28 January 2012

Aku Ingin Bergabung dengan NGO

picture captured from here
NGO, yang merupakan akronim dari Non Government Organization sebenarnya sudah aku dengar keberadaannya sejak di bangku kuliah, terkait dengan beberapa dosen yang memang sudah menjadi anggota dari beberapa NGO ternama, bahkan ada yang sampai bertaraf Internasional. Berdasarkan informasi yang aku dapat di bangku kuliah juga, NGO bisa jadi suatu 'lahan pekerjaan' bagi seorang lulusan gizi, karena masalah kesehatan merupakan salah satu hal yang menjadi perhatian khusus oleh para NGO, disamping masalah pendidikan, lingkungan, dan human right *aku kesulitan membahasa Indonesiakan bagian ini*. Gak hanya itu aja, jika bergabung dalam NGO, mungkin aku bisa menerapkan satu-satunya bidang ilmu gizi yang aku minati sangat, yakni Gizi Komunitas. Dan kukira ini adalah penyebab utama, mengapa aku ingin bergabung di NGO :D.

23 January 2012

Namanya Cea

Alhamdulillah, sudah seminggu terakhir ini aku gak bener-bener nganggur. Sekarang tiap malam ba'da maghrib jadi ada kegiatan tambahan *selain mantengin si leptongkusayang sambil menggerayangi keyboardnya ato nidurin satu-satunya kasur yang ada di kamarku :))*. Kurang lebih delapan hari yang lalu, ada seorang teman lama yang menawarkanku untuk memberikan les privat untuk anak SD kelas dua, untuk semua mata pelajaran. Karena sedang tidak ada kesibukan plus memang sudah mencari-cari peluang pekerjaan serabutan semacam ini, tanpa berpikir panjang akhirnya ku iyakan saja tawaran tersebut.

Berbekal alamat yang diberikan teman tersebut, serta informasi mengenai nama si pemilik rumah, ba'da maghrib tepat satu minggu yang lalu, aku mendatangi rumahnya. Sempat bingung juga bagaimana harus menyampaikan 'salam pembukaan' atau basa-basi dan sebagainya. Untungnya yang punya rumah pada saat itu sedang tidak ada, jadi aku hanya berhadapan dengan pembantunya, dan langsung dikenalkan dengan anak yang harus ku beri les privat, Cea namanya. :)

Anaknya lucuuuuuuu banget. Rambutnya panjang, berponi, agak gendut gitu, mukaknya bulet, chubby, pokoknya bikin gemeeeeesss banget pengen ku cubitin. Untungnya semingguan ini hasratku masih terkendali. Jadi tidak terjadi apa-apa pada anak kecil nan lucu tersebut. Doakan semoga hal ini bisa bertahan lama yaa.. =))

Pertemuan pertama, aku langsung di tes kemampuan menggambar :o. Pada saat itu, Cea ada PR pelajaran Bahasa Indonesia, yakni mendeskripsikan hewan. Dan hewan yang harus dideskripsikan adalah tikus dan kucing, lengkap dengan gambarnya. Nah, berhubung si Cea bingung bagaimana menggambarnya, jadilah, dia memintaku untuk memberikan contoh. O'oww.. udah lama gak pegang pensil nih, moga gak kagok.

Gambar tikus, oke, lumayan lancar. Walopun sempat diprotes sama Cea lantaran dideskripsi hewannya di tulis "Aku memiliki dua mata" tapi pas gambar yang aku contohin, matanya cuma satu. Yaaa iyaalaaaahhh, nggambarnya juga dari pinggir. Haadeuuhh,.. :(. Akhirnya dengan sedikit pemaksaan, dimunculkanlah sebuah titik dalam gambar yang kusebut sebagai mata namun dengan posisi yang sedikit aneh. Biarin wes, daripada makin bingung. :))

Giliran menggambar kucing, duuuhh, beneran deh, gak bisaaaa!!! Seumur-umur aku gak pernah nggambar kucing. Ngambil angelnya juga bingung dari manaa *halah*. Awalnya mau bikin kucing yang duduk gitu, tapi lagi-lagi Cea protes. Katanya, "Kucing itu lo kakinya empat, masak kayak gitu...???" *sambil memasang tampang bingung, dan pastinya aku juga!!!*. Dan lagi-lagi, sambil agak dipaksakan, jadilah seekor kucing yang intinya berkaki empat, punya ekor, punya kuku *yang digambarnya lebih mirip hiasan tepi taplak meja*, berkumis, dan warnanya putih. :-bd

Itu baru satu dari sekian banyak pengalaman aneh-aneh yang aku alami selama seminggu ini bersama Cea, yang pastinya gak bisa aku tulis satu-persatu disini. *Capek woiyy.. :))*. Dan malam ini, setelah libur selama dua hari, akhirnya aku bertemu dengan Cea lagi untuk belajar bareng *ini istilah yang lebih ku suka daripada les privat*.

