14 January 2013

Batik Sasambo

Hari sabtu, dua minggu yang lalu. Sebenarnya ada kegiatan sih di desa, tapi saya dan si Ulil pas gak kebagian jaga, jadi yaa free gitu. Lalu mendadak ada obrolan singkat yang berujung pada, hari itu juga, siang itu juga, saat itu juga kami berdua memutuskan untuk pergi ke Bima. Ngapain??? Jawabannya sederhana saja, beli kain Batik Sasambo :D

Pada kesempatan ke Bima yang sebelumnya, salah seorang rekan kerja sudah pernah menunjukkan pada kami lokasi di jualnya kain Batik Sasambo yang cukup berkualitas dan terkenal, dan siang itu, kesanalah kami menuju. Setelah melalui perjalanan naik sepeda motor sekitar satu setengah jam, serta singgah sebentar di masjid depan Bandara Sultan Salahuddin Bima, akhirnya kami sampai di tekape dengan selamat tak kurang suatu apapun.

Bagian depan toko
Adalah hotel Mutmainah, yang beralamat di Jl. Sultan Hasanuddin, no. 46 Bima, Nusa Tenggara Barat. Ini merupakan hotel, sekaligus sanggar Budaya dan Kerajinan, serta toko yang menjual batik Sasambo, baik yang masih berupa kain, maupun yang sudah menjadi baju, serta pernak pernik lain seperti tas, gantungan kunci, bros, dan lain sebagainya. Begitu masuk ke toko, saya dan Ulil langsung menuju tempat dipamerkannya berbagai macam jenis batik, dengan motif dan harga bervariasi.
Batik SASAMBO adalah jenis batik etnis Nusa Tenggara Barat, sebagai suatu bentuk industri kreatif putra NTB yang terdiri dari tiga etnis, yaitu Sasak (Lombok), Samawa (Sumbawa), dan Mbojo (Bima). Batik Sasambo, memiliki empat motif utama, serta berbagai perpaduannya, diantaranya motif Sasambo, motif Made Sahe (dalam bahasa Indonesia artinya Mata Sapi), motif Kakando, serta motif Uma Lengge, yang motifnya mirip dengan rumah-rumah kecil dengan kubah berbentuk kerucut. Corak dan warna batik Sasambo adalah sesuai dengan budaya lokal dari masing-masing etnis.

Jika kita berkunjung kesana, kita bisa menemukan seluruh motif tersebut dengan variasi warna yang beranekaragam. Tidak hanya itu, kita juga memiliki pilihan harga yang bergantung pada kualitas kain. Ragam harga ini terdiri dari tiga tingkatan, yang pertama, kain katun biasa dengan harga 150ribu rupuah/lembar, kedua dengan bahan kain katun juga, namun lebih dingin dan halus dengan harga 200ribu rupiah/lembar, serta kain sutera dengan harga 250ribu rupiah/lembar. Seberapa lebar kainnya? Kalau menurut saya, untuk ukuran saya sendiri ya, satu lembar kain bisa untuk membuat satu buah baju terusan, atau, kalo kata mbak-mbak yang jaga disana, bisa juga dibuat dua buah atasan, dengan catatan satu atasan untuk ukuran orang dewasa dan satu atasan untuk ukuran anak-anak. :D

Bagian dalam toko
Saat-saat untuk memilih motif dan warna yang saya inginkan, ternyata bukanlah perkara yang mudah. Jujur saya merasa sangat kesulitan. Lihat yang satu, saya buka lebar, saya perhatikan, saya letakkan, saya ambil lagi kain yang lain, saya bentangkan lagi, begitu seterusnya. Untungnya mbak-mbak yang membantu saya tidak marah. Tapi ujungnya, mbak-mbak tersebut memilih untuk melayani penjaga lain, dan menyampaikan kalau saya sudah selesai memilih, saya boleh memanggilnya kembali. Hehe…

Berbagai motif dan warna kain batik Sasambo dengan harga yang beranekaragam
Setelah melalui waktu yang cukup panjang, sekitar setengah jam lebih, akhirnya saya menjatuhkan pilihan pada beberapa motif, ada yang dominan hitam, ada yang merah, ada juga yang biru. Dua buah saya beli untuk pemenang Giveaway Popcorn’s 2nd Anniversary, dan satu lagi saya beli untuk tante. Sekian lembar ratusan ribu melayang begitu saja. Alhamdulillah…

