17 October 2013

Malam Minggu di Alun-alun Kota Batu

Ternyata lebih lama bingungnya daripada acaranya. Hehehe... :p

Yap, acara liburan di Malang akhirnya selesai juga. Terselesaikan dengan sangat baik, walaupun nyatanya banyak rencana yang belum bisa terlaksana. Di samping keterbatasan waktu, sebenarnya yang paling utama adalah masalah tenaga. Gak nyangka juga kalo ternyata saya merasakan kelelahan yang sangat. Efeknya, selama di Malang tanggal 12-13 Oktober 2013 kemarin, saya hanya mengunjungi beberapa tempat. Salah satunya yang akan saya ceritakan ini :).


Begitu sampai di Malang, sebenarnya Alun-alun Kota Batu bukan lokasi pertama yang saya kunjungi. Tapi ini adalah salah satu destinasi yang paling saya suka, jadinya saya tulis duluan deh. Gak papa kan? Hehe...

Jadi, tanggal 12 Oktober 2013, malam minggu, Malang mulai ramai. Selepas maghrib, saya dan seorang teman mulai bersiap bertolak ke Batu. Awalnya saya kira akan biasa saja, namun ternyata malam itu lumayan dingin. Akhirnya kami memutuskan untuk berangkat lengkap dengan jaket tebal dan sepatu kets. Berasa di gunung gitu yah.

Kota Batu malam itu sudah banyak perubahan. Jalan rayanya sekarang banyak yang dibuat searah. Saya hampir saja bingung, dan beberapa kali bertanya pada kawan seperjalanan saat mencoba mengingat-ingat kembali jalan disana.

"Itu kalo belok sana kemana?"
"Kalo ke kiri situ ke arah BNS ya?"
"Yang ke Panderman itu, lewat mana ya? Aku lupa..."
dan bla bla bla...

Akhirnya, dari jauh langsung heboh begitu melihat sedikit penampakan bianglala yang dipenuhi lampu berwarna-warni. Cantik bangetttt!!!


Tidak ingin membuang waktu terlalu lama. Begitu sampai di kawasan Alun-alun Batu, saya dan teman langsung mengantre untuk membeli karcis naik bianglala. Murah meriah, satu orang hanya dikenakan tarif 3.000 rupiah saja. Tapi eh tapi, ternyata setelah diamat-amati, tigariburupiah tersebut hanya untuk sekali putar. Itupun bianglala-nya tidak akan berputar dengan cepat karena setiap 'keranjang'nya di lewati, penumpangnya harus turun dan digantikan oleh penumpang yang lain. Sebenarnya pengen sih beli langsung 4 atau 6 karcis, supaya bisa naik sampai banyak kali putaran, tapi terus gak jadi. Hehehe...

Begitu keranjang yang saya naiki mulai bergerak, keindahan alun-alun Batu makin terasa. Lampu berwarna warni, masjid raya, air mancur, buah raksasa, mulai terlihat. Jadilah, selama satu putaran penuh itu hanya dipenuhi dengan jepret-jepret sana sini. Belakangan saya mulai menyadari, mungkin bianglala tersebut sengaja di setting pelan jalannya supaya pengunjung bisa menikmati pemandangan yang ada di sekitar. Luar biasa kerenn.. :-bd

Masjid Raya yang tepat berada di sebelah utara alun-alun
Penjual makanan di sekitar alun-alun Batu

Selain bianglala yang cukup menyita perhatian, hal unik lain dari Alun-alun Kota Batu ini adalah adanya buah-buah raksasa. Bagunan besar menyerupai buah strawberry menjadi 'markas' petugas yang menjaga alun-alun ini. Selain itu, di salah satu air mancurnya juga terdapat buah apel raksasa yang memang menjadi ikon kota Batu. "Batu kota Apel", begitu kurang lebih yang sering saya dengar.


Penjual makanan dan minuman juga banyak sekali berderet di sekeliling alun-alun. Ya, peraturan yang cukup ketat dan pengawasan yang baik membuat penataan allun-alun ini menjadi lebih rapi. Seingat saya, jarang-jarang ada ruang publik yang cukup bersih lengkap dengan ruang terbuka hijau yang sangat asri dan terjaga kebersihannya. Tempat sampah sangat mudah didapat. Selain itu, waaupun alun-alun tersebut berada di ruang terbuka. pengunjungpun tidak bisa dengan bebas merokok. Disediakan tempat khusus merokok yang berada di sebelah barat alun-alun. Mungkin itu juga yang menjadikan alun-alun kota Batu sangat bersih, karena, dengan dilarangnya merokok sembaranga, sampah puntung rokok jadi tidak tersebar kemana-mana. Salut dengan pengelolaan Alun-alun Kota Batu yang sangat rapi.