Malam ini tadi, rasanya Cea tidak terlalu bersemangat. Efek setelah libur cukup panjang yaa sepertinya. Setelah mengerjakan PR PKn bab 'Musyawarah' yang sempat bikin Aku pusing juga *itupun setelah ku iming-imingi permen karet*, dia meminta untuk beristirahat. Karena Aku tidak ingin terlihat seperti makan gaji buta, yasudah, Aku temani saja dia bermain daripada aku pulang. Dan tidak butuh waktu lama untuknya mengeluarkan boneka kesayangannya yang ia beri nama "Strawberry Shortcake". Mirip sebuah judul dorama rasanya yaa... Hihi... :D

Bonekanya lucuuuu. Mirip miniatur boneka susan tapi dengan pengerjaan yang lebih halus dan detail, dan pastinya matanya gak bikin serem. Bajunya warna ungu kotak-kotak, trus rambutnya coklat kehitaman lurus sepunggung dan berponi rata. Kemudian, Cea mulai mengambil sisir dan menyisir sedikit demi sedikit rambut bonekanya itu, sambil bercerita tentang bonekanya.

Tadi juga kami berdua sempat belajar cara mengepang rambut. Tapi Cea kebingungan karena jari-jarinya masih terlalu kecil untuk menguasai tiga kelompok rambut yang akan di kepang. Jadilah, hasilnya kacau dan hanya kepanganku saja yang berhasil. Tetapi walopun si Berry *panggilannya Strawberry* hanya dikepang sebelah, menurutku tetap lucu. Hihihi.. :">

Awalnya hanya iseng, aku mengeluarkan pocket camera ku dari dalam tas. Ternyata Cea cukup tertarik, dan langsung menyalakannya. Kemudian dia mendudukkan Berry beserta sebuah boneka barbie yang cantik dan seksi, lalu mengambil beberapa gambarnya. Ini dia hasil jepretannya. Lumayan juga menurutku.. :)

All these picture captured by Cea ^^

Setelah objeknya berupa boneka *dan kaki boneka*, dengan sedikit rayuan, akhirnya Cea bersedia aku ambil gambarnya. Yayyyy,... :D



Cea ^^
Jadi ingat nasihat yang diberikan seorang teman sebelum aku memberikan les privat kepada Cea. Katanya, kalau memberi les privat untuk anak usia sekolah, terutama kelas 3 SD kebawah, intinya sih bukan belajar saja, melainkan menemaninya. Kalo sedang bersemangat, ya diajak belajar. Kalau bosan dan ingin bermain, ya diikuti saja apa maunya. Karena dengan begitu, si anak tidak akan bosan dan tidak akan menganggap kita *guru les privatnya* sebagai sosok yang menyeramkan.

Beberapa kali aku mendengar penjelasan dari Mamanya Cea, mengenai kompetisi yang ada di kelas Cea. Katanya, Cea masuk kelas unggulan, namun kemampuannya berada di tengah-tengah, tidak terlalu menonjol, namun juga tidak terlalu buruk. Tapi katanya, dengan kemampuan Cea yang seperti itu *yang menurutku cukup baik untuk anak seumurannya*, Cea terkadang mengalami kesulitan untuk mengikuti metode pembelajaran yang diterapkan di sekolah. "Namanya juga kelas unggulan, jadi lebih ditekan pelajarannya, gurunya juga lebih keras daripada yang di kelas biasa...", kurang lebih seperti itu yang disampaikan Mamanya Cea.

Dari beberapa hal yang aku dengar itu, aku lantas berpikir. Perlukah kelas unggulan itu? Aku dulu sewaktu SMP, pernah masuk kelas unggulan. Dan yang aku rasakan, mungkin bisa dibilang hampir sama dengan yang Cea rasakan. Sedikit tertekan, serta dipaksa untuk berprestasi lebih, lebih, dan lebih. Tapi dulu aku sudah SMP, jadi mungkin sudah sedikit banyak paham dengan persaingan di bangku sekolah. Nah ini, masih kelas dua SD loo, kadang nulis INDONESIA saja masih bisa keliru INODESIA, kadang disuruh berhitung 9x7 saja masih bingung karena jumlah jari tangannya tidak cukup. Perlukah seperti itu? :-?. Hingga keputusan untuk mencarikan guru les privat akhirnya dipilih juga, untuk tetap bisa bersaing dengan teman-teman sekelasnya yang di unggulkan. Whaowww.... Lagi-lagi berkaca pada diri sendiri, yang baru mengenal 'belajar di luar sekolah' saat semester dua kelas XII. Itupun jika tidak untuk persiapan SPMB mungkin tidak akan aku lakukan. Karena entah kenapa, semenjak dulu aku selalu memandang sebelah mata untuk les privat, bimbel, dan lain sebagainya. "Tempatnya belajar itu di sekolah, bukan di lembaga bimbingan belajar, dan sekolah itu untuk cari ilmu, bukan cari nilai" Begitu pendapatku dulu. Sedikit kasar sih, tapi menurutku tidak ada salahnya berpendapat seperti itu.

