27 August 2014

Safari Masjid di Kupang, NTT

Flashaback sedikit saat bulan Ramadhan kemarin ;)

Minggu terakhir bulan Ramadhan tahun ini, saya habiskan di kota Kupang, Ibu kota Propinsi Nusa Tenggara Timur, yang terletak di ujung barat pulau Timor. Penduduk muslim disana? Hanya sekitar 3%, atau, 13.500 orang, dari + 450.000 penduduk di kota Kupang (informasi ini saya dapat dari ceramah di masjid saat shalat tarawih di sana). Ini merupakan kali kedua saya ke kota Kupang, namun merupakan kesempatan pertama saya merasakan bulan Ramadhan disana.

Saya menghabiskan waktu di Kupang selama 6 hari 7 malam. Memang bukan waktu yang cukup panjang, namun karena pada saat itu bulan Ramadhan, saya jadi merasakan sensasi yang sungguh berbeda. Sahur dengan hanya empat hingga lima orang, sedangkan peserta pertemuan saat itu hampir tiga puluh orang (sisanya non muslim, dan sebagian besar warga asli NTT). Begitu juga dengan berbuka puasa, yang kami tidak berani makan sembarangan kecuali warung depan hotel yang jelas-jelas penjualnya muslim. Bosan? Alhamdulillah tidak,.. Hehe...

Tujuh malam disana, saya hanya berkesempatan (atau menyempatkan diri) untuk tarawih empat malam. Satu malam tarawih sendiri di hotel, sisanya memaksakan mencari masjid di dekat hotel. Beruntung, ada seorang kawan yang juga cukup bersemangat untuk tarawih di masjid. Jadilah, saya dengan seorang kawan, tiga malam berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, di tiga masjid yang berbeda.

Masjid pertama, letaknya di kawasan kepolisian kota Kupang. Masjidnya tidak terlalu luas tapi cukup bagus. Ada ACnya pula, walaupun ruangan berAC hanya ada di dalam dan jama'ah wanita letaknya di luar ruangan. Saya sudah sampai terlebih dahulu dibandingkan jama'ah wanita yang lain, hampir setengah jam sebelum adzan isya' tiba. Begitu sudah selesai adzan, masih belum ada juga jama'ah yang datang. Sebenarnya saya agak khawatir, jadi gak nih tarawihnya?

Kemudian saya baru ingat kalau itu kota Kupang. Jadi mungkin wajar kalau jama'ahnya tidak terlalu banyak. Beruntungnya, sesaat sebelum iqamah, jama'ah wanita mulai berdatangan. Total ada 7 orang, dan kami hanya membentuk dua shaf tidak sampai penuh. Alhamdulillah :)


Dalam kesempatan shalat tarawih di masjid yang kedua, sengaja memilih masjid yang berbeda, dan tentunya agak lebih jauh lagi. Menyebrang jalan dua kali, melewati tanjakan pula. Namanya masjid At-Taqwa. Letaknya sebenarnya di jalan utama, namun agak menjorok ke dalam hingga tidak terlalu terlihat. Masjid yang cukup besar, dengan jamaah yang cukup banyak juga.


Di masjid ini saya menemukan bahwa, hampir semua jama'ah saling mengenal satu sama lain. Saya terlihat pendatang sendiri, yang tak merasa kehilangan sedikitpun keramahan dari mereka. Ceramah sebelum shalat tarawih juga sederhana, namun saya ingat betul.

Ustadz yang berceramah malam itu membahas tentang keutamaan shalat jama'ah. Ibarat saat kita memutuskan untuk pergi ke Kefamenanu (salah satu kabupaten di NTT), akan lebih mungkin untuk selamat dan sampai tujuan jika beramai-ramai dengan orang lain, dengan supir yang sudah hafal jalan, tau situasi, mengerti keadaan di sepanjang perjalanan, dan lain sebagainya. Begitu juga dengan shalat, yang jika dilakukan dengan berjamaah, maka kemungkinan untuk sampai di tujuan bisa lebih besar daripada shalat sendiri. Wallaahhu a'lam.

