14 December 2012

Sekarang Saya Paham

Sepuluh hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya memutuskan untuk kursus mengemudi mobil, satu dua tempat kursus saya datangi, untuk sekedar mencari tau mana yang paling baik, mana yang recommended. Dengan berbekal prasangka baik, saya memilih salah satu diantaranya. Selain motif 'mengisi waktu luang', saya juga ingin mewujudkan salah satu dari mimpi saya: bisa mengemudikan mobil
 
Lima hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Hingga hari kelima kursus, semua berjalan lancar. Tinggal satu hari lagi, saya berkesempatan untuk belajar mengemudikan mobil saat tes praktek pembuatan SIM A. Dua jam pun berlalu, dan akhirnya saya berhasil melalui seluruh halang rintang yang harus saya lalui,.. --kurang lebih.

Tiga hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya bersama tante terpaksa menuju ke Dinas Kependudukan, untuk selanjutnya 'meminta tolong' pada teman tante supaya saya bisa dibuatkan KTP baru, karena pada tahun yang sama, satu bulan setelahnya, KTP saya akan habis masa berlakunya. Karena saya tidak punya banyak waktu, terpaksa jalur tersebut saya tempuh. Tak ada pilihan. Dengan berbekal beberapa lembar puluhan ribu rupiah, dalam waktu tak kurang dari tiga jam, KTP baru saya jadi juga. Hmmm,.. Tetap harus mengucap 'Alhamdulillah' bukan?

Dua hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya berangkat ke SATLANTAS Kabupaten Gresik. Sendirian. Bingung harus berbuat apa, namun ternyata hari itu saya sedang beruntung. Saya bertemu teman SMA saya, yang juga akan melakukan ujian tes SIM A. Saya ditemani olehnya, begitu juga sebaliknya. Tes kesehatan dan tes teori kami lalui bersama, hingga saat yang menegangkan di mulai: tes praktek. 

Singkatnya, saya gagal. Saya melakukan tiga kesalahan: menjatuhkan balok pembatas saat parkir, mesin mati satu kali, dan gagal di tanjakan --sedang toleransi kesalahan hanya dua kali. Polisi yang menguji saya memberi tahukan bahwa boleh kembali lagi minggu depan. O'oww, itu bukan solusi untuk saya. Setelah sedikit bernegosiasi, akhirnya polisi tersebut memperbolehkan saya ikut tes praktek selanjutnya, dua hari lagi, yang itu berarti merupakan hari keberangkatan saya.

Hari H, keberangkatan saya ke Dompu,...

Lima jam sebelum pesawat saya tinggal landas, saya sudah berada di SATLANTAS Gresik. Dagdigdug di jantung tak lagi mampu saya tahan. Saya hanya bisa berdoa supaya dimudahkan jalannya, dipercepat prosesnya, dan sebagainya. Hingga akhirnya doa itu terkabul, segala tes berjalan sesuai dengan rencana, dan SIM A melalui jalur resmi sudah saya genggam. 90 menit sebelum pesawat saya take off, saya sampai di rumah. Pamit dengan semua orang rumah, sambil memamerkan senyum yang sangat lebar dan menunjukkan SIM baru saya. SIM yang masih sangat hangat keluar dari mesin cetak. Lagi, Alhamdulillah...

Tiga bulan setelah saya di Dompu,...

Baru setelah tiga bulan, saya mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan SIM yang sudah saya miliki. Di jalan lengang kota Mataram jam 2 pagi, dari kota menuju ke pantai Senggigi. Singgah sejenak di deretan cafe di pantai tersebut, serta hunting milky way. Canggung. Rasanya sangat berbeda dibandingkan dulu, saat masih kursus. Walaupun dengan jenis mobil yang sama. Alhasil, rekan seperjalanan saya memilih untuk menggantikan saya saat pulang dari Senggigi. Mungkin tak berani mengambil risiko...

Lima bulan setelah saya tinggal di Dompu,...

Kembali ke tanah Jawa untuk sejenak, dan kesempatan menggunakan SIM A tersebut datang lagi. Kali ini jauh lebih terkendali, walaupun sempat sedikit ada insiden 'hampir nabrak tembok rumah orang'. Tenang kawan, masih ada kata 'hampir' disana. Jadi semua baik-baik saja, hingga saat ini...