So,.. Bagaimana denganmu???

19 January 2012

Gotri, Craves the Taste

pict source
10 Januari 2012, setelah melakoni sesi interview kedua di salah satu NGO (Non Government Organization) yang berkantor di daerah Surabaya (tepatnya di sekitar daerah Kertajaya), Aku bersama dua orang teman semasa kecil *halah* yakni Ita' dan Tery *bukan masa kecil beneran, temen SMA maksudnya :))* memutuskan untuk maen di luar. Dimana??? Adalah sebuah 'mini resto' di bilangan Ngagel, Surabaya yang bertema 'hijau' yang menjadi pilihannya. Itulah Gotri.

Namanya aneh, bukan dink, unik maksudnya. Setauku, gotri itu semacam suatu benda, berukuran kecil, mungkin sebesar 1/5 nya kelereng normal, berwarna abu-abu mengkilap (sekilas kayak mutiara tapi bukan putih), dan biasanya terdapat di dalam suatu benda, yang kalo benda itu digerakin, bakal muncul suara macam "krecek krecek krecek" *kok kayak bunyi uang logam ya??? :))*. Semacam itulah. Lalu kenapa dinamai gotri??? Aku juga gak tau. Malam itu seingatku, Aku terlalu lapar dan capek untuk sekedar menanyakan hal yang menurutku, penting gak penting. Oke, lupakan tentang nama, karena, apalah arti sebuah nama dibandingkan isi restonya??? =)) *ketahuan banget nih, laperrr laperrrrrr*.

18 January 2012

Bikin Blog Baru

Bisa pas gitu ya,. Bikin Blog Baru: B3!!! Hahahaha.. :))

Oke, itu tadi gak penting. Disini Aku cuma pengen cerita, pengen bilang, ato apalah itu istilahnya, bahwa kemarin (17 Januari 2012) merupakan salah satu hari bersejarah buatku *tseeeehhh* karena pada hari itu, tepatnya pagi hari, lahirlah sebuah blog (lagi) milik Armae a.k.a Rie Ramadhaanie --moga gak ada lagi yang mengira kalau dua nama itu dimiliki oleh dua orang yang berbeda-- *lirik seseorang :))*.

Blog ini tercipta *duuuhh.. sampe segitunya* atas dasar keinginanku untuk merapikan file-file yang ada di harddisk si leptongkusayang, plus sedikit pamer *ahh,.. lagi!!!* tentang beberapa foto-foto yang mungkin sudah ada sebagian yang Aku posting di popcorn, dan yang belum pernah sama sekali karena gak ada tema dan gak ada cerita di baliknya. Dulu, sempat membuat postingan yang berjudul "Cuma Mau Posting Foto" yang isinya foto-foto gak jelas yang kuambil di suatu tempat barengan sama si Ai *uhuk* karena kami berdua lagi sama-sama stress!!! Dan beneran itu satu postingan isinya full foto. Ada sih, tulisannya dikit, dikit doank di depan. Beberapa waktu yang lalu juga menambahkan satu tab di popcorn yang Aku kasih judul "Capture It", yang sampai saat ini masih aktif dan berisi kalo gak salah 6 buah foto anak kecil dengan ekspresi beragam. Sayang aja menurutku kalo foto-foto unik itu cuma ngendon di harddisk dan gak bisa berfungsi apa-apa *apalagi bertelur... ups*. Mending di posting, di keluarin, di tunjukin, di pamerin *hadeuuuhhh.. gak ada kata lain yang lebih bagus apa yaa???*, dan siapa tau juga ada yang terinspirasi dari foto itu. Who knows...??? Tapi menurutku semua upaya itu gak berbuah maksimal. Aku perhatikan, gak terlalu banyak juga yang 'menyadari' keberadaan tab baru itu. Disamping itu, beberapa waktu yang lalu sempat nyasar di Another Blog of Asop yang judulnya "Asop Photoblog", dan whaooowww.. Aku mendapat pencerahan!!!

