31 December 2012

Seribu Lima

Disuatu malam, di tengah kota Dompu yang masih ramai para kendaraan berlalu lalang, di salah satu toko kecil yang menjual berbagai peralatan jahit menjahit...

"Ibu, ada benang kain?"
"Benang? Ada ni, di sebelah sana...", dengan logat khas Dompu yang sudah cukup akrab ditelinga saya, Ibu tersebut menunjuk sisi lain etalase toko itu. Saya menuju kearah yang ditunjuk, sedang seorang anak laki-laki kecil juga menuju ke arah yang sama --dari sisi dalam etalase.

"Benang warna apa?", tanya anak laki-laki itu datar.
"Warna krem, ada tidak?", tanya saya sambil mencoba mencari-cari warna apa yang sekiranya cocok. Karena sebenarnya saya sendiri agak bingung mendeskripsikan warna apa yang sedang saya cari.
"Nah,. Itu, itu. Yang itu...", kata saya dengan yakin sambil menunjuk ke sederetan benang kain yang berjajar rapi di belakang anak laki-laki itu berdiri. Ia mengambilnya, lalu menyerahkan pada saya. Saya mencoba mencocokkan warna benang tersebut dengan celana yang saya pakai, karena memang saya membeli benang untuk celana tersebut, yang menurut saya agak terlalu panjang dan perlu di lipat sedikit ujungnya. Ternyata warnanya kurang pas... :|

Saya kemudian mengembalikan benang tersebut ke anak laki-laki itu, kemudian mencoba mencari-cari warna lain yang lebih sesuai. Saya juga menunjukkan warna celana saya, dan menyampaikan pada anak laki-laki itu bahwa warna seperti celana ini lah yang saya cari. Sedang anak laki-laki itu hanya diam seribu bahasa, mungkin bingung dengan apa yang saya sampaikan.

Setelah beberapa saat mengamati, akhirnya saya menemukan sebuah benang dengan warna yang sepertinya sesuai, berada di barisan terbawah etalase kaca toko itu. Kemudian saya meminta anak laki-laki tersebut mengambilnya. Warnanya memang tidak sama persis, tapi cukup mendekati. Jadi saya memutuskan untuk membeli benang itu saja.

Begitu menerima benang itu, saya kembali angkat suara,
"Berapa harganya?"
"Seribu lima", kata anak itu dengan polosnya.
Dalam hati, 'ha??? Seribu lima? murah banget??? Tapi saya kan cuma mau beli satu, tidak harus beli lima kan??? Tapi masa' iya harganya dua ratus rupiah???'
Akhirnya untuk meyakinkan hati dan pendengaran, saya memutuskan untuk bertanya lagi.
"Berapa ini harga benangnya? Seribu lima?"
"Iya betul, seribu lima...", kata anak laki-laki itu meyakinkan.
Akhirnya saya memutuskan untuk mengeluarkan satu lembar uang lima ribuan dari kantong saya dan menyerahkannya ke anak laki-laki itu, masih dalam kebingungan yang teramat sangat. Namun anak itu menolak, dan menyampaikan bahwa saya harus membayar pada Ibu-ibu yang saya temui tadi. Bergeraklah saya...

"Ibu, saya beli satu benang ini. Berapa harganya?"
"Seribu lima"
Addduhhh.. masih aja seribu lima. Bingung banget. Akhirnya tanpa pikir panjang saya serahkan selembar limaribuan yang sedari tadi sudah saya genggam. Tidak lama kemudian, saya melihat bahwa sepertinya Ibu tersebut mencari-cari uang kembali. Ohh, berarti ada kembaliannya. Tapi apa kembaliannya empat ribu delapan ratus? Karena harganya kan 'seribu lima'. Jadi untuk satu benang kan hanya dua ratus rupiah, pikir saya dalam hati.