Tempat jama'ah wanita di masjid At Taqwa

Sepulang dari masjid tersebut, kembali obrolan ringan menghiasi perjalanan kaki menuju hotel. Kawan saya, yang muslim namun lokasi kerjanya di NTT, menyampaikan, mudah saja mengenali orang muslim atau tidak di NTT, karena sebagian besar muslimahnya berjilbab. Jilbabnya pun bukan yang sekadar menutupi rambut/kepala, mereka berjilbab dengan benar, atau minimal tidak mengumbar gaya.

Malam selanjutnya, malam terakhir di Kupang sebelum mudik ke Surabaya. Saya masih bersama seorang kawan yang sama, memutuskan untuk naik angkot Angka 1 ke Masjid Raya Kupang. Yapp, angkot di Kupang identitasnya pakai angka. Si teman ini mengakunya pernah shalat Jumat di masjid tersebut, jadi insyaAllah tidak akan nyasar apalagi salah naik angkot. :D

Masjid Raya Nurussa'adah Kupang

Begitu sampai di Masjid Raya Nurussa'adah Kupang, saya langsung terperangah. Masjidnya gede bangeeeett, dan baguuuusss. Pembangunannya blum selesai semua sih, beberapa bagian halamannya masih proses pengerjaan, kamar mandinya juga masih belum jadiii :(( Alhasil saat saya mau wudhu, musti keliling dulu naik bangunan di sebelah masjid tersebut yang sepertinya merupakan sekretariat pengurus masjid. Tapi bagian dalam masjidnya, wuihh,. patut diacungi jempol.

lampu kristalnya kereeeennn :D
Di Dompu gak ada loh masjid sebesar dan semegah itu. Lagi-lagi saya takjub, ditengah kondisi sebagai minoritas, umat muslim di Kupang mau berjuang cukup keras untuk mempertahankan eksistensinya.

Mungkin sebagian orang akan berpikir, buat apa masjid megah, mewah, dengan interior dan eksterior memukau, namun tidak diramaikan dengan shalat, pengajian, tabligh, dan lain sebagainya?

Saya gak capek mandangin lampu-lampu yang banyak banget di langit-langitnya :)

Mmmmmh,.. saya berpikir justru sebaliknya sih ya. Saya justru semangat jika shalat di masjid besar, di masjid yang bersih, yang terawat dengan baik, dengan jamaah yang melimpah ruah. Saat program safari masjid yang saya lakukan secara pribadi di beberapa ramadhan tahun lalu juga saya lebih memilih masjid masjid yang besar. Mengapa begitu? Karena saya merasa bahwa, dengan membaguskan masjid, artinya juga kita mengagungkan sang pencipta. Menganggap bahwa ibadah kita di masjid itu spesial, maka tidak boleh dibuat asal-asalan juga.

Jama'ah laki-laki malam itu hanya 3-4 shaf. Tapi penuh dari ujung kanan hingga kiri masjid. MasyaAllah :)
Pada akhirnya, safari masjid di bulan Ramadhan tahun ini ditutup dengan berjalan kaki sekitar satu setengah jam, dari masjid raya Kupang ke hotel, karena angkot angka 1 sudah tidak beroperasi lantaran terlalu malam. Alhamdulillah, jam 10 malam tepat, saya dan seorang kawan bisa sampai di hotel dengan selamat. Tak kurang suatu apapun kecuali rasa capek di kaki. Hehehe... :D

Semoga bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan, entah masih dalam suasana dan lokasi yang sama, atau ada kejutan baru lagi yang lainnya... ;)

15 August 2014

Keponakan Baru

Ini adalah satu alasan kuat yang membuat saya memaksakan diri untuk mudik di dua lokasi berbeda pada lebaran kemarin. Saya pengen banget ketemu keponakan baru yang umurnya sudah tiga bulan lebih. Yapp,. akhir bulan April 2014 kemarin, bayi kecil, anak pertama kakak perempuan saya, lahir dengan normal. Akibat lokasi kerja yang cukup jauh, jadilah, saya cuma bisa dapat kabar via telpon, sms-sms, atau sekadar kiriman foto berbagai tingkah polahnya yang tentunya unyu bingitsss... :D

