31 March 2012

Setengah Perjalanan Pertama

26 Maret 2012

pict source
Persiapan sudah selesai. Namun masih ada yang harus aku lakukan pagi ini: Tes SIM A. Yeah, akibat dari hari sabtu lalu (24 Maret 2012) aku tidak lolos untuk tes praktek, akhirnya aku berusaha untuk menyempatkan diri pada pagi hari ini. Ditemani om ku, aku berangkat ke satlantas Gresik.

Sesampainya di lokasi, loket-loket sudah mulai ramai. Namun lokasi ujian praktek SIM A masih sepi. Bapak polisi yang biasanya menguji juga belum datang, dan mobil yang disediakan untuk tes SIM masih berada di tempat parkir. Hmm.. Sepertinya akan lama.
Kurang lebih 45 menit aku menunggu, hingga akhirnya ujian praktek SIM A dimulai juga. Aku mendapat nomor urut ke tiga. Yah,. Lumayanlah, setidaknya tak perlu mengantri terlalu lama. Begitu tiba giliranku, aku langsung mengambil mobil milik om yang sudah ku persiapkan sebelumnya. Etape pertama, kedua, ketiga, dan keempat lolos, dengan catatan sekali melakukan pelanggaran. Tiba saatnya etape terakhir yakni tanjakan dimana itu merupakan tempat aku gagal pada tes praktek sebelumnya. Sempat ada rasa takut, namun untungnya hal tersebut tidak terlalu menguasaiku. Begitu aba-aba dari pak polisi aku dengar, “Persiapan… Satu… Dua… Tiga… Jalan!!!”, aku langsung menginjak gas sedikit lalu melepas kopling sambil menurunkan hand rem, dan perlahan mobil yang aku kemudikan akhirnya berjalan dengan mulus tanpa kendala berarti. Yeahhh… Aku lolos tes praktek!!! Alhamdulillah… :">

Kurang lebih jam 10.15 semua proses selesai dan SIM A sudah ditangan. Aku langsung pulang untuk mempersiapkan diri, karena jam 11 aku harus sudah berangkat menuju Juanda International Airport untuk melakukan perjalanan ke Bali.

Sepanjang perjalanan Alhamdulillah lancar, tak ada kendala yang berarti. Jam dua belas siang tepat, aku sampai di Juanda International Airport. Setelah berpamitan dengan mama dan tante, akhirnya aku membawa barang-barangku untuk masuk ke bandara. Tapi ternyata aku salah kamar!!! Hassshh.. keliatan banget nih gak pernah naik maskapai garuda sebelumnya. :))
Begitu selesai urusan administrasi di bandara, aku langsung menuju ke ruang tunggu. Sambil memberi kabar ke keluarga kalo aku sudah di ruang tunggu, sedikit demi sedikit aku rasakan ada yang menetes dari mataku. Hmmmm….

Apa ya,.. pastinya ada rasa takut, dan khawatir. Memang bukan pertama kalinya aku pergi dari rumah, karena sebelumnya juga aku melakukannya saat memutuskan untuk kuliah di Malang. Tapi ini berbeda. Sungguh berbeda. Jarak yang cukup jauh, tak tau kapan bisa pulang, dan, sedikit kekhawatiran tentang kebenaran dari pekerjaanku. Yah, wajar lah. Selama ini aku hanya kontak langsung by phone, by short message, by email, tanpa pernah bertemu langsung. Dari pihak keluarga pun tak ada seorang pun yang pernah bergabung di NGO sebelumnya, yang membuat kekhawatiran itu semakin besar. Dan satu hal yang juga menjadi penyebab utama aku mengeluarkan air mata saat itu. Aku ingat tentang apa yang disampaikan mama, sesaat sebelum aku meninggalkan rumah. Beliau bertanya, tentang pertanyaan yang bahkan aku sendiri tak yakin untuk mampu mebjawabnya… Sambil memelukku, mama menanyakan hal itu tepat di telingaku,

“Kapan kamu bisa dekat Nak???”

Yeah,.. pertanyaan itu berhasil membuatku menangis, saat itu juga, saat dibandara, juga saat aku menuliskannya sekarang.

