16 July 2014

Bentuk Pertanggungjawaban Itu dinamakan Skripsi

Saya terpikir untuk membuat tulisan ini sesaat setelah membaca artikel di hipwee, "Anak Muda Umur 20-an Pasti Mengalami Ini, Kalau Kamu?" yang dishare oleh seorang sohiblogger, yang juga saat ini sedang sibuk dengan skripsinya. Skripsi yang sangat unik, yang membahas tentang salah satu karya sastra Seno Gumira Ajidarma. Jadi teringat juga bahwa beberapa bulan yang lalu, pernah menghabiskan sekian menit di telpon dengannya untuk membahas skripsinya tersebut, bercerita tentang "sepotong jingga", serta karya-karya sastra lainnya yang menarik minatnya. Ohh dear, kau sedang berada di jalur yang tepat untuk saat ini.

Yap,. tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengerjakan skripsi dengan tema yang sangat kita minati. Itu juga pesan dari seseorang yang selalu bisa menjawab segala tanya dari saya, dulu, saat saya masih kuliah, dan sedang kebingungan memilih calon judul skripsi dalam mata kuliah Reasearch and Methodology.

“Pilih tema tugas akhir dari mata kuliah yang paling kamu suka, yang paling kamu gemari. Karena jika kamu tidak menyukainya terlebih dahulu, maka jangan berharap pengerjaan tugas akhir itu akan dimulai, apalagi selesai…” -Rif

And it works, trust me!:-bd

Berbicara tentang skripsi, jadi ingat saat kampanye pilpres kemarin. Ada salah satu pasangan capres-cawapres yang menyampaikan bahwa jika beliau beliau terpilih, maka skripsi akan dihapus dari syarat kelulusan seorang mahasiswa. Saya tidak ingin memverifikasi apakah selentingan itu memang benar adanya, karena toh sekarang kedua pasangan tersebut sedang sibuk klaim kemenangan *ups*. Tapi yang pasti, jika memang hal itu terjadi, mungkin saya adalah satu dari sekian banyak orang di Indonesia yang kecewa. Pake banget!

picture source
Banyak yang mengira bahwa skripsi adalah momok mengerikan bagi tiap orang yang pernah atau sedang atau akan berlabel mahasiswa. Hmmm,. saya tidak akan membantahnya, karena nyatanya memang sudah ada bukti konkretnya bahwa: ada mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan studinya (atau yang lebih bijak masa studinya tidak sesuai dengan perencanaan) karena terhambat di skripsi. Tapi yang sukses bahkan masa studinya lebih cepat? Banyak juga kalau yang itu.

Nah, bagaimana bisa jadi berbeda-beda? Hal itu tak lain adalah karena skripsi, menurut saya pribadi, adalah suatu bentuk pertanggungjawaban seorang mahasiswa TERHADAP DIRINYA SENDIRI. Bukan pada kampus, pada dosen, atau pada orang tua, melainkan pada diri sendiri.

Ini merupakan satu hal yang murni bergantung pada diri sendiri. Kalau ingin cepat selesai, ya kerjakan. Kalau tinjauan pustaka kurang, ya cari di perpustakaan, teksbook, internet, dan lain sebagainya. Kalau tidak ingin sering-sering ketemu dosen pembimbing yang mengerikan, ya usahakan minim kesalahan, efektif dan efisienkan momen konsultasi. Kalau ingin sesuai traget, maka usaha harus dilebihkan, begadang tiap malam, sampai pusing kepala, lupa makan, ngantuk ilang, dan lain sebagianya.

Kok kayaknya serem banget gitu ya? Padahal enggak juga sebenarnya. Cuma saya aja yang agak lebay. Tapi ya, memang masa-masa itu adalah masa-masa yang seringkali menyebalkan, tapi juga menantang.

Ada juga yang mengatakan bahwa kendala di skripsi biasanya adalah dosen pembimbing yang sibuk, jarang di tempat, jadi sulit untuk bertemu. Sedangkan ada batas minimal konsultasi yang juga harus dipenuhi sebelum pengajuan sidang (baik proposal maupun hasil). Kalau untuk yang satu ini, saya hanya bisa menyarankan perbanyak berdoa. Serta, maksimalkan segala kecanggihan teknologi yang ada saat ini. Yapp,. saya dulu pernah, konsultasi dengan dosen pembimbing via chat di YM, atau telpon, atau sms. Santai, yang penting tetap jaga sopan santun sebagai mahasiswa. ;)

Kok, jadi bahas tips dan trik gini ya? Hhihi..

