17 November 2014

The Solargraphy Project: Dompu Ikutan!

picture source
"Matahari adalah sebuah jam yang mengajak kita untuk merenungkan hubungan antara cahaya, ruang, dan waktu"

Solargraphy adalah teknik perekaman dengan Kamera Lubang Jarum yang dimana kertas foto (emulsi) diexpose dengan waktu yang lama, satu bulan bahkan bisa sampai satu tahun dan biasanya teknik ini digunakan untuk merekam lintasan matahari.

Pencetus ide solargraphy sendiri adalah 3 orang fotografer, antara lain Slawomir Decyk, Pawel Kula, dan Diego Lopex Calvin dengan membuat sebuah project Solaris pada tahun 2000 lalu.

Semua berlalu saja dengan cepat dan kita selalu melewati detil-detil kehidupan alam sekitar dengan begitu saja. Dengan teknik ini, kita menemukan cara untuk melihat apa yang tidak bisa dilihat oleh visi alam kita.

Sumber: solargraphyproject.com

*

Sebenarnya sudah agak lama mendengar tentang adanya project ini, project yang rencananya dilangsungkan sejak Agustus 2014 hingga Agustus 2015. Namun karena satu dan lain hal (terutama mengenai kertas foto emulsi yang di Dompu enggak ada :( ), jadilah, saya baru bisa mulai ikutan bulan November ini, berbekal oleh-oleh dari Jakarta kemarin. :D


Yapp,. pas di Jakarta kemarin, saya sempat bertemu dengan para 'artis'nya KLJI (Komunitas Lubang Jarum Indonesia), si Arie dan mbak Nur (yang kemungkinan besar masih punya hubungan saudara dengan saya! :)) ) Awalnya cuma pesan, pengen dibawakan beberapa lembar kertas emulsi, karena saya masih punya stok kaleng kosong yang saya buat pas event wokshop KLJI di HayDay sekitar satu tahun yan lalu. Tapi nyatanya, dibawain satu tas, yang isinya 5 buah kamera kaleng siap pakai yang sudah terisi dengan kertas foto, juga beberapa lembar kertas foto lengkap dengan kardusnya. Whaaaaaaaaaooowww.. banyak juga yakk :D

Hingga saat ini, total saya sudah menempatkan dua kamera lubang jarum di dua lokasi yang berbeda di Dompu. Yang pertama, ini:



Yang kedua, saya nitipin itu kamera kaleng ke salah satu kawan akrab di Dompu, namanya mbak Yani, bidan desa Marada, yang sudah dua tahun lebih menjadi sahabat sekaligus partner kerja. Lokasi desa Marada letaknya di sebelah selatan kabupaten Dompu, jaraknya sekitar 30 kilometer, dan merupakan salah satu poskesdes (pos kesehatan desa) yang paling sering saya kunjungi, minimal untuk numpang makan dan tidur siang sebentar *ups :))


Selfie bareng mbak Yani, pake kamera gede. Kebayang betapa gemeterannya tangan saya? :D
Sudah beberapa hari berlalu semenjak pemasangan kamera lubang jarum tersebut. Kemudian tanggal 15 November 2014 kemarin, hari Sabtu, saat hujan deras mengguyur Dompu dari siang sampai menjelang maghrib, terjadilah suatu percakapan jarak jauh via whatsapp antara saya dengan si Arie,


Kebayang kan gimana galaunya saya setelah itu? Hahahaha... Bisa-bisa kacau semuanya tentang project Solargraphy di Dompu ini. Saya betul-betul tidak ingat sama sekali tentang pemasangan selotip bening di lubang jarumnya. Sebenarnya beberapa kali teman-teman disini menanyakan,

"Gak papa kalo kena hujan?"
"Gak bakal kemasukan air?"

Dan selalu, dengan penuh percaya diri saya jawab enggak. Kan lubangnya kecil banget. Lagipula, teori fisika tentang perpindahan massa suatu zat juga jadi patokan saya. Sok jago fisika gitu, padahal ilmu itu sudah gak pernah lagi dipelajari semenjak di bangku kuliah. :|

Iyasudah, akhirnya siang tadi ini, saya manjat lagi ke tower tangki air di kos-kosan. Saya coba ketuk-ketuk kalengnya, sepertinya memang kosong, tidak ada air yang masuk walaupun beberapa hari ini di Dompu sudah mulai akrab dengan hujan (hampir setiap hari dan selalu deras!). Tapi untuk berjaga-jaga, akhirnya saya pasang juga selotip bening untuk menutupi lubangnya. Semoga hasilnya bisa tetap baik ya,...

