28 May 2013

Bermalam di Mataram? Sempatkan ke Taman Udayana!!!

Menikmati kota Mataram di malam hari sebelumnya sudah pernah saya lakukan. Senggigi di malam hari, dengan ‘bintang-bintang daratan’ yang cukup menghibur. Jauh dari gemerlap bar dan café tepi jalan raya yang cukup memekakkan mata dan telinga. Yah, pantai senggigi yang berbeda. Hanya untuk kami para pemburu sepi.

Kali ini, dimalam yang juga berbeda. Masih di kota yang sama, namun disalah satu sudut lainnya.

Jalan Raya Udayana, kota Mataram, Lombok, NTB merupakan salah satu spot yang menurut orang-orang di Mataram, cukup direkomendasikan untuk menghabiskan malam. Awalnya, saya sama sekali tidak memiliki bayangan seperti apa lokasinya. Namun sesaat setelah kuda besi berwarna abu-abu metalik yang saya tumpangi bersandar pada salah satu sisi jalannya, seketika itu pula, tempat tersebut mengingatkan saya pada alun-alun selatan kota Jogja, beberapa tahun silam.

Taman Udayana, begitu orang menyebutnya. Di malam-malam tertentu, tempat tersebut akan penuh sesak oleh manusia, lengkap dengan gerobak-gerobak penjual berbagai jenis makanan dan minuman menghiasi satu sisinya. Sedang yang lain, penuh dengan hamparan terpal serta meja kotak-kotak berukuran kecil. Sangat nyaman jika ada dua hingga empat orang duduk mengelilinginya. Di tepi jalan raya Udayana sendiri, sesekali terlihat sepeda hias berjalan pelan dengan lampu warna-warni yang cantik. Sungguh, semakin mirip Jogja!!!

Saya, bersama seorang sahabat, memilih duduk disalah satu terpal berwarna biru, tepat dibawah pohon kecil yang seolah menyengaja memayungi kami. Satu pesanan pertama yang cukup membuat saya penasaran: Sate Bulayak!!! Beruntungnya sang penjual cukup berbaik hati hingga tak membiarkan rasa penasaran saya berlarut-larut. Hmmmm… Selamat makan :)
Belayak atau Bulayak, sama saja :|
Kata seseorang didepan saya, yang sudah tinggal di Lombok sejak sekitar lima tahun yang lalu, Sate Bulayak ini merupakan salah satu makanan khas Lombok, disamping Ayam Taliwang. Satu hal istimewa dari Sate Bulayak sebenarnya bukanlah satenya, karena sate tersebut tidak jauh berbeda dengan sate ayam, sate sapi, sate hati, serta sate-sate lain yang sudah umum ditemui. Namun, keistimewaannya terletak pada bumbu sate yang rasanya khas serta makanan yang mendampinginya, yakni lontong. Isinya memang sama dengan lontong biasa, namun cara mengemasnya yang berbeda. Lontong tersebut dibungkus dengan daun kelapa, sama seperti daun yang digunakan untuk membuat ketupat, namun dengan cara pembungkusan yang juga berbeda. Saya bingung bagaimana menjelaskannya. Tapi, semoga saja foto ini bisa cukup membantu memberikan petunjuk :D
Satu paket Sate Bulayak khas Lombok
Sembari menikmati kekhasan sate bulayak yang sesekali masih terasa asing dilidah, segerombolan pemuda berbekal sebuah gitar dan tepukan tangan mencoba menyamankan diri, agak jauh di sebelah kiri saya. Tak lama setelah itu, bergaunglah sebuah lagu berbahasa inggris, yang saya kurang tau siapa yang punya serta apa judulnya, namun saya yakin bahwa lagu tersebut sedang populer saat ini. Mereka menyanyikan lagu tersebut dengan sangat fasih, serta genjrengan gitar yang cukup bersahabat, dari awal hingga akhir lagu. Begitu selesai, kami, para pendengar, tak segan memberikan tepukan tangan sederhana, serta beberapa lembar ribuan, yang mungkin tak cukup banyak jika harus mereka bagi untuk beberapa orang. Tapi, sungguh, malam itu kian sempurna. Alhamdulillah…


Setelah itu, berbondong-bondong muncul pesanan kedua, ketiga, dan seterusnya. Meja kami penuh oleh kerupuk, kacang tanah rebus, kacang kedelai, air mineral, juga kuaci, yang setiap kali memakannya selalu membuat saya ingin tertawa. Saya merasa ada hal yang lucu saat saya memakan makanan tersebut. Tapi tolong jangan tanya saya apa itu, karena saya sendiri tidak tau. Hahha…

Kulit kacang maupun kacang yang masih utuh makin meramaikan meja kecil tersebut. Saya juga sudah merasa sangat kenyang, walaupun tak banyak yang saya makan malam itu. Yapp, orang didepan saya memiliki hak sepenuhnya untuk dituduh sebagai tersangka dalam pembantaian makanan malam itu. Sesekali, diantara bercandaan kami yang tak ada habisnya, juga mulut yang tak henti-hentinya mengunyah, satu demi satu para seniman jalanan meramaikan telinga. Hampir semua dari mereka menyuguhkan pertunjukan yang cukup menarik. Malam yang luar biasa.
Bersama Bara, salah seorang sahabat, sekaligus teman satu SD dan SMP, kemudian dia hilang entah kemana, dan baru saya dapati kabarnya sekitar satu tahun yang lalu, tepat setelah saya hijrah ke Dompu.
 