Anyway, adik kandung saya juga sekarang sedang bergelut dengan skripsi. Saya tidak tau sudah sampai sejauh mana prosesnya, dan mungkin lebih tepat jika dibilang saya tidak ingin tau. Walaupun, Papa sering kali meminta saya untuk menghubungi adik saya, untuk sekadar bertanya bagaimana 'kabar' kuliahnya. Tau kah kalian? Bukannya saya acuh terhadap adik, atau mengabaikan permintaan Papa. Hanya saja, jika harus menanyakan mengenai hal tersebut, hal itu seolah membidik kembali masa-masa saya sibuk skripsi tiga tahun lalu.

Jujur saya akui, sekalipun masa-masa itu telah berlalu, tapi saya juga tidak tega jika harus menanyakan hal tersebut pada orang lain.

"Gimana kuliahnya? Sibuk apa sekarang?"
"Sudah sampai dimana skripsinya? Kapan sidang?"

Beneran gak enak banget loh ditanyain begituan. Saya masih bisa merasakannya, sekalipun itu tinggal sisa-sisa. Karena ya kembali lagi, bahwa skripsi itu pertanggungjawaban terhadap diri sendiri. Jika bertanya seperti itu, dan ternyata jawabannya adalah "belum", saya seolah merasa bahwa secara tidak langsung saya telah menuduh orang tersebut tidak bertanggung jawab. Dan itu menyebalkan, kawan...

Bayangkan. Menuduh orang tidak bertanggung jawab itu suatu yang menyakitkan, apalagi mereka yang dituduh??? Kebayang gak gimana nyeseknya?

Tapi saya juga kadang bertanya tentang itu kok, hanya jika lawan bicara saya memulai duluan. Hehehe.... Tetaplah, ada juga keinginan untuk membantu supaya proses pengerjaan skripsi bisa lebih cepat, minimal bantu doa dan kasih semangat :-B

picture source

Baiklah... Semangaaattt buat yang sedang mengerjakan skripsii. Kerjakan sebaik-baiknya, karena itu adalah salah satu bentuk pertanggungjawaban kamu-kamu semua sebagai mahasiswa. Tak perlu menggantungkan nasib skripsimu di tangan dosen pembimbing, orang tua, apalagi teman (yang modusnya ngajakin lulus bareng-bareng). Udah, gak ada urusan dengan semua itu. Yang penting fokus, selesaikan apa yang menjadi tanggung jawabmu. Kenali setiap kata yang tersusun di skripsimu sebagai buah pemikiranmu sendiri. Big No to COPAS. Minimalkan main-main atau refreshing. Pergi liburan hanya akan membuatmu terlena. Kalau perlu sementara libur ngeblog seperti saya dulu. Hehehe.. Cheersss :D

16 comments:

  1. kayak kenal dengan orang yang lagi kerjain skripsinya itu, kayaknya tentang "sepotong senja untuk pacarku" ya ? hha

    cuma mau bilang, gue banget nih postingan kali ini kak.
    secara tidak langsung dikasih motivasi. benar juga sih, pertanggung jawaban sebagai mahasiswa. klo ingat kata-kata itu, jadi ngeri amat copas/dibikinin..

    Harusnya sih tahun ini sudah skripsian, tapi karena ada beberapa halangan, kayaknya tahun depan. Yah, sedih juga sebenarnya. Teman seangkatan sudah selesai semua dan kebanyakan sudah married. Lah, saya... Hahhaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... iya yak? kenal yak? Ciyee ciyeee Uchank :))

      Gapapa Chank. Bikinnya emang tahun depan. Tapi siapkan dari sekarang. Mulai kumpulin beberapa referensi, baca-baca jurnal yang banyak. Dosen lebih suka pas kita konsultasi pertama sudah dengan konsep yang hampir matang. Dengan konsep yang matang juga, usulanmu ga akan gampang dibantah dan disuruh ganti judul. Hehehe
      Smangaaaaaaaaaaaaattt ;)