Dan saya kembali tercengang campur pengen ketawa begitu tau bahwa Ibu tersebut memberikan kembalian sebanyak tiga ribu limaratus rupaih. Ya Allah... Ternyata arti dari 'seribu lima' itu tak lain dan tak bukan adalah 'seribu lima ratus'. Saya hanya membatin saja. Sambil tersenyum geli, saya meninggalkan toko tersebut dengan menggenggam segulung benang serta pengetahuan baru tentang 'seribu lima'.

Dompu, malam hari. Sederetan toko di kawasan pasar...
Sampai saat ini, kadang saya sering agak kaget, kalo orang di Dompu bilang 'seribu lima', atau 'duaribu lima'. Tapi tidak butuh waktu lama untuk saya kembali me-replay kejadian di toko benang itu. 'Seribu lima', maksudnya bukan 'sepuluh ribu dapat lima' melainkan 'seribu lima ratus'. Hahaha... :D

29 December 2012

Happy 2nd Anniversary,.. Popcorn!!!

Desember 2010, saya ingat betul saat itu bukan merupakan saat-saat yang menyenangkan. Suatu malam, saya bersama seorang teman kos, memutuskan untuk jalan-jalan ke salah satu toko buku diskon yang berada di jantung kota Malang. Bukan seperti sebelum-sebelumnya, saat bahkan sebelum beranjak dari kos, sudah ada satu judul buku di kepala yang saya incar. Malam itu tidak ada bayangan sekali. Hingga langkah kaki memasuki toko buku itupun tak sesemangat seperti biasanya.

Berputar kesana kemari, tak ada bayangan ingin membeli apa, hingga saya berlutut di salah satu rak berbentuk bulat ditengah ruangan dengan berjuta buku itu. Saya meraih satu buah buku, kecil, tipis, dengan sampul depan yang sangat sederhana. Ada gambar seorang laki-laki yang sedang berjalan memenuhi sebagian besar bidang di sampul buku itu, beserta dengan lembar-lembar koran yang berserakan. Serta warna, mirip warna pastel yang menjadi backgroundnya...

"...karena tiap-tiap nama punya tempatnya masing-masing di kedalaman hati setiap manusia",
salah satu kalimat paling keren diantara kalimat-kalimat keren yang ada di buku itu,...

*

Ada sebabnya, mengapa saya menamai blog ini dengan "Popcorn of My Life"
Ada sebabnya, mengapa kategori pertama di blog ini, dan yang dulunya paling sering saya buat postingannya, adalah "Tentang Aku, Kamu, Dia, Mereka..."
Ada sebabnya, mengapa saya sangat mengagumi seorang Edi Mulyono, hingga begitu bahagianya saat tweet saya di balas olehnya, bahkan akun saya di follow juga olehnya. Whaowwww sajalah...

picture source
Ahh,. Akhirnya bisa bercerita tentang ini. Setelah sekian lama menundanya. Sepertinya memang hari ini adalah waktu yang tepat. Hingga akhirnya kesempatan yang lalu-lalu saya lewatkan begitu saja, sampai tibalah saat ini. Malam ini, yang sudah menunjukkan pukul 10.27 WITA, namun saya masih duduk di meja meeting di kantor. Tenang, saya tidak melakukan apa-apa. Hanya membuat tulisan ini.

*

Oke, mungkin sekian ini saja postingan singkat saya. Sekali lagi, dan tak akan pernah bosan, saya ingin mengucapkan,
Selamat ulang tahun, Popcorn ku sayang...
Terima kasih telah menemani hari-hariku dengan sangat bijaksana
Sekalipun hanya dalam diam
Karena terkadang, manusia tak perlu dinasihati
Ia hanya ingin didengarkan,
Dan kau, adalah teman yang sempurna untuk itu...

Well, seiring dengan di publishnya postingan ini, maka berakhir juga event Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary yang sudah saya adakan dan berlangsung selama kurang lebih satu bulan ini. Terimakasih untuk seluruh sohiblogger yang telah berpartisipasi, telah mengomentari postingannya, telah membantu mempromosikan, bersedia untuk menjadi juri, dan lain sebagainya. Saya belajar banyak selama mengadakan giveaway ini, dan ternyata memang tidak semudah yang terlihat yaa.. Salut untuk para sohiblogger yang sangat sering mengadakan giveaway, dan berbagi kebahagian dengan sesama blogger. Proud to be part of yours, kawans... :-*

InsyaAllah sesuai rencana, tanggal 2 Januari 2013, akan saya umumkan para pemenangnya. Siap-siap puyeng deh. Hehehe...