15 January 2012

Award dan Award dan Paketan Tidak Terduga dan Menang Kontes

Slamat pagiiii setengah siang dan selamat berhari minggu semuanyaaaa... :)

Postingan kali ini, intinya postingan pamer. Beneran deh. Isinya cuman pamer doank. Hahahha.. Gak papa lah yaa, sekali-sekali aja. *sekali-sekali apanya??? biasanya juga pamer melulu, pamer tulisan, pamer cerita, pamer jalan-jalan, pamer foto :p*. Ahh.. iya yahh, manusia emang gak bisa jauh-jauh dari yang namanya pamer. Baik pamer yang positif maupun pamer yang negatif *emang ada pamer positif???*. Hmm... Maksudnya gini, kalo pamer baik itu, kata seorang sohibloger, yakni pamer yang bisa memicu *atau memacu??? lagi-lagi Aku bingung membedakan dua kata ini* orang yang dipamerin untuk lebih baik lagi. Jadi bisa dibilang pamer yang memotivasi gitu laah. Dan semoga, postingan pamer kali ini *juga pamer-pamer sebelumnya* merupakan pamer yang positif. Aaamiiinn.. ;)

Pertama, Aku mau pamerin Award yang kudapat dari Asep Saepurrohman a.k.a K[a]Z. Itu tuh, penghuni blog sebelah yang katanya baru ganti domain *Selamaaaattt!!! :D*. Dianya beberapa hari yang lalu ngasi tau via facebook kalo Aku dapat award, beserta dengan tiga orang yang lain. Nah nah, langsung aja deh dipajang awardnya. Ini diaaa... 

12 January 2012

Please,.. Berhenti Eksploitasi Ahli Gizi!!!

Perjuanganku dalam mencari pekerjaan belum berakhir. Dan sepertinya --seperti kata Bapak-bapak yang Aku kenal disalah satu sesi interview kerja-- pencarian kerja itu gak akan pernah berakhir sampai kapanpun. Hal ini terkait dengan sifat manusia yang tidak pernah puas. Dan hal ini juga berlaku di dunia kerja. Selalu berusaha, mencari lebih lebih lebih dan lebih baik lagi. Saat Aku mendengar yang demikian itu, hati kecilku nyeletuk, 'Well, setidaknya Aku ada temannya'. Hahaha.. Entah ini maksudnya apa. :))

Setelah kisah yang terdahulu, rasanya Aku belum bercerita lagi ya tentang hal yang satu ini. Jadi bingung harus bercerita mulai darimana. Seingatnya saja deh.

Sampai saat ini total lamaran kerja yang sudah ku ajukan, ada 6 paket lamaran kerja via pos yang ku kirim, 1 paket lamaran kutitipkan seorang teman, *dan stok 'paketan' lamaran ini sudah habis, karena entah kenapa Aku hanya menyiapkan tujuh eksemplar. Tujuh!!!*, 6 paket lamaran via email, dan 1 paket email ku kirimkan ke seorang teman --semoga berguna. Mengenai panggilan kerja, Alhamdulillah sampai saat ini sudah 7 perusahaan yang menanggapi lamaran yang ku ajukan, namun 2 diantara 7 perusahaan tersebut tidak kutindaklanjuti panggilannya, karena satu dan lain hal.

Dari 5 panggilan kerja yang Aku 'tanggapi', Aku secara pribadi menyimpulkan bahwa tiap-tiap perusahaan memiliki karakteristik masing-masing. Ada yang menghubungi via telepon rumah, ada yang langsung ke self phone ku, ada juga beberapa yang melalui pesan singkat *sampai sempat terpikir bahwa 'ini perusahaan gak bondo banget yaaa'*, dan ada juga yang via email. Mana yang lebih akurat? Menurutku sama saja. Yang penting bisa mengingat pernah memasukkan lamaran kemana saja, karena tiap perusahaan pastinya akan mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum memberikan informasi tentang proses seleksi selanjutnya yang harus dijalani.

Dan perjalanan dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya pun beragam...

Ku kira ini merupakan proses yang harus kujalani dalam mencari kerja. Setidaknya dengan seperti ini, mungkin kelak jika Aku sudah mendapatkan pekerjaan yang sesuai, Aku akan bisa lebih menghargainya --setidaknya itu yang ada di pikiranku. Tidak hanya pengalamannya, tapi jauh lebih kompleks daripada itu. Mendapat teman baru, pengetahuan-pengetahuan baru, passion yang tidak terduga, goncangan emosi yang beragam, dan semua itu mengantarkanku pada suatu pemikiran: Aku tidak boleh menyimpulkan kalau semua ini adalah proses yang sia-sia!!!