      Delete
  2. MBAAAAKKKKKKKKK.....:cry: postingan ini menohok saya sebagai mahasiswa yg sedang menjalin hubungan serius dngn skripsi *halah
    iya nih mbak.. Kei ud brapa kali kemakan modusnya teman buat lulus bareng dan ujung2nya ditinggalin...
    :cry:
    nah bner tuh mbak, menurutku tepat bngt tuh keputusan mbak buat nggak nanya2 adeknya soal
    "gimana skripsimu?"
    "kapan sidang?"
    (=..=) itu adalah pertanyaan y paling sering nusuk hati saya...wkwkwkwk
    rasanya itu kalo ada y nanyain kyk gt pngn tak unyel2...
    tp mungkin sekder nanya kabar adiknya, siapa tau nanti adiknya curcol sendiri soal perkembangan skripsinya :D
    wah makasih bnyk ya mbak mae buat postingannya y ini...
    seru dan nampol bngt...

    Kei

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Keeei,.. maaf yaa kalo tulisan ini serasa menohok dirimuu *pukpukpuk :D
      Semoga bisa bikin semangat yaaa,. dan sering-sering ingatkan saya untuk gak nanya, "Gimana skripsimu, Kei?" :))

      Delete
  3. Baiklah kakak..
    kalau begitu doain aku yaa.. Aku sedang start untuk skripsiiii :)) hehehe

    Waduuh kaaa.. saya sering banget loh, godain kakak-kakak tingkat nanyain "Kak skripsinya gimana?", "Kak, kapan sidangnya?". Aduh jadi merasa bersalah >_<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hooo,. Gia juga mau mulai ya? Semangaaaaaaaaaaaaaatttt :-bd
      Jangan ulangi lagi kesalahanmu nak! :D

      Delete
  4. Pas banget Mbak... Aku abis kirim email ke dosen pembimbing, eh klik post ini. Hahaha... Skripsi ituuu momok mengerikan bagi orang-orang yang nggak pernah belajar kayak aku hahaha... Nyeselnya di belakang hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah kan, kirim file juga bisa leawt email. Hemat kertaasss,, save our earth! :D
      Yang penting masih semangat untuk nyelesaikan yaaa :-bd

      Delete
  5. Setuju deh mbak. Skripsi kalo menurut aku bukan sekedar untuk parameter akademis. Mahasiswa yang udah menyelesaikan seluruh mata kuliah, kalo menurut aku udah sah disebut lulus. Tapi untuk mempertanggungjawabkan itu, butuh yang namanya ujian, ya itu lah skripsi. Skripsi bisa mencerminkan "ke-dirian" si mahasiswa. Dia kerjain sendiri, dia selesaikan sendiri. Kalo nggak mau kerjain, ya nggak bisa lulus. Nggak peduli walau IPK-nya tinggi

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha.. iya juga yak. Aku jadi baru mikir sekarang, skripsi juga ga ada hubungannya dengan IPK. *terlepas dari persyaratan SKS yang harus dipenuhi.

      Delete
    2. Nah kan.. :D
      Mau gimanapun tinggi IPK-nya, kalo males, ya tetep aja nggak lulus

      Delete
    3. Iyappps,. semacam ujian softskill pertama sebelum masuk dunia kerja :D

      Delete
  6. Maaaaaeeeee.....

    Apakah ini wujud dari jeritan di palung hati ku yang terdalam??????
    Huhuhuhu..

    Iya... NGGAK ENAK PAKE BANGET ditanyain mengenai skripsi, sidang dan wisuda itu..
    Ini jugak lagi berjuang dan ngejer-ngejer dosen pembimbing, biar bisa dapet wisuda November 2014 ini..
    Amiiiin..

    Sempat kepikiran buat vakum ngeblog, tapi kok malah banjir ide postingan.
    Hahaha.. Moga-moga bisa manage waktu dengan baik deh.. ^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahha... gatau juga yak. Kemarin kan terpikirnya sekilas aja mo bikin tulisan beginian :D
      Yayyyyy.. smangaaaaaaaaaaattt Bebb,. moga sesuai rencana yaaa.. November masih beberapa bulan. Masih ada waktu untuk selesaikan, sempurnakan. Good luckk :-bd

      Delete
    2. Tuh ditanyain Arif tuh. Hahahaha

      Delete

Speak Up...!!! :D