Umurnya masih satu hari. Foto dikirimin Papa. Baru lahir udah bisa senyum yakkk :D

Mulailah juga dengan bawelnya saya yang maksakan kakak buat bisa kasih ASI ke si adek bayi (saya lebih nyaman menyebutnya adek bayi daripada anak bayi, sekalipun sudah diingatkan sama kakak berkali-kali, dan ya, dia kan memang keponakan saya, anak saya, bukan adek saya :D). Saya cukup bangga dengan kakak saya dan kakak ipar saya yang bersepakat untuk kasih ASI. Katanya, gak pengen anaknya jadi anak sapi. Sippp deh :-bd

Pas awal-awal melahirkan, belum ada masalah berarti, kecuali kakak yang bilang kalau pas nyusuin agak sakit terasanya. Ya mungkin karena belum terbiasa. Lama-kelamaan permasalahan itu teratasi juga. Terus, mulailah muncul kekhawatiran saat masa-masa cuti melahirkan kakak sudah habis. Saya sempat menawarkan untuk bawa saja adek bayinya ke kantor, masa' iya sih gak boleh? Tapi kakak gak berani. Gak enak sama staf yang lain katanya. Ini aja cuti melahirkannya sudah lebih banyak dari staf yang lain, masa' iya begitu masuk kerja langsung pake acara bawa bayi segala? Dududududuuu...

Rebahan di keranjang belanjaan pas di supermarket, ceritanya kecapean gendong :D

Kunci pertama yang harus dijalankan adalah perah ASI! Mau gak mau ini harus dilakukan. Beruntungnya, kakak dapat seperangkat alat perah ASI + sterilisasi botol dan peralatan lainnya dari kantor. Di pinjamin sih, bukan dikasih. Dan alat itu berguna banget. Minimal gak terlalu nyusahin kakak kalo pas mau perah ASI. Sempat saya ajarin juga gimana caranya perah ASI pake tangan supaya lebih enak dan gak sakit, tapi berhubung ngajarinnya lewat telpon, jadilah, banyak gak nyambungnya gitu. Susaaahh,... Yaudah, akhirnya saya putuskan pro deh ke alat pompa ASI itu, dengan catatan gak sakit kalo pas dipakek. Kalo sakit, mau gak mau harus cepet-cepet diberhentikan. Salut buat kakak yang gak pernah absen merah ASI kalo pas di kantor. Berangkat bawa botol kaca kosong, pulangnya bawa botol kaca yang udah terisi ASI ntah setengah atau 3/4 nya. Luarr biasa :-bd

Jalan kedua setelah perah ASI adalah, kalo pas ga ada yang jagain di rumah, si adek bayi ikut berangkat kerja sama kakak (yang artinya harus dimandiin pagi-pangi bangeeettt :( ), trus nanti ditinggalin di rumah mertuanya kakak yang beruntungnya jaraknya gak terlalu jauh dari kantornya kakak. Tapi, jadinya kakak punya PR, kalo pas luang atau istirahat, kudu cepet-cepet pulang buat nyusuin. Ada sih dibawain bekal ASI perah, tapi kasih ASI perah gak semudah nyusuin langsung. Harus telaten, harus sabar, harus dijaga juga kebersihannya, harus tau step by step ngencerin ASI beku yang betul, daaan lain sebagainya yang kadang agak ribet juga kalo harus dilakuin sama orang tua. Dududududuuuu lagi... #:-S

Ini ekspresi datar, pas umurnya udah 3 bulan :D
Sebelum libur lebaran kemarin, lewat telpon, saya iseng aja nanyain ke kakak,
"Itu adek bayi sudah dikasih makan apa aja?" 
Jawabnya kakak, "ASI aja kok."
"Yakin ASI aja? Gak pernah dikasih makanan lain?", memastikan lagi sayanya,.
Trus kakak butuh sekian detik untuk terdiam kemudian jawab,
"Mmmmh,. bentar deh. Kayaknya kemarin Mama sempat kasih air zam-zam. Katanya bagus, tapi cuma sesekali aja kok...."
"Aaaaapphhhaaaaa?????", :o shock donk yak saya. Duuuuhhh,. gagal deh ASI eksklusif.