Satu perusahaan pertama *pernah sedikit ku singgung disini*, yang menghubungi via pesan singkat, sempat Aku curigai kevalidannya. Ditambah dengan diriku yang lupa, bahwa Aku pernah mengirim lamaran ke perusahan bersangkutan. Lengkap sudah kecurigaanku. Namun setelah membuka sent item di email, barulah kecurigaanku berakhir. Oke, Aku pernah mengirim lamaran ke perusahan terkait. Dan pada hari H, Aku datang memenuhi panggilan.

Seleksi administrasi, tes psikologi, dan interview pertama berhasil kujalani dengan baik. Sampai pada interview kedua *yang kata Bapak HRD merupakan seleksi terkahir, dan biasanya pada proses ini tinggal mempertimbangkan masalah beban kerja dan salary*, Aku harus berhadapan dengan owner dari perusahaan tersebut. Masalah beban kerja, oke, Aku menyanggupinya. Dan pada saat itu, kukira akan langsung beranjak ke bahasan tentang salary. Tapi ternyata Aku salah. Beliau, membahas masalah jilbab. Atau mungkin lebih tepatnya mempermasalahkan tentang jilbab. Speechless, bingung, agak panik, sedikit emosi, dan segudang pertanyaan. Dan sepertinya tidak perlu ku ceritakan bagaimana akhirnya.

Ini, bagian paling menyebalkan dari perjalanan mencari kerja-ku. Sangat sangat sangat menyebalkan. Bahkan saat perjalanan pulang, Aku ingat kalo sempat beberapa kali meneteskan air mata :((. Pertanyaanku simpel. Jika memang hal itu yang dipertimbangkan sejak awal, Kenapa tidak dicantumkan di persyaratan lamaran??? Kenapa Aku diloloskan seleksi administrasi??? Kenapa Aku diloloskan tes psikologi??? Bahkan kenapa Aku diloloskan saat interview pertama??? Kenapa??? Kenapa??? Kenapa??? Dan jika tidak dalam bentuk usaha untuk menghibur diri, ku kira diriku tidak akan menemukan jawaban dari segala pertanyaanku itu.

Oke, penolakan karena jilbab sudah pernah ku alami, lalu apa selanjutnya?

Whaowww.. pertanyaan yang menjatuhkan, sekaligus memberi motivasi yang luar biasa buatku. Simpel, Aku hanya berpikir, mungkin Aku harus melalui berbagai macam penolakan terlebih dahulu, hingga pada akhirnya akan ada perusahaan yang tepat yang menerimaku??? Who knows... 

Dua hari yang lalu, juga ada panggilan untuk interview. Di Surabaya. Sempat nyasar sedikit, efek dari salah memasukkan kata kunci di google map. Hahaha.. Oke, ini kebodohanku sendiri. Namun beruntungnya perusahaan yang bersangkutan bisa mengerti, dan Aku tetap diterima untuk menjalani proses interview.

Informasi tentang lowongan di perusahaan ini sangat minim. Aku hanya mendapatkan jarkom tentang info lowongan kerja, lalu bisa menghubungi siapa untuk contact person --yang sayangnya tidak ku hubungi. Di info yang Aku dapat, tertulis kode lowongannya adalah NC. Hmmm.. NC bukan akronim yang asing ditelingaku, karena saat duduk di bangku kuliah, banyak kata/kelompok kata yang berakronim NC. Nutrition Counselor, Nutritional Care, Nutrition in Clinic, Nutrition in Community, serta salah satu domain untuk problem gizi, itu juga disingkat NC. Aku bingung. Tapi dari sekian banyak itu, sepertinya yang paling cocok adalah Nutrition Counselor. Oke, sepertinya memang itu. Dan itulah yang Aku tulis dalam surat lamaran. *gak jelas banget??? Iya. Sangat!!! :p*

Begitu di interview, si mbaknya terkesan keburu-buru. Oke, ketidak-beresan mulai terasa. Disamping itu, Aku gak ditanyai satu hal pun yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang kudapat dibangku kuliah. Aneh!!! Sampai pada akhirnya, si mbaknya ngejelasin tentang tugasku --kalau Aku bersedia bergabung. Kalau!!!. Dan rasanya, ingin saat itu juga Aku menolak dan pergi dari tempat itu. Namun Alhamdulillah, si mbaknya memberikan kesempatan untuk mempertimbangkan terlebih dahulu tentang keputusan yang akan kuambil, kemudian berharap keesokan harinya Aku akan datang --yang berarti pula bahwa Aku bersedia bergabung. Sayangnya sebelum beranjak dari tempatku duduk, keputusanku sudah bulat. Aku tidak akan bergabung!!!.

Kenapa sesimpel itu? Apa tidak perlu dipertimbangkan? Apa tidak terlalu terburu-buru? Jawabanku tetap sama, Tidak!!!

