nah, ini juga baru. Karena kalau naik Wings atau Lion, tak ada snacknya. Kering gitu dehhh, tapi ternyata beda dengan pesawat Merpati ini. Asikk deh… :D


60 menit saja waktu yang dibutuhkan dari Bandara Sultan Salahudin, Bima menuju Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Lagi-lagi ini juga berbeda (lebih cepat) dari yang biasanya. Saat-saat yang paling menegangkan dalam satu sesi perjalanan menggunakan pesawat terbang, yakni pada saat landing, akhirnya dapat dilalui oleh si burung besi bercorak putih-biru itu dengan cukup mulus. Alhamdulillah…

*

Setelah membuat postingan ini, dan merasakan perbedaan dua maskapai besar yang saat ini mendominasi penerbangan-penerbangan domestik di bandara-bandara kecil (Merpati dan Wings Air), saya jadi berpikir lagi, mengapa lantas dari instansi tempat saya bernaung, yang lebih di rekomendasikan Wings Air ya? Ada yang bisa memberi pendapat? Karena menurut saya sebagai penumpang, rasanya lebih nyaman menggunakan Merpati daripada Wings. Dan, ketakutan yang dulu saya rasakan saat pertama kali naik pesawat baling-baling, akhirnya saat ini sudah bisa hilang. Mungkin karena memang sudah mulai terbiasa, atau karena tidak ada pilihan lainnya. Hehehe… :p

Anyway,,, selamat datang di Denpasar, Bali… :)
*sila lanjut ke postingan sebelumnya untuk cerita “Tiga Hari Pertama di Bali” ;)

18 comments:

  1. enaknya mbak mae yang pernah mencicipi rasanya naik pesawat ^^

    saya belum pernah sama sekali mbak, jadi kepingin nyoba naik pesawat

    kalo boleh tahu, gili yang paling bagus di nusa tenggara itu apa mbak, terima kasih ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Suatu saat pasti ada kesempatan, insyaAllah :)

      Hwehehe.. Saya belum pernah ke Gili-gilian kalo di Nusa tenggara (Lombok dan Sumbawa), tapi saya pernah ke Gili yang ada di pulau Bawean, kabupaten Gresik, dan itu luar biasa bangeeett bagusnyaa. Bisa lihat di sini >>> http://www.my-armae.com/2011/12/jelajah-potensi-wisata-bawean-part-4.html

      Delete
    2. mbak rasanya kalau naik pesawat itu goyang goyang kedinginan

      Delete
  2. Bisa jadi track record Merpati kurang bagus selama ini jadi kurang direkomendasikan dibandingkan Wings. Saya sih belum pernah naik pesawat baling-baling :D

    ReplyDelete
  3. Errr... siapa tuh model yg dimaksud??? .. (=_=")

    ReplyDelete
  4. aku malah belum pernah naik 'merpati' mbak... hiii... menegangkan nggak tuh? gmna rasanya di atas? :D

    ReplyDelete
  5. Aw.. Aw... Aw...
    Ini toh armaeeeeeeeeee :prooottttt: :ups: keblabasan nih *mencret*

    Enak bener yah yg sering naik kapal terbang, bolehlah sekali-kali ajak Jay naik kapal terbang bosen nih pake mobil mulu.

    Dan klo bisa pake kapal baling-baling aja biar seru, berasa kayak pake senjatanya doraemon
    Baling baling bambu...

    Ngahahaha

    Salam buat Pak Guru yah :ehttt: *bisik*

    ReplyDelete
  6. Waduhh! Berapa kali nih namaku disebut? Bisa dapet piring cantik ar kalo keseringan disebut :p

    Yang kamu naikin ini pesawat Xian MA60 ar, pesawat buatan China yang dulu geger-geger waktu ada kecelakaan di Kaimana. Yang katanya cuma pesawat kayu dengan kualitas abal-abal. Masih berani naik ini lagi? *nakut-nakutin*

    Nggak perlu takut sih, aku udah pernah naik tipe ini mungkin 4-5 kali. Lupa tepatnya. Hihihi.. Walaupun belum dapet sertifikasi FAA (Amerika) dan EASA (Eropa) tapi ini udah dapet sertifikasi Indonesia dan China kok.