Kurang lebih satu bulan belakangan ini,...

Kesempatan itu makin banyak, seiring dengan seorang kawan sesama tim project yang baru saja membeli mobil, sedang beliau sendiri masih dalam tahap belajar. Alhasil, saya lah yang diberi kepercayaan untuk berada dibalik kemudi, tiap kali kami, sekawanan tim project melancong ke suatu tempat --entah dalam rangka tugas maupun jalan-jalan biasa.

...dan seiring dengan peningkatan jam terbang itu, saya yang berada di balik kemudi sekarang jadi paham,

Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali membunyikan klakson?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali menjalankan kendaraannya dengan kecepatan tertentu, yang tak jarang dinilai terlalu lambat maupun terlalu cepat?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali bertindak berlebihan, terlalu ketepi, terlalu ketengah?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali bertindak terlalu egois dan terlalu pengertian?
Serta berbagai mengapa lainnya...
Tentunya semua penilaian itu muncul saat saya menjadi pengguna jalan lain, entah saat berjalan kaki, bersepeda, atau menunggangi si x-rav. Dan akhirnya jawaban, atau boleh di bilang klarifikasi dari penilaian tersebut, baru saya dapat setelah saya berada di balik kemudi berbentuk bundar itu.

Oke sobat, mulai saat ini, mari sama-sama belajar untuk menjadi lebih bijak dalam berkendara, juga sebagai pejalan kaki.

"Pada akhirnya, semua pertanyaan bisa didapatkan jawabannya hanya melalui perubahan sudut pandang --Mae"

38 comments:

  1. Replies
    1. Kalau gitu mulai belajar Nteee :)

      Delete
  2. jangan hanya bisa mengendarai ya tapi harus tau peraturan juga. banyak anak-anak yang bisa menyetir tapi ugal2an ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul banget mbak Lid. Di Dompu banyaaakk yg bisa nyetir tapi cuma sekedar bisa aja, aturannya gak dijalankan :(

      Delete
  3. Hmmm,,, ulasan yang cukup baik, with your style >> tetap menyisakan "misteri".
    Tapi point-nya begini,

    1. Aku tidak suka pengemudi mobil yang terlalu lambat saat jalan sepi, atau sebaliknya kencang saat crowded.
    2. Aku juga ga suka di klakson2 mobil, apalagi kalau ada mobil melaju perlahan di depanku pas buru2 (misal jemput kamu di bandara, ndut) *Sumpah pengen tak bazoka kadang, :)) | This is so selfish statement :D
    3. Tapi Aku juga suka naek mobil, hahaha.. adem!
    4. "Pada akhirnya, semua pertanyaan bisa didapatkan jawabannya hanya melalui perubahan sudut pandang --Mae" >> Setuju, inilah yang disebut "Reframing", teknik sederhananya aku sebut "menclok" karena kembali menuntut kita ada di level 'awareness' tertentu.. :D

    NOTE : KHUSUS BUAT KAMU DILARANG NGEBUT, :*

    Ngomong2 tumben kan komenku benar?? Biasanya nyeleneh, dapat hadiah apa?? :))

    ReplyDelete
  4. Aku sudah 9bulan ada driving lisence..tapi cuma sekali doang nyetir..
    TAKUT..hahaha biar hujan biar panas,motor tetap aku pilih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hyyyaaaa.. Kalo ngikutin takut kapan dipakeknya donk itu driving lisence??? :-?

      Delete
  5. waduh, saya juga belum bisa nyetir mbak, hehe

    kapan ya bisa belajar nyetir, kalo nunggu punya mobil jelas kelamaan, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo gitu mari persiapkan diri dulu dengan belajar nyetir, bisa kursus juga kalo mau :D

      Delete
  6. wah asik tuh udah punya sim ane juga rencananya pengen kursus mengemudi juga ... setuju sekali ketika sudut pandang kita di rubah kita baru akan mengerti orang lain

    ReplyDelete
  7. Kalo nyetir mobil yang terpenting tidak ugal2an dan harus sabar, terutama saat macet itu pasti butuh kesabaran ekstak ya mba :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah,.. Betul betul betul, :-bd beda banget rasanya sama pas nyetir motor :|

      Delete
  8. betul banget .lebih bijak jadi pengendara ataupun pejalan kaki :)

    selamat bergabung di BE ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Intinya semua pengguna jalan :D

