15 September 2014

Mbak, Tips Nulis Menarik Donk...?

*note: postingan ini sudah bertengger di draft popcorn sejak bulan Oktober 2013. Hampir satu tahun yang lalu, dan saya ingin menyelesaikan secepatnya.

Jadi, sekitar satu tahun yang lalu (dibuat gampang gitu aja yah), saya menerima mention di akun twitter saya. Isinya gini:
"Mbak, tips nulis menarik donk? I need it :-p" 
Singkat, padat, jelas, dan pastinya tidak lebih dari seratusempatpuluh karakter. Mention dari seorang adek yang saat ini sedang merantau di kota yang (mungkin) sedang saya rindukan. Yang saya tau dia baru memulai untuk masuk dunia blogger pada saat itu. Entah sekarang, masih lanjut ato jadi galo lantaran pertanyaannya belum saya jawab-jawab :))

Oke baiklah, mari kita serius. *mikir :-?

picture source
Kemudian saya iseng aja browsing dengan keywords "tips nulis menarik". Ketemu sih beberapa postingan di blog atau artikel macam itu. Tapi semuanya standar. Padahal kalo kaitannya dengan blog, saya lebih suka hal-hal yang sifatnya personal. Ada sentuhan subyektif yang harusnya lebih kuat, sehingga bisa jadi mematahkan stigma yang selama ini ada tentang bagaimana cara menulis yang baik dan/atau menarik.

Jujur aja sebenarnya gak ada rumus khusus sih. Karena menurut yang saya alami sendiri, segala sesuatu yang kita tekuni dengan sangat dan terus menerus, rasanya akan membawa diri kita menjadi 'ahli' dalam bidang tersebut. Termasuk menulis ini.

Cara menilai yang paling gampang, coba aja lihat postingan di blog ini, atau di blog teman-teman yang lain yang sudah ngeblog sekitar lebih dari 3 tahun. Bandingkan. Kontennya, cara penulisannya, pemilihan katanya, penempatan fotonya, judul-judulnya, dan lain sebagainya. Trust me, kita semua sedang dalam proses menjadi yang lebih baik daripada sebelumnya. Mengapa begitu? Yaaa karena itu memang sudah fitrahnya manusia untuk senantiasa belajar dan menjadi lebih lebih dan lebih baik lagi.

Oia, ngomongin soal menarik, biasanya ada nih yang sok-sokan nentukan kriteria. Nah sekarang, yuk mari coba kita sebutkan satu-satu. Menurut yang pernah saya tau, mmmmhh,.. apa yaa... kalo gak salah... mmmmh... yang mana ya... *dan kemudian bingung. #:-S

Ditengah kegalauan saya menentukan apa kriteria dari tulisan yang menarik, saya kemudian menemukan satu artikel yang berjudul "Antara Tulisan Penting dan Tulisan Menarik". Saya hanya membaca isinya sekilas saja, tapi kemudian saya seolah menemukan sesuatu di bagian kolom komentarnya,

picture source
Saya ingin bilang kalo komennya itu bener banget, dan jawaban dari komen itu juga sama benernya. Gak ada yang salah. Ini subyektif? Bodo amat, kan tulisan saya. Hehhe...

Intinya semua hal balik lagi ke tujuan. Seperti kalau mau traveling, tujuanlah yang akhirnya punya peran penting untuk menentukan mau naik apa, nginap dimana, biaya berapa, perlu cuti kerja berapa hari, enaknya pergi sama siapa, bawa apa aja, dan lain sebagainya. Menulis pun, tujuan yang pada akhirnya menentukan gaya penulisan kita apa, ngejar traffic blog atau tidak, mau pakai aku atau saya, perlu perhatikan titik koma kah, bahasannya apa, curhat aja ato informasi berharga, dan lain sebagainya.