Oke, sekian itu saja, sekali lagi, terimakasih banyak ya,.. dan mohon maaf jika selama dua tahun perjalan Popcorn ini, ada tulisan, komentar, gambar, desain blog, atau sebagainya yang membuat hati, pikiran, telinga, serta mata para sohiblogger tidak nyaman.

*
"Cara terbaik untuk membuat suatu cerita, adalah dengan berkaca pada kisah nyata"  
[Mae, 2012]

Jika ada yang masih bertanya-tanya bagaimana saya bisa membuat suatu tulisan semacam ini atau semacam itu dan semacamnya, maka kalimat diatas itulah yang menjadi jawabannya. Sederhana, bukan?
;)

21 December 2012

Para "Sunset"

Tiba-tiba terlintas aja, pengen upload beberapa foto yang bertema sunset. Walaupun yakin deh, sepertinya sudah ada beberapa yang pernah saya upload di photoblog, instagram, maupun membuat postingannya di popcorn, serta mempublish di akun social media lainnya. Tapii, yah, ingin saja me re-post disini.  

So, here they are,.. Enjoy the orange, felas... ;)

[16 Juni 2012] Pertama kali punya kesempatan main ke Mataram, Lombok, dan kesempatan itu tidak saya sia-siakan. Sempat mengunjungi beberapa lokasi wisata baik yang sudah tersohor maupun yang tidak, salah satunya adalah Kuta Lombok. Ingin tau selengkapnya? Ceritanya ada disini, klik!!!
:D

[7 Oktober 2012] Bali, Tanah Lot. Pantai yang cantik. Sunsetnya tak terlalu spesial, namun jingga tetaplah jingga. Mempesona. Cerita selengkapnya? Sila klik disini...
:D

[17 Nopember 2012] Ceritanya jalan-jalan ke Bima, ber-empat, sama rekan-rekan satu tim proyek. Tak ada cerita yang saya tulis, namun oleh-oleh sunset dengan perahu nelayan ini, rasanya sudah cukup kan? 
;)

[19 Oktober 2012] Yang ini cukup spesial. Dapatnya dimana? Depan kamar kos!!! Persis deh. Sampe kelihatan itu kabel listriknya. Walopun sudah berupaya dengan naik ke kursi, tapi tetap saja. Yaasudahlah, yang penting sang jingga sudah tersapa. Alhamdulillah...
:)

[12 Juni 2012] Jingga dari ketinggian sekian belas meter. Tak selamanya sunset harus diambil di pantai, kan? Hehe... Cerita selengkapnya tentang gambar ini, ada disini. Silakan di klik!
;)
[18 Juni 2012] Nangatumpu. Desa sebelah barat Kabupaten Dompu. Gambar ini saya ambil dari dalam bis, saat perjalanan dari Mataram menuju ke Dompu. Jingga sore itu berhasil membangunkan saya dari tidur lelap, hingga saya memutuskan untuk mengambil kamera dan mengabadikannya. Hmmm,..
:)

[9 September 2012] Lakey Beach, pantai selatan Kabupaten Dompu. Jingga yang berbeda...
:)

[9 September 2012] Mbolang berdua saja dengan Ulil, saking sudah kangennya dengan jingga. Begitu selesai kegiatan di desa, langsung cabut ke pantai Lakey. Tak peduli lagi dengan bagaimana nanti pulang kembali ke Dompu saat sudah gelap. Yang penting rindu akan jingga sedikit terobati. Alhamdulillah...
:)

[2 Juni 2012] Pulau Satonda, salah satu pulau eksotis yang pernah saya datangi. Terletak di sebelah utara pulau Sumbawa, dan masuk dalam teritori wilayah Kabupaten Dompu. Ingin cerita selengkapnya? klik disini yaa...
;)