Tapi yasudah, gak papa. Akhirnya saya kasih tau lagi deh tentang ASI eksklusif itu apa dan bla bla bla. Kakak juga akhirnya minta supaya saya ngejelasin lagi ke Mama tentang itu, yang ujung-ujungnya saya dimarahin juga.
Kata Mama di telpon dengan sedikit penyesalan,
"Kok kamu baru ngejelasin sekarang sih??? Kenapa gak dari kemarin-kemarin cobaa..??"
Lhaa ini kenapa jadi saya yang disalahin yakk??? :-/ :-/ :-/

Yaudah, akhirnya dengan penuh kesabaran, saya semangatin lagi deh kakak supaya tetap kasih ASI dan STOP untuk semua jenis makanan serta minuman lain. Gak jadi ASI eksklusif gak papa, masih adai ASI predominant yang patut juga untuk diperjuangkan. Yang penting kesalahan yang kemarin gak diulang lagi donk ;)

Masuk umur 3 bulan, Salwa mulai belajar tengkurap. Gak butuh waktu lama sampai akhirnya dia ngos-ngosan trus nangis kecapean :))
Senin malam, tanggal 4 Agustus 2014, saya sampai di rumah di Pagatan, Kalimantan Selatan. Setelah salim dan cipika cipiki sama seisi rumah (kecuali suaminya kakak :D) saya langsung nanya, mana Salwa?

Seketika diteriakin sama semuanya,
"Cuci tangan duluuuuuu,,.. cuci kaki duluuuu... cuci muka duluuuuuu...."
Oia, nyengir aja deh, terus ke kamar mandi. :D
Kata adek saya, masih mending tuh cuma disuruh cuci cuci begitu. Dia katanya baru boleh gendong Salwa pas udah sehari di rumah. Hahahha.. apaan coba pake dibegituin segala???

Begitu selesai bersih-bersih, langsung deh saya masuk ke kamarnya kakak. Ternyata si adek bayi sudah tidur, lagi tidur di ayunan. Saya merhatiin dia. Mukaknya lucu banget. Beda banget sama yang di foto. Dan udah gedeeeeeee... Bener kata kakak, badannya panjang. Gak terlalu gemuk juga, tapi gak kurus. Pas aja deh, seksi gitu. Muahahahaha... >:)

Saking hebohnya baru pertama ketemu, saya paksain untuk gendong itu adek bayi, trus langsung gantikan celananya yang baru karena masih kekecilan karetnya, jadi tertekan banget perutnya. Pas digantiin sama celana yang lain, eh, dianya kebangun. Yesss, misi saya berhasil >:)

Akhirnya si adek bayi saya ajakin keluar deh. Saya gendong. Untungnya nggak nangiiss. Dia cuma membelalakkan matanya aja yang emang udah bulet itu, trus ngeliatin kanan, kiri, ngamatin sekitarnya aja. Trus dieeem aja gitu.
Kata kakak, "Tumben gak nangis...." 
Kata saya, "Iyadonk, kan yang gendong akyuuuu..." B-)

Yahh,. akhirnya dalam beberapa hari setelahnya, saya disibukkan dengan urus Salwa. Besoknya saya langsung mandiin Salwa. Di tes nih ceritanya, mentang-mentang saya sendiri pernah pamer udah bisa mandikan bayi. Hahahah...