Baiklah. Jaga diri baik-baik ya para kaleng. Semoga kalian senantiasa tegar menghadapi badai angin dan hujan serta panas yang menyengat. Sampai jumpa beberapa bulan kemudian :-*

*

Note: pasca saya publikasi di FB tentang keterlibatan saya (dan Dompu) dalam project ini, jadi ada beberapa teman di Dompu, penggiat fotografi, yang juga pengen ikutan. Tapi sampai sekarang masih belum nemu waktu yang pas untuk ketemuan sekaligus sharing tentang Kamera Lubang Jarum serta Solargraphy Project ini. Yah, semoga bisa segera. Aamiin.. :D

20 comments:

  1. Wohooo! Sukses yaaa, Mbaaaaa!
    Semoga kaleng nya sehat wal'afiat sampe waktu nya kelak ^_^

    anyway, Terima kasih sudah berpartisipasi ;)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aaamiiinn... kau juga sukses. jangan ngegalo melulu :p

      Delete
  2. Kereeeenn!
    Sukses projectnya Mae ;)

    Jadi pengen liat hasilnya, hehee :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Makasiiii Yunii..
      Tunggu beberapa bulan lagi kalo pengen tau hasilnya :D

      Delete
  3. Replies
    1. Ayok ikutaaaaaaaaaaaannn....

      Delete
    2. Heaaa... cari aja komunitasnya disana Beb. Harusnya sih ada. Kan ini project nasional :)

      Delete
    3. Hihihi.. Iya Mae, tapi berhubung bentar lagi pindah, mau carik di kota tujuan aja ah :D

      Delete
  4. Hai Maee... Baru bisa BW nih. Gimana kabarnya? Sukses selalu dengan project2nya, ya. Saya banyangin Mae sama Emi bareng melakukan project ini, pasti kalian jadi tim yang mantap! Haha. Eh, emang kalengnya mau digituin sampe brp bulan? Jangan lama-lama Mae... Kasian. Haha....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah baiiik.
      Iyaa, gak papa kang, blogwalking bukan suatu keharusan, ga usah diwajibkan. Seluangnya saja. Hehe..
      Kayaknya EMi juga udah ikutan deh, tapi dia di Makassar. Jadi tetap satu tim, cuma jarak jauh. :D

      InsyaAllah 3-6 bulan. Paling lama setahun deh. Tapi kayaknya gak nyampek, karena projectnya kan sampai agustus 2015 aja. Tenaaang, si Kaleng sudah diajarin untuk tetap tabah menjalani hidup kok. :))

      Delete
  5. Project ini hanya untuk yang benar-benar niat dan mencintai fotografi. Setelah membaca ini saya merasa kok susah ya.*Episode pagi malas sedunia*
    Tapi kak, saya do'akan semoga berhasil.. lalu posting deh hasilnya di sini.. ditunggu :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaha.. kelihatannya aja susah. Tapi kalo dikerjain gak serumit yang dikira kok Pita.
      Cuma yaaa emang kita bisa lebih gampang paham cara kerjanya kalo udah cukup akrab dengan dunia fotografi :)

      Delete
  6. baru tahu yang namanya solargraphy.... tapi kalo ngebayangin, nempatinnya harus di tempat yang betul-betul gak akan diganggu ama orang lain... Dan buktinya kalo perkakasnya itu bekerja dengan baik sampai berbulan-bulan itu apa?? Gimana ngontrolnya kalo peralatannya bekerja dengan baik??... Ah jadi banyak nanya gini, padahal ngelakuinnya aja kagak... hahaha :))

    Sukses yaaa ama proyeknyaa... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyaaaaa,.. makanya itu sengaja cari tempat yang tinggi dan aman. Kalo di pagar biasa takut siapa aja bisa utak atik, dikiran barang gak penting kali yaa :D

      No guarantee.. sama sekali. Makanya kamera lubang jarum kan emang seni proses. Prosesnya yang kita nikmati, hasilnya nomor dua. Dan semuanya emang pake ilmu kira-kira. Tapi, walopun gitu sudah banyak kok yang sukses merekam jejak matahari, asal prinsip dasar tetap dijalankan. :D

      Gapapaaaa nanya. Sekali nanya sepuluh ribu. tiga kali nanya dapat bonus satu pertanyaan tambahan :))

      Delete
  7. Woww baru tau soal solargraphy
    kerennnn!

    Good luck nya project nya kak!!

    ReplyDelete
  8. Wah baru baca postingan kak mae tentang ikutan poject ini juga. semoga hasilnya matang yah. Maju terus, dan salam 5 jari :D

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D