28 April 2016

Cagar Budaya di Kota Pekanbaru


Pekanbaru. Kota yang satu ini merupakan kota yang terbesar di Provinsi Riau. Selain itu, kota ini merupakan sebuah kota dagang yang sedang berkembang pesat. Di sana terdapat beberapa spot transportasi seperti Bandara Sultan Syarif Kasim II, terminal bus antar kota juga antar provinsi yaitu Bandar Raya Payung Sekaki dan terdapat dua pelabuhan yang berada di sungai Siak yang bernama Sungai Duku dan Pelita Pantai. 

Ada banyak objek wisata yang berada di Kota Pekanbaru, mulai dari wisata alamnya seperti pantai, wisata pendidikan, wisata budaya, wisata belanja sampai wisata kuliner dengan menyajikan makanan-makanan khas Kota Pekanbaru. Jika Anda ingin berlibur lama di Kota Pekanbaru, di sana disediakan banyak tempat penginapan atau hotel-hotel dengan harga yang terjangkau juga fasilitas yang membuat Anda nyaman. Anda tinggal memilih dan memesannya sesuai keinginan Anda. Untuk daftar lengkapnya, Anda bisa lihat di situs Traveloka.

Kali ini, saya akan menampilkan beberapa Cagar Budaya diKota Pekanbaru. Update pengetahuan tentang sejarah dan juga budaya yang ada di Kota Pekanbaru, Indonesia. 

Balai Adat Melayu Riau
Di Kota Pekanbaru, bangunan ini difungsikan sebagai tempat pelaksanaannya kegiatan-kegiatan adat dengan budaya Melayu Riau yang masih kental juga sebagai tempat diadakannya pertemuan penting seperti acara penganugerahan gelar adat melayu kepada para pejabat tinggi negara. Masyarakat setempat sering menggunakan balai ini untuk keperluan bermusyawarah untuk menentukan kesimpulan atau bisa dibilang para tokoh-tokoh adat yang ada di kota ini akan berkumpul di balai membicarakan suatu perihal sampai bertemu titik terangnya. Bangunan bersejarah ini yang dijadikan sebagai wisata budaya memiliki 2 lantai. Masing-masing lantai memiliki fungsi dan keunikan masing-masing. Seperti di lantai atas, terpajang ungkapan adat dan pasal-pasal Gurindam Dua Belas yang merupakan sebuah karya dari Raja Ali Haji – Sastrawan Keturunan Bugis.

Di lantai bawah, terdapat pasal-pasal yang terpajang pada dindingnya. Di kanan dan kiri ruang pintu masuk utama terpajang pasal dari 1 – 4 pasal Gurindam Dua Belas, sedangkan pasal dari 5 – 12 tedapat di dinding bagian dalam ruang utama Balai Adat Melayu Riau. Balai ini terletak di Jalan Diponegoro, Pekanbaru – Riau. Anda akan mendapati betapa besarnya budaya Melayu yang ada di Kota Pekanbaru ini. Jangan lupa untuk mengabadikan momen kedatangan Anda di Balai Adat Melayu Riau. Keadaan di sini lumayan sejuk dan masih asri bertolak belakang dengan kondisi umum Kota Pekanbaru yang terkenal dengan panasnya.

 
Balai Adat Melayu Riau - http://www.utusanriau.co

Taman Budaya Riau 
Di Taman Budaya Riau ini, Anda akan mendapati banyak bangunan budaya yang sangat melekat di Kota Pekanbaru. Di sini, merupakan pusat kelestarian dan pengembangan budaya-budaya yang ada di Provinsi Riau. Banyak kegiatan yang telah diadakan di Taman Budaya Riau ini seperti Festival atau Pameran Kesenian Tradisional juga menampilkan kesenian modern seperti konser musik. Selain itu, beberapa sangar-sanggar besar dan ternama yang ada di Kota Pekanbaru ini menggunakan Taman Budaya Riau sebagai tempat latihan, salah satunya adalah Sanggar Tameng Sari Dance Company (TSDC). 

Taman Budaya Riau - http://www.riauberbagi.blogspot.co.id
Ada banyak gedung yang ada di Taman Budaya Riau sebagai bentuk fasilitas yang disediakan, seperti Gedung Olah Seni yang merupakan gedung diselenggarakannya pameran karya seni antara lain musik, teater, tari dan juga pameran seni rupa. Yang kedua, ada Rumah Tari Umar Umayyah. Nah, di tempat ini beberapa sanggar menggunakan fasilitas untuk latihan menari. Beberapa sanggar diantaranya adalah Sanggar Tameng Sari dan Sanggar Tari Malay. Ketiga adalah Rumah Rupa. Di sini para seniman rupa mengekspresikan karya-karyanya dengan menggunakan fasilitas yang terdapat di dalam Rumah Rupa. Keempat, terdapat Rumah Teater dengan fasilitas panggung kecil nan terbuka terpampang ke arah luar yang sering dipakai untuk latihan atau penampilan bermain peran atau drama. Kelima adalah Teater terbuka seperti Teater Terbuka Bustaman Halimi dan Teater Terbuka Sulaiman Syafií yang ukurannya lebih kecil dari Teater Terbuka Bustaman Halimi. Sama dengan Rumah Teater terdapat panggung untuk mementasan karya seni yaitu drama yang telah dibuat baik yang berbau adat maupun yang modern.

Jika Anda ingin memakai ruangan yang ada di Taman Budaya Riau, Anda hanya perlu meminta ijin ke petugas. Pemakaian ruangan yang ada di salah satu gedung ini, tidak dikenakan biaya sama sekali. Pemerintah memang sengaja buatkan untuk keperluan masyarakat setempat untuk mengembangkan dan melestarikan budaya dengan berlatih di tempat ini. Namun, untuk menjaga kebersihan gedung-gedung yang ada di Taman Budaya Riau ini, Anda bisa memberikan sejumlah uang untuk orang yang menjadi petugas kebersihan di Taman Budaya Riau.

Taman Budaya Riau ini masih berada di kawasan Jalan Diponegoro, Pekanbaru – Riau. Itulah beberapa spot yang menampilkan wisata budayanya yang masih kental di Kota Pekanbaru.

5 comments:

  1. Wuih..kapan ya bisa ke Pekanbaru? sekalian pengen belajar sejarah Islam di Pekanbaru...hmmm

    ReplyDelete
  2. harus jadi tempat kunjungan nih kalau ke pekan baru ya

    ReplyDelete
  3. Banyak cagar budaya, tapi banyak juga yang nggak terawat.. IMO

    ReplyDelete
  4. Halah, jalan-jalan muluuuu, mbaaaa :( Ajakin aku kali2 :3

    ReplyDelete
  5. mba mae beruntung ya, bisa berkeliling indonesia di usia muda.. lah, arif mah keluar pulau aja ngga pernah :D

    ReplyDelete

Speak Up...!!! :D