[2 Juni 2012] Masih dari lokasi yang sama, tiga puluh menit setelahnya. Justru lebih terang ya? Hihihi.. 
:D

Saya jadi heran sendiri sekarang. Sepertinya, dulu saya tak se menggila ini dengan jingga. Tapi kenapa sekarang sampai seperti ini ya? Yahh,. entahlah. Mungkin sama juga jawabannya dengan yang dulunya saya suka laut, kemudian tidak, lalu sekarang kembali menyukainya. Mungkin sama juga alasannya dengan saya yang suka gunung, namun kadang membayangkannya pun enggan kembali lagi, tapi tetap saja menganggukkan kepala jika ada yang mengajak. Ahh.. manusia...

Jadi, mana jingga kesukaanmu, kawans? Speak up yahhh... ;)

*note: Kalau tidak salah semua gambar disini diambil dengan kamera Canon PowerShot G12, dengan pengaturan yang bervariasi. :D

17 December 2012

Mengapa Baru Sekarang...?

Sebulanan ini saya galau, galau karena tidak bisa menonton dua film yang sudah lama saya nantikan penayangannya di bioskop: The Twilight Saga: Breaking Dawn (Part 2) dan 5 cm. Sebenarnya, sebelumnya sudah ada rencana untuk menonton dua film tersebut bulan ini, namun karena ada perubahan jadwal kegiatan di project, akhirnya rencana tersebut batal terlaksana. Entah benar-benar batal atau saya masih boleh menggunakan kata 'tertunda'. Tentunya saya lebih mengharapkan pilihan kedua...
picture source: Breaking Dawn part 2 and 5 cm

Tapi belakangan saya mulai mencoba untuk menerima kegalauan itu, bukan nyembuhkan atau menghilangkan ya, melainkan saya biarkan saja. Saya mencoba menikmatinya, hingga pada akhirnya kegalauan itu berubah 'objek'. Ha? Maksudnya,..? Oke oke sebentar, saya akan mencoba menjelaskan.

Saat ini, bukan lagi galau karena tidak bisa menonton kedua film tersebut, melainkan karena begitu banyak yang membahas kedua film itu, entah di blog, facebook, twitter, serta media sosial lainnya, tak terkecuali televisi dan kawan-kawan, dan saya hanya bisa menghela nafas begitu saja. :|

Film Breaking Dawn katanya seru ya? Renesmee nya cantik ya? Bella nya juga cantik ya? Keren yaa..? si Om om ganteng Mr. Cullen juga makin cakep ya? Edward apalagi... Jacob??? Aaarrrrghh,. sudah sudah, tak perlu diteruskan. Kapan hari juga pernah membaca salah satu postingan seorang sohiblogger, saya lupa siapa, pastinya ia menyampaikan kalau film Breaking Dawn part 2 merupakan seri Twilight yang terbaik diantara yang lainnya. Begitukah??? Hmmmm... *pukpuk diri sendiri :(

Oke, belum sembuh kegalauan saya akibat komentar-komentar wah tentang Breaking Dawn, tidak genap satu bulan berikutnya disusul dengan kehebohan 5 cm....

Yang ini amat sangat jauh lebih menyebalkan, terutama saat saya tau bahwa salah seorang kawan di twitter dengan sengaja mention akun twitter saya dan bertanya, "Sudah nonton 5 cm?"... Oke, saya masih bisa sedikit mengabaikan. Ehh, gak taunya ada juga yang langsung menyampaikan via whatsapp, "Mae, film 5 cm keren looo" Errrrrrrrrrrrrrrr... Rasanya ingin mendadak tidur begitu saja I-)

Satu pertanyaan yang mendadak muncul di benak saya, ini orang-orang udah pada janjian semua apa yaa buat ngingetin saya??? X-(

Hingga akhirnya di sore yang agak mendung ini, saya membaca di blogroll popcorn, dan melihat bahwa beberapa postingan terbaru sohiblogger ada yang membahas tentang 5 cm. Bersamaan!!! Whaowwww sajalahhh...