Saya ingin mengutip beberapa kata yang pernah saya tuliskan di akun twitter saya, @aarmaee *promosi gilak!, tentang kegalauan hati sebagai seorang blogger personal,
Blog itu, tentang sebuah passion, tentang sesuatu yang sifatnya personal
Sayang aja rasanya blog dipakai untuk menulis hal-hal yang isinya terlalu informatif, tanpa ada sentuhan personal sama sekali
Semacam, gak ada beda dengan saat saya membaca portal berita
Demi supaya traffic naik, alexa ramping, page rank menjulang?
Jika memang begitu, lupakan saja blogmu, daftar jadi penulis lepas di website/portal berita, atau jadi freelance journalist mungkin
Rada' ekstrem ya? Gapapa deh, namanya aja lagi galau. Hihi... Twit itu sengaja saya kicaukan saat saya melihat beberapa rekan blogger membuat postingan yang, menurut saya maunya isinya sifatnya informatif, tapi informasinya kosong. Maksud saya, gak ada hal khusus yang akhirnya saya dapat, semua tulisan disana tidak ada bedanya dengan artikel yang lain. Pun juga gaya bahasanya yang mungkin terlalu datar. Ya itu tadi maksudnya, kehilangan sentuhan personal *istilah yang saya buat sendiri.

Anyway, makasi banyak buat Heningkara, blognya mbak Ria, Una, Beby, Kei, Arif, Pungky, Aul, Keven, Uchank, mbak Isti, kak Budi, dan lainnya yang selalu konsisten dengan sisi personalnya, serta blog mas Ario yang walopun informatif tapi tetep asik dibaca, mas Andy yang tulisannya whaow, selalu mengangkat tema-tema sosial yang penyampaiannya bisa sampe menusuk banget.

So, are you proud to be a personal blogger? ;)
Lho lho, jadi tips nulis menarik-nya apa donk?
...
Entah :D

19 comments:

  1. Wiii aku dimensyen... hahaha. Setuju banget sama kamu Mbak.
    Jadi dulu banget aku kira blog yang menarik itu yang fotonya keren-keren wihhh tulisan mah nomor dua lah. Trus aku lihat ada blog cooking, komplit abisss, fotonya bagus banget, cuma tulisannya kurang personal touch gitu. Menurutku nggak menarik tetepan hahaha...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, ternyata ada juga yang punya pemikiran sama kayak aku. Iya yah Una, kalo ada sentuhan personalnya rasanya gimanaa gitu. Kurang greget, ga ada sensasi apa-apa *halaaahh :))

      Delete
  2. "Oia, ngomongin soal menarik, biasanya ada nih yang sok-sokan nentukan kriteria. Nah sekarang, yuk mari coba kita sebutkan satu-satu. Menurut yang pernah saya tau, mmmmhh,.. apa yaa... kalo gak salah... mmmmh... yang mana ya... *dan kemudian bingung." ----> PARAGRAF GAK SERIUS :))

    Menarik tidaknya tulisan kita itu yaa relatif sih. Apalagi bagi seorang blogger personal, kadang nulis yang menarik kadang kurang menarik, suka-suka si pemilik blog. Jadi, menurutku, tulis aja dulu... menarik tidaknya itu urusan belakangan, karena lama-kelamaan akan ketemu juga definisi yang menarik itu seperti apa. --->SAYA JUGA BINGUNG KOMENTAR INI MENARIK GAK YA?? :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Akuu,... mmmh.. jadi bingung mau bahas komentarnya pake apa. Ntah karena saking menariknya komentar ini, atau malah... ah sudahlah. :">

      Delete
  3. mampir ah ke blog2 menarik itu :)

    ReplyDelete
  4. Wuaa.. aku dimengsyong juga.. :D
    Padahal aku juga sering nulis yang terlalu informatif loh.. haha

    Setuju mae. Aku juga sebenernya kurang suka sama blog yang lebih mirip portal berita. Kurang suka bukan berarti bener-bener nggak suka loh ya. Karena kadang juga aku butuh informasi begitu.

