09 November 2012

Yang Pertama (Lagi dan Lagi)

Yang pertama, tapi bukan benar-benar pertama. Ahhh, saya bingung bagaimana menjelaskannya.

Pastinya selalu ada kekhawatiran tersendiri, tiap kali saya akan memulai sesuatu, yang bahkan sudah tidak layak lagi menyandang gelar 'baru'.

Masuk ke suatu desa, bertemu dengan orang-orang baru yang sangat asing, juga menjadi salah satu penyebab kekhawatiran itu. Belum ada kehangatan dari pandangan mata masing-masing mereka. Yang ada hanya rasa sangsi, penasaran, mungkin sedikit meremehkan juga, tapi entahlah, karena semua itu tak lebih dari dugaan saya saja.

Setiap kali satu sesi berlalu pada 'hari yang baru bersama orang-orang baru', hampir selalu ada kekecewaan. Yah, yang terjadi memang selalu seperti itu di awal. Ada ketakutan aneh bahwa proses selanjutnya tidak akan berjalan dengan lancar. Ada ketakutan bahwa forum tidak bersahabat, bahkan target tak akan tercapai. Menyeramkan sekali memang....

Tapi melihat yang telah lalu, juga beberapa kejadian kecil di hari ini, tetap ada kebahagiaan-kebahagiaan sederhana yang masih dapat saya rasakan, kala senyum lebar tertuang dengan tulus dari wajah-wajah mereka, sambil mengangguk-anggukkan kepala serta melafalkan beberapa patah kata, "Yaa.. Yaa.. Ya... Saya paham..."

Alhamdulillah... :)

Semoga, seperti yang lalu-lalu juga, bahwa kekhawatiran itu hanya berujung pada ruang hampa yang ternyata tak berarti apa-apa. Saya sangat menantikannya, walaupun ini baru pembukaan.

Saya sudah tidak sabar untuk merasakan kebahagiaan-kebahagiaan besar di akhir sesi ini. Saat semua telah selesai, dan ada seulas puas.Tak hanya di mata saya, namun juga di mata mereka.

-Desa Rasabou, Kecamatan Hu'u, hampir ke ujung selatan Kabupaten Dompu. Pengkajian Desa Secara Partisipatif, hari pertama, istirahat pertama-

posted from Bloggeroid

38 comments:

  1. diawal ada ketakutan ,selanjutnya gak kan :)

    ReplyDelete
  2. I'm sure you can be the Better than anyone, darl... :)
    Good Luck

    ReplyDelete
  3. ada adaptasi, mau cepat beradaptasi atau tidak? hehe semoga betah betah..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ndak pengen cepat-cepat, terlalu cepat ndak enak juga soalnya. Hhehe :)

      Delete
  4. memang ada rasa kebahagiaan ketika bertemu dengan orang-orang pedesaan. Jauh dari kesan kenaifan. Memang selalu ada kekhawatiran ketika kita memulai sesuatu. Yah, bismillah saja, semoga diberi kemudahan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas Fin, di satu sisi bahagia, senang, di sisi lain tetap khawatir. Aaamiiin,... :)

      Delete
  5. waaw..enak tuh mae, ketemu orang baru lagi. u can pass it ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yappp,.. baru dan baru, setiap waktu. Hehe.. Makasih Yuni :D

      Delete
  6. semangattt :)

    mengajarkan dan bertemu dengan masyarakat pedesaan adalah sebuah keindahan anugerah. masyarakat pedesaan masih bisa dibilang merepresantisak bangsa ini dari segi keramahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiiii... :D

      Yapp,. Indonesia yang ramah. Tapi kenapa hanya masyarakat pedesaan? Bukannya kota juga bagian dari Indonesia? ;)

      Delete
  7. waahh tampilan baru ya kak, asiik asiik ^^

    ReplyDelete
  8. Tapi kerjaan penuh tantangan di tiap harinya itu menyenangkan ya. Gak monoton dengan kondisi yang itu-itu aja. Enjoy your job, please ;D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yappp,. itu salah satu hal yang wajib untuk di syukuri, pekerjaan saya sekarang tidak menuntut rutinitas, bahkan cenderung sangat fleksibel. Im always enjoy my job,... InsyaAllah :)

      Delete
  9. Kadang kekhawatiran kita itu terlalu menakuti kita ya Mbak, padahal gak begitu juga realita yg terjadi :)

    ReplyDelete
  10. Saleum,
    Kita selalu menginginkan ending yang terbaik. Sebaiknya awali juga dengan baik dan bijaksana.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam,.

      Iya, tapi untuk memulainya, itu yang agak sulit. Karena apa yang ada di awal memang terkadang tidak sesuai dengan target, namun seiring berjalannya waktu, pada akhirnya semua akan baik-baik saja :)

      Delete
  11. waowwww, situ sudah seperti itu kapan saya,,,,,

    ReplyDelete
  12. Yang pertama... tapi sudah pernah mengalaminya sebelumnya, walaupun skenarionya sama tetapi menjalaninya mungkin bisa beda... tapi entar juga terbiasa, apalagi kalo itu namanya kewajiban...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Walopun boleh dibilang sudah terbiasa, tapi kekhawatiran itu tetap ada...

      Delete
  13. Ketemu orang baru, ilmu baru, pengalaman baru, sahabat baru!

    ReplyDelete
  14. syukurlah kekhawatiran tdk terbukti dan berakhir dengan baik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yapp,.. Hari ini hari terakhir, dan semua kekhawatiran saya sudah terbukti tidak benar :D

      Delete
  15. selalu seperti itu, khawatir trhadap sesuatu yg baru, tp ketika sdh dijalani, eh ternyata gini aja toh rasanya..jd pengen lagi dan lagi.. hhe :)

    selamat bertugas, maeee.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... Iya kak Pi, sejauh ini memang bikin ketagihan, walopun tetap saja kalau masuk ke suatu 'tempat' yang baru, kekhawatiran tetap saja muncul :)

      Delete
  16. kulit baru cerita baru.

    apapun yg serba pertama sllu punya sense yg gimanaa gituuu.
    klo dak siap mental bisa bikin ciut bin mundur teratur, tp klo pikiran positif insyaallah lancar dah. yah, lagi2, smua maslah bisa teratasi dngn mengubah sudut pandang.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa mbak Acci, semoga dengan kulit baru bisa bikin makin semangatt :D

      Ternyata hanya masalah sudut pandang yaa?? Tapi justru dengan yang 'hanya' itu, terkadang tidak semudah apa yang terlihat ;)

      Delete
  17. pertam2 tuh emang bikin deg2an dan tak terlupakan apah lagi bikin puas yaa mbak :D

    ReplyDelete
  18. Kayak aku dulu waktu pertama show di stasiun TV,dheg dhegan,gmn kalau perform gk okey, bs2 gk ada acara selanjutnya...tp alhamdulillah sukses dan lancar dan berujung dengan ditawari pada event berikutnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Show di statsiun tv? Whowwww... :-bd

      Delete

Speak Up...!!! :D