Tapi tapi, tiba-tiba muncul pertanyaan dibenak saya, "Mengapa baru sekarang hebohnya???"

Setau saya, buku "5 cm" sudah terbit sekitar tahun 2000an, saya lupa pastinya. Namun, pertama kali saya membaca buku itu, kalau tidak salah cetakan ke lima, dan itu pada saat saya masih duduk di bangku SMA, sekitar tahun 2006. Buku 5 cm pertama yang saya punya entah sudah berada dimana sekarang. Tapi bukan berarti saya tidak punya, karena begitu buku itu hilang entah kemana, saya memutuskan untuk membeli lagi, sekedar untuk menggenapi koleksi serta memuaskan hasrat saya jika ingin membaca buku tersebut :D

Sejauh ini, saya perhatikan juga bahwa buku tersebut selalu berada di deretan buku 'best seller' bila di toko buku. Jadi, seharusnya sedari dulu kehebohan tentang 5 cm ini menggaung. Tapi tapi, kenapa hebohnya baru sekarang ya? Apakah karena filmnya? Apakah karena Fedi Nuril-nya? Atau Pevita Pearce-nya? Atau Mahameru-nya? ...sedang Mahameru sudah terkenal dengan keeksotisannya sejak dulu.

Atau,... Salahkan saya jika menyimpulkan bahwa, "masyarakat kita masih lebih berminat untuk menonton daripada membaca"??? Begitukah??? Silakan berkomentar, bagi yang setuju maupun tidak ;)

Anyway, saya sudah pernah membahas tentang buku 5 cm. Dan bahasan itu merupakan postingan pertama di popcorn. Tepat 29 Desember 2010, hampir dua tahun yang lalu. Lumayan lama juga yahh... Ada yang ingin membaca? Oke oke, saya beri linknya. Nihhh >>> http://www.my-armae.com/2010/12/dont-stop-me-now.html #EdisiPromosiPostinganLawasTerselubung B-)

Oke, sekian itu saja. Sebagai penutup, saya ingin memperingatkan pada sobat semua, please, saya mohon dengan sangat, tidak usah bertanya lagi pada saya tentang film 5 cm yah, juga Breaking Dawn part 2, kecuali... kalau ada yang bersedia mengirimkan pada saya edisi bajakannya. Hwahahahah... #plakkkk :))

14 December 2012

Sekarang Saya Paham

Sepuluh hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya memutuskan untuk kursus mengemudi mobil, satu dua tempat kursus saya datangi, untuk sekedar mencari tau mana yang paling baik, mana yang recommended. Dengan berbekal prasangka baik, saya memilih salah satu diantaranya. Selain motif 'mengisi waktu luang', saya juga ingin mewujudkan salah satu dari mimpi saya: bisa mengemudikan mobil
 
Lima hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Hingga hari kelima kursus, semua berjalan lancar. Tinggal satu hari lagi, saya berkesempatan untuk belajar mengemudikan mobil saat tes praktek pembuatan SIM A. Dua jam pun berlalu, dan akhirnya saya berhasil melalui seluruh halang rintang yang harus saya lalui,.. --kurang lebih.

Tiga hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya bersama tante terpaksa menuju ke Dinas Kependudukan, untuk selanjutnya 'meminta tolong' pada teman tante supaya saya bisa dibuatkan KTP baru, karena pada tahun yang sama, satu bulan setelahnya, KTP saya akan habis masa berlakunya. Karena saya tidak punya banyak waktu, terpaksa jalur tersebut saya tempuh. Tak ada pilihan. Dengan berbekal beberapa lembar puluhan ribu rupiah, dalam waktu tak kurang dari tiga jam, KTP baru saya jadi juga. Hmmm,.. Tetap harus mengucap 'Alhamdulillah' bukan?

Dua hari sebelum keberangkatan saya ke Dompu,...