    Kalau yang pesawatnya Wings Air itu tipe ATR 72-500, buatan Eropa (Italia + Prancis). Barang Eropa ini sih pastinya jauh lebih bagus daripada yang dari China. Udah dapet sertifikasi FAA dan EASA pula.

    Perbedaan yang mencolok, yang buatan Eropa suara mesin lebih senyap. Buatan China yang kamu naikin ini bising banget..

    Untuk masalah rekomendasi ini sih tergantung persepsi orangnya masing-masing. Kalau pengen layanan di dalam pesawat yang lebih bagus aku rasa Merpati lebih unggul. Maskapai ini sekelas dengan Sriwijaya lah, ada snack dan minuman. Kalau penerbangan yang jauh dapet makanan berat. Nah kalau Wings unggul di pesawatnya yang lebih bagus. Masalah layanannya ya gitu deh, nggak dapet apa-apa. Dulu dapet air mineral gelas, sekarang juga udah nggak ada.

    Kalau untuk aku pribadi sih lebih milih Wings Air. Apalagi pesawat baling-baling rata-rata terbang jarak dekat sih ya. Nggak masalah nggak dapet snack dan minuman, cuma sebentar ini. :D

    Mungkin lain kali ada baiknya naik pesawat Cessna yang cuma bisa muat 12 orang. Pasti lebih terpacu adrenalinnya. :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alamaaaaak panjang bener komenku, saingan sama postingan blognya -_________-

      Delete
  7. enak kali ya kalo punya ibu officer kyk gitu :D
    kalo arie sih , sebelum kerja di tempat yg sekarang, kalo motret suka ke luar kota, luar provinsi dan luar luar pulau :3 *belum pernah ke luar negeri* :D

    next time, mungkin perginya sama mba mae #ehh

    ReplyDelete
  8. biar kecil, ga beda sama metro mini, tetap saja naik pesawat semua penumpang dapat tempat duduk :D

    ga ada yg berdiri, ga ada kesumpekan, ga ada pedagang asongan :D

    https://twitter.com/rio2000 (tapi aku jarang main twitteran, cuma buat promo blog)

    ReplyDelete
  9. Wah, wi bola-bali naik pesawat ya, mba?
    Aku durung pernah. . :)

    Itu snacknya isi roti sama minum saja, mba?
    Ada yang lain gak? :D

    ReplyDelete
  10. wah enak yah Naik Pesawat,,


    jangan Lupa Folow Back ea Mba
    hehehehe

    ReplyDelete
  11. ASik ya bisa mencoba jenis pesawat lain serta membandingan maskapai penerbangan...

    ReplyDelete
  12. wah kak..sy pernah tuh naik pesawat baling-baling dari lombok ke surabaya, take off-nya goyang landingnya juga lebih parah goyangnya...pas turun ternyata ban pesawatnya kempes. udah gitu suara mesinnya bising amat...udah gitu (lagi) perjalanan yg biasanya (pake psawat lain) 45 menit...malah jadi satu jam lebih...huhu..

    ReplyDelete
  13. wah jangankan naik pesawat baling-baling, pesawat yang biasa saja aku tak pernah he he. Maklum tak pernah keluar dari pulau jawa sih. Paling ke Bali, itupun naik kapal laut.

    Yah semoga segera bisa, dan langsung ke Saudi Arabia atau ke Jepang he he.

    pesawatnya kecil ya mbak.

    ReplyDelete
  14. Halo min, nitip info boleh yak...
    heehe..
    Itung-itung bantuin kita Greenpack untuk menjadikan indonesia lebih hijau dan segar tanpa menggunakan kemasan plastik ataupun styrofoam.

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D