Dari penjelasan dari mbak-mbak yang menginterview diriku, Aku mengetahui bahwa perusahaan itu merupakan perusahaan distributor salah satu produk susu dan makanan bayi ternama. Sebelumnya Aku sudah tau bahwa 'risiko' seorang ahli gizi jika memutuskan untuk terjun ke bidang industri, adalah akan sedikit banyak terkait dengan bidang marketing. Istilah kerennya adalah "Medical Representative", atau pada perusahaan yang ku sebutkan diatas adalah NC=Nutritional Care *ternyata Aku salah. :))*. Tapi marketing seperti apa? Itulah yang perlu disadari dan diketahui sepenuhnya.

Pengennya berbeda, harusnya berbeda, dan sebaiknya memang berbeda jika dibandingkan dengan Sales Promotion Girl/Boy. Karena biar bagaimanapun, sebenarnya seorang Ahli Gizi tidak boleh berpihak pada salah satu produk tertentu. Prinsipnya, semua produk susu dan makanan bayi pasti ada kelebihan dan kekurangannya, dan HANYA Air Susu ibu (ASI) yang merupakan makanan paling sempurna. Tapi sayangnya perusahaan tersebut tidak berpikir demikian.

Mungkin ada beberapa yang sudah mengetahui tentang bagaimana gencarnya pemerintah bersama dengan LSM atau NGO terkait, untuk mempromosikan tentang ASI. ASI, ASI, dan ASI. Hingga pada akhirnya memunculkan suatu kebijakan, bahwa DILARANG mempromosikan produk susu dan makanan bayi, untuk usia dibawah satu tahun dalam bentuk apapapun!!!. Dan perusahaan tersebut mencoba melanggar aturan itu, yang istilah mereka adalah 'memasuki area abu-abu' dengan menggunakan Ahli Gizi sebagai tameng. Sh*thead!!! *ups*.

Sistemnya sederhana saja. Perusahaan tersebut menggunakan Ahli Gizi, untuk 'menyelundup' ke bidan-bidan praktek swasta, untuk selanjutnya mempromosikan produk susu dan makanan bayi untuk usia dibawah satu tahun ke para bidan itu. Harapannya sih, bidan-bidan tersebut akan meneruskan promosi itu ke pasien-pasien yang menggunakan jasanya pada saat melahirkan. Lalu kenapa harus Ahli Gizi jika sistemnya hanya begitu? Rasanya tanpa background gizi, siapapun bisa melakukannya. Hanya bermodal wajah melas dan sedikit merayu saja kan???. Lagipula, lucu rasanya jika harus menggunakan Ahli Gizi untuk melakukan tugas semacam itu. Suatu profesi yang seharusnya justru menentang promosi susu dan makanan bayi dibawah satu tahun, suatu profesi yang seharusnya mendukung pemberian ASI Ekslusif sampai enam bulan dan berlanjut hingga dua tahun, malah ditugaskan untuk melakukan hal yang menurutku bertentangan dengan hati nurani, dan juga etika profesi. Oke, ini kedua kalinya Aku bertemu dengan perusahaan semacam itu. Semoga tidak terlalu kejam jika Aku menggunakan kata 'Eksploitasi' dalam kasus ini.

Jika memang harus promosi produk, sebenarnya Aku tidak masalah. Seperti di perusahaan pertama yang Aku sebutkan *yang bermasalah dengan jilbab :(*, posisiku berada dibawah marketing. Tapi sistem marketing mereka berbeda. Mereka membagi beberapa golongan customer, dan menyesuaikan metode marketing yang mereka gunakan. Khusus tugas untuk Ahli Gizinya, adalah dengan melakukan promosi melalui seminar atau kegiatan semacamnya, dengan sasaran utama adalah golongan ekonomi menengah keatas. Sedangkan untuk sasaran lainnya, akan ditangani oleh SPG, serta beberapa bagian lain yang tergabung dalam manajemen marketing mereka. That's great. Setidaknya selain menggunakan otakku, Aku juga bisa mengasah kemampuanku untuk berbicara didepan orang banyak.