Saya berangkat ke SATLANTAS Kabupaten Gresik. Sendirian. Bingung harus berbuat apa, namun ternyata hari itu saya sedang beruntung. Saya bertemu teman SMA saya, yang juga akan melakukan ujian tes SIM A. Saya ditemani olehnya, begitu juga sebaliknya. Tes kesehatan dan tes teori kami lalui bersama, hingga saat yang menegangkan di mulai: tes praktek. 

Singkatnya, saya gagal. Saya melakukan tiga kesalahan: menjatuhkan balok pembatas saat parkir, mesin mati satu kali, dan gagal di tanjakan --sedang toleransi kesalahan hanya dua kali. Polisi yang menguji saya memberi tahukan bahwa boleh kembali lagi minggu depan. O'oww, itu bukan solusi untuk saya. Setelah sedikit bernegosiasi, akhirnya polisi tersebut memperbolehkan saya ikut tes praktek selanjutnya, dua hari lagi, yang itu berarti merupakan hari keberangkatan saya.

Hari H, keberangkatan saya ke Dompu,...

Lima jam sebelum pesawat saya tinggal landas, saya sudah berada di SATLANTAS Gresik. Dagdigdug di jantung tak lagi mampu saya tahan. Saya hanya bisa berdoa supaya dimudahkan jalannya, dipercepat prosesnya, dan sebagainya. Hingga akhirnya doa itu terkabul, segala tes berjalan sesuai dengan rencana, dan SIM A melalui jalur resmi sudah saya genggam. 90 menit sebelum pesawat saya take off, saya sampai di rumah. Pamit dengan semua orang rumah, sambil memamerkan senyum yang sangat lebar dan menunjukkan SIM baru saya. SIM yang masih sangat hangat keluar dari mesin cetak. Lagi, Alhamdulillah...

Tiga bulan setelah saya di Dompu,...

Baru setelah tiga bulan, saya mendapatkan kesempatan untuk memanfaatkan SIM yang sudah saya miliki. Di jalan lengang kota Mataram jam 2 pagi, dari kota menuju ke pantai Senggigi. Singgah sejenak di deretan cafe di pantai tersebut, serta hunting milky way. Canggung. Rasanya sangat berbeda dibandingkan dulu, saat masih kursus. Walaupun dengan jenis mobil yang sama. Alhasil, rekan seperjalanan saya memilih untuk menggantikan saya saat pulang dari Senggigi. Mungkin tak berani mengambil risiko...

Lima bulan setelah saya tinggal di Dompu,...

Kembali ke tanah Jawa untuk sejenak, dan kesempatan menggunakan SIM A tersebut datang lagi. Kali ini jauh lebih terkendali, walaupun sempat sedikit ada insiden 'hampir nabrak tembok rumah orang'. Tenang kawan, masih ada kata 'hampir' disana. Jadi semua baik-baik saja, hingga saat ini...

Kurang lebih satu bulan belakangan ini,...

Kesempatan itu makin banyak, seiring dengan seorang kawan sesama tim project yang baru saja membeli mobil, sedang beliau sendiri masih dalam tahap belajar. Alhasil, saya lah yang diberi kepercayaan untuk berada dibalik kemudi, tiap kali kami, sekawanan tim project melancong ke suatu tempat --entah dalam rangka tugas maupun jalan-jalan biasa.

...dan seiring dengan peningkatan jam terbang itu, saya yang berada di balik kemudi sekarang jadi paham,

Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali membunyikan klakson?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali menjalankan kendaraannya dengan kecepatan tertentu, yang tak jarang dinilai terlalu lambat maupun terlalu cepat?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali bertindak berlebihan, terlalu ketepi, terlalu ketengah?
Mengapa seorang pengemudi mobil sering kali bertindak terlalu egois dan terlalu pengertian?
Serta berbagai mengapa lainnya...
Tentunya semua penilaian itu muncul saat saya menjadi pengguna jalan lain, entah saat berjalan kaki, bersepeda, atau menunggangi si x-rav. Dan akhirnya jawaban, atau boleh di bilang klarifikasi dari penilaian tersebut, baru saya dapat setelah saya berada di balik kemudi berbentuk bundar itu.