    Dan memang biasanya pemilik blog yang mengarah ke portal berita adalah para cowok. Para cewek nggak begitu loh. Mereka lebih suka nulis yang simple, dan pure tentang dirinya sendiri. Walaupun apa yang dia tulis agak berat, tapi dia bisa membawakannya dengan lebih enak. Makanya aku lebih suka mampir ke blog perempuan. Hoho..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lho,. informatif gapapa Arif, itu perlu. Tapi disini yang aku lihat sih gimana cara penyampaiannya yaaa.. Harus tetap ada sentuhan personal yang membedakan antara blog dengan portal berita.

      Ehh,. iya gitu ada hubungannya dengan gender? Aku baru tau loh. Gak pernah merhatiin sih sebelumnya. tapi setelah ku pikir-pikir, kayaknya ga berlaku di aku deh Rif. Soalnya blogger cewek ama cowok sama aja menurutku. Tulisannya maksudnya. Kalo ada yang nampilkan sisi personal, siapapun itu, aku jadi sukak. :)

      Delete
    2. Hihi... iya sih.. maksudnya begitu.. :D

      Kalo aku sih ngerasa gitu. Soalnya para cowok cenderung lebih geeky, suka eksplor hal-hal berbau teknologi. Jadi apa yang dia tulis kadang lebih ke arah sharing tips-tips dan cara-cara, pokoknya yang lebih berpeluang mendatangkan pengunjung dari search engine. Nggak jarang mereka menghalalkan segala cara untuk mencapai rank dan traffic tinggi. Salah satunya ya membuat blognya menjadi portal berita. Jadi ngeblognya nggak pure buat nulis. Blogwalking pun kadang bukan bermaksud nyari temen, tapi lebih ke taro backlink.

      Aku dulu begitu soalnya :D
      Baru tobat

      Tapi nggak semua blogger cowok begitu kok :-)

      Delete
    3. Hooo,. oke baiklah, paham sekarang. Emang kalo dari pengalaman pribadi jadi lebih ngena gitu ya. Hehehe.. Kalo udah begitu berarti teorimu udah gak bisa aku bantah lagi nih Rif. Hehehe

      Delete
  5. saya sih setuju dg pndapat siapa itu kalo blog isinya ga harus berupa informasi belaka. kesanya bener banget kayak baca koran aja. hehhee...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah,. kan. Kalo gitu mending baca korang aja yak sekalian :D

      Delete
  6. ikut nyimak tulisan dan komentar yg hebat2 diatas betewe biasanya Mae posting ttg suasana kerja..apa kabar nih Mae?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haloo mbak Ketty,. lama gak bersua di blog juga yaa. :)
      Saya postingnya apa aja mbak, bergantung pengennya apa, ga melulu suasana kerja teruss. Hehe

      Alhamdulillah, kabar baik :)

      Delete
  7. Aaaak.. Aku jugak dimensyen.. Makasih banyak loh, Maeeee.. Akuh terharuh :') *mulai lebay*

    Ehm.. Emang banyak godaan buat jadi personal blogger ituh.. Apalagi kalok rasa-rasa uda mulai tuwir, otomatis bahasa pun agak berubah ya.. Apalagi pemikiran.. Atau ada yang jadinya dikejar dan melupakan gaya ngeblog dulu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. :"> Samasamaaaa Beb..

      Mmmh,. sebenarnya menurutku gak masalah sih berubah ya, toh itu juga perubahan ke arah yang lebih baik. Tapi tetap tidak melupakan ke-personal-annya sebagai seorang blogger personal. Itu aja sih kuncinya menurutku.

      Delete
    2. Iya sih.. Cuman aku sebagai fans blogger si A misalnya, kalok si A nya jadi berubah, rada-rada ngga rela.. *pembaca posesip*

      Delete
    3. Hahahha... kadang emang pernah juga sih kejadian seperti itu. Ikhlaskan saja.. Masa iya kita mau ngomel2 sendiri? hahaha

      Delete
    4. Aku ngga bisa ikhlaaaaas.. T_T

      Delete

Speak Up...!!! :D