Butuh duabelas kali jepret sampai akhirnya bisa dapat foto ini. :D
Rumah Strawberry
Saat di alun-alun Batu, saya tidak makan apapun, karena tepat sebelum berangkat kesana, kami singgah dulu untuk makan malam. Namun sesaat sebelum pulang, ternyata di sebelah selatan alun-alun tempat kami memarkir kendaraan, ada sebuah cafe yang memasang layar besar dan mengadakan acara nonton bareng. Yapp, malam itu bertepatan dengan pertandingan antara TimNas Indonesia U19 dengan Korea Selatan. Jadilah, kami tidak pulang dulu namun memutuskan untuk ikut menonton pertandingan sepak bola. Pertandingan yang sangat seru, ditambah dengan acara nonton bareng yang makin membuat suasana malam sungguh menyenangkan.

Suasana nonton bareng di Alun-alun kota Batu
Rasanya malam itu sungguh sempurna. Naik bianglala, lampu-lampu yang cantik, D3100 yang mulai bersahabat, serta TimNas Indonesia lengkap dengan permainan yang sangat cantik dan kemenangan 3-2nya. Sekalipun, pada akhirnya saya membatalkan kunjungan saya ke payung karena mata saya sudah sangat tidak bersahabat.

18 comments:

  1. Wihhhh.. nikonnya udah bersahabat :D beda banget yaa? noise nya keliatan banget. haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ehh,. iya yah? Noise nya masih banyak yah? Huaahh. menyebalkan. Tapi emang susah ngilanginnya. sampe pusing sendiri jadinya >:)

      Delete
  2. aq juga pernah foto2 di situ mbak yuuu, berlatar foto yang ke 1,2 dan 6 hampir sama..
    kangeeen ke ngalaaaam nih huehuehuehue....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waah,.. asik donk. Bernostalgialah bersama postingan ini. Huehehe :D

      Delete
  3. jadi pengen kesana, dulu karena mepet cuti, gak sempet main ke Batu :)

    Aku berasa naik bianglala trus liat lampu-lampu kota, keren kayaknya ya *__*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaa,. keren bangeet. Tapi lebih keren lagi kalo bisa sepuluh kali putaran :D

      Delete
  4. aaah mau ke Batu :O ke Malang itu ya cuma lewat doang hhuhhu :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah , sayang sekali Tiara. Smoga kapan-kapan bisa yaa ;)

      Delete
  5. Aku kalo ke Malang pasti ke sini :D seru banget emang tempatnya. Tapi malesnya itu susah yaa cari tempat parkir hehehe

    Tapi aku belum pernah kesampean naik bianglala :( malesin gitu antrenya puanjang hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biar antrenya panjang tapi cuma sebentar kok mbak. Gak lama-lama banget. Kalo gak pengen rame ya baiknya jangan pas weekend :D

      Delete
  6. huaaa bikin saya kangeen jalan2 di pasar malem nih :(
    pengeeen ke Malang lagi,,pengen muterin kotanya,pengen ke sempu, pengen ke ijen (banyak pengennya ya,hehe :p)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pengen semuanya, tapi waktunya yang enggak ada :|

      Delete
  7. Saya belum pernah ke Malang nih. Jadi, memang Alun2 perlu diposting pertama. :D
    Kebersihan alun2nya benar2 dijaga ya, Jeng.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat bisa ke Malang mbak :)

      Delete
  8. aku ke Batu dulu waktu SD tapi belu sebagus ini :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga dua tahun lalu ninggalin Malang masih belum sebagus ini :D

      Delete
  9. Hwaaa...liburan ke Malang, ya...Itu kotakuuu *apa siy* Tapi aku pulkamnya setahun sekali pas Lebaran doang. Hehehe... Sayang banget cuma bentar ya, disana. Artinya next time kudu ke Malang lagi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yapp,. pengennya gitu mbak. Tapi gak tau kapan bisa ke Malang lagi. Nunggu undangan lagi *ehh

      Delete

Speak Up...!!! :D