Dan hingga saat ini pun belum bisa ku temukan jawabannya… :(

*

Belum genap tiga puluh menit aku menunggu, ternyata penumpang Garuda Indonesia untuk tujuan Denpasar sudah dipersilahkan untuk masuk ke pesawat. Sesaat kemudian aku langsung mengangkut bagasi kabin ku yang tak bisa dibilang sedikit itu, lalu berjalan agak jauh melewati lorong-lorong yang akan mengantarku langsung ke badan pesawat. Perjalanan siang itu cukup lancar. Sebotol kecil air mineral dan roti manis berisi selai strawberry serta taburan kacang halus menemani perjalananku hingga tiba di Ngurah Rai International Airport, Denpasar.

Begitu kunyalakan hp, ada sms masuk, beberapa dari orang rumah, dan ada satu sms dari mbak Ira, salah seorang pegawai Plan yang juga akan berangkat ke Dompu. Rencananya kami akan bertemu di bandara Ngurah Rai ini, untuk selanjutnya bersama-sama melanjutkan perjalanan ke Dompu. Begitu aku membaca sms beliau, aku langsung memberi kabar kalau aku sudah sampai di Denpasar. Lima, sepuluh menit, tak ada balasan. Saat aku coba untuk telpon, ternyata nomornya tidak aktif. Sepertinya mbak Ira masih di pesawat. Setelah semua barang bawaanku lengkap, aku mengarahkan troli menuju pintu keluar. Tak ada seorang pun penjemput yang membawa papan nama Plan Indonesia. Ada sedikit kekhawatiran, akhirnya aku memutuskan untuk menunggu di luar pintu kedatangan domestik.

Tiga puluh menit berlalu tanpa ada kabar sama sekali. Selama itu pula, aku memperhatikan bagian bagian dari bandara yang tertangkap oleh ruang penglihatanku. Ternyata bandara Ngurah Rai itu kecil yaa. Ku kira akan megah seperti bandara-bandara internasional lainnya. Lalu kalau diperhatikan, alurnya juga agak kacau karena jalur untuk penumpang yang datang dan akan berangkat jadi satu. Kesannya ya semrawut, kacau. Tapi semoga hal ini tak akan bertahan lama. Karena aku juga melihat kalau bandara ini sedang dalam proses pembangungan. Kelihatannya sih pembangunan besar-besaran.

Sudah cukup lelah rasanya aku memperhatikan orang-orang lalu lalang. Hingga akhirnya, ada telpon dari Mbak Ira, dan menanyakan apakah aku sudah sampai di hotel.

Pastinya langsung kaget lahhh. Sedari tadi menunggu didepan pintu kedatangan tanpa ada kejelasan, sekarang ditanyai sudah sampai di hotel belum. Akhirnya aku ceritakan sesingkat mungkin tentang apa yang terjadi, lalu aku mengikuti instruksinya untuk berjalan menuju tempat dimana mobil bisa menjemput penumpang. Kalo gak salah sii namanya ‘Drop Zone’. Tau deh, lupa lupa ingat soalnya. Hihi…

Begitu sampai di lokasi yang dimaksud, barulah aku bertemu dengan orang yang membawa papan bertuliskan namaku. Tapi keterangan diatasnya bukan Plan Indonesia, melainkan Adhi Jaya Hotel. Yakk.. aku salah perhitungan. Ternyata yang menjemputku adalah pihak hotel tempat aku menginap semalam untuk melajutkan perjalanan esok harinya. Pantas saja sedari tadi tidak melihat tulisan Plan. Hihihi…

Begitu masuk ke mobil, akhirnya aku bertemu juga dengan sosok yang selama ini hanya ku kenal lewat telpon, sms, dan email yang beliau kirim: mbak Ira. Dan orangnya benar-benar diluar ekspektasiku. Jadi malu sendiri deh. Disamping itu, tak hanya kami bedua yang dijemput oleh pihak hotel, tapi tiga orang. Satu lagi adalah Pak Alex. Beliau ini, semacam Finance Manager Plan Indonesia CO Jakarta. Whaoww.. Belum apa-apa sudah bertemu dengan petingginya Plan. Bikin grogi aja nih. Untungnya mbak Ira orangnya easy going, jadi yaaa bisa membantu mencairkan suasana laahh.