Contoh kemasan kain batik Sasambo :)

Umi pemilik toko Mutmainah itu orangnya ramah. Karena saya dan Ulil membeli cukup banyak kain, kami diberi dua buah buku yang berisi penjelasan mengenai batik Sasambo, motif, serta kisah dibalik motif itu sendiri yang pastinya menyimpan nilai seni yang cukup tinggi. Waktu itu, saya dan Ulil juga di persilahkan untuk masuk ke ‘ruang istimewa’, ini sebutan saya sendiri yang membuat ya, karena apa yang ada didalam ruangan itu juga menurut saya merupakan barang-barang yang cukup istimewa.

Ruangan ini sebenarnya masih berada dalam satu kompleks Toko Mutmainah. Namun ruangannya agak tersembunyi, dan lebih sering ditutup jika tidak ada yang mengunjunginya. Didalam ruangan tersebut, kita bisa menemukan barang-barang mewah seperti perhiasan dari mutiara, baik gelang, kalung, cincin, dan lain sebagainya. Dalam ruangan itu pula, ada kain-kain yang motifnya sama dengan motif batik Sasambo, namun dibuat dengan cara tenun tradisional. Kainnya sangat halus, dan indah, namun lebarnya tidak selebar kain batik yang berada diluar ruangan itu. Mungkin lebarnya hanya setengahnya ya, namun agak lebih panjang sedikit. Dan setiap lembar kain tenun itu, dipatok dengan harga satu juta lima. Tenang kawan, jangan salah paham dulu. Bukan ‘satu juta dapat lima’ melainkan ‘satu juta limaratus’. :))

Ulil, berpose di depan kain tenun yang perlembarnya dibandrol satujutalima :D

Saat melihat-lihat kain tenun itu, tiba-tiba terlintas obrolan gak jelas antara saya dan Ulil,
“Bisa nih, besok kesini lagi. Kalo mau akad nikah… Cari kain buat bikin kebaya,…” *eaaaaaaaaaaaaakkk *lupakan :))
Setelah keluar dari ruangan itu, Umi langsung bertanya pada kami, tentang alasan mengapa kami tertawa-tawa sendiri saat didalam. Dan kami hanya menjawabnya dengan senyuman-senyuman kecil. :D

Sebelum beranjak, saya memutuskan untuk membeli tiga buah gantungan kunci. Mumpung saya mo liburan. Kalau sekarang belum bisa oleh-oleh kainnya, boleh kan yaa oleh-oleh gantungan kuncinya dulu. ;)

Oke, mungkin sekian itu saja. Pastinya saya berniat untuk kesana lagi, suatu saat nanti. Kalo teman-teman punya kesempatan ke Bima, boleh deh dicoba mampir. Dan rasakan pusingnya memilih motif kain yang beranekaragam. Hehehe :)

02 January 2013

And, The Winner Is...

Ijinkan saya membuka postingan ini dengan kata, Bismillahirrahmanirrahiim... :)

Alhamdulillah, setelah selama kurang lebih satu bulan pelaksanaan Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary, akhirnya kita semua sampai juga kita pada hari ini. Sesuai dengan yang sudah saya rencanakan sebelumnya, 2 Januari 2013, sudah saya tetapkan sebagai tanggal pengumumannya.

Setelah semalam melalui diskusi yang cukup panjang dengan tim juri, (bisa lihat 'behind the scene' nya di postingan ini), dengan ini saya menyatakan bahwa pemenang Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary, adalah sebagai berikut:

Dua orang pemenang pertama, yang masing-masing mendapatkan satu buah kain Batik Sasambo, adalah:
Selanjutnya, dua orang pemenang kedua, yang masing-masing mendapatkan satu buah buku koleksi pribadi saya, adalah:
Dan yang terakhir, dua orang pemenang ketiga, yang masing-masing mendapatkan voucher pulsa senilai Limapuluhribu rupiah, adalah:
Selamaaaaaaaaaaattt untuk seluruh pemenaaaang :D. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat yaa.. Kemudian untuk para pemenang, mohon segera mengirimkan biodata (Nama lengkap, alamat, nomor telepon/hp) ke email saya di arie[dot]ramadhaani[at]gmail[dot]com untuk pengiriman hadiah. Khusus untuk pemenang kedua--yang mendapatkan buku, bisa disertakan juga pada emailnya, judul buku yang diinginkan. Seperti yang sudah saya sampaikan di awal giveaway ini, untuk pilihan bukunya ada beberapa, dan boleh memilih salah satu diantaranya. Pilihan bukunya sebagai berikut ya,..
  • Three Cups of Tea, karya Greg Mortenson dan David Oliver Rellin
  • Eleven Minutes, kaya Paulo Coelho
  • The Winner Stand Alone, karya Paulo Coelho
  • The Alchemist, karya Paulo Coelho
  • The Devil and Miss Prym, karya Paulo Coelho
Yakk,. Akhirnya selesai juga pengumuman giveaway pertama yang diadakan popcorn. Saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya pada semua pihak yang sudah berpartisipasi, baik menjadi peserta, membantu promosi, menjadi juri, serta ikut meramaikan acara syukuran dalam rangka ulang tahun popcorn yang kedua ini.


Last, sampai jumpa di giveaway catatan perjalanan popcorn selanjutnyaaa... :-*

Behind the Scene: Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary

Assalamualaikum sohiblogger semuaa,. Selamat ber-hari-rabu-rasa-seniiin... Hihihi... 

Bagaimana kabar sobat semua di hari rabu yang agak mendung ini? *didaerah saya maksudnya. Hmmm, tahun baru berlalu begitu saja. Tak ada yang terlalu spesial kecuali tanggal 31 Desember siang ada acara "Ngaha Caru", atau dalam bahasa Indonesia artinya adalah "Makan Enak" bersama beberapa orang peserta pelatihan Konselor dan Motivator PMBA (Pemberian Makanan Bayi dan Anak) di desa. Alhamdulillah...

Saya ingin sedikit bercerita, --sepertinya ada indikasi kalau postingan ini agak sedikit panjang, semoga hanya agak ya... :D

Mungkin, ada beberapa sohiblogger yang bertanya-tanya, "Dalam giveaway kemarin, mengapa temanya harus catatan perjalanan sih??? Mengapa tidak tulisan dengan tema yang lainnya???"

Hmmm, sebenarnya jawaban dari pertanyaan ini sangat sederhana, yakni karena saya suka jalan-jalan. Terutama di Indonesia yang saya yakin masih banyak lokas-lokasi eksotis yang masih belum terpublikasikan dengan baik. Selain untuk referensi saya, pastinya juga untuk referensi sohiblogger semua ya. Karena saya yakin, bahwa sebenarnya semua orang itu suka jalan-jalan. Walaupun pernah juga saya menemui beberapa orang yang, katanya mereka lebih suka menghabiskan waktu liburan di kos atau di rumah saja, lebih baik seperti itu daripada harus berlelah-lelah mengunjungi suatu daerah atau tempat wisata dan merefresh otak. Tapi tetap saja, disisi lain mereka sebenarnya mau saja kalau diajak jalan-jalan, namun mungkin bukan jalan-jalan ala saya, tapi ala mereka sendiri. Misalnya nge-mall, itu juga termasuk jalan-jalan kan? Hehehe...

Lalu, bagaimana dengan format penilaian giveaway kemarin? Saya share juga deh yaa, sekalian curhat. Hihi...