Oke sobat, mulai saat ini, mari sama-sama belajar untuk menjadi lebih bijak dalam berkendara, juga sebagai pejalan kaki.

"Pada akhirnya, semua pertanyaan bisa didapatkan jawabannya hanya melalui perubahan sudut pandang --Mae"

13 December 2012

Ini Hanya Tentang Selera...

Mungkin karena faktor kesibukan (baca: malas :D), belakangan frekuensi posting saya agak menurun. Atau perubahan lain yang saya rasakan adalah, sekarang saya agak menghindari menulis yang terlalu panjang. Sangat berbeda dengan dulu, saat pernah sekali seorang sohiblogger memberikan award untuk popcorn dengan alasan karena tulisannya yang panjang-panjang. Apalagi kalau sudah bercerita tentang catatan perjalanan. Bisa jadi perjalanan tiga hari menjadi suatu cerita sekuel dengan 5 episode, yang masing-masing episodenya juga berhasil membuat telunjuk capek mutar scroll mouse ke bawah. :))

Tapi sepertinya masa-masa itu telah berlalu, kawans...

Belakangan ini, kalau kawan-kawan perhatikan, tulisan saya kian lama kian pendek. Bahkan kapan itu pernah membuat postingan yang hanya berisi empat baris tulisan. Awalnya itu whaowwwww banget untuk saya, dan ternyata juga ada beberapa sohiblogger yang mungkin sudah mengenal popcorn cukup lama, yang menyampaikan di kotak komentar bahwa "Rasanya ini postingan terpendek yang ada di Popcorn" --walaupun redaksinya tidak tepat seperti itu, tapi kurang lebih begitu lah yaa isinyaa...

Namun ternyata kawans, tidak hanya perubahan dari kebiasaan membuat postingan di blog yang berubah. Saya juga kian menyadari, sayapun sekarang agak enggan membaca tulisan yang terlalu panjang. Entah kenapa, pastinya tidak saya sengaja. Awal masuk ke blog baru, yang biasanya merupakan kunjungan pertama, hingga saya belum tau benar style menulis dari blogger yang sedang saya kunjungi rumahnya itu, saya selalu menyempatkan untuk menarik scroll di halaman tersebut hingga kebawah. Jika ternyata tulisannya cukup pendek, maka saya akan kembali ke atas dan mulai membaca. Namun jika panjang, apalagi dengan font yang kecil dan spasi rapat, hmmm, rasanya tidak perlu berpikir dua kali untuk mengklik close tab sesegera mungkin.

Walaupun sebenarnya batasan panjang-pendeknya pun sangat subyektif, menurut pemikiran saya saja...

Tidak hanya tentang panjang pendeknya tulisan, namun juga isi. Hmmm,.. Sepertinya otak saya sekarang sedang dalam tahap 'perubahan selera ngeblog'. Ngeblog disini maksudnya keseluruhan kegiatan blogging ya, mulai dari membuat postingan, promo postingan, hingga blogwalking. 

Dulu juga, saya suka dengan tulisan-tulisan cantik dengan makna yang boleh dibilang multi tafsir, semacam puisi, atau syair-syair yang, saat membacanya bisa memberikan ketenangan tersendiri. Tapi lagi-lagi itu dulu kawans, sekarang tidak lagi. Saat ini, jujur saya katakan kalau saya lebih suka membaca tulisan-tulisan ringan, tentang cerita keseharian seseorang. Entah yang lucu, yang horor, yang aneh, absurd, dan sebagainya. Saat ini juga saya lebih menyukai tulisan yang sederhana, yang apa adanya, yang tidak bertele-tele, yang mengatakan A jika ingin menyampaikan A, tidak harus melalui B kemudian ke C singgah ke D lalu berpaling ke E hingga kembali ke A. Saya juga sangat menyukai tulisan yang berupa opini. Ahh ya, jadi ingat kalau kategori 'opini' di popcorn sudah lama tidak terisi. Jadi postingan ini saya masukkan ke kategori itu saja yaa... :D

...karena dibalik kesederhanaan sebenarnya terkandung makna yang luar baisa...