Tak butuh waktu lama untuk mobil sampai di Adhi Jaya Sunset Hotel. Setelah menyelesaikan urusan administrasi yang aku gak tau sama sekali itu apa, petugas hotel akhirnya mengantarkan kami ke kamar masing-masing. Aku sekamar dengan mbak Ira, sedangkan pak Alex di kamar sebelah. Time to take a rest.. Tapi ternyata tidak. Hahahaa…

Setelah selesai melaksanakan kewajiban yang tertunda, aku dan mbak Ira segera keluar hotel untuk mencari taxi, untuk kemudian mengantarkan kami ke Joger. Waktu kami tak banyak. Besok pagi kami akan melanjutkan perjalanan ke Dompu, dan ini merupakan kali pertama mbak Ira berkunjung ke Bali. Sebagai orang yang sebelumnya sudah pernah ke Bali walaupun tak tau banyak tentang pulau itu, tak ada salahnya jika aku mengantar mbak Ira jalan-jalan sebentar. Dengan delapan belas ribu rupiah saja, akhirnya kami tiba di Joger dengan selamat. :D

22 March 2012

Akhirnya Sampai Juga

Alhamdulillah,. Akhirnya sampai juga di pelabuhan pertamaku dalam mendapatkan pekerjaan. Beberapa hari lagi, label 'pengagguran banyak acara' yang sudah ku emban selama beberapa bulan ini akan segera terhapuskan.

Bingung, ribet, kacau, tapi sekaligus senang, terharu, bahagia, bangga, syukur yang teramat sangat campur aduk jadi satu. Bagaimana tidak, Sang Penguasa Hidup benar-benar menunjukkan kuasanya. Dalam satu waktu, Dia mengabulkan sekaligus empat permintaanku yang selama ini aku haturkan...
  • Dapat kerja
  • Kerja di luar Jawa
  • Bekerja di NGO
  • Konsentrasi di bidang Gizi Komunitas
Dan semua itu tercapai dalam satu waktu!!! Subhanallah...

Yeah,..!!! Kemarin siang, tepatnya hari Rabu, 21 Maret 2012 jam 11.05am, aku mendapatkan email pemberitahuan dari Plan Indonesia, kalau aku lolos seleksi dan terpilih untuk menjadi Nutrition Project Facilitator, untuk penempatan di Program Unit Dompu, Nusa Tenggara Barat!!! It's really whaowwwww... :D

Aku bingung bagaimana menceritakannya. Pastinya waktu pertama kali di hubungi Plan dari Jakarta dan memintaku untuk mengecek email, yang aku rasakan langsung campur aduk. Saat itu, aku sedang tidak di rumah karena suatu hal, dan akhirnya saat itu juga aku putuskan untuk pulang. Tergesa-gesa, bukak laptop, colokin smartpink, dan akhirnya langsung meluncur ke emailku. Dan benar saja, disana langsung aku temukan email dari Plan International Indonesia. Isinya singkat,..
Dear Mbak Arie Ramadhani,
 
Setelah melalui proses seleksi yang kami adakan beberapa waktu lalu,
dengan ini kami sampaikan bahwa anda telah terpilih menjadi Nutrition Project Facilitator per 26 Maret 2012.
Terlampir surat penawaran dari kami, mohon surat dan Job Descriptionnya dikirimkan kembali sebagai konfirmasi.
Jika ada pertanyaan dapat menghubungi People & Culture Department di no. 021-5229566.
Terima kasih atas perhatiannya.
 
Best regards,
Ika Sulistiyanni 
People & Culture Admin Officer
Plan Indonesia Country Office
Saat itu juga langsung tanpa bisa di bendung lagi, air mataku keluar, derasss. Dan saat menuliskan ini juga rasanya sudah mulai ada yg mengambang di ujung kelopan mataku. Hahahaha... :">

Hanya bisa menghaturkan rasa syukur yang teramat sangat. Bahkan beribu rasa syukur pun rasanya masih belum cukup, jika dibandingkan dengan kenikmatan yang aku terima saat ini.