Saya, bersama dengan seseorang yang namanya tidak boleh disebut, beberapa waktu yang lalu berdiskusi mengenai poin-poin apa saja yang dinilai dalam giveaway ini. Setelah melalui diskusi yang tidak alot sama sekali, akhirnya di putuskanlah beberapa poin yang menjadi dasar penilaian. Mungkin ini juga bisa jadi wacana untuk para sohiblogger dalam membuat catatan perjalanan, karena menurut saya sebagai orang yang suka jalan-jalan dan suka sekali membaca postingan tetang jalan-jalan, beberapa hal di bawah ini patut untuk diperhatikan. Apa saja itu? Mari kita simak satu persatu ya... ;)

* Cara Bercerita *

Kalau hal ini, mungkin bergantung dari selera tiap-tiap orang. Ada yang bercerita dengan cara sederhana seperti reportase berita, ada yang panjang kali lebar dan disertai hal-hal yang sifatnya emosional. Masing-masing orang pasti punya selera tersendiri ya. Namun jika saya pribadi, jujur saya lebih menyukai cara bercerita yang kedua. Karena ini blog, kawan,..Wadah untuk mengekspresikan diri, bukan website berita yang bahkan sebelum menulis kita sudah diberi batasan karakter... ;)

* Foto *

Tak bisa saya pungkiri bahwa foto merupakan poin yang cukup penting dalam membuat sebuah postingan tentang catatan perjalanan. Entah foto saat menuju ke lokasi wisata, foto saat di tekape, maupun foto dengan siapa saja kita kesana. Karena itu akan menjadi suatu momen tersendiri yang pastinya akan dapat dikenang suatu saat nanti. Namun, diantara beberapa peserta yang mengikuti giveaway kemarin, ada beberapa yang sebenarnya ceritanya sangat bagus, bahkan mendapat nilai sempurna, namun kurang di foto.

Sebenarnya saya tidak menginginkan foto yang terlalu banyak. Tidak, itu tidak perlu, karena justru akan merusak cerita yang ada. Cukup empat atau lima foto saja, yang menjadi 'hot spot' atau 'icon' dari tempat yang sedang diceritakan, yang mungkin tidak ada di lokasi wisata lain. Juga sebenarnya tidak harus menggunakan 'kamera gede' untuk menghasilkan sebuah foto yang bagus, yang bisa bercerita. Maksimalkan kamera hape, atau pocket camera. Dengan begitu saya yakin, pasti kawans semua dapat mengabadikan tiap momen berharga dengan baik.

Dan, satu lagi. Ini yang paling bikin saya agak sebel. Terlalu banyak foto yang ada manusianya. Jujur hal itu agak mengganggu untuk saya. Karena sedang 'meliput' lokasi wisata, maka menurut saya yang perlu ditekankan ya foto lokasi wisatanya. Hehe... Maafkan yaaa.. :D

* Informasi *

Tidak hanya mengenai lokasinya apa, melainkan juga informasi mengenai dimana lokasi wisata itu berada, minimal kabupaten dan propinsinya lah. Akan sangat lebih baik lagi jika kita juga bisa menyuguhkan cara bagaimana menuju kesana. Dan saya sangat senang karena ada beberapa postingan yang menceritakan semua hal itu secara detail, lengkap dengan biaya perjalanan pergi-pulang kesana. Bisa nih saya mulai nabung dari sekarang untuk kesana. Hehehe... :D

Mengenai informasi ini, sebenarnya juga ada kaitannya dengan cara bercerita. Cara bercerita yang emosional, itu jauh lebih informatif daripada cara bercerita yang lugas, sederhana, apa-adanya, dan to the point. Percaya deh... ;)

Sedangkan satu poin terakhir pastinya yang berkaitan dengan syarat dan ketentuan dalam giveaway itu yaa, yang sepertinya tidak perlu saya jelaskan lagi.

Yaahh,. mungkin sekian itu saja edisi curhat mengenai giveaway pertama yang saya adakan di popcorn. Semoga bisa memberikan referensi mengenai lokasi liburan yang ada di Indonesia yaa, dan pastinya meningkatkan rasa syukur kita terhadap Allah SWT bahwa kita telah dilahirkan di tanah yang sangat luar biasa ini. ;)


"...karena tiap perjalanan pasti menyisakan suatu cerita yang berbeda bagi masing-masing pelakunya,
jadi, tak perlu ragu untuk merekam tiap jejak perjalananmu, kawan... "
Mae, 2013

Anyway, sekalian juga. Sebagai postingan pembuka untuk 2013 ini, saya ingin mengucapkan,
picture source

Tepat setelah postingan ini, akan saya umumkan pemenang Giveaway Popcorn's 2nd Anniversary,.. Jadi,... Jangan kemana-mana yaa.. ;)