Tapi sungguh berbeda dengan perusahaan kedua ini. Hemmm... Aku sampai bingung bagaimana menjelaskannya. Sudah terlanjur emosi tingkat dewa sih. :p

So, melalui postingan ini, Aku ingin menyampaikan. Kamu, kamu, dan kamu, para distributor produk susu dan makanan bayi ternama, Aku paham kalau angka penjualan merupakan goal kalian. Aku paham dalam dunia kerja, proses tidak lagi dinilai --beda dengan kuliah. Aku paham kalau kalian tidak mencapai target penjualan perbulan, perusahaan kalian cepat atau lambat akan tutup buku. Aku paham dengan semua itu. Tapi bukan berarti lantas kalian melakukan segala cara --termasuk melanggar peraturan-- untuk mencapai target kan? Mau terselubung atau terang-terangan, itu semua sama saja, salah!!! Apa susahnya sih mematuhi peraturan? Toh selain produk untuk anak usia dibawah satu tahun, masih banyak produk lain yang bisa di promosikan. Dan disisi lain, Aku percaya bahwa masyarakat kita makin maju. Informasi makin mudah didapat. Dan pengetahuan mereka juga cukup baik, terutama masalah ASI yang sudah digembar-gemborkan sejak lama, juga termasuk larangan mempromosikan produk untuk usia dibawah satu tahun. Satu lagi. Jika memang ingin menggunaka jasa Ahli Gizi untuk membantu mempromosikan produk kalian, pergunakanlah mereka dengan cara yang semestinya. Mereka jual otak, bukan cuma jual gelar. Jika pada kenyataannya dilapangan hanya diperlukan untuk merayu customer dan berdandan yang cantik, pakai saja SPG.

Aku cuma bisa senyum-senyum sendiri kalau ingat strategi marketing yang mbak-mbak itu sampaikan. Lucu!!! Atau mungkin lebih tepatnya konyol!!!

gambar pinjem dari sini
NOTE: Kebijakan pemerintah yang dimaksud diatas hanya sebatas promosi/iklan. Tidak ada larangan bagi produsen untuk memproduksi susu dan makanan bayi untuk anak usia dibawah satu tahun.

10 January 2012

10 Januari 2012

Akhirnya tanggal 10 Januari 2012 datang juga. Ada apa dengan hari ini??? Hemm.. Ini hari sebenarnya sudah menghantuiku sejak lama, mungkin sudah sekitar satu bulanan, atau lebih. Karena hari ini, dia, Mpus, Ai, Friash, Pi, ato apapun itu panggilannya, mau pergi. Perginya jauh. Kesana. Lama. Dan gak gampang buat pergi-pulang.

Ternyata sudah selama ini, saling bantu, saling kasih semangat, saling jaga, kalo ada apa-apa minta tolongnya ke Ai, bahkan sampe mirip kayak penggantinya Papa. Terutama untuk hal-hal yang biasanya 'hanya laki-laki yang bisa mengerti'. Selama itu juga sering banget barengnya, ke Malang bareng, pulang ke Gresik bareng, ntar ke Malang bareng lagi. Dibilang terlalu kebetulan, mungkin bisa. Tapi lagi-lagi Aku gak percaya sama yang namanya kebetulan. Entah ini sebuah fase yang harus kulalui untuk bisa menjalani fase hidup selanjutnya, atau justru inilah fase pembuka untuk fase-fase hidup kedepannya. Aku gak tau. Yang Aku tau, cuma, "Jodoh itu ditangan Tuhan, dan akan selamanya ada di tangan Tuhan kalau kita gak berusaha untuk mengambilnya" <<< ini kalimat keren banget, dari seorang sahabat baik didunia nyata maupun didunia maya.

08 January 2012

Ujian Kesabaran Berakhir Sudah

7 Januari 2012 pukul 10.07 PM *setidaknya ini yang tertera di hpku*

"Telpon aku penting"

Sebuah pesan singkat dari seseorang yang sudah sangat ku kenal. Tanpa pikir panjang, Aku langsung menekan tombol berlambang gagang telepon berwarna hijau di hpku.

Hanya sekali nada tunggu terdengar, kemudian secara tidak terduga suara seseorang --lagi-lagi yang sudah sangat ku kenal-- memenuhi ruang pendengaranku.

"Smartfren atau Aha???"
"Smartfren"
"Beneran?"
"Iya,.."
"Yaudah"
*tuut tuut tuut tuut*

Whaoww... Singkat saja. Dan tidak lama berselang, perhatianku kembali pada layar seluas 14,3" yang sedari tadi sudah ku hadapi.