Gak bisa ngomong apa apa lagi,... Speechless... :((

Sempat ada rasa takut juga saat meminta ijin pada kedua orang tua dan tante. Aku hubungi mereka satu persatu, karena hanya itu yang bisa aku lakukan. Sambil menahan tangis, aku ceritakan ke mereka, sedikit demi sedikit. Tentang keinginanku, tentang Plan, tentang tugas-tugasku, serta penempataku. Khawatir, tidak mendapatkan ijin, karena biar bagaimanapun, aku tak akan berangkat tanpa restu dari mereka semua. Namun akhirnya, satu persatu ijin dari mereka aku dapatkan. Dengan berucap bismillah, aku tanda tangani surat penawaran serta Job Description tersebut, lalu aku kirim lagi ke Plan Indonesia.

Masih bersisa empat hari untuk mempersiapkan diri. Dan sepertinya banyak yang harus ku lakukan. Perpanjangan KTP, karena bulan depan akan habis masa berlakunya, tes SIM A jika memang sempat, mempersiapkan berkas-berkas penting, serta bekal untuk aku tinggal disana. Bingung, mengenai apa saja yang harus dibawa. Karena ini perjalanan yang cukup jauh, juga untuk waktu yang agak lama.

Iyawes, itu aja yang bisa aku ceritakan sementara ini. Buat para sohiblogger semua, sepertinya aku akan vakum lagi untuk beberapa waktu kedepan. Persiapan keberangkatan, workshop kurang lebih seminggu, dan lain sebagainya. Mohon dimaafkan yaaa. Tapi akan kuusahakan untuk mencatat setiap detail perjalananku sampai kesana. Penting tuh kayaknya. Hehe..

Oia, satu lagi. Semoga di Dompu nanti ada sinyal, biar tetep bisa ngenet. Kalo si smartpink gak bisa berfungsi, sepertinya si pinklink akan mulai diberdayakan lagi. Pastinya udah jaga-jaga untuk bawa kedua modem tersebut. Syukur-syukur kalo bisa di pakek dua-duanya. Hihihi :D

Alhamdulillahirabbil 'aalamiin...

Terimakasih Allah,..
Untuk senyum yang kau beri
Untuk hidup yang ku ingini
Untuk kesempatan yang ku miliki
dan Untuk janji yang telah Kau penuhi...
 
Kabupaten Dompu, NTB. Alhamdulillah, masih terbaca di google map :))

Well, aku sudah mewujudkan sekaligus empat, dari sekian banyak mimpi yang sudah terucap. Kalo kamu, kapan??? ;)

18 March 2012

Mari Mengenal Piramida Makanan

Finally,. untuk pertama kalinya seorang S.Gz ini membicarakan tentang gizi!!! Apa sebab? Karena beberapa hari yang lalu aku menjalani medical check up dan akhirnya mendapat pesan-pesan yang mujarab dari salah seorang dokter spesialis di rumah sakit dekat tempatku berpijak saat ini: Jaga kesehatan, jaga pola makan, olahraga teratur, dan jangan tidur terlalu malam. Hasseeekkk. Trimakasih bapak Dokter atas sarannyaaaa. :D

Itu secara umum yah, tapi tak akan ku bahas semuanya saat ini. Karena sekarang, cuma pengen ngomongin tentang pola hidup sehat terkait dengan ilmu yang aku pelajari di bangku kuliah. Mari berdoa terlebih dahulu, semoga postingan ini tidak semembosankan saat itu, saat aku menjalaninya sendiri, dengan nyata dan kesadaran sepenuhnya --walopun diselingi main game di hp ato leptop, poto-poto, ngobrol, curhat, nyemil, daaan lain sebagainya <<< ini kuliah apa nongkrong di kantin siii??? :))