      Ehh,. ada mas Admin. Makasiii sambutannyaaa.. Meriah euiyy :D

      Delete
  9. lama gak maen dsini, ternyata kamu udah punya SIM ya Mae :D

    eh tapi katanya berkendara itu bisa menunjukkan kepribadian ya? jadi bagaimana kepribadianmu? cukup sabar? hahaha :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waduh Yun, salah kalo tanya ke aku. Harusnya tanya nya ke penumpang :D

      Delete
  10. wach...bisa ikutan nebeng nich..hehe ada supir baru.he

    ReplyDelete
  11. nahhh sama dilaluinya ketika masih bisa sepeda motor pertama kali :D
    ciee yang udah bisa bawa mobill ajarinn~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hwehehe.. gak berani ngajarin. Masih pemulaaa :">

      Delete
  12. Wah sudah bisa mengendarai mobil ya mbak. Dulu saya pernah kursus nyetir, kemudian nyoba beberapa kali menggunakan mobil butut bapak dirumah. Cuma belakangan ini saya malas untuk nyetir lagi. he he.

    Pengennya sih nyetir mobil pribadi ha ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Eaaakk.. Saya juga mau kalo mobil pribadi :D

      Delete
  13. Kalau aku sudah bisa nyetir mobil tapi belum punya SIM, nanti saja sudah punya mibil sendiri hehe #payah

    Aku setuju dengan perubahan sudut pandang dalam hal ini. Dan saat berada di jalan, kehati-hatian itu adalah mutlak, tapi faktor nasib juga sangat perpengaruh besar. Kita sudah berhati-hati level tertinggi, tapi jika pengguna jalan lain yang tidak cakap dan kurang berhati-hati, kita juga bisa kena imbasnya lho. Maka dari itu, menjadi seorang pengemudi memang tak cukup hanya dengan 'bisa', tapi juga harus 'paham'.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga segera punya mobil sendiri yaa..
      Kalo saya justru sebaliknya. Mempersiapkan diri dulu dengan punya SIM, sapa tau tiba-tiba dapat mobil :D

      Delete
  14. SIM = Surat Ijin Menikah, eehh bedo yoo mbak :D

    Kalau niar mah belum pnya sim, belum bisa nyupir mobil enakan disupirin jeh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Niaaarr... isooook ae nyambungno.. I-)

      Delete
  15. Dengan mengemudi kita akan tahu sejauh mana diri kita dapat memahami kepentingan umum dan jiwa keegoisan kta Mba.

    Sukses selalu
    Salam Wisata

    ReplyDelete
  16. suka sama hikmahnya :) Yup, intinya, don't judge too soon before we go through the situation. Gitu kan ya?

    Btw, saya pernah belajar nyetir, 6x, 6 hari, dan di hari keenam, saya menjadi penyebab kemacetan di salah satu jalan besar di kota Pontianak huahahaha :))

    akhirnya, sampai sekarang saya belom bisa2 nyetir ._.

    entah kapan mau belajar lagi u,u

    ReplyDelete
    Replies
    1. Whowww.. macet kenapa tuh mbak Din? Hihihi.. Bisa bisa aja...

      Delete
  17. wah, ngiriiiii....

    aku sejak ambil SIM A, belon lancar nyetir.. HAHAHAHA.... Maklum waktu itu ikut SIM kolektif.... :P

    Berharap suatu saat nanti lancar nyetir.... amin... :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiin....
      SIM kolektif apa ya? Belum pernah tau :|

      Delete
  18. on the way belajar nyetir. baru dua kali pertemuan. yg terjadi padaku waktu kursus adalah: waktu instruktur njelasin teori: "uhmm...he'eh...he'eh... paham" disuru ngulangi penjelasannya jg lancar. lanjut praktek deh... langsung instrukturnya teriak2 :

    "KOPLING...KOPLING...!!! jangan dilepas koplingnya..."
    "Kakinya lepas sendiri ini paaaakkkk...." =_=a

    "Remnya pelan-pelan nginjeknyaaa...."
    "Waduh pak, remnya over sensitif"

    "Gas stabiiilll, jangan ditambah.."
    "Naluri pembalap paaakk.."

    -serunya kursus nyetir- :)

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D