04 January 2012

Book Review: Habibie: Kecil Tapi Otak Semua

Judul: Habibie: Kecil Tapi Otak Semua
Penulis: A. Makmur Makka
Tebal: 355 halaman
Tahun Terbit: 2011 (Cetakan ke 3, November 2011)
Penerbit: Edelweiss

Ngomongin buku lagiii. Alhamdulillah.. :) Setelah sekian lama hanya membaca beberapa buku namun tidak berminat untuk membuat resensi atau book reviewnya, akhirnya satu buku yang belum lama selesai ku baca ini berhasil memaksaku untuk menulis book reviewnya. Pastinya gak sembarang buku bisa dengan lihainya merayuku untuk mengabadikannya di popcorn. Maklum, lebih banyak malasnya. :))

Buku ini Aku beli pada acara Gresik Islamic Book Fair 2011. Merupakan buku biografi kedua yang Aku baca dengan tuntas, setelah biografi William Shakespear yang berjudul "What Will Shakespear Do???". Belum banyak buku biografi yang sudah Aku baca. Kenapa ya? Mmmmhh,. mungkin karena tidak semua buku biografi enak untuk di baca. Ada yang tutur bahasanya resmi, ada yang menyenangkan, ada yang humoris, ada yang biasa saja. Jadi, bergantung ke penyajiannya juga, dan pastinya, siapa tokoh yang sedang di bahas.

01 January 2012

Last Day in 2011

Ternyata tahun 2011 memilih hari sabtu sebagai penutupnya
Kenapa sabtu???
Dunno, tanyakan pada si pemilik hari
Sudah sudah, tak perlu bertanya jika kau hanya ingin tau

Tiga ratus enam puluh lima hari kurang tujuh menit, telah berlalu setelah hari itu
Hari dimana si popcorn masih bayi, belum lebih dari tiga hari usianya
Hari yang tak kusangka bahwa untuk selanjutnya, dia, jadi yang penting buatku, bahkan menjadi sebagian identitasku

Tiga ratus enam puluh lima hari kurang tujuh menit
Bukan waktu yang sebentar, tapi tidak bisa juga disebut dengan hanya sesaat
Banyak yang terjadi, banyak yang terlewat,
Tapi tak sedikit pula yang masih jalan di tempat
Pencapaian terbesar, apa ya???
Mungkin graduation tepat waktu...
Perjuangan yang sangat heroik, menurutku
Dan setelah satu setengah tahun lebih memendam,
No more hiking, dan sepertinya Kawah Ijen akan jadi yang terakhir
Satu dan lain hal jadi penyebabnya, termasuk yang itu
Tapi rasa cinta terhadap Indonesia akan selalu ada, 
Karena sekali lagi, lagi, dan lagi, tak pernah bosan Ia memamerkan keindahannya didepan mata
Melaui perjalan-perjalanan tak terduga
Semoga selalu, tak akan pernah terlupa

Hmmm...
Di akhir tahun ini, sudah mulai berani 'berhadapan' dengan orang luar
Ahh,. iya, Aku belum cerita ya
Beberapa hari yang lalu ada interview kerja, lagi
dan, Subhanallah... rasanya sangat-sangat berbeda dibandingkan dengan yang pertama
Sudah berani berbicara
Sudah berani bertatap mata dengan pewawancara
Sudah berani sedikit berargumen, sekalipun terkadang mata masih menerawang kesana-kemari, sekedar mencari-cari kata yang paling tepat sekaligus memikat
Sudah berani presentasi dadakan, dengan persiapan seadanya, dan pengetahuan sekenanya
Juga sudah berani berharap

Dan, kalau boleh jujur,
Aku sangat merindukan aroma tanah basah,
Merindukan cerah mentari menghangatkan pagi
Serta tamparan angin yang membelai lembut namun menusuk
Sangat.. sangat.. sangat.. merindukannya

Ada yang merasa 2011 kurang baik???
Tak perlu risaukan itu
Karena 2011 tujuh menit lagi akan berlalu
Lupakan yang menyebalkan
Tapi tetap kenang yang menyenangkan
Dengan begitu rasa syukur akan selalu dalam genggaman

"Dan satu lagi, entah kenapa aku mulai menikmatinya. Menikmati kebingunganku. Karena disaat itulah, Aku merasa telah memberi kesempatan sepenuhnya kepada hati dan pikiranku untuk menjelajah seluruh taman dan samudera langit, yang mungkin tidak tergapai oleh tanganku, terdengar oleh telingaku, dan tertangkap oleh mataku"

Ini kutipan dari sebuah postingan tepat satu tahun yang lalu *kurang tujuh menit*, dan Kau tau??? Hingga saat ini, Aku masih menikmati kebingunganku. Samudera langit, Taman langit, Ahh... Masih secuil rasanya bagian darimu yang pernah ku jamah. Semoga untuk selanjutnya bisa membentuk garis-garis yang indah di setiap titik dimana kaki ini berpijak, di sepanjang sisa umur yang tak tau entah kapan akhirnya...

Semoga 2012 masih tetap untukku, untukmu, untuknya,
dan untuk mereka
Banyak harapan di tahun yang baru
Tapi yang selalu ku ingat,
"The Distance from Failure to Success is Never Longer than
The Bridge of Hope"