Hingga, setelah sekitar dua jam lebih kami habiskan disana, serta destinasi yang lain sudah menunggu untuk segera dikunjungi, akhirnya kami memutuskan untuk beranjak. Terimakasih banyak, taman Udayana, yang sudah memberikan saya malam yang menyenangkan.

Note: Yapp,. 24-26 Mei 2013 kemarin saya habiskan di Lombok. Sebenarnya masih ada banyak cerita selama tiga hari disana, namun saya tidak bisa berjanji akan membagikan seluruh kisah tersebut. Hahha
B-)

32 comments:

  1. aaah aku pengen ke lomboook lagi :D suasananya tuh gimanaa gitu, manggil manggil buat kembali lagi kesana hhohho

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tiara pernah ke Lombok?? Whaowww...
      AYoo ayoo kesini lagiii :D

      Delete
  2. maeeeeeee aku ikut donk, makanannya buanyak ileran aku hiks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehhe,, maafkan aku kak Tia, cuma bisa pamer foto dan cerita :D

      Delete
  3. uwaaaaaaaaaaaaaa seru bangetttt..e e eh,yang bikin ngiler itu satenyaaaa huhuhuhu
    *lempar kesini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di lempar nanti belepotan :p

      Delete
  4. My first thank you for the article photos on this site.
    my likes see it, however sorry I did not accidentally daydreaming here and I also did not know because what ...
    hopefully can inspire many people. success always

    ReplyDelete
  5. Ah jadi teringat dulu waktu aku masih SMU tempatnya saat mendaftar untuk keperluan SPMB di Malang. Menikmati malam yang sempurna.

    wah satenya bikin ngiler mbak. Sate Bulayak, kayak apa ya rasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dagingnya biasa aja. tapi bumbu dan lontongnya yang istimewa. mas Fifin harus coba :)

      Delete
  6. Seru banget ya ?
    Satenya kayaknya mantep tuh ?

    ReplyDelete
  7. Bagi satenya mbak! *ngiler*
    (Ini komentar pertama)

    ReplyDelete
  8. berdua dengan teman masa kecil, hmm

    sedang taaruf yah #ditimpuk rie

    ReplyDelete
  9. belum pernah ke sana
    belum pernah nyoba...

    :9

    ReplyDelete
  10. aaaaaaaaaaaaa mbk T_T
    iri banget iri, jadi kangen lombok, pengen pulaaang :(

    lombok bagus kan mbk ? hehe XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyyaaaa,.. Lombok bagus, Lombok baikkk :)

      Delete
  11. Selamat malam Maeee,

    Aku jadi ingat waktu Sepetember lalu ke Mataram. Menikmati sunset di Pantai Sengigi, Menikmati permainan kano, makan sate bulayak dan malamnya ke taman udayana dan persis aku duduk di tempat Mae duduk. Meski waktu di Udayana cuma minum-minum aja, soalnya udah kenyang waktu di Sengigi. Hahahaha.

    Mae, sekarang di Mataram gersang gak? Waktu aku kesana masi gersang jadi pas motret peandangan disana masi terkesan pucat pegunungannya... Insyaallah pengen kesana lagi... Hehehe...

    Salam,
    Qefy

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaahh,. sepertinya menyenangkan sekali ya. Tapi aku kok kurang tertarik dengan pantai senggigi ya kang? cukup melihat dari jauh aja.

      Sekarang lagi hijau semua nih. Lagi sering hujan di Dompu. Asik dehh,. kalo pagi rada' berkabut gituu. Hehe.

      Aamiin,. kapan2 kesana bareng bareng yuk Kang :)

      Delete
  12. kak mae,
    ileran aku liat satenya, pengen kesana lagi.
    kak mae, klo masih di mataram, jangan lupa ke pantai kuta, cantik apik, menurutku lebih indah dibanding senggigi.
    senggigi aja udah cantiknya pake banget, klo kuta udah pake koprol :P
    beneran deh, jangan lupa bawa pulang pasir merica nya yah buat ole2.. hihi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha... pake koprol segala :D
      Iyaaa,. sebelumnya sudah pernah ke kuta juga, dan emang iya, itu pantai cantiiiikk banget.

      Delete
  13. itu yang dibungkus kalau ditempatku leupeut mirip begitu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lepet itu beda lagi kayaknya mbak Lid,. aku pernah makan. Kalo yang ini asli lontong biasa isinya :D

      Delete
  14. Ternyata banyak juga makan kamu mae, itu lontong lima biji abis semua ya :D

    Kalo dilihat penampakan sih sepertinya sama seperti sate-sate pada umumnya, bumbunya juga pake kacang juga mae, trus yang beda apanya mae selain kemasannya?hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Heee.. gak yaa,. itu buat berduaa,. aku cuma makan sebiji pula :">
      Bumbunya beda mas. Emang pake kacang, tapi sepertinya ada bumbu lain, dan rasanya juga beda :)

      Delete
  15. Kayanya satenya enak tuh...
    Jadi kepnegn

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D