31 December 2012

Seribu Lima

Disuatu malam, di tengah kota Dompu yang masih ramai para kendaraan berlalu lalang, di salah satu toko kecil yang menjual berbagai peralatan jahit menjahit...

"Ibu, ada benang kain?"
"Benang? Ada ni, di sebelah sana...", dengan logat khas Dompu yang sudah cukup akrab ditelinga saya, Ibu tersebut menunjuk sisi lain etalase toko itu. Saya menuju kearah yang ditunjuk, sedang seorang anak laki-laki kecil juga menuju ke arah yang sama --dari sisi dalam etalase.

"Benang warna apa?", tanya anak laki-laki itu datar.
"Warna krem, ada tidak?", tanya saya sambil mencoba mencari-cari warna apa yang sekiranya cocok. Karena sebenarnya saya sendiri agak bingung mendeskripsikan warna apa yang sedang saya cari.
"Nah,. Itu, itu. Yang itu...", kata saya dengan yakin sambil menunjuk ke sederetan benang kain yang berjajar rapi di belakang anak laki-laki itu berdiri. Ia mengambilnya, lalu menyerahkan pada saya. Saya mencoba mencocokkan warna benang tersebut dengan celana yang saya pakai, karena memang saya membeli benang untuk celana tersebut, yang menurut saya agak terlalu panjang dan perlu di lipat sedikit ujungnya. Ternyata warnanya kurang pas... :|

Saya kemudian mengembalikan benang tersebut ke anak laki-laki itu, kemudian mencoba mencari-cari warna lain yang lebih sesuai. Saya juga menunjukkan warna celana saya, dan menyampaikan pada anak laki-laki itu bahwa warna seperti celana ini lah yang saya cari. Sedang anak laki-laki itu hanya diam seribu bahasa, mungkin bingung dengan apa yang saya sampaikan.

Setelah beberapa saat mengamati, akhirnya saya menemukan sebuah benang dengan warna yang sepertinya sesuai, berada di barisan terbawah etalase kaca toko itu. Kemudian saya meminta anak laki-laki tersebut mengambilnya. Warnanya memang tidak sama persis, tapi cukup mendekati. Jadi saya memutuskan untuk membeli benang itu saja.

Begitu menerima benang itu, saya kembali angkat suara,
"Berapa harganya?"
"Seribu lima", kata anak itu dengan polosnya.
Dalam hati, 'ha??? Seribu lima? murah banget??? Tapi saya kan cuma mau beli satu, tidak harus beli lima kan??? Tapi masa' iya harganya dua ratus rupiah???'
Akhirnya untuk meyakinkan hati dan pendengaran, saya memutuskan untuk bertanya lagi.
"Berapa ini harga benangnya? Seribu lima?"
"Iya betul, seribu lima...", kata anak laki-laki itu meyakinkan.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengeluarkan satu lembar uang lima ribuan dari kantong saya dan menyerahkannya ke anak laki-laki itu, masih dalam kebingungan yang teramat sangat. Namun anak itu menolak, dan menyampaikan bahwa saya harus membayar pada Ibu-ibu yang saya temui tadi. Bergeraklah saya...

"Ibu, saya beli satu benang ini. Berapa harganya?"
"Seribu lima"
Addduhhh.. masih aja seribu lima. Bingung banget. Akhirnya tanpa pikir panjang saya serahkan selembar limaribuan yang sedari tadi sudah saya genggam. Tidak lama kemudian, saya melihat bahwa sepertinya Ibu tersebut mencari-cari uang kembali. Ohh, berarti ada kembaliannya. Tapi apa kembaliannya empat ribu delapan ratus? Karena harganya kan 'seribu lima'. Jadi untuk satu benang kan hanya dua ratus rupiah, pikir saya dalam hati.

Dan saya kembali tercengang campur pengen ketawa begitu tau bahwa Ibu tersebut memberikan kembalian sebanyak tiga ribu limaratus rupaih. Ya Allah... Ternyata arti dari 'seribu lima' itu tak lain dan tak bukan adalah 'seribu lima ratus'. Saya hanya membatin saja. Sambil tersenyum geli, saya meninggalkan toko tersebut dengan menggenggam segulung benang serta pengetahuan baru tentang 'seribu lima'.

Dompu, malam hari. Sederetan toko di kawasan pasar...
Sampai saat ini, kadang saya sering agak kaget, kalo orang di Dompu bilang 'seribu lima', atau 'duaribu lima'. Tapi tidak butuh waktu lama untuk saya kembali me-replay kejadian di toko benang itu. 'Seribu lima', maksudnya bukan 'sepuluh ribu dapat lima' melainkan 'seribu lima ratus'. Hahaha... :D

12 comments:

  1. di sini juga sama 'seribu lima' artinya 'seribu lima ratus.

    ReplyDelete
  2. Whakakakakakak,,, ampuun polos banget sih?? :))

    ReplyDelete
  3. ha ha... kalau saya dalam posisi mbak mae, pasti bingung juga. Yang namanya seribu lima, setahu saya juga : dengan uang seribu dapat 5 barang.

    #pengetahuan_baru

    ReplyDelete
  4. jiah, baru ngeh pas baca endingnya.
    kampret mbak.

    singkat n pelit amat.
    seribu lima, tambahin ratus napa

    ReplyDelete
  5. hahaha baru tau tuh kak kata seribu lima ternyata seribu lima ratus :D
    nice post..

    ReplyDelete
  6. Ooooooo......baru tahu xixixi

    ReplyDelete
  7. Temen saya yang anak Kalbar juga kalo seribu lima ratus bilangnya seribu lima. Sampe eyel2an sama saya yang tetep keukeuh nganggep seribu lima itu seribu dapet lima :D

    ReplyDelete
  8. hihihi.. sy juga baru tau istilah itu :D

    ReplyDelete
  9. saya juga baru ngeh mbak :) ADA ADA saja yah...

    ReplyDelete
  10. lho kok seribu lima ratus. Tak kirain 5000

    ReplyDelete
  11. ehhh kirain seribu dapet 5. bedanya dimpu sama jawa disini nih~

    ReplyDelete
  12. seribu dapat 5 yg pertama kali aku pikirkan :D

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D