lagi main sama sepupunya

Sempat juga ngajarin kakak langsung gimana caranya perah ASI. Tapi sepertinya kakak agak kesulitan, karena mungkin memang gak terbiasa. Ditambah pas belajar itu, tau-tau ada tamu datang yang pengen ketemu, jadilah baru sebentar belajarnya udah diberhentiin, trus lupa gak dilanjut lagi :D. Terus, sepanjang perjalanan silaturahim ke tempat keluarga, saya donk yang pangkuin Salwa. Pas giliran nyusu aja baru dikasih ke kakak. Hihi,.. pernah juga sekali berhasil nidurin Salwa tanpa nyusu, tapi sambil di gendong. Itu rasanya seneeeeng banget. Karena untuk anak yang umurnya dibawah 6 bulan, tidur tanpa sambil nyusu itu menurut saya agak susah, apalagi buat yang gak terbiasa.

Pas hari pertama jagain adek bayi, orang dirumah ngasih ASInya pake dot. Dududududuuu,. langsung deh saya suruh berhentiin itu dot. Ganti pake gelas atau sendok.

Awalnya juga, si adek bayi kayaknya kelihatan sedikit bingung gimana caranya nelan cairan yang tetiba masuk ke rongga mulutnya. Saya juga agak khawatir sih, kalau nanti tersedak gimana? Untungnya, nemu deh caranya supaya aman. Jadi, Adek bayinya ditidurkan di bantal yang agak tinggi. Jadi posisinya setengah duduk gitu deh. Terus, memang harus ada proses belajar ya. Awalnya dia bingung bingung gitu antara atur nafas dan nelan ASI. Eh, lama-kelamaan udah lancar gitu nelannya. Sambil senyum-senyum, sambil diajak ngobrol. Efeknya, ASI perah jatah hari itu habisss, dan si adek bisa tidur nyenyak. Hihiu,. senangnyaaa.. :D

Belajar duduk di atas kereta dorong donk :D

Pas disana, si adek bayi juga agak flu, katanya kakak habis main ke.... mmmhhh,.. apa ya? Semacam waterpark begitu. Yasudah, saya suruh aja berjemur. Jemur jemur jemurrrrr. Setengah sampai satu jam, di matahari sebelum jam 10 pagi. Tiga hari pertama sih ada mataharinya, tapi setelah itu mendungg. Untungnya, pas hari terakhir ada matahari sebelum hujan terus selama beberapa hari selanjutnya, si adek bayi sempat dijemur agak lama. Awalnya sambil nyusu, di gendong gitu. Trus kakak katanya kecapean, yaudah, saya suruh aja adek bayinya ditidurin di sofa. Biar dia kepanasan sendiri.

Nih salah satu fotonya. Kesian yak kepanasan? Coba lihat matanya. Sambil merem, kayak silau-silau gitu. Hihi...


Salwa ini, menurut saya termasuk bayi yang cukup ekspresif. Dia sukak mainin mukaknya, terutama matanya, dengan ekspresi aneh-aneh yang bikin ngakak kalo dilihat. Makin sukaaak deh motoin si unyu satu ini. :))



Hwaaaaaahhhh... intinya seneng banget bisa ngasuh Salwa, sekalipun cuma beberapa hari, dan sambil disibukkan dengan kegiatan ini itu di rumah. Masih kangen sebenarnya, masih pengen jagain terus, tapi ya apa mau dikata, saya juga punya kerjaan sendiri. Sempat mikir ngaco sih, apa saya resign aja ya trus jagain Salwa? Habis gitu katanya kakak, "Gak sanggup ngegajinyaaaa... Hahahahah...." :))
Iyaudah deh gak jadi. :|

Malam pas Salwa tidur sebelum saya pulang besok subuhnya :)
Semoga segera bisa ketemu lagi yaaa adek bayii unyuuu. Semoga nanti kalo ketemu, si adek sudah bisa duduk, sudah bisa ngomong, sudah bisa main-main. Makin tinggi, makin gede, makin pintar, makin imut, makin belok matanya. Hwehehehe... :-* :-* :-*

13 August 2014

Kilas Balik Libur Lebaran 1435 H

Alhamdulilllah,... Akhirnya bisa balik lagi ke Dompu, setelah tepat tiga minggu menghabiskan waktu di tiga propinsi yang berbeda, perjalanan bermil-mil jauhnya, total tujuh kali penerbangan, serta sekian kali perjalanan darat.