15 March 2012

Curhatan (bukan) Awal Tahun dan Dua Belas Pertama

Curhatan awal tahun??? Saking apanya cobak ini yaaa... Sudah bulan tiga tapi masih bahas tentang awal tahun segala. Hahaha.. Telat banget deh. Sumpah!!! Tapi lagi-lagi yang namanya PR harus tetap dikerjakan. Kan aku murid yang baik :">. First of all, makasiii buat Bombom pemilik si KerBu a.k.a Kertas Burem yang sudah ngasi PR curhatan awal tahun ini. FYI, sebenernya PRnya "8 hal tentang dirimu", tapi karena si pemberi tugas pertama 'tentang dirimu'nya diganti 'curhatan', dan si Bombom juga ngerjakannya isinya curhatan semua, jadinya aku juga ikutan deh. :D Lagian kalo tentangku, rasanya sudah jelas deh yaaa di tab 'about me', oprek-oprek aja disitu, rasanya sudah ada semua deh. Jadi gak perlu di sebutkan lagi, bosen ntar yang baca. Kasiaaaannn... :))

12 March 2012

Aku Mengecewakanmu, Ya...???

Sudah bulan Agustus saja. Dan dunia putih abu-abu ku sudah berjalan hampir dua bulan. Bersama teman baru, lingkungan baru, suasana baru, guru baru, dan pastinya pelajaran-pelajaran yang baru. Aku butuh waktu untuk beradaptasi dengan semua yang baru. Dan kebiasaan sejak SMP disela-sela pelajaran sekolah masih saja terbawa: corat-coret gak jelas di buku pribadi. Saat ini yang aku pakai adalah binder bersampul warna hitam bertuliskan 'campus' dibagian tengahnya yang merupakan hadiah dari kakak saat ulang tahunku beberapa bulan yang lalu. Sekaligus jadi hadiah kelulusan SMP bisa juga sepertinya yaa...

09 March 2012

Tanya Kenapa???

Sudah kurang lebih satu bulan ini, aku ikutan si tante untuk jogging + fitness barengan sama temen-temen kantornya. Olahraga ini dilakukan, tepatnya di stadion Petrokimia Gresik dan Fitness Center Petrokimia Gresik. Sebenernya udah lama banget sih pengen bisa olahraga rutin, cuma yaa karena gak ada temennya, jadinya males deh, dan baru bisa berlangsung secara teratur selama semulah ini. Yayy!!! :D

Bisa dibilang ini pertama kalinya aku ikutan fitness rutin. Dulu sih pernah, tapi nyobak sekali doank. Pas mata kuliah Gizi Olahraga, dan aku bareng temen-temen semua diajakin pak Dosen ke fitness center nya Universitas Negeri Malang *Brawijaya gak punya cuiyy, gak gaul banget dehh :p*. Dan sebenernya semenjak saat itu jadi punya keinginan untuk bisa fitness rutin, cuma, sampe akhirnya lulus dan gak tinggal di Malang lagi, gak nemu nemu tuh yang namanya tempat fitness yang nyaman, dan *kalo bisa* yang khusus cewek. Akhirnya cuma keturutan ikutan senam aerobik tiga kali seminggu.

02 March 2012

MOS Putih Abu-abu

Baru jam empat pagi, dan aku sudah berada didepan cermin besar di kamarku, lengkap dengan balutan handuk yang masih agak lembab. Kunyalakan kipas angin sekencangnya agar segera mengeringkan seluruh anggota tubuh, sembari menahan gigil karena dingin yang teramat sangat. Yapp,. ini hari pertama aku masuk dunia putih-abu abu. MOS (Masa Orientasi Siswa)!!! Dan harus berangkat pagi buta.

Baju olahraga bertuliskan 'SMANSAGRESS' dengan model tulisan latin agak miring berwarna merah memenuhi bagian dada. Ini seragam yang akan kupakai untuk satu tahun kedepan, dan ini juga 'kostum' yang harus kukenakan pagi -buta- ini. Rambut sudah kukuncir dua agak tinggi dengan pita merah disebelah kanan dan putih sebelah kiri. Dengan kaos putih dan celana training panjang berwarna merah pula, sepertinya aku siap dikerek di tiang bendera. Ughh... Tas karung, sepatu fantovel hitam, sebuah block note, tempat pensil, buku panduan MOS, serta perlengkapan lainnya sudah siap. Tinggal memasang sepatu kets warna biru putih kesayanganku, dan menunggu kedatangan Icha, sepupu sekaligus sesama murid baru di sekolah, aku siap berangkat. Deg deg serrr.. itu yang kurasakan.