24 March 2014

Dua Saja Cukup

Sebelum pikiran para sohiblogger kemana-mana, saya akan luruskan bahwa postingan ini bukan iklan KB, okesip!

Dewasa ini, menulis status di social media bukan menjadi hal yang aneh lagi, bahkan mungkin sebagian ada yang menganggap itu adalah 'kewajiban'. Rasanya, bagai makan sayur tanpa garam kalau belum nyetatus seharian, atau berasa hidup tak lengkap jika belum berbagi tentang apa yang terpikir hari ini. Saya juga mungkin salah satu dari mereka, walaupun hal itu sudah lama berlalu. Buktinya? Butuh waktu cukup lama sampai akhirnya saya menemukan dua buah status yang menurut saya patut untuk dibagi dengan sohiblogger semua.

Status pun, sebenarnya tak melulu berasal dari pemikiran si penyetatus sendiri. Bisa jadi mereka mendapat itu dari tulisan orang lain, mengutip buku, membaca tempelan brosur di pinggir jalan, melihat iklan, atau bahkan karena membaca status orang lain juga. Contohnya seperti status dibawah ini, yang saya kutip dari salah satu kaos oleh-oleh dari Pulau Dewata, Bali --ndak perlu saya sebutkan kan, merknya apa? Hehe... :D

Yahh,. sepertinya memang banyak yang merasa sebel dengan status yang saya tulis pada bulan Juni 2012 itu, namun disisi lain ada juga yang mendukung, bahkan ada pula yang mencatatnya dan mengingatnya dengan baik. Terbukti dari salah satu komen yang berbunyi, "#okesip #noted" :p

Jadi, makna dari status ini apa? Mmmmmmh,.. kalau ini adalah penggambaran dari diri saya pribadi, jujur saya sampaikan, tidak sepenuhnya salah.
Saya rajin tidur? Hampir benar. Atau lebih tepatnya, kalau sudah mengantuk tidak akan ada kompromi lagi, sekalipun tugas masih banyak. Lebih baik saya segera tidur kemudian bangun lebih cepat daripada harus memaksakan menyelesaikan tugas. Bisa jadi tugasnya malah amburadul.
Saya rajin makan? Nggak usah di pungkiri ya, semua orang suka makan. Karena menurut saya, makan adalah satu bentuk rejeki paling sederhana dari Allah SWT, dan itu juga salah satu bentuk menikmati hidup. Setuju?
Saya rajin jalan-jalan? Hehe.. kalau ini sepertinya tidak perlu diperjelas lagi yah. Silakan simpulkan sendiri saja :D

Nah, jadi kawan, walaupun yang di 'rajin'kan itu hal-hal yang mungkin kurang produktif, tetap saja itu merupakan suatu 'kerajinan' yang patut untuk diapresiasi. Monggo di protes kalo ada yang tidak sepakat :D

Status yang kedua, saya mengutip perkataan salah seorang Ibu dari remaja putri, di Dompu, Nusa Tenggara Barat, yang saat itu sedang saya wawancara dalam rangka seleksi Remaja Putri untuk Duta Kampanye Melawan Pernikahan di Usia Anak. Saya lupa pastinya berada di desa mana, namun saya ingat betul kalimat luar biasa ini keluar dari mulut seorang Ibu yang luar biasa, ditengah keterbatasan ekonomi dan akses informasi yang sedemikian rupa.


Kalimat ini keluar begitu saja dari seorang Ibu, mana kala saya sedang mengobrol dengan anaknya yang seorang remaja putri, dan baru lulus SMA. Mungkin bagi orang lain kalimat ini terdengar biasa saja, terucap begitu saja, dan berlalu begitu saja. Namun tidak bagi saya...

Status ini juga mendapat tanggapan beragam dari kawan-kawan saya di facebook. Dua yang cukup menyita perhatian saya, yakni komentar dari mas Wahyu yang menyampaikan,
"Jaman dulu kita berperang menggunakan senjata berat, sekarang ini berperang menggunakan pena"
dan satu lagi dari mas Sigit, seorang blogger juga,
"Siapapun orang tua pasti menginginkan anaknya bisa lebih baik daripada mereka :)"

Well, kenyataannya tidak semua orang tua punya pemikiran yang sama dengan Ibu yang menyampaikan kalimat tersebut. Masih ada, entah berapa banyaknya, yang juga memilih untuk menikahkan anaknya tepat setelah lulus SMA --maupun belum, dengan berbagai alasan.

Pendidikan memang bukanlah segalanya, namun dengan pendidikan, kita akan bisa meraih segalanya. Begitu kan, harusnya? ;)

*

10 comments:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat
    Segera didaftar
    Keep blogging
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam hangat dari Dompu, pakdhe :D

      Delete
  2. hahai, sudah kuduga ada maksud apa dibalik posting ini :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. weww.. sejak kapan kak Rika jadi peramal? :o

      Delete
  3. sukses buat give away nya ya...

    ReplyDelete
  4. Replies
    1. emang bukan mbak Lidya kok :">

      Delete
  5. Tentang yang rajin-rajin itu saya suka, deh :D Saya sendiri rajin bermalas-malasan #apaini
    Kalo tentang status, aku sendiri kayanya engga bisa hidup tanpa update status, hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hhahaha.. rajin beramalas-malasan. Mmmmh,. butuh mikir nih untuk ngartikan itu :))

      Delete

Speak Up...!!! :D