Pas semalam main ke rumahnya Ibu Kos sambil bawa titipannya Mama, si Bapak nanya,
"Wah, puas banget ini sepertinya liburnya tiga minggu?"
Saya tanpa pikir panjang langsung jawab, "Belum puas Pak, masih kuraang... Hehehehe..."
*minta dijitak saya nya mah :))

Yapp,. tiga minggu, atau lebih tepatnya yang benar-benar libur adalah dua minggu, berasanya sebentar banget berlalu. Maklumlah, kan musim lebaran. Pastinya lebih banyak acara silaturahim sama keluarga, sibuk terima tamu-tamu dan lain sebagainya. Maunya saya libur itu tidur panjang, bangun siang, bermalas-malasan di rumah, tapi bener-bener gak bisaaaaaaaaaaaaa... Hahahha. Lagian enak banget maunya begitu doank. Gak mungkin juga kan pulang ke rumah terus kerjaannya tidur aja? *jitak lagi :))

Libur lebaran kali ini banyak anak bayi baru. Seneng banget deh. Jadi aktivitas selama liburan sempat diisi dengan mandikan bayi, gendongin adek bayi, jagain adek bayi, ajak ngomong adek bayi, stimulasi supaya bisa tengkurap, daan lain-lain. Selain itu, sempat ketemu juga dengan sodara-sodara jauh, yang tinggalnya jauh, kerjanya juga jauh, tapi berkesempatan untuk ketemu.

Ada juga ketemu dengan sahabat lama yang udah lamaaaa banget gak ketemu. Pas ngobrol-ngobrol trus tanya kapan terakhir ketemu, kami berdua sama-sama lupa. Mmmmmh,.. kayaknya sebelum mulai kuliah, pas saya lulus SMA, udah gak pernah ketemu lagi deh. Heuheu,.. Maklum, mungkin saya adalah salah satu alumni SMA yang paling males kalo diajak main lagi ke SMA. Ntah kenapa.

Pas awal Agustus kemarin juga sebenarnya ada acara Reuni Akbar SMA Negeri 1 Gresik, dalam rangka HUT SMANSA ke 50. Tapi saya juga gak datang, lebih milih untuk main ke kota sebelah B-). Lagipula, teman SMA lain yang biasanya main bareng juga saya tanyai, datang gak? Pada bilang gak datang semua. Malah nanya balik ke saya, emang mau ketemu siapa? Teman-teman yang dikenal juga udah biasa ketemu dan main bareng. Hehhe.. Iya juga yak :D

Hmmm,... Alhamdulillah. Liburan kali ini makin penuh warna. Ada suka, ada canda, ada nangis-nangis juga, ada sebel, ada kangen, ada tawa, ada heboh, ada biasa aja, ada bosannya juga. Campur aduk deh ya. Semuanya saling melengkapi. Termasuk juga saya yang dapat kabar H-2 sebelum keberangkatan ke Kalimantan, bahwa sehari setelah saya di Kalimantan, Papa musti ke Jakarta karena ada tugas. Huuhuuu,.. yaasudah, mau diapain lagi. Digantikan sama orang lain juga gak bisa, jadwal diundur juga gak bisa. Cuma bisa pasrah, bareng Papa dua hari aja. Sehari setelah datang, dan sehari sebelum ninggalin Kalimantan *hiks*.

Iyawes, itu saja kilas balik libur lebaran kemarin. Mungkin bakal di breakdown satu-satu--ato enggak, lihat saja mood saya nanti.

Salam hangat dari jingga di Pantai Siring, Kota Baru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan :)









Selamat beraktifitas kembali, kawan-kawan. Semoga semangat shalat jama'ah, tadarus, dan puasanya tetap dibawa sampai selepas Ramadhan ya.. :)