Anyway, barusan saya menjelajah ke blog-blog baru, maksudnya blog yang baru pertama kali saya kunjungi. Entah ada berapa blog tadi. Bahkan ada satu blog yang dua, bahkan tiga dari tulisannya yang singkat, ringan, menghibur, yang saya baca dan saya komentari. Sepertinya menyenangkan, berkenalan dengan blogger blogger baru, yang juga akhirnya memberi inspirasi saya untuk menulis postingan ini.

picture source

Yah, ini hanya tentang selera, kawans. Bagaimana dengan selera blogging milik kawans semua? Apapun itu, yang penting kita harus tetep ngeblog. Harus!!! Sampai internet hilang dari muka bumi *pinjam jargon blognya si Asop* :D





*

Temaaaaaaaaaaaaans, ikutan Giveaway: Popcorn's 2nd Anniversary yukk, ada hadiah menarik untuk 6 orang dengan tulisan terbaik. Deadlinenya masih lama kok, masih 16 hari lagi. Ayooo ayooo ayooo ramaikaann.. :D

11 December 2012

Bingung Sejenak

picture source
Seorang sahabat nun jauh disana akhirnya berhasil menemukan trik untuk membuat desain blog persis seperti yang saya inginkan. Seperti yang sudah saya bayangkan jauh sebelum saat ini, yakni saat pertama kali terpikir dalam kepala saya untuk merombak total desain popcorn, pastinya sebelum menjadi yang seperti sekarang ini ya.

Begitu tau sahabat tersebut sudah menemukan triknya, saya langsung mencoba menerapkannya di blog eksperimen saya. Awalnya kacau, bangettt, dan sempat bikin saya pusing dan ngantuk. Hahahha... Abaikan ini, tapi percaya atau tidak, terkadang saya menggunakan istilah 'ngantuk' untuk menyampaikan bahwa saya pusing dan ingin rehat sejenak. Hingga akhirnya sesi rehat itu telah selesai, dan saya berniat untuk mulai bereksperimen (lagi).

07 December 2012

Terimakasih Untuk Lautnya

Beruntungnya aku, tahun ini berhasil terpilih menjadi salah satu panitia untuk kegiatan Masa Orientasi Siswa, dan hari minggu ini merupakan persiapannya. Tidak banyak yang harus diselesaikan, aku beserta kawan-kawan yang lain hanya perlu menyiapkan tiga buah kelas untuk basecamp panitia serta beberapa kegiatan lainnya, berkoordinasi dengan bapak dan ibu guru untuk pembagian kelas murid-murid baru, menempelkan peraturan-peraturan tertulis untuk para siswa baru, dan sebagainya. Ku kira kegiatan ini akan berlangsung hingga petang, namun ternyata tidak. Saat jarum jam di tangan kananku masih menunjukkan angka 10, seluruh persiapan sudah selesai dilakukan.

04 December 2012

Paket Wisata Alam Bedugul

Satu cerita terakhir saat melancong singkat di Bali dua bulan yang lalu,…

Sebelumnya saya sudah pernah ke Danau Beratan, atau lebih dikenal dengan nama Bedugul, yakni dulu, pada saat rekreasi bersama kawan-kawan SMA rasanya. Walaupun ingatan itu sudah samar-samar di otak, tapi keindahan danau tersebut memang menjadi salah satu pemikat untuk saya memutuskan kembali berkunjung kesana pada kesempatan saya ke Bali dua bulan yang lalu. Yah, seperti yang sudah pernah saya sampaikan sebelumnya, tiap perjalanan pasti punya sisa cerita yang berbeda-beda, sekalipun lokasinya sama, orangnya sama, dan suasananya pun sama. Begitu juga dengan perjalanan ke Bedugul tempo hari itu…